
Quirin melirik Grizo "Itu hak ku!, tidak ada yang bisa memaksaku memanggilnya dengan sebutan ibu, karena ibuku hanya satu yaitu Farcy Ver" ucap Quirin dengan sorot mata yang tajam
Grizo tersentak kaget, mereka tidak pernah menyebutkan nama lengkap Arcy bahkan Arcy sendiri tidak pernah menyebut nama belakangnya pada sang anak
"Bagaimana dia bisa mengetahui nama belakang Arcy?" batin Grizo
"Terkejut?, sungguh menggelikan" ucap Quirin dengan nada mengejek
Calis serta sang nenek sedikit heran karena melihat Grizo hanya berdiri seperti patung, bahkan saat Quirin menanyakannya kembali dan mengejek dirinya
Quirin tidak memperdulikan tatapan keterkejutan semua orang, ia berbalik dan meninggalkan mereka begitu saja, Quirin melangkah menuju kamarnya dan mengambil semua barang yang dibutuhkan.
Quirin turun dengan tergesa-gesa, di ujung jalan sana ia melihat Lura dijemput oleh teman-temannya, Quirin tidak ingin membuang-buang waktu, ia berlari kecil menuju bagasi mobil lalu menaikinya
"Huh, dasar manusia menjijikkan, aku tidak akan membiarkan anak haram itu lolos begitu saja" ucap Quirin sambil menyetir dengan kecepatan sedang
"Apa aku harus meminta bantuan pada Zee?, tapi sudah lama aku tidak menghubunginya, Sial!, aku tidak tau harus melakukan apa" gumam Quirin sambil memukul stir mobil
"Lupakan saja kemarahan ku padanya, sekarang aku sangat membutuhkan bantuan dia untuk membalas perbuatan monster itu" gumam Quirin
Quirin mengeluarkan ponselnya dan langsung mencari nomor ponsel Zee lalu menekannya, nomor itu tersambung tetapi tidak ada yang mengangkat, hingga membuat Quirin kesal
Tut Tut Tut
"Hah?!, apa-apaan dia?, beraninya tidak mengangkat panggilan ku" ucap Quirin dengan kesal
"Jika dibutuhkan pasti sangat susah dihubungi, dasar tuan muda es!" gerutu Quirin
"Apa aku coba dengan Xeno saja?" pikir Quirin sambil mencari nomor ponsel Xeno dan menghubunginya
"Hallo nona" ucap Xeno dari ujung sana
__ADS_1
"Xeno, apa kau bersama Zee?"
"Tidak, Zee sedang berada di mansion nona"
Quirin berfikir sejenak "Em .... apa aku bisa meminta bantuanmu?" tanya Quirin dengan hati-hati
"Apa itu nona?" tanya Xeno dari ujung sana
"Apa kau bisa meminjamkan beberapa bawahanmu padaku?" tanya Quirin dengan hati-hati
"Maaf nona, kalau itu tidak bisa, semua bawahanku ini milik Zee" jawab Xeno diujung sana
Quirin menghela nafas dengan kasar "Baiklah" ucap Quirin sambil memutuskan panggilannya dengan sedikit rasa kecewa
"Di Inggris ini hanya Zee yang bisa membantuku" gumam Quirin dengan lemah
Quirin menghentikan mobil dipinggir jalan, ia segera membuka laptopnya, tangan lentik itu begitu lincah menari-nari diatas keyboard laptop
Setelah beberapa menit mencari, senyuman manis terbit dibibir Quirin "Dapat, aku tidak perlu mengikuti anak ingusan itu" ucap Quirin tersenyum, setelah semua didalam kendalinya, ia dengan segera memutar arah dan pergi dari sana.
Quirin sedikit ragu untuk pergi kemansion Zee, tapi dirinya menepis keraguan itu demi membalas dendam sang ibu dan juga Quirin asli
Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, sesampai dimansion Zee, Quirin menurunkan kaca mobilnya, semua penjaga langsung mempersilahkan dirinya masuk.
Quirin tanpa ragu-ragu masuk kedalam halaman mansion, ia bergegas turun dan mencari Zee, tapi Quirin tidak menemukan Zee dimanapun
"Xeno berkata dia dimansion?, tapi aku tidak menemukan siapapun disini" gumam Quirin sambil menoleh kemanan dan kekiri
"Nona sedang mencari siapa?" tanya Alica yang berada di belakang Quirin
Quirin tersentak kaget dan langsung berbalik, pasalnya ia membelakangi Alica hingga tidak melihat siapapun
__ADS_1
"Aku sedang mencari Zee, apa dia ada dimansion?, tanya Quirin pada Alica
Alica sempat mematung melihat nona didepannya "Tuan muda ada di kamar nona" jawab Alica dengan sopan
"Terimakasih, kalau begitu aku akan menyusulnya kesana" ucap Quirin sambil tersenyum lalu berjalan keatas menuju kamar Zee
"Dia sangat cantik" ucap Alica tanpa sadar dan masih memandangi Quirin
Saat berada di gudang untuk membersihkan Darla, para maid tidak melihat wajah Quirin, karena Zee menutupi tubuh Quirin dengan dada bidangnya hingga mereka semua tidak mengetahui orang yang ditutupi pandangannya oleh sang tuan muda
Setelah sampai diatas, Quirin mengetuk pintu kamar Zee, namun sudah beberapa kali mengetuk pintu, ia sama sekali tidak mendapat jawaban dari dalam
"Apa dia marah padaku?" gumam Quirin mengernyitkan dahinya
Bersambung ...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏
__ADS_1