Another Person Life

Another Person Life
Terpancing


__ADS_3

Semuanya mengangguk lalu membantu Lea "Aku benar-benar tidak menyukainya karena dia sudah menyakiti rekan kita" ucap Esme sambil membantu Lea berdiri


"Bagus, mereka terpancing" batin Lea tersenyum smirk


Berbeda dengan Alica, saat ingin membantu Lea,


ia melihat senyum Lea yang tidak biasa "Aku sepeeti tidak yakin jika dia tidak memulainya terlebih dulu, aku akan bertanya pada nona saja" batin Alica sambil ikut membawa Lea kembali ke kamarnya


Sedangkan Quirin, ia berjalan dengan menggerutu kesal "Lihat saja!, aku akan membalasmu lebih sakit dari apa yang aku lakukan sekarang ini" gumam Quirin


Setiba di depan kamar Zee, Quirin menarik nafas dalam-dalam lalu membuka pintu kamar itu


Zee yang berada ditempat tidur melihat kearah pintu, ia diam tanpa berniat membuka mulutnya


Quirin tetap berjalan masuk dan mendekat "aku membawakan mu bubur dan juga air" ucap Quirin sambil menaruh nakas itu di atas meja tepat berada disamping tempat tidur zee


Zee melirik makanan itu lalu melihat kearah Quirin, saat kedua mata mereka bertemu Zee langsung membuang wajahnya ke sembarang arah lalu membalikkan tubuhnya


Quirin melihat tingkah Zee membuatnya mengernyitkan dahi "Menyebalkan, aku sudah membuatkannya makanan, tetapi dia malah tidak melihat kearah ku" batin Quirin


Quirin berfikir untuk bisa menaklukan Zee, tapi dirinya malah tidak bisa berfikir dengan benar "Sudahlah, lakukan apa yang bisa ku lakukan, jika dia terus marah maka terima saja" gumam Quirin pelan sambil menarik nafas panjang, akan tetapi Quirin tidak menyadari jika zee mampu didengar ucapannya.


"Sangat lucu" batin Zee dengan tersenyum tipis

__ADS_1


"Hei jangan diam saja, apa kau tidak ingin memakannya?, jika kau tidak memakannya maka aku akan membuang semua ini" ucap Quirin dengan nada mengancam sambil mengambil mangkuk berisikan bubur itu


Zee membulatkan matanya dengan lebar, ia langsung membalikkan seluruh tubuhnya menghadap Quirin, serta mencoba untuk duduk diatas tempat tidur


Quirin tidak perduli dengan tatapan Zee, ia segera ingin pergi, namun langkahnya segera terhenti ketika mendengar sebuah suara yang sangat dingin nan datar itu "Kembalikan" ucap Zee dengan datar


"Sangat lapar, atau luar biasa lapar?" ucap Quirin sambil menggoyang-goyangkan makanan yang ada di tangannya


"Hmm, ingin bermain denganku?" tanya Zee dengan datar dengan menatap tajam Quirin


Quirin melihat tatapan itu bergidik ngeri, ia langsung ikut duduk diatas tempat tidur "Makanlah" ucap Quirin sambil menyodorkan bubur yang ada di tangannya kehadapan Zee


Zee langsung membuka mulutnya dengan lebar "Apa dia ingin disuapin?, sangat manja" batin Quirin


"Benar-benar ingin disuapin?" batin Quirin heran, sambil menyodorkan untuk yang kedua kalinya, dan Zee menerimanya lagi hingga bubur itu habis tidak bersisa


"Minum ini lalu Istirahatlah, aku akan merawatmu" ucap Quirin sambil membaringkan tubuh Zee dengan perlahan


Zee hanya menurut tanpa membantah, ia mengambil obat yang ada ditangan Quirin lalu meminumnya


Saat obat sudah masuk kedalam tubuhnya, mata yang menatap Quirin dengan dingin kini perlahan-lahan tertutup.


"Jika tidur seperti ini dirinya sangatlah tampan" gumam Quirin sambil menatap zee

__ADS_1


Dari sisi lain..


Saat dibandara Singapura, Xura masih termenung memikirkan perkataan Quirin "Alpha, apa yang harus kita lakukan?" tanya Xura dengan mengigit kuku tangannya


"Hmm... sebentar, ada yang ingin aku bicarakan padamu" ucap Alpha dengan serius


Bersambung ...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2