Another Person Life

Another Person Life
Ketakutan Alvey Pada Quiran


__ADS_3

"Semua pria memiliki tempramen yang buruk, aku hanya memberinya sedikit pelajaran tapi mengapa reaksinya membuat rencanaku menjadi rumit," batin Quirin melirik kearah Al.


"Karena sudah berada disini artinya kau sudah setuju untuk membantuku" ucap Quirin dengan santai.


Al memutar bola mata dengan malas "jangan mengharapkan hal yang tidak mungkin nona, jika hanya ini saja yang kau katakan, lebih baik aku segera kembali ke kota" Al mengatakannya dengan penuh kesal.


Al beranjak dari tempat duduknya, tapi sebuah suara yang menyeramkan menghentikan pergerakan kaki Al "jangan melewati batas Al, kau sendiri tau bagaimana aku ketika mengamuk, jadi selagi aku berkata lembut maka duduklah dan dengarkan semua permintaanku" ucap Quirin sambil tersenyum kearah Al.


Al bergidik ngeri mendengar suara Quirin yang berubah, ia menoleh dan melihat kearah Quirin betapa terkejutnya Al melihat senyum menyeramkan itu "Quiran?!" teriak Al yang sudah mulai ketakutan.


Quirin yang mendengar itu tersentak kaget, pasalnya yang tau mengenai sosok Quiran hanyalah Zee, tapi sekarang apa?, bahkan Al sudah mengetahuinya.


Dalam seketika ekspresi Quirin menjadi datar "kau mengetahui sosok Quiran?" tanya Quirin dengan tajam.


"Dasar mulut sialan!, aku sangat takut melihat senyumannya itu dan sekarang dia menatapku dengan tajam, aku berpikir dia berubah tapi ternyata tidak, bagaimana sekarang?, ini sangat gawat" batin Al takut


Pasalnya yang tersenyum lebar seperti itu hanyalah Quiran, jika Quirin ia hanya tersenyum smirk dan hanya setengah bibir yang terangkat.


Dan sangat kebetulan, senyum yang di tampilkan Quirin tadi benar-benar sangat mirip dengan Quiran, karena itulah Al sangat ketakutan dan langsung meneriaki nama Quiran secara spontan.


"Be-benar, aku mengetahuinya" ucap Al dengan di penuhi rasa takut


Tiba-tiba saja aura di sekeliling Al berubah menjadi seram "kau tau?, orang yang mengetahui sosokku haruslah mati" ucap Quirin sambil tersenyum lebar.


Al bahkan lebih terkejut lagi "sosokku?, jangan-jangan yang ada di depan mataku sekarang adalah Quiran?, Sial!, bagaimana membedakannya?, aku yakin dia Quiran yang asli, tapi kenapa dia muncul disaat seperti ini? " batin Al yang sudah mulai frustasi.


Faktanya Al memancing kemarahan Quirin, ia hanya tau bahwa yang mengetahui rahasianya hanyalah Zee, karena itulah yang ada di hadapan Al sekarang adalah Quiran.


"Kau berencana membantuku atau tidak?" tanya Quiran dengan senyum lebarnya.


"A-aku akan membantumu" Al dengan takut menjawab dengan sangat cepat. ia lebih takut pada Quirin atau Quiran daripada dengan Zee, karena Al tau, jika itu Quirin atau Quiran maka mereka akan menyiksa tubuh sampai hancur baru membunuh, tapi jika itu Zee, dia hanya memindahkan tugas atau mati dengan cepat.


"Tugasmu hanya mendekati perawat itu, agar memicu kemarahan Clamy" Quirin mengatakan dengan sangat santai sambil menatap kearah Al dan tidak lupa dengan senyum lebarnya.


Al yang mendengar itu langsung terkejut, Clamy?, Grizel?, pertanyaan demi pertanyaan muncul di benak Al, tapi ia tidak berani bertanya pada wanita menyeramkan yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Quiran beranjak dan membawa Al kesebuah kamar, saat Quiran membuka pintu, keduanya melihat dua wanita sedang tertawa lebar.


Keduanya menoleh saat pintu kamar terbuka, mereka melihat kearah Al, tapi yang menyapa hanya Clamy saja.


"Alvey" Clamy memanggil nama Al dengan suara manja dan tersenyum senang.


"Aku tidak menyangka, Al akan mengunjungiku, aku yakin dia masih mencintaiku" batin Clamy sangat percaya diri.


"Pekerjaan mu dimulai" Quiran bergumam dengan sangat suara kecil.


"Tapi dia tidak tau apa-apa mengenai masalah ini nona" Al mencoba menyelamatkan Grizel, tapi usahanya sungguh sia-sia, karena perkataan itu justru membuat Quiran mengatakan hal yang tidak harus dikatakan.


"Bukankah kau tau aku orang seperti apa?, aku tidak memiliki kesabaran seperti Quirin, aku bisa saja membunuhmu didepan mereka, jadi pilihlah sesukamu" ucap Quiran sambil menoleh kearah Al dan tersenyum lebar. aura yang di keluarkan oleh Quiran bahkan bisa dirasakan oleh Grizel dan Clamy.


Clamy yang melihat keduanya hanya bisa diam "ada apa dengan dia?, hawa disini seakan berubah" gumam Clamy dengan tubuh gemetar, ia bisa merasakan hawa membunuh dari Quiran.


"Menakutkan, kenapa auranya berubah" batin Grizel juga dengan tubuh gemetar.


Al langsung melangkah masuk tanpa berniat menjawab perkataan Quirin, ia berjalan mendekat kearah tempat tidur Clamy, sedangkan Clamy terlihat sangat senang ketika Al menghampirinya, tapi siapa sangka Al justru bertanya pada orang yang ada disebelah Clamy.


Grizel terkejut mendengar suara Al berubah ketika berbicara padanya "Iya tuan, bagaimana tuan bisa berada disini?" tanya Grizel sambil tersenyum.


"Aku berteman dengan nona Quirin, dia ingin aku membantumu merawat wanita ini" ucap Al sambil tersenyum ramah


Grizel melirik kearah Quiran yang masih berdiri didepan pintu dan ia melihat Quiran masih tetap tersenyum pada mereka tapi dengan aura yang berbeda. Grizel tersentak kaget, ia pun langsung mengalihkan pandangannya pada Al.


"Bukankah kau kemarin ingin mentraktirku?, bagaimana sebagai gantinya kau memasak saja untukku saja" ucap Al sambil memberikan ide.


Grizel yang mendengar itu tersenyum senang, sedangkan Clamy yang melihat Al tersenyum pada Grizel menundukkan kepalanya.


"Hei Grizel" gumam Clamy sambil menunduk.


Karena merasa senang, Grizel tidak mendengar Clamy menyebutkan namanya.


"Aku berpikir kau wanita yang baik, tapi ternyata kau ingin merebut Al dariku" gumam Clamy, ia bahkan mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


Lagi-lagi Grizel tidak mendengar perkataan Clamy, karena ia sangat antusias bisa membalas kebaikan Al dengan cara memasakkan sebuah makanan.


Prank


Clamy yang tidak tahan mendengar tawa keduanya, melempar sebuah vas bunga kearah Grizel.


Aaahhhkkkkk


Al terkejut melihat kejadian itu, ia bahkan berdiri seperti patung, saat tubuh Grizel terjatuh, Al langsung menangkap dan memeluknya.


Lantai yang putih itu seketika berubah menjadi warna merah "Clamy!, kau benar-benar keterlaluan!" teriak Al dengan marah sambil mendekap tubuh Grizel yang sudah terkulai lemas.


Clamy dengan mata melotot merasa tidak terima dimarahi oleh Al "dia ingin merebutmu!, jadi aku hanya memberinya pelajaran!" teriak Clamy dengan amarah yang meluap-luap.


"Wanita gila!, aku benar-benar bersyukur sudah tidak bersamamu lagi!" teriak Al dengan urat yang terlihat keluar dari tenggorokannya.


Saat keduanya mulai mengutarakan perasaannya, mereka tidak sadar jika media sudah berada didepan pintu.


Clamy yang sedang tersengal-sengal melihat kearah pintu "apa-apaan ini!, bagaimana bisa media masuk kedalam rumah ini!" teriak Clamy dalam keterkejutannya.


"Astaga, lihat wanita yang ada delapan tuan Al, kasihan sekali dia terkena amukan dari wanita gila ini"


"Dia bisa bersama dengan pria manapun, tapi kenapa tuan Al tidak bisa bersama wanita lain?, apakah dia berpikir jika dirinya masih secantik dulu?, lihatlah wajah yang menakutkannya itu, apakah dia tidak mempunyai kaca?"


"Apa kau tidak melihat jika di ruangan ini memiliki beberapa kaca?, tapi sepertinya dia tidak akan pernah berkaca karena wajahnya sudah seperti monster"


Clamy yang mendengar cemoohan itu menutup kedua telinganya "tidak!, tidak!, keluar kalian!" teriak Clamy dengan air mata yang sudah mengalir dengan deras.


Seluruh media tidak ada yang bergerak, mereka tetap menyorot kearah Clamy dengan wajah kesal.


"Pergi kalian!, aku tidak butuh media disini!, pergi!" teriak Clamy histeris


"Pencapaian yang aku dapatkan dengan susah payah semuanya hancur" gumam Clamy sambil menutup kedua telinganya.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2