Another Person Life

Another Person Life
Wajah Menua


__ADS_3

Dalam langkahnya Quirin menggerutu kesal "Aku datang kesini untuk menenangkan pikiran, tapi yang kudapatkan bukan pikiran yang tenang melainkan sebuah balas dendam seseorang" ucap Quirin kesal


"Aku sangat ingin membunuhnya, tapi aku tidak sudi membersihkan darah yang menggenang!, jika kita bertemu lagi aku benar-benar akan menyeret mu ke dalam lubang neraka" ucap Quirin sambil menaiki mobilnya


Sebelum mengayunkan balok kayunya, Quirin berfikir dengan matang, jika dia membunuh ditempat itu, maka bisa meninggalkan jejak dan pria tua itu bisa menjadi saksi, sedangkan Quirin yang sekarang tidak memiliki kuasa seperti saat dirinya menjadi Xura dulu.


Quirin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang "Huh, ingin membunuh saja aku harus memikirkan kekuasaanku, tubuh ini tidak memiliki kuasa apapun, yang aku punya hanya sebuah kartu gold dan mobil ini, sisanya masih milik ayah" gumam Quirin sambil memukul pelan stir mobilnya


***


Berbeda dengan Xura dan Alpha, mereka masih berada didalam hotel itu


"Aku ingin berjumpa dengan ayah" ucap Xura sambil menangis


"Tidak boleh!, apa kau tidak mengetahui seberapa mengerikannya dia?, sebaiknya kita kembali ke singapura, aku yakin dia ingin membalaskan dendam mu, jika kita berada disini maka semua rencananya akan terhambat, jadi tolong dengarkan aku kali ini" ucap Alpha sambil menenangkan Xura


"Kita kembali ke Singapura dan balas kan dendamnya juga, aku akan membantumu mengurus semuanya" ucap Alpha meyakinkan Xura


"Benarkan seperti itu?, apa dia tidak menyentuh ayah?" ucap Xura sambil mengangkat kepalanya dan menatap Alpha


"Biarpun perkataannya terdengar kasar, namun dia memberi sebuah peringatan namun mengandung sebuah makna dan peringatan, dan Aku sangat yakin, karena inti dari ucapannya itu menyuruhmu untuk mengurus perusahaan Sterfolia dan membalaskan dendamnya pada Cassi, sisanya tunggu sampai dia menghubungi kita, karena yang aku dengar dia bisa di segala bidang, aku juga berfikir bagaimana dia bisa menemukan kita, dan aku mengingat jika di setiap sudut jalan terdapat Cctv, itu menjelaskan kalau dia bisa di bidang IT" ucap Alpha sambil meyakinkan Xura


Xura memikirkan semua ucapan Xura asli dan menyusun semua kata-kata yang sudah di lontarkan Xura asli "Benar!, aku sudah menyusun semua perkataannya" ucap Xura sambil mengangguk dan berdiri dari duduknya


Xura menghapus air matanya "Ayo kita kembali ke Singapura Alpha" ucap Xura bersemangat, karena Xura yakin dengan ucapan Alpha, jika Xura asli tidak akan menyentuh sang ayah.


Alpha merasa lega karena Xura bisa berfikir dengan tenang dan mengerti semua ucapannya.


Alpha kembali ke kamarnya dan keduanya sedang menyiapkan barang-barang mereka karena akan segera berangkat ke bandara.


***


"Untukmu Quirin asli, aku berharap kau mengerti maksud perkataanku, jika tidak?, maaf saja" ucap Quirin dengan senyuman smirk


Quirin memasukkan mobilnya dan dari dalam mobil ia melihat kearah balkon kamarnya, ia merasa ada yang berubah.


Ia dengan cepat keluar dari mobil dan memasuki rumahnya dengan berlari kecil, ia sedikit binggung dengan kamarnya karena berubah total.


"Ayaahhhhhhhh" teriak Quirin sambil mencari sang ayah


Grizo yang berada di dalam kantor terkejut mendengar teriakan Quirin, ia beranjak dari kursinya dan ingin membuka pintu, tapi Quirin mendahuluinya membuka pintu dan langsung menghamburkan pelukan hangat.


"Kamarku sangat bagus, barang-barang pemberian ibu semuanya telah kembali, terimakasih ayah" ucap Quirin sambil mencium pipi sang ayah


"Yaampun, ayah kira ada apa, sama-sama sayang" ucap Grizo sambil mengelus lembut pucuk kepala Quirin


Quirin melihat raut wajah sang ayah terlihat sangat pucat "Apa ayah sakit?" tanya Quirin terlihat sedih sambil mengecek dahi sang ayah


"Tidak apa-apa sayang" ucap Grizo sambil memegang kedua pundak Quirin


Quirin melihat ada yang tidak beres dengan sang ayah, ia melepaskan kedua tangan sang ayah lalu berjalan mendekati meja Grizo, ia melihat di atas meja Grizo terdapat segelas teh.

__ADS_1


Grizo melihat arah Quirin berjalan mendekati mejanya, ia sedikit heran naum tidak berkomentar apapun.


Quirin mengangkat teh itu lalu mencium aromanya, ia sedikit terkejut karena aroma teh itu sudah tercampur dengan obat-obatan "Apa ayah meminum ini setiap hari?" tanya Quirin sambil mengangkat gelas berisi teh itu.


Grizo sedikit binggung dengan sikap Quirin yang sekarang, terkadang ia seperti tidak mengenal anaknya sendiri "Iya, ibumu membuatkan teh itu untuk ayah setiap hari, apa ada masalah?" ucap Grizo heran


"Sial!, dia sudah bergerak lebih cepat dariku!" batin Quirin


"Tapi bagus juga!, aku jadi bisa membalas perbuatan Quirin dengan memakai tangan Calis" batin Quirin tersenyum smirk


"Aku akan melihat cctv nanti, jika Quirin asli tidak bergerak dari hotel maka aku tidak akan menyelamatkan ayah kesayanganmu loh...semua ini tergantung pada keputusanmu!" batin Quirin tersenyum smirk


Quirin menaruh teh itu kembali lalu berjalan mendekati Grizo "tidak ada masalah apapun ayah, Ayah harus banyak beristirahat, jangan terlalu lelah bekerja, itu sagat tidak bagus untuk kesehatan ayah" ucap Quirin sedih


"Baiklah, ayah akan menuruti perkataan putri ayah" ucap Grizo tersenyum lembut


"Quirin kembali kekamar dulu ayah, jika ada apa-apa tolong kabari Quirin" ucap Quirin berpamitan pada Grizo


Quirin berjalan ke kamarnya, kamar itu sudah sangat terlihat lebih nyaman dari sebelumnya, Ia bergerak mengambil laptop serta earphonenya, Quirin membuka laptop itu dan memeriksa seluruh cctv hotel.


Quirin mendengar semua percakapan antara Quirin asli dan Alpha "Wah, aku mengira jika pria itu lemah, tetapi otaknya bisa berjalan dengan cepat"


"Untung saja ada pria itu, jika tidak, maka Quirin asli yang bodoh itu pasti tetap pada pendiriannya untuk tinggal di inggris" gumam Quirin tersenyum


"Sungguh keputusan yang bagus, karena kau akan kembali ke singapura, maka aku akan menyelamatkan ayahmu" ucap Quirin sambil melepaskan earphone dan menutup laptopnya.


Quirin melihat disekeliling dinding kamarnya, pandangannya teralih pada satu bingkai foto yang sangat besar.


Quirin mengangkat bingkai foto sambil meraba-raba foto yang berlapis kaca, ia melihat setiap inci fitur wajah wanita itu.


"Siapa wanita ini?, apa ibunya Quirin asli?" gumam Quirin dengan melihat foto itu dengan seksama


Quirin melihat dibawah foto itu terdapat dua huruf, lalu Quirin menaruh kembali foto itu pada tempatnya.


Didalam kamar sang adik, Calis dan Lura sedang bercengkrama sambil tertawa "apa ibu sudah menaruh obat itu pada ayah?" ucap Lura tersenyum


"Sudah, selanjutnya kita akan melihat sebuah pertunjukan yang bagus" gumam Calis dengan tertawa senang


"Sudahlah, ibu ingin melihat ayahmu dulu" ucap Calis sambil berjalan membuka pintu.


Arrrggghhhhh, Sakittttt


Teriak Calis dengan kuat


Lura terkejut mendengar jeritan sang ibu, ia langsung berlari kearahnya, begitupun dengan Grizo dan juga Quirin


"Ibu" teriak Lura


"Ada apa?" tanya Grizo panik


"Ibu kenapa?" tanya Quirin dengan panik, ia berjongkok didepan sang ibu

__ADS_1


"Tanganku sakit" tangis Calis, ia membuka tangannya perlahan dan terlihat disana terdapat luka bakar yang menembus kulit.


Grizo, Lura dan Quirin terkejut melihat luka itu "Kita kerumah sakit sekarang" ucap Grizo sangat panik setelah melihat luka itu


Ia membawa Calis turun dan membawanya kemobil, sedangkan lura mengikuti langkah kaki sang ayah sambil menangis


Deg


Deg


Quirin berdiri lalu menatap punggung sang ayah "Rasa sakit ini lagi, aku sangat membenci rasa sakit ini, apa kau sangat begitu iri melihat keperdulian ayahmu?" gumam Quirin dengan memegang dadanya


Quirin masih menatap kepergian Grizo "Andai saja dulu kau perduli seperti itu pada putrimu, maka kami tidak akan pernah bertukar jiwa seperti ini" batin Quirin menatap kepergian Grizo sampai hilang dari pandangannya


"Sekarang, aku sangat binggung, antara ingin menolong mu atau membiarkan mu mati dengan obat-obatan yang di berikan oleh istri kesayanganmu itu, tapi aku juga sudah berjanji pada Quirin asli jika dia menuruti perkataanku maka ayahnya harus dalam keadaan baik-baik saja" gumam Quirin


Quirin mengacak-ngacak rambutnya "benar-benar menyebalkan" teriak Quirin asli dengan kesal


"Jika setiap hari aku selalu marah dan marah maka wajahku ini pasti akan cepat menua, sepertinya aku membutuhkan perawatan" gumam Quirin sambil berjalan meninggalkan kamar Lura


#Flashback On


Quirin keluar dari kamarnya untuk mengambil minum, ia mencari Calis dan lura disegala tempat, namun ia tidak menemukan sepasang monster itu.


Ia berjalan santai melewati kamar Lura dan terdengar suara gelak tawa Calis yang sangat besar.


"Aku bukanlah dia, aku tidak berbelas kasih Calis"


"Aku sangat menantikan permainan kalian" gumam Quirin tersenyum smirk


Quirin memiliki sebuah ide licik, ia memeriksa sakunya dan mendapatkan racun hogweed, ia meneteskan racun itu di gagang pintu kamar Lura.


"Kita lihat seperti apa lukanya" gumam Quirin tertawa kecil sambil meninggalkan kamar itu


#Flasback Off


Bersambung...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate

__ADS_1


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2