
Quirin tersenyum smirk melihat Grizo terdiam dengan segala kekecewaannya "eh ... ayah terlihat aneh, padahal dia anak kesayangan ayah, tapi kenapa ekspresi ayah terlihat kecewa seperti itu?" ucap Quirin sambil mengerutkan kedua alisnya.
Grizo benar-benar terlihat kecewa, selama ini dia sangat menyayangi Lura, tapi tidak di sangka anak yang selama ini di beri perhatian lebih ternyata bukanlah anak kandungnya.
Grizo bahkan sangat mengenali lelaki yang ada didalam video itu.
#Flashback On
Ketika Grizo sedang menyetir ia tidak sengaja menabrak seorang pria, lalu Grizo segera bertanggung jawab membawa pria itu kerumah sakit.
Setelah pria sadar, Grizo menghampirinya "bagaimana kondisi tubuhmu?" tanya Grizo sambil berdiri di samping tempat tidur rumah sakit.
"Tangan dan kakiku masih terasa sakit" ucap pria itu sambil memperlihatkan tangan dan kakinya yang terdapat balutan.
"Maafkan aku, karena aku tidak hati-hati dalam menyetir" ucap Grizo memelas.
Tiba-tiba Arcy masuk lalu mengelus punggung suaminya "tolong maafkan suamiku" ucap Arcy sambil membungkukkan tubuhnya.
"Em ... tidak apa-apa, aku hanya sedang tidak beruntung saja" ucap pria itu tersenyum canggung.
Melihat pakaian yang di kenakan pria itu terlihat lusuh, Arcy berinisiatif untuk menanyakan pekerjaan Wiliam.
"Tuan, maaf kalau tidak sopan, bolehkah kami mengetahui namamu?, dan apa pekerjaanmu saat ini?" tanya Arcy dengan pelan.
Pria itu terkejut ketika Arcy menanyakan nama dan pekerjaannya "namaku Wiliam nyonya, dan aku tidak memiliki pekerjaan" ucap Wiliam dengan tertawa canggung.
"Kalau begitu bagaimana kalau kau bekerja menjadi tukang kebun kami?" tawar Arcy dengan tulus sambil menatap Grizo dan tersenyum bersama.
Mata Wiliam begitu berbinar "nenarkah nyonya?" tanya Wiliam dengan antusias.
Keduanya bercengkrama dengan mendengarkan kisah Wiliam, setelah mendengar itu Arcy dan Grizo sepakat untuk memberikan Wiliam pekerjaan tetap.
Saat itu Quirin masih berusia 3 tahun, Wiliam menceritakan jika dirinya memiliki seorang istri, tapi sudah sejak lama Wiliam berkerja, dirinya tidak pernah memperkenalkan istrinya pada Arcy dan Grizo.
Wiliam bahkan terus mengelak jika Arcy dan Grizo meminta untuk bertemu dengan istrinya itu.
Setelah kejadian yang menimpa Grizo, Arcy menjadi sakit-sakitan dan selalu bertengkar dengan Grizo.
__ADS_1
Arcy menemukan bahwa Grizo sudah tidur dengan wanita lain, Arcy bahkan memakan kesalahan Grizo, tapi sejak saat itu juga Grizo selalu pulang malam hari dan terus mengabaikan Arcy.
Biarpun ditengah tengah mereka sudah ada Quirin, tetapi tidak menghalangi niat Grizo untuk mendatangai wanita itu setiap hari.
Saat Arcy dan Quirin pergi keluar kota, Grizo membawa wanita yang tengah hamil itu masuk kedalam rumahnya.
Grizo memberitahukan pada Arcy jika wanita itu tengah hamil darah dagingnya, sejak itu pula Arcy selalu menjauh dari Grizo dan karena hal itu pula penyakit yang diderita Arcy bertambah parah dan membuat Arcy meninggal dunia.
#Flashback Off
Grizo menoleh kearah Calis "itu sebabnya Wiliam tidak pernah menunjukkan wajah istrinya dihadapan aku dan Arcy, karena istrinya itu adalah kau!" geram Grizo dengan mata yang menatap Calis dengan tajam.
Calis terkejut dan bergetar ketakutan "ti-tidak tuan, ak-aku bu-kan is-trinya" bantah Calis dengan terbata-bata.
Quirin menatap Calis dengan tidak percaya, "wah bibi, padahal bukti sudah didepan mata, tapi kau masih bisa mengelak?, sepertinya kau cocok mendapat piala Oscar, karena aktingmu sungguh sangat bagus selama puluhan tahun ini" ucap Quirin sambil tersenyum smirk.
Grizo yang mendengar perkataan Quirin justru semakin marah "diam Quirin!" teriak Grizo dengan marah.
Quirin menatap Grizo "haha ... kau menyuruhku diam?, apa kau mempunya hak itu ayah?" tanya Quirin sambil tertawa.
Grizo bahkan terdiam ketika Quirin menanyakan sebuah hak padanya "sebaiknya jangan pernah menghentikan ku, aku akan diam ketika itu adalah perintah dari ibu" ucap Quirin dengan datar.
Grizo berjalan dengan langkah cepat, ia mendekati Calis dan menarik rambut wanita itu dengan kasar.
Arghhhh
"Sakit!" teriak Calis.
Calis cukup terkejut dengan tindakan Grizo, karena setelah menikah dengan Grizo, Calis tidak pernah melihat Grizo berbuat kasar padanya. Hal itulah yang membuat Calis menjadi hidup nyaman di rumah keluarga Alister.
Beymi yang memegang pundak Calis langsung jatuh terduduk.
Sedangkan Lura yang melihat tindakan Grizo juga ikut terkejut, ketika Grizo ingin melewati Lura, tiba-tiba Lura menyeret tubuhnya agar bisa menghadang Grizo untuk tidak keluar dari kamar Quirin.
"Ayah, tolong jangan sakiti ibu" ucap Lura memohon sambil menangis.
"Siapa ayahmu?!" tanya Grizo dengan tatapan tajam, sekarang ini, dirinya sedang dikuasai amarah dan kekecewaan yang mendalam.
__ADS_1
Siapapun tidak bisa menghentikan kemarahan Grizo, tapi bagi Quirin, menenangkan Grizo adalah hal yang sangat mudah. Namun ia sma sekali tidak berniat untuk menolong mereka, karena Quirin dengan sengaja membongkar rahasia itu agar Grizo juga mendapat ganjarannya.
Lura terpaku di hadapan Grizo, ia tidak bisa berkata-kata, tenggorokannya terasa kering hingga membuat mulutnya tidak bisa mengeluarkan suara apapun.
"Minggir!" ucap Grizo sambil menendang tubuh Lura
Tendangan itu membuat tubuh Lura tersungkur serta kepala Lura menghantam dinding dengan sangat keras hingga membuat dahinya mengeluarkan darah.
Beymi yang sempat terdiam langsung bergerak cepat untuk membantu Lura.
Ketika Grizo keluar, Quirin menatap kedua orang itu dengan tajam "keluar dari kamarku, anak haram!" ucap Quirin dengan tajam, bahkan Quirin menekan dua kalimat terakhir untuk memperjelas status Lura.
Tubuh Lura bergetar, ia tidak bisa menampik julukan itu, tapi kenapa bisa Quirin bersikap seperti itu "walau bagaimanapun, aku tumbuh besar di keluarga ini kakak, kau sama sekali tidak bisa menyangkalnya karena itu adalah sebuah fakta yang tidak bisa kau ubah" ucap Lura dengan sebelah tangan yang memegang dahi dan tangan sebelahnya mengepal dengan kuat.
"Hei anak haram, jangan sampai aku menendang mu keluar dari rumah ini, bukankah sekarang kau menjadi trending topik di negara ini?, aku bisa saja membiarkan media masuk kedalam rumah. Aku ingin lihat siapa yang akan melindungi mu." ucap Quirin dengan acuh tak acuh.
Lura terdiam membantu, lagi-lagi kata-kata kejam keluar dari mulut Quirin, ia sama sekali tidak bisa melawan, situasi sekarang sedang tidak berpihak padanya, bahkan Calis juga sedang dalam genggaman Grizo.
Melihat Lura terdiam, Quirin melirik kearah Beymi "oh ya ... untuk mu Beymi, karena kau mengatakan suatu dengan lantang, maka aku sudah berencana memberikan hadiah spesial untukmu" ucap Quirin dengan tersenyum smirk.
Beymi terkejut dan menoleh kearah Quirin, ia melihat senyuman Quirin bagaikan seorang iblis, pikirannya sekarang tertuju pada hadiah yang dimaksud oleh Quirin.
"Jangan-jangan ..." batin Beymi takut
Quirin mengetikkan sebuah pesan dan mengirimkannya pada seseorang, hal yang sama juga terjadi, dalam waktu beberapa menit saja, Beymi mendapat sebuah panggilan yang tidak di kenal.
Beymi tersentak kaget lalu mengangkat panggilan itu "Halo" jawab Beymi
Setelah mendengar perkataan dari panggilan tidak dikenal itu, Beymi menjatuhkan ponselnya, ia langsung menatap Quirin dengan air mata yang mengalir dengan deras.
"Nona muda, tolong ampuni aku, jangan lakukan ini padaku" Beymi berlari menghampiri tempat tidur lalu Quirin lalu berlutut memohon dihadapannya.
Lura yang melihat itu merasa tidak percaya, Selama ini Beymi selalu membantunya dan terus menyerang Quirin, tapi kali ini ia justru melihat beymi berlutut di hadapan Quirin.
"A-apa yang kau lakukan Beymi, kenapa kau berlutut seperti itu?, bukankah kau membencinya?" ucap Lura yang sudah menyandarkan kepalanya ke dinding.
"Aku sudah memperingatkan mu bukan?" ucap Quirin dengan tatapan yang susah ditebak
__ADS_1
Bersambung ...