Another Person Life

Another Person Life
Ternyata Otakmu Tidak Selemah Sifatmu


__ADS_3

Setelah mencapai lantai atas semua karyawan melihat kearah mereka bertiga, Quirin berjalan dengan gaya melipat tangannya


Seorang wanita melihat dengan tatapan iri "Siapa wanita itu, bagaimana pak Xeno tidak menghalanginya berjalan beriringan dengan tuan muda" batin wakil sekretaris Xeno, ia melihat Xeno berjalan dengan santai di belakang Zee dan Quirin


Merasa ada tatapan yang tidak menyukainya "Untuk apa dia melihatku seperti itu" batin Quirin sambil melihat kearah wakil sekretaris Xeno


"Abaikan saja dia, kau sudah berjanji tidak membuat kekacauan" ucap Zee sambil melirik Quirin yang sedang menatap sang wakil asisten dengan intens


"Hmm, ini terjadi juga karena ulahmu" ucap Quirin datar


Setelah mereka bertiga masuk kedalam ruangan Zee, sang wakil asisten juga ikut masuk "Ada perlu kau kesini" tanya Xeno dengan mengernyitkan dahinya


Zee tidak memperdulikan wakil asisten itu, ia mulai berjalan dan duduk dikursi kebesarannya, sedangkan untuk Quirin, ia hanya duduk di sofa tepat disamping depan meja Zee.


"Saya ingin menanyakan, tuan muda ingin di buat kan minuman apa" tanya sang wakil asisten dengan nada menggoda


"Tidak perlu, dia bisa membuatnya" ucap Zee datar sambil melirik kearah Quirin


Mendengar itu Quirin melihat kearah Zee ia mengerti lirikan itu "Haaa?, aku?!, aku tidak mau!" tolak Quirin dengan nada ketus


"Beraninya wanita ini menolak perintah tuan muda, lagian untuk apa tuan muda menyuruhnya" batin sang wakil asisten menatap Quirin dengan marah sambil mengepalkan kedua tangannya


Quirin mengalihkan pandangannya kedepan melihat gelagat wanita rubah didepannya "Hanya Karen dia ingin dekat dengan pemilik perusahaan


lalu dengan seenaknya dia menatap tajam setiap wanita yang berada di dekat Zee seperti itu" batin Quirin


Zee hanya melirik kearah Quirin lalu mengikuti ekor mata Quirin yang sedang melihat wakil asisten dengan tajam.


"Buatkan aku secangkir kopi dengan sedikit gula" ucap Zee sambil mengambil dan melihat-lihat dokumen


Setelah mendengar itu ia semakin tidak menyukai Zee karena selalu memerintah dengan seenaknya "Tidak mau" bantah Quirin lagi


"Biar saya saja tuan muda" ucap sang wakil asisten dengan senyum menggoda


Xeno yang sedari tadi diam kini mengeluarkan suaranya "Jaga batasanmu Bivia!, Ini sudah peringatan kedua!" ucap Xeno menaikkan sedikit volume suaranya


Mendengar bentakan Xeno membuatnya tersentak kaget "Ma..maafkan saya pak Xeno, saya permisi" ucap Bivia gugup dan berlalu meninggalkan ruangan


Quirin sudah mendengar suara Xeno yang seperti itu untuk kedua kalinya, ia melihat kearah Xeno "Sedikit menyeramkan, sama seperti Yvon, jika mereka tidak suka pasti akan mengeluarkan taringnya, tiba-tiba saja teringat padanya" batin Quirin tersenyum tipis


"Jangan melamun, kerjakan apa yang aku perintahkan!" ucap Zee dingin merasa sedikit kesal karena melihat Quirin tersenyum ketika melihat Xeno


Xeno menoleh kearah Zee dengan binggung "Dia kenapa?, Matanya melihat Quirin tapi suaranya seperti menekanku?" batin Xeno


"Aku sudah mengatakan jika aku tidak....!" ucap Quirin menggantung


"Baiklah" ucap Zee memotong ucapan Quirin sambil mengambil ponselnya menghubungi pengacara Yuki


"Hallo tuan muda" ucap Yuki diseberang sana

__ADS_1


"Yuki, Dia melanggar point pertama" ucap Zee terdengar dingin ditelinga orang yang ada di ruangan


"Baik tuan muda, saya akan mencatatnya" ucap Yuki dari seberang sana


Zee mematikan ponselnya dan beralih kedokumen-dokumen didepannya tanpa melihat kearah Quirin


"Matilah kali ini, hutangku benar-benar bertambah, dia tidak pernah main-main dengan ucapannya" batin Quirin menyesal


"Quirin, jika arwahmu ada dihadapanku sekarang, aku akan mencekik lehermu itu, hidupku sungguh rumit karena menjalankan kehidupanmu ini!" batin Quirin kesal sambil memijit pelipisnya


Xeno melihat kearah Quirin yang masih termenung, ia menghampiri Quirin yang duduk di sofa "Nona, segera laksanakan perintahnya, jika tidak, hutang nona tidak akan lunas seumur hidup" bisik Xeno mengecilkan suaranya


Quirin melirik Xeno dan mengangguk, ia bergerak keluar ruangan dan mencari letak ruangan pantry.


"Hei, wanita murahan, jangan terlalu bangga setelah menggoda tuan muda, wajahmu itu tidak ada apa-apanya denganku" ucap Bivia yang juga ada di ruangan pantry


Quirin menoleh ke asal suara "Aku tidak perduli" ucap Quirin dengan datar, setelah ia membuat secangkir kopi, Quirin meninggalkan Bivia yang sudah terlihat kesal


"Wanita ini benar-benar membuatku marah" batin Bivia mengepalkan satu tangannya


Bivia sangat mengangumi Zee, ia sudah berusaha mendekati Zee tapi selalu dihalangi oleh Xeno, sekarang, ia melihat ada seorang wanita didekat Zee tapi Xeno tidak berusaha menghalangi Quirin.


"Lihat saja, apa yang akan aku lakukan padamu, wanita murahan!" gumam Bivia pergi meninggalkan ruangan pantry


Quirin membawa secangkir kopi dan menaruhnya dihadapan Zee tanpa berkata apapun, Zee melirik lalu mengambil dan menyesap kopi itu.


"Lumayan" batin Zee


Quirin hanya mengangguk malas "dan satu lagi!, ini untuk terakhir kalinya, jangan membuat kekacauan!" ucap Zee mengangkat tangannya dan melipat keempat jarinya dan hanya jari telunjuk yang ia perlihatkan


"Baiklah Tuan muda Es" balas Quirin malas dengan membuat tangannya melambai-lambai


"Nona tolong jangan berbuat apapun, mukanya sudah sangat menyeramkan, kami takut akan terkena imbasnya" ucap Xeno mengingatkan kembali dan pergi meninggalkan ruangan mengikuti Zee dari belakang


Quirin tidak memperdulikan ucapan Xeno, ia hanya bersandar disofa dan menutup matanya "Ponsel, aku tidak mempunyai itu, bagaimana aku bisa menghubungi Yvon" ucap Quirin sambil mengedarkan pandangannya.


Quirin melihat sebuah komputer terletak diatas meja kerja Zee, ia bangkit dan duduk sana "Cukup memberikan email pada Yvon, dia akan mengerti" ucap Quirin tersenyum tipis


Quirin duduk dikursi meja kerja Zee dan mengetikkan sebuah email untuk dikirimkan pada Yvon, ia sangat yakin Yvon akan membalasnya dengan cepat.


Setelah mengirim, Quirin menunggu balasan sambil memutar-mutar kursi itu dan sebuah email balasan masuk dengan cepat, Quirin membuka serta melihat isi email yang sangat panjang itu, ia membaca dengan seksama "Bagaimana bisa seperti ini?, Aku berada disana?," gumam Quirin heran


"Jika aku berada disana, berarti Quirin asli yang menjalankan tubuhku?, Aku tidak perlu membalas ini lagi, jika ingin memastikannya, aku harus mencoba mengecek Cctv mansion"


Quirin mencari detail rekaman Cctv mansion pribadinya, terlihat di sana kosong hanya terlihat banyak penjaga, baginya tidak sulit untuk mengecek rekaman, karena dirinya bisa disegala bidang apapun.


"Tidak ada, jika tidak tinggal dimansion, lalu dia tinggal dimana?, tidak mungkin dia tinggal dimansion keluarga Xavier" gumam Quirin berfikir lalu ia tersentak kaget


"Ada yang terlewatkan, jika dia berada diperusahaan ku, berarti ingatan masa laluku berputar juga padanya, artinya dia tidak sebodoh itu untuk tinggal di mansion milik keluarga Xavier bersama Cassi" gumam Quirin merasa lega

__ADS_1


"Ternyata otakmu tidak selemah sifatmu, aku harus bertemu dengan mu untuk membalaskan dendam kita berdua" gumam Quirin sedikit bersemangat


Tiba-tiba Bivia masuk ia melihat Quirin duduk dikursi kebesaran Zee "Kesempatan" batin Bivia tersenyum smirk


Bivia menghampiri Quirin lalu menggebrak meja dengan sangat kuat "Berani sekali kau duduk dikursi itu, pak Xeno saja tidak berani duduk disitu, Keluar kau dari ruangan tuan muda" ucap Bivia dengan keras


Para karyawan yang mendengar suara Bivia berbondong-bondong datang keruangan Zee. segala perkataan pedas dilontarkan para karyawan


"Siapa dia?, berani sekali duduk dikursi tuan muda"


"Seperti wanita murahan yang datang beberapa tahun yang lalu, dia juga bersikap sama seperti wanita itu, setelah tuan muda mengusir dan membuat keluarga wanita itu bangkrut, wanita itu tidak berani mengusik tuan muda lagi"


"Wanita penggoda, hanya mengincar kekayaan tuan muda saja, sangat menjijikkan" bisik para karyawan


Quirin tidak memperdulikan cibiran para karyawan, ia melirik kearah Bivia "Jangan membuatku menyakitimu, ini sudah kesekian kalinya kau menggangguku" ucap Quirin dengan nada sinis


"Aku tidak mengganggumu, lihat?, para karyawan sudah menyaksikannya, kau sendiri yang salah telah duduk di kursi tuan muda" ucap Bivia sambil melipat kedua tangannya dengan sombong


"Bivia" teriak Xeno sambil memecah kerumunan


Bivia menoleh kebelakang melihat Xeno diantar kerumunan karyawan "Pak Xeno, wanita ini telah lancang duduk dikursi tuan muda" ucap Bivia sambil tersenyum manis


Xeno hanya melihat Quirin yang duduk santai disertai senyuman smirk "Namamu akan di blacklist dari perusahaan Aquatic Qorp" ucap Xeno datar mengalihkan pandangannya pada Bivia


Senyum Bivia memudar setelah mendengar perkataan Xeno, ia terlihat terkejut membulatkan matanya "Pak, saya tidak salah, bagaimana bisa seperti itu" ucap Bivia dengan menahan amarahnya


"Aku sudah mengingatkan untuk mengetahui batasanmu, tapi sepertinya peringatan ini seperti angin berlalu untukmu" ucap Xeno datar sambil menatap tajam Bivia


"Kasihan sekali dia, jika perusahaan ini sudah memasukkan kedalam daftar hitam maka sudah dipastikan dia tidak akan bisa mencari pekerjaan apapun"


"Sepertinya wanita itu sangat penting bagi tuan muda, hingga membuat pak Xeno bisa semarah itu"


"Aku tidak akan menyinggung wanita itu" bisik para karyawan


Bersambung....


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate

__ADS_1


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2