
Sebentar... gaji ku?, bagaimana dengan gaji ku?, sudah jelas... sepertinya kali ini benar-benar akan dipotong, hancur sudah... " gumam Nevy yang terpotong, ia meratapi nasib dengan menangis tersedu-sedu
Saat itu, Nevy hanya bisa berusaha menguatkan hatinya untuk tetap berada di tempat itu
"Tidak bisa! Apa hidupku semudah itu akan hancur?, itu pun hanya karena masalah sepele seperti ini?, tidak mungkin... , apa selama ini aku memang selemah itu?, tentu saja jawaban tidak... , jadi kenapa sekarang aku harus menangis?" gumam Nevy saat itu ketika tangisnya berhenti dengan melakukan tanya jawab sendiri
"Aku tidak boleh menyerah sampai disini, kalau aku menyerah sekarang, usahaku selama ini pasti akan sia-sia" ucap Nevy sambil menyeka air matanya
untuk masuk ke mansion besar nan megah itu cukup sulit, mencari orang yang sesuai kriteria dan harus melalui berbagai seleksi, ia adalah salah satu orang yang beruntung, bisa memasuki mansion dengan usaha dan kerja kerasnya.
Setelah mengeluh dan berbicara cukup lama pada diri sendiri, Nevy kemudian dengan cepat membersihkan pecahan Vas yang sudah berhamburan di lantai
#
Disuatu tempat, terdapat ruangan yang begitu sunyi dan sepi, hanya terlihat jiwa seseorang yang berdiri kebingungan, yaitu Xura, ia kemudian berjalan kesana kemari namun hanya mendapati kekosongan, ia sama sekali tidak melihat siapapun, setelah lelah berjalan, ia pun membuka suara
"Hallo, apa ada orang?" tanya Xura sambil berteriak, namun suaranya malah bergema
"Kenapa aku bisa ada di sini sih?" ucap Xura kesal dengan kebingungan ia tetap berjalan menyusuri ruang kosong di sekelilingnya
"Hei kau, jiwa yang berbeda" sapa seseorang dari belakang dengan suara yang sedikit menyeramkan
Xura membalikkan badannya, dan melihat siapa yang menyapanya "kau?, kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Xura terkejut ketika melihatnya, orang itu menatapnya dengan tatapan yang tajam namun terlihat cantik
"Aku bukan dia, aku hanya sisi lainnya" ucap seseorang itu sambil berjalan mengitari Xura dan tersenyum smirk
"Maksudmu?" tanya Xura yang heran, ia tidak takut berhadapan dengan seseorang yang berada di depannya
"Apa kau bodoh?" ucap seseorang itu sambil berhenti menatap xura dengan menaikkan alisnya
"Hah?" ucap Xura spontan dengan membuat mimik wajah penuh tanda tanya
"Aku adalah kepribadian lain dalam dirinya" jawab seseorang itu sedikit tidak menyukai melihat wajah menyebalkan yang di tunjukkan oleh Xura
Xura terdiam, ia tak mengeluarkan sepatah katapun, dan tetap membuat ekspresi yang menurut seseorang itu sangat kesal,
__ADS_1
"Astaga, memangnya di dunia ini ada kepribadian lain seperti itu?" tanya Xura terkejut, setelah berfikir dengan keras
"Aku terbentuk dari trauma masa lalunya, dan sekarang kau yang sudah memasuki tubuhnya" ucap seseorang itu yang berdiri dihadapan Xura
"Sebentar... aku binggung dengan situasi ini, tapi kalau di ingat-ingat... pantas saja terkadang aku tidak menjadi diriku semenjak aku berada didalam tubuh ini" ucap Xura yang sudah mencerna semua apa yang sudah ia lalui
"Aku hanya keluar saat kau mulai emosi, tidak peduli seberapa kecil emosimu, artinya baik itu emosi kecil ataupun besar, aku bisa keluar kapanpun" ucap seseorang itu tersenyum smirk
"Tidak, kau tidak boleh keluar, aku takut kau nantinya akan menyakiti orang lain" ucap Xura tegas dengan menatapnya tajam
"Hehh, aku sudah mengatakan padamu segalanya, lagi pula aku hanya sisi lainnya, aku tidak bisa mengontrol masalah itu, semua tergantung padamu" ucap seseorang itu sambil tersenyum tipis mengeluarkan aura yang sangat panas
Xura yang mendengar semua perkataannya dan merasakan aura panas yang menyeruak di seluruh ruangan, hanya berdiri diam mematung, ia bukannya takut, namun ia sedang memikirkan bagaimana menghadapi sosok di hadapannya itu, ia juga tidak mengetahui seberapa kejam sosok di depannya, akankah sosok itu juga menyakiti orang-orang di sekitarnya?
"Bagaimana ini?, apa yang akan terjadi padaku mulai sekarang?" batin Xura binggung sambil berfikir dengan tetap menatap sosok di depannya
Melihat Xura yang mematung membuat sosok itu tersenyum smirk "Panggil aku Quiran" ucapnya lalu seketika menghilang dari hadapan Xura
"Hah hah hah... sangat menyeramkan" ucap Quirin yang sudah membuka matanya
30 menit yang lalu, setelah Quirin selesai memakan makanan yang dibawakan Xia, ia tertidur di kamar dengan perut yang kenyang, ia yang sudah tertidur pulas tidak mengetahui kejadian menggemparkan di luar kamarnya
"Bagaimana mungkin alter ego nya tidak menghilang bersama jiwanya?" batin Quirin bangkit dan duduk bersandar
"Atau jangan-jangan... saat ini dia benar-benar berada di dalam tubuhku?, sepertinya aku harus pergi kesana untuk memastikannya sendiri" gumam Quirin lagi
"Tapi bagaimana caraku melakukannya?, aku tidak punya apapun sekarang, di tambah lagi... hutangku yang tidak akan pernah lunas itu, hhaa... benar-benar menyebalkan!" teriak Quirin kesal dengan mengacak-ngacak rambutnya
"Bagaimanapun juga, aku harus memikirkan sebuah cara" ucap Quirin dengan penuh tekad dan membuatnya semangat
Zee yang kembali sibuk di ruang kerjanya dan sudah mengetahui keributan yang terjadi di luar tadi, kini berjalan pergi ke kamar Quirin, ia langsung membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu
"Apa kau tidak punya sopan santun saat memasuki kamar orang lain?" tanya Quirin sambil melihat keluar jendela tanpa menoleh kearah pintu
"Ini rumahku" ucap Zee singkat, lalu mendekat kearah tempat tidur Quirin
__ADS_1
Quirin yang mengenali suara itu, langsung melihat siapa kearah pintu, sedikit terkejut "untuk apa kau kesini?" tanya Quirin dingin
"Aku menawarkan bantuan untuk mu" ucap Zee singkat, lalu duduk di tempat tidur Quirin, dengan melipat sebelah kaki kanannya
"Tidak butuh, sebaiknya kau turun, ini tempat tidurku, kau boleh duduk di lantai" jawab Quirin cuek sambil menatap tajam Zee
"Semua yang ada disini adalah milikku" ucap Zee mengingatkan siapa yang menumpang di rumahnya
Quirin yang mendengar jawaban menohok itu, membuatnya tidak membalas perkataan Zee, karena memang itu adalah faktanya, dan ia sadar kalau dirinya hanyalah seseorang yang sedang menumpang hidup
"Sekali lagi ku katakan, aku tidak butuh bantuanmu, aku bisa melakukannya sendiri tanpa campur tangan orang lain" ucap Quirin penuh keyakinan
"Apa kau tau bantuan apa yang ku maksud?" tanya Zee yang melihat Quirin sangat intens
"Kau sudah menyelidikinya, benarkan?" ucap Quirin tersenyum meremehkan sesekali melirik kearah Zee
"Ternyata kau cukup pintar juga" ucap Zee tersenyum tipis
"Tentu saja, aku tau kalau kau tidak mungkin membawa sembarang orang ke mansion pribadi milikmu" ucap Quirin santai melihat kearah jendela kembali
"Karena aku juga seperti itu" batin Quirin
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
__ADS_1
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏