Another Person Life

Another Person Life
Jeritan Rea


__ADS_3

Note :


Di sini author selipkan reaksi mereka juga ketika memutar rekaman, jadi author berharap sama kalian, untuk di baca lebih teliti lagi.


Oke 🙏


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa menit kemudian, Arcy membawa secangkir teh untuk diberikan pada Jean.


Kali ini wajahnya tampak terlihat sangat jelas, Grizo yang memperhatikan itu pun langsung berdiri. "ada apa denganmu?, kau seperti habis menangis" ucap Grizo sambil melangkah mendekati Arcy.


"Tidak apa-apa sayang, tadi aku sedang mengupas bawang lalu mengenai mataku, dan terjadilah seperti ini" ucap Arcy sambil tersenyum.


Mendengar penjelasan itu Grizo hanya mengangguk, Lalu ia pun berpamitan untuk pergi beristirahat serta meninggalkan Arcy dan Jean di ruangan itu.


Melihat kepergian Grizo, Jean melangkah mendekati Arcy "awas saja jika kamu mengatakan semua ini pada Grizo, aku tidak akan pernah mengampuni mu" ancam Jean dengan mata melotot dan pergi meninggalkan Arcy.


- Di sela-sela rekaman itu berputar, pikiran dan mulut semua orang terus bergerak -


"Ja-jadi saat itu kau di marahi oleh ibu?, dia juga bahkan mengancammu" gumam Grizo dengan derai air mata.


Penyesalan demi penyesalan muncul di hati Grizo, ia bahkan tidak menyangka ada kejadian seperti itu di belakang nya.


Quirin sudah tidak tahan melihat lanjutan dari rekaman itu, ia menggeretakkan giginya dan mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.


"Sungguh menjijikkan!, bagaimana bisa ibu mempunyai suami yang buta seperti ini!" gumam Quirin dengan mata yang sudah seperti keluar dari tempatnya.


Zee dan Rea yang berada disamping Quirin justru mendengar jelas gumaman wanita itu, karena mereka berada di sisi kanan dan sisi kiri Quirin.

__ADS_1


Dengan dada yang sudah naik turun, Rea perlahan memejamkan matanya "papa, aku sungguh tidak tau bagaimana harus menjelaskan padamu tentang bibi, entah bagaimana reaksi mu nanti ketika melihat bahwa kakak yang sangat papa sayangi telah di perlakukan seperti sampah di rumah ini" batin Rea sambil menitikkan air mata dan terus mengepal kuat kedua tangannya.


Zee melirik ke arah Quirin, namun matanya tidak sengaja mengarah pada Rea. kedua ekspresi mereka tampak sama, dari menggeretakkan gigi, ekspresi marah, dan kepalan tangan.


"Kenapa wanita itu menangis seperti Quirin?" batin Zee


Zee memiliki firasat bahwa ada yang di sembunyikan oleh Rea, kalau tidak, bagaimana wanita itu seperti sangat marah ketika melihat rekaman yang terus berputar di hadapan mereka.


Mereka semua memang terlihat tampak marah, tapi ekspresi Rea seperti berbeda dari yang lainnya, dan hal itu membuat Zee memiliki rasa penasaran.


"Sepertinya dia memiliki hubungan dengan semua ini" batin Zee.


Zee merasa penasaran ketika semua hal itu menyangkut dengan Quirin, tapi ia tidak bisa menebak apapun tentang Rea.


Jika Zee ingin bekerja sama dengan suatu perusahaan, maka ia harus mengetahui seluk beluk dari perusahaan itu dan ia juga mencari tau tentang keluarga yang mengelola perusahaan itu.


Keluarga Vermilion bersih dari isu-isu buruk, mereka juga tidak pernah melakukan hal-hal kotor, dan keluarga itu sangat tertutup dari media. Karena hal itulah Zee menerima proposal kerja sama dari keluarga Vermilion.


Ia juga tau bahwa wanita yang ada di samping Quirin yaitu Frealyn Vermilion adalah anak satu-satunya dari keluarga Vermilion, dan Zee mengetahui bahwa wanita itu memiliki sifat yang sangat baik. Karena hal itu juga membuat Zee membiarkan Quirin bergaul dengan Rea.


Zee menghela nafas berat, ia tidak ingin memikirkannya lagi, sekarang ini, dirinya harus fokus pada rekaman yang terus berputar itu.


Xeno yang sendirian berada dekat dinding, kini terduduk tak berdaya, di dalam hatinya ada sebuah kata penyesalan. "apa yang sudah aku lakukan?" gumam Xeno dengan mata yang menoleh ke arah Quirin.


Semua orang lagi-lagi menoleh kearah rekaman itu, segala reaksi bisa di lihat dari wajah mereka.


- Lanjut ke rekaman


Arcy melewati hati-harinya dengan banyak tekanan dari Jean, tiba saat Arcy hamil tua, ia sedang menuruni anak tangga, Jean yang juga ikut turun justru dengan sengaja mendorong tubuh Arcy.

__ADS_1


Aarrghhhhhh


Jeritan itu bukan hanya berasal dari rekaman, tapi juga berasal dari Rea.


Rea bahkan memejamkan matanya dan menempelkan keningnya di samping pundak Quirin.


Ia tidak sanggup melihat adegan mengerikan itu, tubuhnya bahkan ikut bergetar ketakutan.


Lura yang melihat rekaman itu juga menutup matanya, teriakan Arcy seakan terngiang di telinganya.


Xeno yang masih terduduk bahkan benar-benar menyesal telah menghakimi Quirin tanpa mendengar/melihat kisah orang tersebut. "sungguh, aku menyesal telah menghina mu, nona" gumam Xeno dengan menatap Quirin dengan penuh sesal.


Arnius, Vano dan Staren dengan serempak memajukan kedua tangan mereka sambil menganga dengan lebar. Kejadian itu seakan tengah ternyata di depan mata mereka sehingga terjadilah gerakan refleks itu.


Max sendiri langsung menoleh kearah Quirin, ia bisa mengerti bahwa bayi yang ada di dalam kandungan itu adalah Quirin.


Ia tidak menyangka bahwa Quirin sangat tegar setelah melihat kejadian mengerikan itu, lalu Max kembali menoleh kearah layar.


Semua orang tengah membulatkan mata mereka. Syok?. tentu. Mereka semua bahkan tidak menyangka ada adegan mengerikan di kediaman Alister.


Kediaman yang sangat di idam-idamkan kalangan menengah ternyata memiliki kisah yang sangat menyeramkan.


Grizo yang melihat itu terkulai lemas, kakinya bahkan sudah tidak mampu untuk menopang tubuhnya lagi dan akhirnya Grizo memegangi sofa dan terduduk di lantai.


Faktanya ia hanya tau bahwa saat itu Arcy tengah terjatuh, bukan di dorong oleh ibunya.


Sedangkan Quirin, sudah menumpahkan air matanya karena melihat semua penderitaan ibunya di kediamannya sendiri.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2