Another Person Life

Another Person Life
Sterfolia Group


__ADS_3

Alpha meraih ponsel yang ada diatas meja dan menghubungi salah satu bodyguard kepercayaannya


"Ingat harus selalu bersama dengannya" ucap Alpha mengingatkan Xura


Xura hanya menggangguk patuh, setelah itu bodyguard baru saja tiba "Tolong jagain nona, aku percayakan dia padamu" ucap Alpha pada bodyguard


"Baik tuan muda" ucap bodyguard sambil membungkukkan sedikit tubuhnya


Xura berjalan melewati sang bodyguard "Siapa nama kamu?" tanya Xura sopan sedikit menoleh kebelakang


"Theodor, nona bisa memanggilku Theo" ucap Theo memperkenalkan diri, ia berjalan di belakang Xura


Setelah mereka berdua memasuki mobil Theo bertanya dengan sopan "Nona ingin saya antar kemana?"


"Tolong antar aku ke perusahan Sterfolia group" ucap Xura santai


Mendengar nama perusahaan itu membuat Theo terkejut "Apa nona tidak salah ingin pergi kesana?" ucap Theo heran


Karena setau Theo, nonanya ini baru saja di temukan didalam jurang dan sekarang baru pulih total, luka yang ditubuh Xura membuat mereka mereka tidak ada yang mengenali rupa aslinya


"Aku sangat yakin, nanti kamu akan tau" jawab Xura sambil tersenyum, lalu menoleh keluar jendela menikmati pemandangan diluar sana


"Aku memiliki firasat jika nona adalah orang penting didalam perusahaan itu" batin Theo


"Theo berhenti diujung sana" ucap Xura menghentikan Theo


Theo yang tidak tau apapun mencoba menuruti perintah nonanya, ia menghentikan mobil itu di pinggir jalan, disana terlihat banyaknya penjual makanan, minuman dan sebagainya


"Nona ingin membeli sesuatu?, kalau begitu saya saja yang membelikannya untuk nona" ucap Theo mengajukan diri sambil memutar tubuhnya dan juga wajahnya


"Tidak perlu, aku saja yang membelinya, kamu tunggu saja disini" ucap Xura sambil keluar dari mobil


Xura terlihat tempat penjual topeng, ia membeli satu buah topeng yang sangat cantik. Theo yang berada didalam mobil hanya melihat apa yang nonanya beli dan dia akan melaporkan semua pergerakan Xura pada tuan mudanya


"Topeng?, untuk apa nona membeli itu?" batin Theo bertanya-tanya


Setelah Xura membeli topeng itu ia kembali kedalam mobil dan menyuruh Theo malajukan mobilnya kembali


Theo yang sudah penasaran membuatnya ingin bertanya, namun keberaniannya tidak terkumpul sepenuhnya


Setelah sampai di sebuah perusahaan yang sangat besar, Xura tidak lupa memakai topengnya dan keluar dari dalam mobil, ia hanya berdiri didepan perusahaan itu


"Aku sangat gugup" batin Xura


Theo juga ikut turun dan berdiri dibelakang Xura "Kenapa nona hanya berdiri saja" batin Theo


Sudah beberapa menit berlalu, Xura masih saja berdiri didepan perusahaan itu, tiba-tiba sebuah suara menghentikan lamunannya

__ADS_1


"Siapa kau?!, apa yang kau lakukan disini?!, capat pergi sana" bentak penjaga dengan lantang, membuat semua orang yang ada di dalam perusahan keluar berbondong-bondong


Theo menoleh dan ingin mengentikan penjaga itu agar tidak membentak Xura, namun Theo melihat tubuh Xura sedikit gemetar


Mendengar suara itu membuat Xura ketakutan, "Tidak Quirin, kau sekarang adalah XURA!, Xura yang terlihat elegan serta Xura yang berani meghadapi apapun!" batinnya sambil memejamkan mata dan mencoba menguatkan diri sendiri


"Kau sudah memasuki tahap ini, Kau harus berani Quirin, kau harus terlihat seperti Xura yang asli, HARUS!" gumamnya kecil meyakinkan diri sendiri


"Apa ini model penjaga yang ada di perusahaanku? tanya Xura dingin sambil melihat kedua tangannya


Theo yang mendengar ucapan Xura membuatnya terkejut, ia menatap Xura dengan penuh penasaran "Perusahaanku?, nona pemiliknya?" batin Theo


"Apa kau sedang bermimpi?, pemilik perusahaan ini memakai mobil mewah dan topeng yang mahal, tapi sekarang dengan mobil dan topeng murah itu, kau berani mengklaim bahwa perusahaan ini milikmu?" ucap penjaga itu sombong


"Bagaimana sekarang" batin Xura gugup, ia sedikit terlihat binggung dengan apa yang harus dilakukan


Melihat Xura yang diam membuat Theo tidak percaya "Tidak mungkin nona pemilik perusahaan ini" batin Theo


"Nona sebaiknya kita pergi dari sini" ucap Theo sambil berbisik


"Kau tenang saja" ucap Xura kecil yang masih bisa didengar Theo


Mendengar itu Theo tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya menuruti perintah Xura dan hanya diam dibelakang


"Panggil Yvon kehadapanku" ucap Xura dingin dengan sorot mata yang tajam


Seorang resepsionis yang melihat perdebatan didepan perusahaan berusaha memanggil atasannya melalui telepon.


"Nona, tolong segera kemari, didepan perusahaan sepertinya ada seorang wanita bertopeng yang sedang berdebat hebat dengan penjaga" ucap resepsionis itu


Yvon yang ada dilantai atas begitu terkejut mendengar ucapan resepsionis itu, ia beranjak dari kursi kebesarannya dan melihat kebawah melalui jendela, disana terlihat sekumpulan orang.


Ia bergegas turun kebawah dan memecah keramaian "Ada apa ribut-ribut?" tanya Yvon dengan santai


"Non tidak perlu turun, aku bisa mengatasi ini sendiri nona" ucap penjaga itu pelan lalu membungkuk pada Yvon


"Kalau begini, aku takut tidak bisa menolong nona, Tuan muda maaf sepertinya kali ini aku tidak bisa menolong nona dari rasa malu, habislah aku" batin Theo sedikit ketakutan jika tuan mudanya tau ia akan mendapat hukuman


"Penjilat" ucap Xura dengan nada dingin


"Suara dan aura ini sangat familiar" batin Yvon sambil melihat kearah sumber suara sambil mengernyitkan dahi


"Kau juga sudah melupakan aku sebagai pemilik perusahaan ini Yvon?" tanya Xura dengan nada dingin


Mendengar itu Yvon membulatkan matanya, ia sangat tidak percaya bawa orang yang telah di katakan mati kini ada dihadapannya.


"Itu kau...." ucap Yvon menggantung, cairan bening sudah berada dipelupuk matanya

__ADS_1


Theo terkejut ketika nona Yvon hampir menangis "Apa aku bermimpi?, nona benar-benar pemilik perusahaan ini!" batin Theo


"Aku kembali" ucap Xura tersenyum hangat


"Ini benar-benar kau?" tanya Yvon memastikan, ia sudah tidak bisa membendung air matanya, kini cairan bening itu tumpah dengan sangat deras


"Selamat datang di perusahaan Sterfolia group, Xu..." ucap Yvon menyambut kembali, ucapannya menggantung karena dihentikan oleh Xura.


Xura segera mengalihkan pembicaraan agar Yvon tidak melanjutkan ucapannya "bisa kita urus itu dulu" ucap Xura melirik kearah penjaga


Penjaga sedikit terkejut setelah mendengar percakapan antara wanita itu dan atasannya, ia memberanikan diri untuk bertanya pada atasannya.


"No..na, ...Apa...apakah benar dia pemilik perusahaan ini?" tanya penjaga terbata-bata dengan tubuh sedikit gemetar


"Kau juga sudah mendengarnya tadi, jadi kau bisa pergi dari sini" ucap Yvon cuek


"Nona, aku tolong jangan usir saya" ucap penjaga itu memohon pada Xura


"Aku sangat tidak tega melihatnya memohon seperti itu, tapi jika itu Xura pasti tidak pernah mentolerir seseorang jika sudah berbuat salah, jika aku memaafkannya Yvon pasti akan curiga" batin Xura


kebimbangan menyelimuti hati Xura, ia sangat tidak tau harus bertindak seperti apa, disatu sisi ia sangat tidak tega melihat penjaga memohon, disisi lain ia tidak ingin Yvon curiga karena perubahannya.


"Aku tidak perduli, jika kau selalu bersikap seperti tadi, banyak tamu yang akan pergi dan dalam sekejab perusahaan ini akan bangkrut" ucap Xura datar sambil melihat kesembarang arah


"Maafkan aku" batin Xura tanpa menoleh kearah penjaga itu


"Nona sama seperti rumor yang beredar, sangat menyeramkan, aku tidak boleh menyinggung nona" batin Theo sedikit takut pada Xura


"Sudah lama tidak bertemu, dia masih sama seperti dulu" batin Yvon tersenyum melihat kearah Xura


"Pergilah, aku akan mentransfer gajimu untuk bulan ini" ucap Yvon datar pada penjaga yang sudah terduduk lesu dilantai


Bersambung...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate

__ADS_1


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2