
"Aku sangat ingin mencekiknya sekarang, tapi setelah aku berfikir, mati dengan cepat terlalu sangat mudah untuknya dan itu juga bisa merugikanku" gumam Darla yang sangat tidak menyukai Quirin
Setelah selesai berfikir lagi, Darla yang berdiri dihadapan kedua orang suruhannya menoleh kebelakang, ia tersenyum smirk seperti memiliki siasat licik
"Zee memiliki reputasi baik, Kalau Quirin tidak suci, sudah pasti Zee tidak akan menginginkan Quirin lagi, karena itu bisa mencoreng reputasinya, dengan begitu aku bisa mendekati Zee karena aku masih suci" batin Darla sambil tersenyum bahagia
"Aku akan membuatmu merasakan kenikmatan dunia tiada habisnya, setelah itu aku akan melelangmu, itu pasti akan menguntungkanku" batin Darla membayangkan uang yang sangat banyak
"Kalian bisa merasakan wanita ini, aku memberikannya secara sukarela pada kalian" ucap Darla dengan senyuman
"Apa benar kami boleh bermain-main dengannya?" tanya salah satu dari mereka yang sangat bersemangat
"Tentu saja benar, sepertinya dia terkena obat bius, kemungkinan dia tidak akan terbangun dalam beberapa jam" jelas Darla
"Sebelum itu terjadi, apa kalian membawa sebuah pisau?" tanya Darla
"Untuk apa kau menggunakan pisau?" tanya salah satu dari mereka
"Aku sangat tidak menyukai wajahnya, dengan gampangnya dia memikat para pria berwajah tampan, kalau saja aku mengurangi satu wajah yang cantik ini, para wanita jelek diluaran sana akan sangat berterimakasih padaku" ujar Darla dengan panjang, sambil menatap benci Quirin
Salah satu dari mereka memberikan pisau pada Darla, dengan senang hati Darla menerima pisau itu, ujung pisau yang dipegang Darla beberapa centimeter mendekati kulit wajah Quirin
"Ahhh, sudah cukup bermainnya, leherku terasa pegal" ucap Quirin yang masih menutup matanya, namun sebelah tangannya mencegat tangan Darla yang memegangi pisau
__ADS_1
"Ka...Ka...ka...u" ucap Darla gugup, ia berusaha menarik tangannya dari genggaman Quirin, namun usahanya terasa sia-sia, genggaman Quirin terasa sangat kuat sehingga Darla tidak bisa melepaskan tangannya
Kedua orang suruhan Darla mundur beberapa langkah, Quirin yang masih menutup mata, kini membuka mata indah itu, lalu menatap tajam Darla
"Aku seperti dejavu" gumam Quirin berfikir sambil memiringkan kepalanya
"Ahhh, aku ingat, aku juga memegangi tangan seorang pelayan seperti ini dikediamanku, lalu aku menghancurkan kedua tulang tangannya dan tulang dadanya" ucap Quirin dengan senyuman lebar
Darla sangat memikirkan ucapan Quirin hingga membuatnya merinding "tidak mungkin dia bisa melakukan semengerikan itu" batin Darla
"Apa kau tau rasanya seperti apa?" tanya Quirin sambil bangun dari tempat ternyamannya, ia duduk sambil mengayunkan kakinya yang menggantung di brankar
Darla yang melihat senyuman menakutkan itu, membuatnya gemetar ketakutan, senyuman itu pernah ia rasakan saat dipermalukan oleh Quirin didepan teman sejawatnya
"Kau ingin aku melepaskan ini?" tanya Quirin yang mengayunkan tangan Darla
"Aku tidak akan melepaskannya, sebelum aku menghancurkan tangan ini" ucap Quirin tertawa lebar
Nyali kedua pemuda suruhan Darla langsung menciut setelah mendengar tawa Quirin, mereka mundur perlahan-lahan untuk mencoba melarikan diri
"Satu langkah saja kalian berjalan, maka pisau ini akan mendarat dikaki kalian" ucap Quirin dingin sambil menatap mereka kebelakang
Mereka diam tanpa bergerak sedikitpun, namun mereka tidak akan percaya begitu saja dengan Quirin, mana mungkin wanita bisa melempar pisau yang ada di tangan Darla sejauh tempat mereka berdiri
__ADS_1
Ketakutan mereka lenyap ketika mendengar perkataan Quirin, itu semakin membuat mereka menginginkan Quirin
Mereka saling memandang "Hahaha, apa kau bercanda, jarak kita sudah jauh, kau tidak mungkin bisa melempar pisau itu tepat mengenai kami" ejek salah satu dari mereka
"Semakin kau begitu, aku semakin ingin merasakanmu" ucap yang satunya menatap Quirin dengan cabul
"Hahahaha, aku sangat senang mendengar ucapan kalian" tawa Quirin yang keras, hingga menggema didalam gudang kumuh itu
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
__ADS_1
Author sangat berterimakasih 🙏