Another Person Life

Another Person Life
Vixura Auristella Xavier


__ADS_3

Penjaga itu berlalu pergi meninggalkan perusahaan dengan keadaan lesu.


"Ini juga berlaku untuk kalian semua yang berada disini, bersikap baiklah pada tamu" ucap Xura datar sambil melihat di sekelilingnya


"Baik nona" ucap semua karyawan sambil membungkuk sedikit tubuh mereka


"Sudahlah, mukamu akan keriput jika ditekuk terus menerus, lebih baik kita keatas, kau berhutang penjelasan padaku" ucap Yvon jahil sambil menatap Xura


"Kita berada diperusahaan, sekarang waktunya bersikap seperti atasan dan bawahan!" ucap Xura datar dan berlalu meninggalkan Yvon yang mematung setelah mendengar ucapannya


"Bahkan sifat menyebalkannya juga tidak berubah, jika dia bukan atasanku, sudah aku jadikan makanan ikan piranha" ucap Yvon kesal sambil mengikuti langkah Xura


Theo melihat adegan setiap adegan yang ada di depannya, ia masih tidak mempercayai jika nona muda yang ditemukan tuan mudanya adalah seorang nona konglomerat seAsia, bahkan kekayaan tuan mudanya jauh di bawah nona yang ada dihadapannya sekarang.


"Tuan muda sungguh beruntung, jika aku memberitahukan kepada tuan muda, ki**ra-kira reaksi seperti apa yang akan ditunjukkannya" batin Theo tersenyum jahil sambil mengikuti langkah Xura dan Yvon


"Apa bersikap seperti tadi sudah mirip sebagai Xura?" batin Xura sedikit takut, saat melakukan adegan tadi membuat tubuh Xura sedikit gugup


Xura memasuki sebuah lift khusus untuknya lalu diikuti oleh Yvon dan Theo "Xura, untuk apa kau membawanya?" ucap Yvon sambil melirik Theo


"Tuan mudanya menyuruhku membawa bodyguard" ucap Xura datar, sedangkan Theo hanya diam dan berdiri dibelakang Xura


"Tuan muda?, siapa?, apa hubungannya denganmu?" tanya Yvon dengan penasaran sambil melihat Xura


"Tunggu kita sampai, aku akan menjelaskan semuanya padamu" ucap Xura sambil bersandar dilift


"Untung saja Yvon percaya, jika tidak, aku tidak tau bagaimana harus menjelaskannya. Xura! karaktermu terlalu sulit untuk kutiru" batin Xura memejamkan sebentar matanya, ia sedikit lelah berpura-pura menjadi karakter yang tegas tampa berbelas kasih seperti itu


Saat ayahnya memilih menikah lagi, ia tinggal bersama ibu tiri dan adik tiri yang jahat, karena hasutan sang ibu tiri membuat sang ayah mulai tidak menyayanginya, ia seperti terasingkan dari rumahnya sendiri, bahkan uang untuknya membeli makanan disekolah saja di potong oleh ibu tirinya.


Saat sudah dewasa ia diusir keluar oleh ayahnya, ia mulai berusaha mencari pekerjaan tanpa menggunakan nama keluarga dan menghidupkan dirinya sendiri


Karena faktor itulah membuatnya menjadi pribadi yang sabar dan lemah lembut pada orang lain, Ia merasa sangat kasihan pada penjaga itu, karena dirinya sudah merasakan bagaiman susah menjalani kehidupan dengan ekonomi yang minim.


"Bagaimana dengan penjaga tadi?" tanya Xura yang masih bersandar dengan lift dan juga masih menutup matanya


"Aku akan menstrasfer gajinya sekarang" ucap Yvon sambil mengeluarkan ponsel yang berada disakunya


"Berikan dia bonus" ucap Xura datar sambil melipat kedua tangannya


Yvon yang mendengar ucapan Xura langsung menoleh "Aku tidak salah dengar bukan?" tanya Yvon sambil mengernyitkan dahinya

__ADS_1


Xura membuka matanya dan melihat kearah Yvon yang sedang memandang dirinya dengan intens "Tidak, setidaknya memberikan sedikit bantuan padanya, karena hal ini dalam beberapa hari kedepan kemungkinan membuatnya tidak mendapat pekerjaan" jelas Xura panjang dengan meyakinkan Yvon


"Jangan sampai dia mencurigainya" batin Xura yang berusaha terlihat sangat yakin


"Baiklah, itu sesuai perintahmu" ucap Yvon sambil menari-narikan jarinya di atas layar ponsel


Setelah sampai dilantai atas, Xura masuk kedalam ruangan yang sangat luas dan juga bernuansa elegan, dinding warna putih dan perabotan berwarna hitam dilengkapi jajaran buku yang sangat rapi


Xura melihat itu dibuat sangat kagum, lalu ia tersadar, tidak jauh dari pintu Yvon berdiri sambil memperhatikan gerak-gerik Xura


"Dia terlihat aneh" batin Yvon dengan menatap Xura dengan intens


"Theo tolong berjaga didepan saja" ucap Xura sambil tersenyum


Theo tersentak kaget setelah mendengar suara Xura, ia hanya membungkuk dan keluar dari ruangan dan berdiri didepan pintu ruangan itu.


Terasa sudah cukup aman Xura dengan segera membuka topengnya, Yvon yang melihat itu merasa dirinya ditipu, ia terlihat sangat kesal


"Siapa kau!" tanya Yvon dengan nada membentak sambil menggepalkan kedua tangannya


"Vixura Auristella Xavier" ucap Xura dengan nada dingin


"Tidak, Cassi membuatku menjadi seperti ini, hingga aku harus menjalankan operasi plastik" ucap Xura sambil menatap Yvon


"Aku juga tahu mengenai perusahaan Xavier, kau yang menyabotase saat kepemilikan perusahaan pindah ketangan Cassi, apa aku benar?" ucap Xura sambil tersenyum


Yvon terlihat sangat terkejut "Jadi ini benar-benar kau, aku sangat merindukanmu" ucap Yvon sambil berlari kecil ia meneteskan air matanya dan memeluk Xura


"Media mengatakan kau sudah meninggal, karena itu aku menyabotase perusahan Xavier agar bisa membuat perusahaan itu bangkrut, maafkan aku" ucap Yvon pelan sambil menunduk


"Tidak apa-apa, dengan penampilanmu yang berbeda sangat berguna untuk mengguncang posisi Cassi diperusahaan Xavier" ucap Xura sambil melepas pelukan itu


"Tapi Cassi sudah mendapatkan investor dari perusahan yang saat ini sedang berkembang, aku belum bisa menggeser posisi cassi" ucap Yvon menunduk sedih


"Apa perusahaan yang kau maksud itu milik keluarga Volker?" tanya Xura pada Yvon


"Bagaimana kau mengetahuinya?" tanya Yvon mendongakkan kepalanya dan mengernyitkan dahinya


Xura menceritakan segala yang telah terjadi padanya beberapa bulan yang lalu, sampai membuatnya harus menjalankan operasi plastik, hingga membuatnya tinggal dimansion tuan muda keluarga Volker.


"Sangat keterlaluan, yang satu wanita penghibur dan satunya lagi hanya menginginkan harta, mereka sangat cocok menjadi pasangan" ucap Yvon sambil mengepalkan tangannya

__ADS_1


"Aku sudah tenang karena perusahaan dalam keadaan baik-baik saja, terima kasih sudah membantuku menjaga perusahaan ini, aku berhutang padamu" ucap Xura tersenyum hangat


"Seharusnya aku yang berhutang padamu, kau selalu membantuku saat berada dititik terendah dalam hidupku, kebaikanmu itu tidak bisa dibalas seumur hidupku ini" ucap Yvon meneteskan air matanya


"Kenapa kau menangis?, lupakan masa lalu yang menyakitkan itu, sekarang kau sudah jauh berbeda dari sebelumnya" ucap Xura sambil menepuk pundak Yvon untuk menenangkannya


"Terimakasih sudah menyelamatkanku pada waktu itu " ucap Yvon sambil menangis sesegukan


"Bagaimana cara menenangkan dia" batin Xura binggung


"Brisik, jangan menangis lagi atau Kau akan ku tendang dari sisiku" ucap Xura datar sambil melipat kedua tangannya


Dengan segera Yvon menghentikan tangisannya "Kau sangat merusak suasana" ucap Yvon sambil menghapus air matanya


"Kau ingin aku membuktikannya?, kau sangat mengenalku bukan?" tanya Xura lagi sambil menaikkan sebelah alisnya


"Tidak!, Ya aku mengenalmu dasar wanita kejam!, lebih baik aku pergi saja!" ucap Yvon mengerucutkan bibirnya sambil berjalan keluar ruangan


"Ppffttt...dia sangat lucu" ucap Xura tertawa kecil


"Kau memiliki teman yang menarik Xura, kau dan aku mempunyai banyak kesamaan, salah satunya seperti teman yang selalu ada disisi kita" gumam Xura tersenyum sambil menyandarkan tubuhnya didinding dekat jendela


Pemandangan dari gedung yang menjulang tinggi itu terlihat sangat manarik, gedung lainnya yang tinggi serta langit indah berpadukan pancaran sinar matahari membuat siapapun yang melihat itu bisa merasa nyaman


Bersambung...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2