
Rea yang mendengar itu merasa perkataan Quirin sangat tidak masuk akal, "Lalu apa masalahnya kak?, apa kakak tau bagaimana perjuangan dia selama ini?," tanya Rea sambil melihat kearah Quirin.
Selama Alpha menjaga Quirin, keluarga Vermilion meminta Alpha untuk menceritakan secara detail bagaimana Alpha bisa menemukan Quirin.
Alpha pun menceritakan seluruhnya, termasuk tentang operasi wajah yang di lakukannya pada Quirin. Mereka pun tidak merasa marah dan mereka justru bersyukur karena Alpha dengan tulus menjaga Quirin.
Quirin yang mendengar itu mulai terdiam, ia melihat mata Jay, Amber dan Rea tengah menatapnya dengan kecewa.
"Seharusnya kau mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu nak, karena kami semua sudah mengetahui seluruh ceritanya, dan kami berpikir bahwa dia benar-benar tulus padamu," ujar Jay sambil mendekati Quirin dan menepuk pundak Quirin.
Quirin yang mendengar itu merasa tidak percaya, ternyata di dalam keluarga itu hanya dirinya saja yang belum tahu, ia juga terlihat tidak suka karena keluarganya lebih membela Alpha, dan tidak mengerti dirinya.
"Tapi paman, dia telah melakukan hal yang salah, aku tidak suka dengan orang yang berbohong padaku," ucap Quirin lagi.
Rea yang mendengar itu merasa mulai merasa kesal, "kenapa kakak menjadi seperti ini?, apa kakak tau yang namanya perjuangan?, saat dia sadar, dia bahkan langsung berlari kearah mu, padahal lukanya sendiri belum kering, tapi dia memilih untuk melihat keadaanmu, dan sekarang kau memperlakukan dia seperti ini?, benar-benar keterlaluan, kau benar-benar berbeda dengan kak Xura, kak Xura lebih dulu memikirkan orang lain, sedangkan kau hanya memikirkan dirimu sendiri!," kesal Rea yang langsung meninggalkan Quirin yang masih berdiri di depan pintu.
Jay dan Amber hanya menghela nafas kasar, mereka pun melihat Quirin yang tengah terkejut setelah di marahi oleh Rea, "masuklah nak, kau pasti lelah, kita bisa membicarakan ini dilain waktu," ucap Amber sambil membawa Quirin ke kamar yang akan di tempati nya.
__ADS_1
Quirin masuk dengan mengikuti langkah Amber, sedangkan Jay memisahkan diri dari keduanya dan menghampiri Rea.
Tok
Tok
Tok
"Rea?, apa papa boleh masuk?," tanya Jay dengan pelan.
Jay membuka pintu kamar Rea dan ia melihat wajah Rea terlihat sangat kusam. Jay masuk dan duduk di atas tempat tidur Rea.
"Kenapa kau bersikap seperti itu pada kakakmu?," tanya Jay dengan lembut.
Rea memutar bola matanya dengan malas, "Dia menyebalkan, dia tidak pantas memperlakukan Alpha seperti itu, kita semua tau bagaimana Alpha menjaga tubuhnya yang hampir sekarat itu, tapi dia dengan tidak tau malunya memeperlakukan penyelamatnya seperti orang yang tidak berguna, bukankah sikapnya itu melewati batas, pa?" ucap Rea sambil melihat Jay.
Jay yang mendengar penuturan Rea hanya bisa menghela nafas, "Tapi nak, dia baru pulih, kau juga tidak perlu memarahinya seperti itu," ucap Jay yang berusaha memberi nasihat pada Rea agar tidak berlaku kasar pada Quirin.
__ADS_1
"Jika dia masih bersikap arogan seperti itu, lebih baik aku tidak berbicara padanya. Kita semua memikirkan keadaannya, tapi dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Ternyata sifat nenek yang egois turun pada bibi Arcy, kini telah turun padanya." ucap Rea dengan kesal.
Rea orang yang sangat memperdulikan orang lain, dulu ia membela Quirin di depan Xura, tapi kini dirinya merasa menyesal membela kakaknya yang ternyata memiliki sikap arogan.
"Papa juga tidak bisa menyalahkan mu, tapi yang jelas jangan memarahi kakakmu secara berlebihan, ingat ini Rea," ucap Jay sambil bangkit dari atas kasur dan keluar dari kamar Rea.
Rea melihat punggung Jay yang telah berjalan keluar dari kamarnya, "aku mendengar dari Xia bahwa dia gadis yang polos dan tangguh, ketika dia mendapat siksaan dia hanya diam, tapi setelah mendengar bahwa mereka semua sudah mati dan harta itu jatuh ke tangannya, aku mendengar kak Xura mengatakan bahwa kak Quirin tersenyum, karena itulah kak Xura meminta syarat agar harta milik bibi jatuh ke tangannya. Aku bahkan tidak menyangka bahwa dia memiliki sifat asli yang begitu menjijikan, sekarang dia seakan berpikir bahwa dirinya bisa bergantung dengan kami secara sesuka hatinya," celoteh Rea dengan kesal.
Awalnya Rea tidak ingin mempermasalahkan tentang syarat yang di katakan Xura pada mereka, tapi kini Rea mengerti bahwa sifat Quirin adalah memanfaatkan orang lain, bahkan sekarang Rea berpikir bahwa Quirin seperti tengah memanfaatkan harta keluarga mereka.
"Jika kau bertindak melewati batas, aku tidak segan-segan mengusir mu dari mansion ini!, walau bibi menitipkan dirimu pada kami, tapi sikapmu lah yang membuat kami membencimu!," gumam Rea sambil mengepalkan kedua tangannya dengan erat.
Rea tidak bisa mentolerir sifat semena-mena Quirin pada mereka, apalagi Rea melihat seberapa tulus Alpha menjaga saat Quirin koma, Rea bahkan merasa kasihan dengan Alpha karena telah mencintai orang yang tidak seharusnya di cintai.
"Aku berharap kau bisa berpaling ke wanita lain, karena jika dengan Quirin, maka ketulusannya tidak ada harganya di mata wanita menyebalkan itu!," gumam Rea terus menerus.
Bersambung ....
__ADS_1