Another Person Life

Another Person Life
Lelucon Quiran.


__ADS_3

Zee yang mendengar itu merasa kasihan pada Xeno, "Apa kau tidak bisa melupakan dendam itu?, dia juga terlihat sangat lelah dengan pekerjaannya" ucap Zee sambil menatap Quirin.


Quirin sesekali melirik Zee, "tidak bisa, aku tidak bisa melupakan apa yang dia katakan padaku. Perkataannya sungguh melukai hati ku. Kau tenang saja, karena aku akan tau batasan ku" gumam Quirin.


Zee menghela nafas "Baiklah, kau harus mengingat janjimu, karena bagaimana pun, dia adalah teman ku" ucap Zee sambil melihat lurus kedepan.


Quirin mengangguk dan mengemudikan mobil itu kembali ke mansion, ketika turun, Quirin mengecek mobil nya.


Ternyata, kerusakan yang di timbulkan oleh Quirin begitu sangat parah.


Quirin melihat ke arah Zee yang baru saja keluar dari mobil "kau berhutang lagi?, walau mobil ini tidak terlalu mahal bagiku, tapi lihat lah kerusakan yang kau timbul kan." ucap Zee sambil menatap kearah Quirin.


Quirin yang mendengar itu meneguk saliva nya, ia mengingat bahwa hutangnya begitu sangat banyak pada Zee.


"Aku tidak bisa mengambil uang jika Xura masih berada di rumah sakit, karena selain aku, Yvon juga memegang keuangan perusahaan sterfolia dan Xavier" batin Quirin


"Baiklah, baiklah, kau bisa menuliskan semuanya, jika aku punya uang aku akan membayar semuanya" ujar Quirin sambil Mauk ke dalam mansion.


Zee membangun Xeno yang tengah tertidur, setelah Xeno bangun, mereka pun masuk ke dalam mansion dan mereka berpencar untuk masuk ke kamar masing-masing.


Di dalam kamar, Quirin menjatuhkan tubuhnya keatas kasur, ia terus memikirkan pertemuan yang tidak di sengaja itu.


"Kenapa aku harus bertemu mereka di saat aku sedang tidak ingin memikirkan balas dendam?," gumam Quirin.


"Tenang saja, yang tadi itu hanyalah balas dendam kecilku, kalian akan melihat seperti apa wujud asliku, aku juga penasaran kalian berdua mati di tangan ku atau di tangan Quiran. Aku bersyukur bisa di hidupkan kembali walau di dalam tubuh yang berbeda, dengan begini aku akan melihat wajah kesengsaraan kalian."


"Papa, Mama, tolong maafkan aku, semoga kalian tidak marah padaku hanya karena aku membalaskan perbuatan Cassi" batin Quirin sambil menatap langit-langit kamarnya.


Tiba-tiba saja Quirin tertidur dan ia pun tenggelam dalam mimpi nya.


"Hai!" sapa Quiran sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


Quirin yang baru saja tiba merasa terkejut dengan kedatangan Quiran . "Kau lagi?, tidak bisakah kau membiarkan ku tidur dengan nyenyak?" tanya Quirin memutar bola matanya dengan malas.


Quirin bahkan tidak takut lagi dengan wanita yang ada di hadapan nya, ia juga tampak heran, kenapa Quiran bisa berubah sangat drastis seperti itu.


Perubahan itu membuat beban Quirin semakin ringan, tapi apa yang membuat alter ego itu berubah?, entahlah, Quirin sendiri juga tidak tau.


Quiran yang mendengar itu pun mulai berdiri dihadapan Quirin. "Aku juga tidak ingin seperti ini, tapi, setiap kau tertidur, maka otomatis kau akan masuk ke dalam alam bawah sadar, dan pasti kau akan selalu bertemu denganku, tapi bukan itu masalah utama nya ... " ucap Quiran menggantung sambil menatap Quirin.


Quirin menatap Quiran dengan intens, ia sedikit penasaran dengan kata yang menggantung itu "apa maksud mu?" tanya Quirin.


Quiran memudarkan senyum nya, ia pun menghela nafas dan mulai menjelaskan dengan tenaga, "Aku bertemu dengan seorang wanita, tapi dia terus membelakangi ku, apakah kai mengenal nya?" tanya Quiran yang sudah sangat penasaran.


Karena sosok itu terus mendatanginya tanpa memperlihatkan wajah.


Quiran tidak takut dengan penampilan itu, tapi ia justru penasaran dengan sosok yang terus mendatanginya tiada henti.


Quirin yng mendengar perkataan itu mulai mengerutkan dahi nya "wanita?, membelakangi?" batin Quirin


"Apa wanita itu memang terus membelakangi mu?, dan dia juga memiliki rambut yang tidak terlalu panjang?," tanya Quirin.


Quiran mendengar ciri-ciri yang di sebutkan oleh Quirin, dan seperti dugaan nya, wanita itu juga pasti mendatangi Quirin.


"Benar," jawab Quiran mengangguk.


Quirin terkejut, ternyata wanita itu juga mendatangi Quiran, tapi apa tujuannya?, pertanyaan itu muncul di dalam benak Quirin


"Aku tidak tau siapa dia, yang jelas dia juga mendatangi ku, dan apa menurut mu semua kejadian ini ada hubungan nya dengan wanita itu?" tanya Quirin dengan mengerutkan dahi nya.


Quiran mencoba berpikir, "Aku juga berpikir hal yang sama, bahkan dia terus memberiku kata-kata yang bisa menenangkan ku" ucap Quiran.


Quirin pun mengangguk sambil memegang pelipisnya "Aku sangat penasaran dengan sosok itu, kenapa aku semakin yakin bahwa wanita itu yang membuat ku masuk kedalam tubuh Quirin, tapi apa hubungan nya dengan dia?" gumam Quirin.

__ADS_1


Quiran yang mendengar itu langsung menatap Quirin dengan tajam "Jika kau bertanya padaku, lalu aku harus bertanya pada siapa?, rumput bergoyang?" tanya Quiran dengan tatapan tajamnya.


Quirin terkejut mendengar perkataan Quiran, bagaimana bisa alter ego itu membuat lelucon yang seharusnya hanya manusia yang membuatnya.


"Hei?, apa ini benar Quiran sang alter ego?" tanya Quirin sambil memegang wajah Quiran.


Lalu Quirin pun mulai membelah balikkan pipi Quiran ke kiri dan ke kanan.


Quiran yang mendapat perlakuan itu merasa sangat kesal, ia pun menghempas tangan Quirin dengan kasar.


"Lepaskan!, lalu kau pikir aku siapa?, jelas saja aku adalah Quiran" ucap Quiran sambil menatap Quirin dengan tajam.


Walau mendapat perlakuan kasar dari Quiran, tidak membuat Quirin merasa kesal atau pun marah.


Keterkejutannya itu bahkan belum juga hilang. "Darimana kau belajar lelucon seperti itu Haha ... " ucap Quirin yang mulai tertawa terbahak-bahak.


Quiran yang mendapat ejekan itu justru terlihat semakin kesal "Berhenti menertawakan ku, aku juga belajar dari kalian, apa kau lupa bahwa aku juga bisa melihat dunia walau aku tidak berada di luar?" ucap Quiran dengan nada marah.


"Ah aku lupa, tapi kau sungguh hebat membuat lelucon seperti itu Haha ... " ucap Quirin kembali tertawa keras.


"Sialan!, kau ingin ku cekik?," tanya Quiran dengan melototkan mata nya pada Quirin.


melihat kemarahan itu membuat Quirin tertawa semakin keras. "Haha ... ternyata Alter ego memiliki sisi seperti ini" ucap Quirin dengan tertawa lebih keras.


"Awas saja kau!" teriak Quiran dengan marah.


Berbeda dengan Quirin, ia terus menggoda Quiran, ia bahkan tidak takut pada makhluk itu lagi, bagi nya Quiran tampak jauh lebih baik dari pada saat mereka pertama kali bertemu.


"Perubahan Quiran pasti karena wanita itu. Siapa pun kau, aku sungguh berterimakasih padamu karena bisa mengubah alter ego itu menjadi lebih baik, jika tidak ada kau, aku pasti tidak akan sampai ke Asia" batin Quirin


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2