
Max menghampiri Xeno yang berada di kantin, ia melihat Xeno tertidur dengan memilih kursi di sudut ruangan serta di urutan paling belakang.
"Sepertinya dia memang kurang beristirahat," gumam Max sambil berjalan kearah Xeno.
Max memilih duduk di depan Xeno dengan meja yang menjadi pembatas keduanya, "Xeno" panggil Max.
Namun Xeno tampak tak bergerak, "Hei, Xeno!," ucap Max sekali lagi dengan tangan yang menggoyangkan tubuh Xeno.
Saat tangannya menempel di kulit Xeno, Max merasa tubuh Xeno terasa sangat terbakar, Max pun terkejut dan langsung berteriak memanggil dokter yang tengah makan siang.
"Apa ada seorang dokter di sini?, aku membutuhkan dokter sekarang juga," teriak Max dengan panik.
Max tidak berpikir untuk memanggil Al, ia sudah terlalu panik karena merasakan kulit Vano yang sudah sangat panas.
Para dokter melihat kearah Max, namun hanya satu yang bergerak dengan cepat menghampiri mereka, dialah sang dokter yang sudah sangat kelaparan, tapi ia merelakan makan siangnya hanya demi seorang pasien.
Max yang melihat itu merasa sangat marah, ia pun menandai beberapa wajah para dokter yang tidak bergerak itu serta para perawat yang tengah makan siang di kantin itu.
"Tuan, biarkan saya memeriksanya," ujar dokter tersebut.
Max mempersilahkan dokter itu untuk memeriksa Xeno, "Tuan, dia benar-benar sangat kelelahan, dia kekurangan nutrisi bahkan kekurangan istirahat, lebih baik bawa dia ke sebuah ruangan dan aku akan memberikan cairan serta menyuntikkan vitamin," ucap Dokter itu dan segera membantu mengangkat tubuh Xeno.
Max yang melihat itu pun langsung menyetujui perkataan dokter itu, dan mereka pun langsung membawa Xeno ke salah satu ruangan.
__ADS_1
Max membaringkan tubuh Xeno lalu dengan cepat dokter menyuntikkan vitamin kedalam infus lalu memasangkannya ke tubuh Xeno.
Max yang melihat Xeno terbaring lemah merasa sangat bersalah, "tidak seharusnya aku membiarkan Xeno pergi sendirian," ucap Max sambil mengacak-ngacak rambutnya.
...****************...
Sedangkan di Singapura, Alpha tengah sibuk mencari keberadaan Quirin, ia tidak mengerti kenapa Quirin pergi meninggalkannya tanpa sepatah katapun.
"Kenapa kau pergi tanpa meninggalkan sepatah katapun?," gimana Alpha yang sudah sangat frustasi.
Lalu Alpha teringat dengan Feryun, dan ia pun dengan segera menghubungi nomor Feryun, tapi nomor itu sama sekali tidak tersambung.
Dan hal itu membuat Alpha tambah frustasi, "Kemana kau pergi?," gumam Alpha sambil menutup mata dan menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.
Alpha benar-benar tidak tau alasan Quirin meninggalkan dirinya, sedangkan kepala pelayan sedikit curiga tentang suatu hal.
Seketika saja Alpha membuka matanya dan ia pun menoleh kearah pelayan, "bagaimana bisa kau berpikir seperti itu?," tanya Alpha dengan mata melotot.
Alpha tidak ingin orang-orang yang ada di mansion nya mengungkit tentang mantannya itu, dan karena itulah ia melotot kearah kepala pelayan.
Kepala pelayan mengerti arti tatapan Alpha, ia pun menggelengkan kepalanya, "Tuan, kami sama sekali tidak pernah mengungkit hal itu, bahkan kami sudah menyembunyikannya rahasia itu serapat mungkin, .... " kepala pelayan itu tampak menghela nafas.
"Apa tuan ingat saat tuan membicarakan itu di depan kamarnya, dan malam harinya, kita tidak melihat Nona Quirin lagi, mungkin saja saat ini nona sudah bangun dan mendengar percakapan kita" ucap Kepala pelayan.
__ADS_1
Seketika Alpha mulai merutuki kebodohannya, ia bahkan mulai memukul meja itu dengan sangat kuat.
Prakkk
Kepala pelayan terkejut mendengar hentakan itu, ia pun merasa kasihan pada Alpha.
...****************...
Feryun sedang memegang ponselnya, ia melihat banyak panggilan masuk dari Alpha namun Feryun mengabaikannya.
"Apa kau benar-benar tidak ingin bertemu dengannya lagi?," tanya Feryun sambil menyesap kopi yang ada di tangannya.
"Tidak kakak, aku tidak suka dengan orang yang berbohong," ucap Quirin yang berada didepan Feryun.
Setelah keluar dari mansion Alpha, Quirin langsung menghubungi Feryun dan ingin meminta tinggal bersama Feryun.
Feryun yang mendengar perkataan adiknya itu merasa heran, tapi ia menyetujui permintaan Quirin.
Dan setelah Quirin sampai, ia langsung menceritakan semuanya pada Feryun.
Di sisi lain, Feryun sudah mengenal alpha, karena sebelumnya informan yang di sewa Feryun adalah Carlos dan dia orang yang bekerja dengan Alpha.
"Apa kau cemburu pada orang mati?" tanya Feryun sambil melirik pada Quirin.
__ADS_1
Quirin terkejut ketika mendengar perkataan Feryun, ia sungguh tidak tau bahwa mantan istri Alpha sudah meninggal.
Bersambung ...