
Lura yang belum siap rahasianya di ketahui orang lain, justru hanya bisa berdiri terpaku di depan Zee. Rasa takut dan malu membuat Lura perlahan-lahan menunduk.
"Kenapa kau bergetar ketakutan?, bukankah kau mengatakan jika reputasi mu baik?, apa seperti itu yang kau katakan baik?" tanya Zee dengan tatapan dingin.
Lura yang mendengar sindiran itu terasa tak berdaya, ia sudah tidak sanggup menopang tubuhnya lagi, seketika Lura jatuh terduduk dengan air mata yang mulai mengalir.
"Kenapa tidak menjawab?, kemana perginya keberanian mu tadi?" tanya Zee dengan suara yang sedikit meninggi.
Lura tidak bergeming, ia terus menunduk dan tidak berani untuk mengangkat wajahnya, bahkan seluruh tubuhnya bergetar hebat.
Bagi Zee, wanita seperti ini harus diberi pelajaran karena sudah menghina Quirin, tapi ia sendiri justru tidak suka menindas wanita dengan tindakan kekerasan melainkan menyerang menggunakan kata-kata.
Calis yang berada dibawah melihat kedekatan antara keduanya, ia pun tersenyum senang, tapi ekspresi hilang ketika Lura mulai terduduk di lantai sambil menundukkan keoalanya.
"Ada apa dengan Lura?" batin Calis panik.
Calis langsung berlari keatas dan diikuti oleh Beymi di belakangnya "Lura!" panggil Calis dengan nada cemas.
Lura tidak mendengar panggilan sang ibu, ia terus menunduk sambil menangis.
Calis berjongkok dan melihat kearah Zee "ada apa ini tuan muda?, kenapa tuan muda membuat Lura seperti ini?" tanya Calis sambil berjongkok dan memeluk putrinya itu.
Kebetulan Grizo baru saja keluar dari kamar dan melihat Calis tengah memeluk Lura yang sedang menangis.
Grizo terkejut melihat keberadaan Zee "tuan muda!" ucap Grizo sambil berjalan cepat menghampiri mereka.
Zee tidak memperdulikan panggilan Grizo, ia tetap berdiri sambil menatap sepasang ibu dan anak itu.
__ADS_1
"Sebenarnya ada apa?, kenapa kalian terduduk di lantai?, tanya Grizo terlihat binggung.
Calis yang merasa tidak terima langsung mengatakannya dengan lantang "aku tidak tau, tapi yang pasti semua ini ulah tuan muda"
Grizo terkejut mendengar Calis menyalahkan Zee "beraninya kamu menyalahkan tuan muda" teriak Grizo kesal.
Calis terkejut melihat Grizo melorotkan mata dan meninggikan nada bicaranya "ta-tadi Lura terlihat baik-baik saja, tapi begitu berhadapan dengan tuan muda, Lura berubah menjadi seperti ini" ucap Cali dengan di aliri air mata sambil melirik kearah Beymi.
Beymi yang melihat itu langsung mengerti jika nyonya muda nya itu membutuhkan bantuannya "benar tuan, sejak tadi saya selalu berada disamping nyonya, kami melihatnya dari bawah sana" ucap Beymi sambil menundukkan kepalnya.
Sebenarnya Beymi takut melihat wajah Zee, tapi demi nyonya mudanya itu, ia rela membantu Calis dengan segenap jiwa dan raganya.
Grizo mulai mengerti dan melihat kearah Zee "tu-tuan muda, bisakah tuan muda menjelaskan hal ini?" tanya Grizo dengan pelan, walau dirinya takut, tapi sebagai ayah, dirinya harus mengetahui dimana akar masalah itu
Zee tetap menatap tajam Calis dan Lura "kau ingin aku menjelaskan pada mereka atau kau sendiri yang mengatakannya?" tanya Zee dengan datar.
Melihat itu, Calis terus memeluk Lura dan mengelus punggung putrinya itu agar Lura bisa terlihat lebih tenang. Namun semua itu hanya harapan semata.
Zee tersenyum tipis "dia mengatakan bahwa Quirin tidak pantas bersanding denganku, karena Quirin memiliki reputasi yang sangat buruk. Jadi aku hanya bertanya padanya, apa wanita yang sudah tidur dengan beberapa pria justru lebih pantas bersamaku?, sepertinya pertanyaanku tidak salah. Dia menjelekkan kakaknya sendiri tapi dia lupa apa yang telah dia perbuat" ucap Zee dengan menatap Calis dengan tajam.
Calis mulai berkeringat dingin dan melotot sempurna, ia tidak menyangka Zee bahkan tau tentang video itu "apa Quirin yang memberitahukan hal itu pada tuan muda?" tanya Calis dengan tangan yang sudah mengepal kuat.
"Quirin?, dia bahkan tidak mengatakan apapun padaku" jawab Zee dengan santai.
"Jika bukan dia lalu siapa?, yang mengetahui hal ini hanya keluarga kami saja dan yang dekat dengan tuan muda hanya Quirin" ucap Calis sambil menggeretakkan giginya.
"Kau yakin yang menonton video itu hanya kalian saja?, tidak ada penjaga ataupun pelayan?. Ah satu lagi ... anakmu bahkan tidak lebih berharga daripada Quirin .... " Zee menjeda perkataanya lalu melanjutkannya lagi "urusanku disini sudah selesai, kalau begitu aku undur diri" ucap Zee sambil membalikkan tubuhnya dan pergi dari hadapan mereka semua.
__ADS_1
Grizo tidak menyangka, Zee bahkan mengetahui mengenai aib Lura "aku yakin Quirin yang mengatakannya pada tuan muda, jika tidak, bagaimana mungkin tuan muda mau berurusan dengan keluarga orang lain" gumam Calis sambil menitikkan air matanya.
Grizo yang mendengar itu langsung menggeram marah dan mengepalkan kedua tangannya, lalu Grizo mendobrak pintu kamar Quirin hingga membuat sang pemilik kamar terkejut.
Brukkkk
Quirin membuka matanya dan langsung terduduk di tempat tidur, keterkejutan itu membuat kepala Quirin sedikit sakit.
Ssshhhh
Quirin berdesis sambil memegang kepalanya, "siapa?" tanya Quirin dengan mata yang masih tertutup.
Plakkkk
Grizo mendaratkan sebuah tamparan di pipi Quirin "dasar anak tidak tau diri!, aku menyesal telah membesarkan mu!, apa kau tidak kasihan melihat adikmu?, kenapa kau memberitahukan hal itu pada tuan muda?!" teriak Grizo dengan amarah yang memuncak.
Quirin yang awalnya tidak bisa membuka mata, kini mulai terbuka mata itu dengan lebar, ia memegang pipinya yang terasa sangat sakit lalu menoleh secara perlahan.
Mata itu bahkan tidak menunjukkan kesedihan, melainkan memperlihatkan kebencian yang sangat mendalam.
"Kau menamparku?!" teriak Quirin dengan keras.
Grizo yang melihat tatapan itu bergidik ngeri, tubuh dan tangannya bergetar, ia bahkan kembali melihat tangannya yang sudah menampar pipi Quirin.
Sedangkan Calis dan Beymi yang berada diluar tengah tersenyum mendengar keduanya saling berteriak dengan keras, bahkan mereka sudah memprediksi bahwa pertengkaran kali ini jauh lebih besar daripada biasanya.
Bersambung ...
__ADS_1