Another Person Life

Another Person Life
Aku Membuatnya Semakin Menjauh Dariku


__ADS_3

Zee hanya diam, ia terus memikirkan kejadian yang menimpa Gilma "rahasia apa yang di miliki Gilma yang aku tidak tau?, lalu siapa orang telah meneror Gilma, dalam tulisan itu, ia menyuruh Gilma untuk tidak memasuki sebuah keluarga, apa keluarga yang di maksud orang itu adalah keluargaku?, tapi kenapa?" batin Zee sambil menjatuhkan dirinya ke sofa.


Zee mendengar suara pintu terbuka, ia melihat keatas dan ternyata ia melihat Xura yang baru saja keluar dari kamarnya, sedangkan Xura sudah mengetahui keberadaan Zee, tapi ia terlihat seolah tidak perduli dengan sang pemilik rumah.


Zee terus melihat pergerakan Xura, sampai wanita itu turun, Zee mulai berdiri dan menghampirinya.


"Apa kau tidak ingin berbicara padaku?" tanya Zee yang menghadang di depan Xura.


"Apa aku harus menjawabnya?" tanya Xura sambil melihat kearah Zee


"Tidak" ucap Zee sambil menghela nafas dengan pelan.


"Kalau begitu segera menyingkir dari hadapanku" ucap Xura dengan dingin.


Zee terdiam karena kehabisan akal untuk membuka topik pembicaraan dengan Xura, akhirnya ia memiliki ide untuk membahas sesuatu.


"Jangan lupa bahwa kau masih memiliki hutang padaku, kau harus segera membayarnya" ucap Zee dengan santai.


Xura yang mendengar itu semakin menatap Zee dengan tajam "Kau ingin brp?, 2 juta poundsterling?, 3 juta poundsterling?, atau 10 juta poundsterling?, kau tidak lupa kan bahwa hartaku tidak terbatas?, dulu aku sangat memikirkan hutang itu karena tidak ingin jati diriku terekspose, tapi sekarang tidak lagi, aku wanita kaya, bahkan kekayaanku jauh di atasmu, di dunia ini masih belum ada manusia yang bisa melampaui kekayaanku, bahkan keluarga Vermilion itu sendiri" ucap Xura dengan tajam.


Xura mulai mengeluarkan ponselnya, ia membuka rekeningnya dan langsung mentransfer 10 juta poundsterling ke dalam rekening Zee.

__ADS_1


"Hutangku sudah lunas, sekarang kita tidak mempunyai hutang apapun lagi, jadi berhentilah berbicara dengan ku. Aku sempat mengira bahwa kau berbeda tapi ternyata kau sama saja seperti pria lainnya" ucap Xura sambil berjalan meninggalkan Zee yang tengah mematung.


"Maaf telah berbicara kasar padamu, semua ini kulakukan agar kau bisa melihat sendiri seperti apa rupa asli wanita yang sudah membuatmu merasa bersalah selama bertahun-tahun" batin Xura.


Zee berdiri seperti patung, matanya bahkan seakan ingin keluar dari tempatnya, rasa bersalah kini menghantui Zee, bahkan rasa tidak ingin kehilangan juga di rasakan oleh Zee.


"Sial, Aku membuatnya semakin jauh dariku" gumam Zee yang mulai menundukkan wajahnya.


Di belahan dunia sana pihak bank swiss tengah geger karena sang hacker tiba-tiba saja mentransfer sejumlah uang yang sangat banyak pada keluarga Ophelia.


Sebagai sang hacker, ia membuka rekening tidak memakai identitas Vixura melainkan Auristella, dan alamat yang di gunakan olehnya adalah mansion pribadi miliknya tempat di mana Auristella tinggal.


"Aku tidak mendaftar kekayaanku karena aku tidak ingin terlalu mencolok, dua identitas saja sudah sangat merepotkan bagiku, jadi aku tidak perlu menunjukkan tentang kekayaan itu juga pada dunia" batin Xura.


Di dapur itu, ia melihat orang-orang tengah berkumpul, "sayang, kau disini juga?" tanya Xura dengan wajah berbinar.


Vano yang sedang berkutat dengan panci kini menoleh ke kebelakang "Duduk lah sayang, aku akan melayani dengan baik" ucap Vano dengan tersenyum tipis.


Xeno dan Al masih tidak percaya dengan hal itu, mereka melihat Zee tengah berjalan kearah mereka.


Sedangkan Xura melihat arah pandang Xeno dan Al, ia tau bahwa Zee berjalan kearah nya, lalu Xura melihat kursi yang kosong tapi ia terlihat sedikit takut untuk duduk di depan meja makan itu.

__ADS_1


Vano mengerti arti tatapan Xura, ia pun mematikan kompornya dan menghampiri Xura "Kau bisa duduk di mana saja, karena selama ini bibi Leva tidak pernah memeperlakukan kami secara berbeda-beda" ucap Vano sambil menarik sebuah kursi lalu memegang pundak Xura dan menuntunnya duduk.


Xura terkejut melihat akting Vano, ia tidak menyangka bahwa semua perlakuan Vano terlihat seperti orang sangat profesional dan hal itu membuat Xura semakin bersemangat untuk terus berakting bersama Vano.


"Terimakasih, kau memang pantas mendapat julukan pacar terbaik" ucap Xura sambil menoleh kearah Vano dan tersenyum manis.


Di sana Gilma melihat reaksi semua orang, mereka semua terlihat sangat terkejut dengan keromantisan yang di berikan Vano pada Xura.


"Bukankah itu perlakuan normal, lalu kenapa wajah mereka berubah menjadi seperti itu?" batin Gilma yang mulai penasaran.


Sedangkan Al dan Xeno terkejut karena mereka melihat bahwa Zee tampak tidak memberikan reaksi apapun.


Leva memantau situasi yang ada di meja makan, ia tersenyum tipis melihat akting dari Vano dan Xura, hal itu tentu sukses membuat Zee sangat marah.


Leva bisa melihat bahwa anaknya kini sudah sangat kesal, walau wajah Zee terlihat tidak memberikan reaksi apapun, tapi Leva tau bahwa di dalam hati anaknya itu tersimpan amarah yang tidak bisa di ledakkan di depan mereka semua.


"Aku ingin lihat sampai kapan kau bisa bersikap cuek seperti itu. Kau yang memulai ini semua jadi kau juga yang harus merasakan sakitnya, anak seperti mu sesekali memang harus merasakan penderitaan" batin Leva.


"Ah ... Benar Xura, kau bisa duduk di mana saja, lagi pula kalian semua tidak ada bedanya dengan Zee, jadi kau bisa menganggap mansion ini sebagai rumahmu sendiri" timpal Leva dengan mencoba memecahkan keheningan di sekitar mereka.


"Bukankah kau mendengar apa yang bibi Leva katakan tadi, satu lagi sayang, coba lah terbiasa di rumah ini sebagai pacarku," ucap Vano sambil berbalik badan dan mulai menghidangkan makanan di atas meja.

__ADS_1


Xura yang mendengar itu langsung menganggukkan kepalanya, karena dirinya sangat kelaparan, ia pun tidak menoleh ke kanan dan kiri, kini dirinya hanya berfokus pada makanan yang sudah di sajikan oleh Vano.


Bersambung ...


__ADS_2