Another Person Life

Another Person Life
Operasi


__ADS_3

Xeno kemudian menyuruh Zee untuk menunggu di ruang tunggu, namun Zee tidak bergeming sama sekali, ia ingin tetap menunggu di depan ruangan operasi sambil menyandarkan punggungnya ke dinding dan melipat kedua tangannya


Xeno dan keempat Bodyguard tetap setia dan ikut berdiri di tempat yang bereda-beda, mereka tetap berjaga


Setelah menunggu sekian lama, akhirnya yang di tunggu telah usai


"Ting"


Lampu ruang operasi berubah menjadi warna merah lalu mati, tanda operasi telah selesai, saat pintu operasi terbuka lebar, dokter Al keluar dan berjalan dengan gagahnya, serta tersenyum sumringah memperlihatkan wajah yang tidak ingin dilihat Xeno


Zee yang sedang bersandar mulai berjalan mendekati dokter Al "Bagaimana?" tanya Zee langsung dengan wajah yang terlihat suram


"Tentu saja sukses" ucap Al sombong sambil mengacungkan jempolnya


"Tunggu dulu, ada apa dengan wajahmu?" tanya Al binggung dengan menaikkan alisnya


Wajah Zee yang tadinya suram berubah menjadi sedikit cerah dan tersenyum tipis, saat itu juga semua orang bernafas lega


"Hey, kau tidak cocok menirukan cara Zee berjalan" celetuk Xeno karena ia masih mengingat kejadian saat mereka di dalam ruangan tadi hingga membuatnya ingin membalas dendam pada Al


"Astaga rubah jantan, apa matamu sedang bermasalah?, sini aku periksa" ucap Al sambil membuat gestur, mengayunkan telapak tangan ke atas dan ke bawah pada Xeno


"Apa kau bilang?" ucap Xeno mulai kesal


"Dari tadi aku sudah berhenti, tidak sedang berjalan, kau lihat?, aku sedang berdiri, kau sangat terlambat untuk ingin mengataiku" ucap Al santai sambil tersenyum mengejek


"Hah, karena itu kau bilang mataku sedang bermasalah?" tanya Xeno tersinggung


"Kalau bukan matamu, berarti otakmu?, apa otakmu baru-baru ini bekerja sedikit lebih lambat?, apa itu efek pekerjaan menumpuk?" tanya Al mengolok


"Kau ini.... " ucap Xeno geram sambil mengepal tangannya


"Aku rasa, semua hal yang berhubungan dengan ku, akan menjadi masalah besar bagimu, rubah jantan... saat ini aku sedang berusaha membuat bosmu senang, kau malah mencoba mencari kesempatan, itu adalah cara berjalan orang yang mendapatkan kesuksesan, kau harus tau itu" ucap dokter Al sombong sambil meratakan rambutnya


"Cuih, menjijikkan" ejek Xeno sambil melipat kedua tangannya


"Heii... kauu... jangan meludahiku!" ucap dokter Al geram


Zee hanya melihat pertengkaran itu sambil tersenyum tipis, kemudian salah satu perawat yang binggung, mencoba memotong ucapan dokter "Dokter, apa sekarang kami sudah boleh membawa nona ke kamarnya kembali?"


Zee sekali lagi terpana melihat Quirin yang sedang tertidur dengan wajah cantiknya dan terlihat tanpa beban, ia tertidur sangat pulas karena pengaruh obat bius


"Bawa dia keruangannya" ucap Zee yang mulai berbicara dan berjalan meninggalkan kedua orang yang berdebat itu, Zee ikut mendorong bagian tengah tempat tidur Quirin, diikuti para perawat yang juga mendorong, 3 perawat di bagian kepala, yang salah satunya memegang infus dan 2 lainnya di bagian kaki tempat tidur

__ADS_1


Keempat bodyguard juga mengikuti di belakang untuk berjaga-jaga, mereka harus berhati-hati saat Quirin berjumpa dengan badut bermuka tebal


Saat menyadari kalau mereka berdua ditinggal, Al dan Xeno bergegas mengikuti dan mencoba untuk tidak berdebat lagi, namun saat sedang berjalan, mereka saling senggol-menyenggol untuk menyusul, layaknya anak-anak


Setelah semua sampai di ruangan, para perawat pun keluar dan keempat bodyguard tetap bersiaga di luar, di dalam ruangan hanya ada Al, Quirin, Zee dan Xeno


"Kapan dia akan sadar?" tanya Zee dingin


"tidak akan lama, kau tunggu saja, beberapa hari lagi dia sudah bisa pulang, jadi tolong kau rawat dia dengan baik" ucap Al


"Aku tau" jawab Zee singkat


"Kau tau apa?, berdekatan dengan wanita saja tidak pernah" ucap Al menyindir


Zee melihat dengan tatapan tajam, Al yang di tatap menjadi bungkam tidak berani berbicara lagi, Xeno yang melihat Al terdiam langsung tertawa senang


"Kalau dia terganggu, aku seret kalian berdua keluar" ucap Zee


"Ja... jangan" ucap Xeno dan Al bersamaan


Telepon Xeno tiba-tiba berdering


"Ddrrttt ddrrttt"


"Baiklah, kami akan segera kesana" jawab Xeno sambil mematikan ponselnya


"Zee kita harus kembali keperusahaan, ada pertemuan yang tidak bisa kita tunda lagi"


"Apa kau bisa menggantikanku?"


"Tidak, mereka memintamu untuk datang sendiri, tidak bisa di gantikan, kau terlalu lama bermain-main, seharusnya kau bisa menginjak semut sekecil itu" ucap Xeno kesal


"Aku tidak ingin jati diriku terungkap" ucap Zee datar sambil melihat Quirin


"Hey rubah jantan, Ikuti saja perintahnya, kau kan tau sendiri, kalau identitasnya terbongkar, kelompok itu pasti akan mengincarnya" ucap Al


"Aku tau, tapi kau juga tau kan kalau mereka sudah sangat keterlaluan Al, mereka menyodorkan anak mereka kehadapan Zee, itu membuatku merasa ingin muntah" ucap Xeno


"Sudahlah Xen, Zee juga pasti sudah punya rencana sendiri, kau cukup ikuti saja" ucap Al sambil menepuk pundak Xeno


Zee menghela nafas pelan, ia ingin sekali lepas dari para orang tua itu, namun tidak bisa, karena mereka juga pemegang saham di perusahaan Zee, kalau saja ia membeli saham mereka semua, maka identitas aslinya pasti terungkap dan ia sama sekali tidak ingin itu terjadi


"Selama mereka tidak mengganggu orangku, kau tidak perlu menyentuhnya Xeno" ucap Zee yang sedaritadi melihat Quirin lalu berbalik dan berjalan keluar

__ADS_1


Zee keluar dari ruangan diikuti Xeno dan Al "Jaga dia, jangan sampai wanita aneh itu mendekatinya, kalian mengerti?" ucap Zee dingin dan mengintimidasi


"Mengerti tuan muda" ucap serempak keempat bodyguard sambil membungkuk


Al berjalan meninggalkan ruangan dan kembali keruangannya, Zee dan Xeno meninggalkan rumah sakit menuju perusahaan


Wanita yang tadi menelpon Xeno, menunggu di depan resepsionis dan terus-terusan melihat arloji di tangannya, ia sangat ketakutan, kalau Zee sampai tidak datang, ia akan di marahi oleh para pemegang saham "Bagaimana ini?" gumam wanita itu sambil mondar-mandir


Melihat mobil yang di kenalinya berhenti di depan kantor, wanita itu berjalan menuju pintu luar


Zee turun dengan memancarkan aura yang dingin dan mendominasi pancaran kharismanya, ia berjalan memasuki kantor dan Xeno hanya mengikuti dari belakang


Wanita itu langsung menghampiri Zee dan ia berjalan tepat disamping Zee, ia juga termasuk salah satu orang yang ingin mencari kesempatan untuk mendekati bosnya


"Bos, mereka sudah menunggu di dalam ruangan, tapi..." ucap wanita itu, gugup untuk melanjutkan kalimatnya


Zee yang mendengar ucapan wanita itu tiba-tiba terpotong, "Tapi apa?" tanya Zee dengan tidak melihat kearah wanita dan tetap berjalan lurus kedepan


"Me... mereka sekarang membawa anak gadisnya" ucap wanita itu sambil menatap Zee dan terus bergeser mendekatinya, tinggal beberapa centimeter lagi, ia sudah berhasil mengenai lengan baju Zee


Namun, Xeno yang melihat gerak-gerik wanita itu tidak tinggal diam, ia berjalan menerobos ke tengah-tengah, antara Zee dan wanita itu, kemudian ia berjalan sejajar di samping mereka berdua


"Kau ingin di pecat?!" ucap Xeno dingin


"Kau itu asisten siapa?!" tanya Xeno lagi


Bersambung....


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2