Another Person Life

Another Person Life
Perginya Quirin


__ADS_3

Alpha tampak terdiam, lalu ia pun langsung mengutarakan pendapatnya "Aku akan memberitahukannya di saat waktu yang tepat" jawab Alpha sambil menunduk.


kepala pelayan itu mengerutkan dahinya "Tapi tuan, bukankah cepat atau lambat nona juga akan mengetahui semuanya?, dan jika nona mengetahuinya sendiri, saya takut nona akan kecewa pada tuan" jelas kepala pelayan yang mencoba memberi pengertian pada Alpha.


Alpha tampak menggemakan tangannya dengan sangat kuat "Lalu aku harus bagaimana paman?, aku tidak mungkin memberitahukannya bahwa wajah yang dia gunakan saat ini adalah sangat mirip dengan mantan tunanganku yang sudah tiada" ucap Alpha sambil melihat kearah Kepala pelayan.


Quirin mendengar percakapan itu dari balik pintu, ia cukup terkejut mendengar perkataan Alpha.


"Jadi selama ini dia hanya menganggapku sebagai pengganti saja?" gumam Quirin yang sedang bersandar di pintu dan jatuh secara perlahan-lahan.


Quirin berpikir bahwa Alph adalah orang memperlakukannya dengan sangat baik, bahkan Quirin sudah berpikir untuk melanjutkan hidupnya dengan Alpha.


Cairan bening itu terus mengalir dan Quirin pun menarik kedua lututnya dan membenamkan wajahnya di antara kedua lutut.


Setelah memikirkan semuanya, perasaan Quirin seolah goyah atas perkataan Alpha yang baru saja keluar dari mulutnya, "Aku tidak ingin berada di sampingnya lagi," ucap Quirin dengan teks yang kuat.


Quirin menghapus air matanya dan kembali ke tempat tidur dan berbaring di atasnya "ternyata kemanapun aku pergi, tidak ada seorangpun yang menerima diriku" gumam Quirin sambil menghapus air matanya.

__ADS_1


Saat malam tiba, Quirin mengganti pakaiannya dan keluar dengan cara mengendap-endap, ia tau bahwa Alpha tengah keluar bersama Theo dan hal itu menjadi sebuah kesempatan untuknya kabur dari mansion Alpha.


Penjaga di mansion Alpha sedikit longgar, Quirin pun keluar dengan cara memanjat dinding "aku bukan orang yang begitu lemah, aku bahkan sangat ahli ketika memanjat dinding" gumam Quirin sambil berlari sekuat tenaga.


Di setiap langkahnya Quirin bahkan terus menangis, ternyata ia begitu bodoh karena mempercayai perlakuan Alpha padanya.


"Aku harus pergi ketempat kakak" gumam Quirin yang terus berlari.


Setelah sampai di jalan raya, Quirin langsung memanggil taksi, ia pun langsung menghubungi Feryun.


"Beruntung saat itu kakak memberikan ponsel ini padaku" gumam Quirin sambil mengirim pesan pada Feryun.


Setelah mendapat balasan itu, Quirin langsung memberikan alamatnya pada supir taxi.


...****************...


Sedangkan Xura tengah memikirkan cctv yang mati di kamar Zee, " ada apa dengannya?, kenap cctv itu tidak di perbaiki?" gumam Xura sambil menunggu dengan khawatir.

__ADS_1


"Jika kau khawatir maka pergilah untuk menemuinya" ucap seseorang.


Sontak hal itu membuat Xura kaget "kau ingin membuatku mati terkena serangan jantung?, bagaimana bisa kau berbicara menggunakan pikiranku?" gumam Xura.


"Berhenti menjadi keras kepala, sudahi liburanmu dan pergilah mengunjunginya" ucapnya lagi.


Xura menggelengkan kepalanya "Aku masih ingin sendiri, selama ini aku sudah membalas dendam mereka semua, sekarang waktunya untukku beristirahat" ucap Xura lagi.


"Xura, jangan lupa bahwa yang menyelesaikan semua tugasmu adalah aku, jadi bagaimana mungkin kau membalas mereka?" tanyanya.


Xura terpaku, ia pun langsung membenarkan perkataan itu, "benar, aku belum mengucapkan terimakasih padamu Quiran" ucap Xura lagi sambil menghela nafas dengan pelan.


"jadi, mulai sekarang berhentilah mengatakan bahwa kau membalaskan dendam mereka, karena kalau dipikirkan lagi, jika tidak aku, maka kau tidak akan pernah hidup sampai saat ini" ucap Quiran lagi.


Xura memutar bola matanya dengan malas, tapi ia tidak menyangka perkataan Quiran "Baiklah-baiklah, akhir-akhir ini kau semakin cerewet saja" ucap Xura sambil menutup laptopnya.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2