
Pelukan yang tadinya terasa lembut, lama kelamaan menjadi semakin erat, hingga membuat gadis itu merasa sesak
"Uhuk... uhuk" gadis itu terbatuk sambil menepuk-nepuk pelan punggung Alpha karena tidak mempunyai tenaga
Namun, Alpha malah tetap memeluk dan tidak bergeming sama sekali, ia seolah tidak mendengar hingga terkesan seperti mengabaikan tepukan gadis itu
Dokter yang menyadari bahwa gadis itu menjadi sulit bernafas, bergegas mendekati dan menepuk punggung Alpha "Kau ingin membunuhnya?" ucap dokter dengan menatap tajam
Alpha yang tersentak langsung melepaskan pelukannya dan segera mengusap cairan bening yang berada dipelupuk matanya dengan telapak tangan
"Maaf, sudah membuat nona jadi sulit bernafas, ini karena aku merasa sangat senang, hingga melupakan hal itu, hmm..." ucap Alpha menggantung
"Atau jangan-jangan, saluran pernafasan nona saja yang terlalu pendek?" sambung Alpha dengan cepat sambil melihat kesegala arah
Gadis itu yang awalnya hanya menunduk sambil memegang dada, langsung mengangkat kepala sambil melotot kearah Alpha
"Hahahaha" tawa di dalam ruangan pecah melihat interaksi mereka berdua
"Upss, maaf nona, aku hanya bercanda saja" ucap Alpha yang melihat kearah gadis itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Gadis itu kemudian menunduk sambil mencoba mengerak-gerakkan tangannya kembali, dokter dan para perawat juga hanya memperhatikan pergerakan tangan gadis itu tanpa mengeluarkan suara sedikitpun
Alpha yang menyadari kesunyian itu, langsung membuka suara "Oiya nona, ngomong-ngomong aku penasaran dengan namamu, apa kau sudah bisa bicara?, eh tunggu, aku baru ingat, sebenarnya barusan kau batuk kan?, Haaa... bagus, artinya kau sudah bisa berbicara" ucap Alpha bangga dan lagi-lagi mengundang tawa seisi ruangan, karena Alpha justru melakukan tanya-jawab pada dirinya sendiri
"Ah, benar juga" batin gadis itu sambil tetap fokus melatih tangannya
"Hmm...sepertinya aku harus menggunakan nama pemilik tubuh ini saja"
"Vix...ura Auri...stella Xavier" ucap gadis itu dengan suara pelan dan terbata-bata sambil tetap menunduk namun masih bisa di dengar
Seisi ruangan yang mendengar nama itu terkejut bukan main, termasuk Alpha dan dokter "APAAAAAA??!!!" mereka serentak berteriak dengan suara lantang
#Flashback On
Saat Alpha pergi keluar, gadis itu hanya termenung, kemudian ia mulai berpikir sambil menatap perban yang masih terpasang dengan rapi di seluruh tubuhnya
"Mereka membuatku seperti mumi, aku yakin, saat itu aku melompat dari atas gedung, tapi kenapa pengobatannya seperti ini?, bukankah ini terlalu berlebihan?" pikirnya
Saat ia berusaha mengingat-ingat kembali, hingga membuatnya berpikir terlalu keras, tiba-tiba kepalanya terasa sakit luar biasa, kemudian terlintas seluruh memori-memori tentang kehidupannya
"Engghhhh" gadis itu ingin menjerit sekuat-kuatnya tetapi tidak bisa, ia hanya bisa menahan rasa sakit itu sendiri, ia bahkan tidak mampu mengangkat tangan untuk memijat kepalanya
Semua memori terlintas dalam ingatannya, tidak ada satupun yang terlewatkan, termasuk memori pemilik tubuh, yaitu Xura
Bagaimana ia terbunuh dengan sadisnya, dan pelaku pembunuhan yang merupakan adik tiri dan mantan kekasih yang sangat ia sayangi.
__ADS_1
Quirin yang berada dalam tubuh Xura merasa syok bukan main, tubuhnya mulai bergetar hebat ketika mengingat detail kejadian yang telah di lewati pemilik tubuh
Ia kemudian menangis, peristiwa naas itu terlalu sadis untuk diingat oleh Quirin yang mempunyai sifat polos dan lemah lembut, mereka bahkan tidak berhak disebut sebagai manusia karena begitu tega membunuh keluarga demi harta
"Sebenarnya, untuk masalah keluarga antara dia dan aku, tidak jauh berbeda, hanya perjalanan hidup kami saja yang berbeda, tetapi setidaknya dia masih bisa merasakan kasih sayang mama tirinya selama ia tumbuh dewasa" batin Quirin sedih
"Tunggu, kalau sekarang aku berada di dalam tubuhnya, bagaimana dengannya?, apakah jiwanya sudah menghilang, atau dia justru berada di dalam tubuhku?" batin Quirin bertanya-tanya
"Oke, untuk saat ini aku harus tenang, tapi aku akan memastikannya sendiri nanti, Hhaa... satu lagi, bagaimana aku menjalankan tubuhnya, sikapnya sangat berbanding terbalik denganku" batin Quirin dengan banyaknya hal yang harus dipikirkan
Quirin hanya bisa kembali menghela nafas, ia bahkan tidak habis pikir mereka bisa bertukar jiwa. Apa yang akan ia dapatkan nantinya dalam hidup ini?, kebaikan atau keburukan?, keberuntungan atau justru kutukan yang akan menghampirinya?, entahlah, dia sendiri belum menemukan jawabannya
#Flashback Off
*Disini sudah kita panggil Xura
Alpha, dokter, semua perawat yang di dalam ruangan menoleh kearah Xura dengan raut wajah yang penuh tanda tanya
"Hah?, Xura?, bagaimana mungkin?, kau di nyatakan meninggal saat itu" ucap Alpha dengan ciri khas orang yang sedang syok berat, namun ia tetap berdiri di samping tempat tidur, ia memegang dahinya sambil berusaha berpikir
"Hey, apa sekarang kau berubah profesi menjadi repoter?" tanya dokter pada Alpha untuk memecahkan kecanggungan di dalam ruangan
"Apaa?, biarkan aku bertanya padanya sebentar" ucap Alpha sedikit kesal
Alpha berpikir sejenak "Hem...benar juga, aku bisa menanyainya saat dia sudah benar-benar pulih" batin Alpha
"Nona, kita belum berkenalan, nona bisa memanggilku dokter Elard dan dia Alpha" ucap dokter Elard
"Baiklah" ucap Xura pelan, sebenarnya dari awal ia sudah tau nama sang dokter, karena tertulis dengan jelas di badge tag yang terpasang di baju dinas panjang berwarna putih itu
Mereka sempat merasa heran dengan perubahan sifatnya, karena faktanya, Vixura yang terkenal di dunia bisnis dengan sifatnya sangat tegas, ia mempunyai tatapan tajam dan dingin, bahkan tidak pernah berbicara lembut seperti sekarang
"Apa kau benar-benar Vixura sang putri konglomerat itu?" tanya dokter Elard yang masih tidak percaya
"I..iiiya, a..pa ada ya..ng salah?" tanya Xura terbata-bata karena merasa rahangnya masih sakit
"Ehemm...Dokter Elard, tadi kau menghentikanku bertanya, tapi sekarang, lihat dirimu.." ujar Alpha sambil tersenyum smirk
"Baiklah, begini saja... jawab jika nona mampu, sebenarnya ini untuk menjawab sedikit rasa penasaran kami" ucap Alpha sambil menatap Xura
"Sekarang, bolehkah aku menanyakan sesuatu?, Bagaimana mungkin kau secepat itu berubah?, dulu kau tidak pernah berbicara lembut pada siapapun, kau bahkan terlalu dingin dan terkenal memiliki sifat tegas, tapi kenapa sekarang..." ucap dokter Elard panjang lebar dan belum selesai ucapan dokter Elard langsung dipotong oleh Alpha
"Ternyata kau lebih penasaran daripada aku, sepertinya kau memiliki banyak pertanyaan dokter" ucap Alpha santai senyum smirk
"Kau ini...berhentilah memotong pembicaraan orang!" ucap dokter Elard sedikit kesal
__ADS_1
Xura hanya terdiam mendengar pembicaraan dokter dan Alpha, ia sesekali melihat kearah mereka berdua secara bergantian
"Haa...baiklah, kami ingin memberi tau, bahwa kau sekarang sangat bertolak belakang dengannya" ucap Alpha melanjutkan apa yang ingin dikatakan dokter
"A..aapa..kah beg..itu?" tanya Xura terbata-bata dan gugup
"Tuhan, bagaimana ini?, aku harus membuat mereka percaya padaku, ayolah mulut, coba sekali-kali bisa di ajak kompromi, huft...aku pasti bisa" batin Xura sambil menunduk dan membuat wajah sedih
"Ckk, Aku benar-benar Vixura, bagaimana aku bisa membuktikannya pada kalian?" ucap Xura lantang dengan suara sedikit keras sambil mengangkat kepalanya, ia berusaha meniru nada bicara Xura asli
Para perawat yang sedari tadi di dalam ruangan dan hanya menjadi pendengar yang baik merasa kaget akan suara tinggi yang di keluarkan Xura, dokter Elard dan Alpha jadi saling bertukar tatapan
"Tidak perlu, kami percaya" jawab Alpha santai sambil melihat kearah Xura
"Syukurlah, untung dia bisa mempercayaiku untuk saat ini, aku juga binggung dengan apa aku harus membuktikannya" batin Xura
Ekspresi Xura tidak luput dari pandangan Alpha, ia bisa melihat ada sesuatu yang di sembunyikan oleh gadis yang berada di depannya ini
"Pasti ada yang dia sembunyikan, aku harus mencari tau apa itu" batin Alpha sambil terus menatap Xura
"Sudahlah!, kau lupa dia masih belum pulih?, kau sekarang malah terlalu banyak bicara" ucap dokter Elard kesal
"Hey, dokter Elard yang terhormat, kau duluan yang dari tadi berbicara, aku hanya membantumu menyampaikan, dan kau juga yang melupakan kondisi pasienmu yang masih sakit" ucap alpha mengubah pandangan kearah dokter
Perawat yang mendengar ucapan Alpha mengangguk bersama, tanda setuju
Paea perawat juga menatap dokter Elar, merasa banyak mata yang mengarah padanya "Ahhh.. haha.. aku lupa" ucap dokter Elard yang ingin segera kabur dari ruangan
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏
__ADS_1