
Sebelum Cctv itu mati, Quirin melihat sebuah ruangan classic, tapi dalam ingatan Quirin ia tidak pernah mengingat adanya ruangan itu dimana pun
"Aku akan memulai pembalasan dendamnya dari sekarang, tapi aku harus mencari tau dulu dimana letak Cctv yang telah mati itu" gumam Quirin sambil bangkit dari duduknya
Ia melangkah keluar kamar dan berlari kecil sambil menuruni anak tangga, ia menoleh kekanan dan tidak mendapati siapapun.
Quirin mencari Cctv di ruang dapur, namun dia tidak menemukannya, sampai saat itu Quirin mengingat jika arah Cctv itu terlihat dari ujung maka sudah pasti Cctv itu berada di sudut ruangan.
Quirin mendekati sudut itu dan mendekatinya hingga dirinya seperti mencium dinding itu "tidak ada apa-apa, tapi aku merasa yakin jika arah Cctv itu berasal dari sini" gumam Quirin sambil menjauhkan wajahnya
Quirin kembali mendekatkan wajahnya dan meraba-raba dinding kecil itu, ia seperti merasakan hal yang beda "rata?, apa cctvnya tertanam?" gumam Quirin sambil melihat dengan jeli
Dinding dapur dipakai keramik berwarna hitam hingga tidak ada yang menyadari jika terdapat kamera kecil didalamnya
"Sangat pintar, aku yakin jika yang menanamnya adalah ibu Arcy" gumam Quirin sambil tersenyum
"Aku menemukan satu, sepertinya aku tidak boleh mencari yang lain, lebih baik aku memantaunya saja, jika ketauan oleh Calis, maka aku tidak bisa menuntaskan semuanya, tapi aku harus mencari cctv yang telah mati terlebih dahulu" gumam Quirin
Quirin berjalan pelan sambil melihat dinding-dinding rumah itu, hingga saat ingin keluar rumah Quirin hampir menabrak Calis yang sedang ingin masuk kedalam.
__ADS_1
"Monster" gumam Quirin sambil berbicara di depan wajah Calis
Calis yang mendengar itu mengubah ekspresinya "Apa yang kau katakan?" tanya Calis dengan kesal
"Aku hanya mengatakan monster?, apa kau tidak terima?, dasar wanita murahan, tidak perlu kembali kerumah ini, dan sekalian bawa juga anak haram mu itu" ucap Quirin dengan menekankan kata haram di hadapan Calis
Calis sungguh terkejut mendengarnya, ia membulatkan matanya dengan sempurna
"Terkejut?, aku bahkan sudah mengetahui semua tentang rahasia busukmu itu, jadi jangan terlalu terkejut" gumam Quirin tersenyum smirk sambil melewati Calis begitu saja
Tubuh Calis bergetar hebat, ia sangat terkejut mendengar ucapan Quirin, hingga membuatnya hanya berdiri mematung di depan pintu, ia tidak menyangka jika Quirin bisa mengetahuinya rahasia yang sudah ditutupi selama bertahun-tahun lamanya.
Quirin memutar lehernya kebelakang, ia melihat Calis hanya berdiri mematung seperti figuran "Ini belum seberapa, aku bahkan akan membuatmu lebih ketakutan lagi" gumam Quirin dengan senyum mengerikan dan melanjutkan langkahnya.
"Dia hanya menggertakku saja, aku sangat yakin dia tidak mengetahui seluruh rencanaku" gumam Calis sambil menggelengkan kepalanya kekiri dan kekanan untuk menetralkan isi kepalanya
Calis melangkah kedalam rumah, ia tidak sadar jika dirinya berjalan dengan bergetar, karena getaran tubuhnya yang sangat hebat membuat Calis terjatuh.
Calis merasa heran dengan dirinya sendiri "Kenapa aku bergetar dan jatuh?" gumam Calis sambil melihat tangannya yang masih bergetar
__ADS_1
"Aku tidak mungkin takut dengan ancaman anak lemah itu, karena dia tidak mempunyai bukti atas ucapannya" gumam Calis sambil memikirkan ucapan Quirin
"Ya .... pasti dia hanya menggertak ku saja" ucap Calis sambil tersenyum, ia berusaha bangun sambil memegangi dinding
Sedangkan Quirin sangat sibuk mencari Cctv yang telah mati itu, ia sudah mengelilingi rumah tapi masih tidak menemukan dimana Cctv itu berada "aku sudah berkeliling sangat lama, dan tidak menemukannya, itu pasti tempat tersembunyi" gumam Quirin sambil melihat-lihat setiap sudut rumahnya dan melihat taman yang ada didepannya
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
__ADS_1
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏