
Clamy mencari baju yang sedikit bagus, namun sebuah suara menghentikan tangannya.
"Jika kau tidak keluar dalam waktu 10 menit, aku akan langsung mendobrak pintu ini!" tegas dokter Ethan di luar sana
Ia sedikit jengah menunggu terlalu lama, karena mereka berada diruang ganti yang sudah tidak digunakan lagi, jadi semua dokter dan suster yang berlalu lalang langsung menoleh kearah dokter Ethan.
Dokter Ethan mempunyai reputasi yang sangat baik dan juga ia terkenal menjadi dokter yang sangat tampan di rumah sakit itu. hanya dengan berdiri saja sudah mampu mengundang perhatian para dokter dan suster.
Clamy yang mendengar suara tegas itu langsung bergegas membuka seluruh pakaiannya "sialan!, mereka tidak pernah membiarkanku berfikir walau hanya sebentar, bagaimana bisa mereka menyuruhku menggunakan salah satu pakaian ini" ucap Clamy sambil menaikkan salah satu pakaian yang menurutnya sedikit bagus dari pada pakaian lainnya.
Clamy mengambil nafas panjang "aku harus mengikuti perkataan mereka, jika tidak?, maka aku tidak akan bisa keluar dari tempat ini" gumam Clamy sambil memakai pakaian itu ketubuhnya.
Clamy dengan cepat mengganti seluruh pakaian, ia bergegas keluar agar tidak membuat dokter Ethan menunggu terlalu lama, saat ingin menekan handle pintu, suara dokter Ethan kembali terdengar oleh Clamy "kau sudah memakai penutup mata itu?!" tanya dokter Ethan
"Sial!, sebenarnya tempat apa ini?, bukankah ini rumah sakit?, tapi kenapa mereka menyuruhku selalu menggunakan penutup mata?" gumam Clamy sambil melepaskan tangannya yang berada di handle pintu.
Setelah keluar dari jeruji itu, otak Clamy seperti tidak berfungsi dengan stabil, karena ia hanya memikirkan kemarahan orang-orang yang ada disekitarnya.
Setelah selesai memakai penutup mata, ia bergegas keluar, dokter Ethan menoleh lalu kembali menarik lengan baju Clamy dengan kasar.
"Sudah kukatakan, jangan menarik ku!, kau bisa menuntunku secara perlahan" kesal Clamy
"Aku juga sudah mengatakannya, kau sangat pantas di perlakukan dengan kasar!" jawab dokter Ethan datar
Clamy menarik nafas panjang, ia hanya pasrah di tarik oleh dokter Ethan, karena jika Clamy menjawabnya maka tidak ada akhir yang baik.
Mereka berdua menghampiri Quirin, Zee dan Xeno.
Ketiganya menoleh begitu mendengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa, dokter Ethan menghempas Clamy dengan kasar
"Bisakah kau sedikit lembut?, kau itu seorang pria, dan seorang pria tidak boleh memperlakukan wanita dengan kasar!" kesal Clamy, disepanjang jalan dokter Ethan selalu menariknya dengan kuat sehingga membuat Clamy berjalan dengan sangat cepat.
Dokter Ethan memalingkan wajahnya kesembarang arah, ia tidak berniat menjawab ucapan Clamy.
__ADS_1
Quirin mengalihkan pandangannya pada dokter Ethan "dokter, kami harus segera pergi, urusan di sini aku serahkan padamu" ucap Quirin datar
"Baik nona" jawab dokter Ethan dengan lembut
"Saat berbicara denganku suaranya terdengar sangat menyeramkan, berbeda ketika berbicara dengan wanita itu, suara pria-pria ini berubah menjadi sangat lembut, membuat iri saja" batin Clamy
Quirin melangkah meninggalkan rumah sakit, Zee dan Xeno mengikuti langkah Quirin, sedangkan dokter Ethan sudah pergi entah kemana, dalam sekejap mereka melupakan Clamy begitu saja.
"Tidak ada suara apapun disini, apa mereka meninggalkanku?" batin Clamy ketakutan
"Hei!, apa ada orang?, bawa aku juga!" teriak Clamy
Quirin dan yng lainnya belum terlalu jauh sehingga mereka bisa mendengar teriakan Clamy "aku bahkan melupakannya, wanita Menyusahkan!" gumam Quirin kesal
sepanjang perjalanan Zee hanya diam, ia tidak ingin ikut campur dalam mengurusi wanita seperti Clamy "dia yang ingin melepaskan wanita itu, tapi dia juga yang sangat kesal karena merasa kerepotan, benar-benar unik" batin Zee tersenyum tipis
Quirin berbalik dan menatap Xeno, sedangkan Xeno yang di tatap seperti mempunyai firasat yang tidak baik "jangan ucapkan sepatah katapun nona" batin Xeno
"Sudah dalam perkiraan ku" batin Xeno
"A-apa?, tidak, tidak nona, aku tidak mau!" bantah Xeno sambil melihat kearah Zee menggunakan wajah memohon
Zee menoleh kearah Xeno dan menaikkan kedua bahunya lalu meninggalkan Xeno begitu saja.
Mendengar bantahan dari Xeno, Quirin menghentikan langkah kakinya "kau hanya perlu menuntunnya keluar dari sini, itu saja" ucap Quirin melanjutkan langkahnya
Xeno menghela nafas kasar, ia hanya bisa menerima perintah dari Quirin "kau!, wanita merepotkan!, berjalanlah lurus kedepan!" perintah Xeno menaikkan volume suaranya
Clamy sangat terkejut mendengar teriakan seseorang, ia berpikir sedikit lama karena tidak mungkin yang diteriaki itu adalah dirinya, jadi Clamy hanya diam tanpa menjawab dan bergerak.
"Apa kau tidak dengar?, berjalan lurus kedepan!" teriak Xeno lagi, volume yang dikeluarkan kali ini sangatlah tinggi, ia tidak suka menunggu seseorang yang tidak memiliki hubungan dengannya.
Kali ini Clamy merasa jika yang diteriaki itu adalah dirinya, ia benar-benar takut mendengar teriakan Xeno, tapi Clamy mencoba bersikap tenang "berbicaralah dengan santai, tidak perlu berteriak seperti itu padaku" balas Clamy sambil berjalan lurus kedepan
__ADS_1
"Jika kau berani membuka mulut itu lagi, aku akan merobek mulutmu dengan sangat lebar, bahkan aku bisa membukanya hingga mencapai kedua telingamu" ucap Xeno sambil menekan semua perkatannya
Clamy yang mendengar ancaman itu sangat terkejut, ia langsung berhenti berjalan "mereka semua menakutkan, tapi aku sangat penasaran dengan wajah pria ini, apa dia juga tampan seperti tuan muda itu?" batin Clamy
Xeno melihat Clamy hanya berdiri seperti patung, karena sangat kesal ia langsung berjalan kearah Clamy lalu menarik rambutnya dengan kasar sehingga membuat sang pemilik rambut menjerit kesakitan
Arghhhhh
"Lepaskan, ini sakit!" teriak Clamy sambil memegang rambutnya
"Kau sangat lambat!, aku benci menunggu jadi aku sedang berusaha membuatmu berjalan dengan cepat" ucap Xeno dengan kesal
"Tidak perlu menarikku seperti ini, cepat lepaskan!" teriak Clamy sambil menahan sakit di rambutnya
"Aku tidak perduli!" ucap Xeno sambil terus menarik rambut Clamy
Disepanjang lorong, semua staff rumah sakit memandangi mereka berdua, tapi tidak ada seorangpun dari mereka yang berani menegur Xeno ataupun membantu Clamy, karena yang mereka lihat adalah Xeno sang sekretaris yang berhati dingin dan juga kejam, semua orang tau itu, dan juga rumah sakit tempat mereka bekerja masih berhubungan dengan sang sekretaris.
Setelah sampai di parkiran, Xeno menghempas Clamy begitu saja "tidak perlu menarikku seperti hewan!" teriak Clamy marah, ia merasa seluruh rambutnya akan rontok.
Xeno hanya diam, ia melihat kekanan dan kekiri mencari mobil yang dikenakan oleh Zee dan juga Quirin.
Sambil mengusap-ngusap kepalanya, Clamy memiliki sebuah ide "sampai kapan aku memakai penutup ini?, benar-benar sangat mengganggu, aku tidak bisa melihat apapun dan juga penutup ini sangat bau" Clamy berbicara lembut agar Xeno mendengarnya
"Aku memiliki rencana, pertama, aku harus bisa mendekati semua pria ini, jika mereka menyayangiku seperti wanita itu, maka hidupku akan sempurna, dan aku juga bisa membalas semua perbuatan wanita itu serta orang-orang yang meremehkan ku, seperti dokter Ethan" batin Clamy
Setelah mengatakan itu, Clamy tidak mendapat jawaban apapun dari Xeno, Clamy berusaha kembali untuk bertanya "aku sudah bisa membuka penutup mata ini?" tanya Clamy lagi, ia berusaha untuk berbicara dengan Xeno
Mendengar gumaman itu membuat Xeno sangat pusing "kau tidak bisa diam walau hanya satu menit?, mendengar suaramu yang jelek itu membuat telingaku sakit" ucap Xeno marah
"Ba-baiklah" jawab Clamy ketakutan
Bersambung ...
__ADS_1