Another Person Life

Another Person Life
Fatamorgana


__ADS_3

Quirin yang mendengar ucapan Grizo begitu geram "aku tidak tau ayah" gumam Quirin sambil menggeretakkan gigi dan mengepal kuat kedua tangannya.


Quirin mencoba menetralkan amarahnya, ia mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan "aku akan memanggil polisi untuk menyelidiki kematian nenek" ucap Quirin sambil mengeluarkan ponselnya.


Quirin berdiri dan menjauh dari Grizo, ia menekan tombol di ponselnya dan panggilan itu langsung tersambung kekantor polisi, tanpa basa-basi ia mengatakan segalanya pada polisi.


Quirin mematikan ponselnya dan berjalan mendekati Grizo "ayah, mereka akan segera tiba, ayah tunggu saja disini biarkan aku menjemput para polisi itu" ucap Quirin sambil melangkah keluar


Saat melangkah keluar Quirin memukul dinding dengan tangan kosong "tidak punya kesalahan?, bisa-bisanya dia mengatakan hal yang paling tidak ingin aku dengar. nenek tua itu bahkan berani membuat cucu kandungnya menderita, kematian tragis yang kuberikan memang pantas untuknya. aku akan bertaruh karena sebentar lagi aku akan membuat hatimu merasa tercabik-cabik hingga kau akan merasa malu untuk menemuiku" cibir Quirin sambil menggeretakkan giginya.


Bahkan setelah memukul dinding Quirin tidak merasakan sakit, karena rasa sakit fisik itu selalu kalah dengan rasa sakit yang ada dihatinya "betapa menyedihkannya hidupmu, kau bertahan demi orang tua itu, tapi lihatlah dia, dia bahkan menangis saat ibunya tiada. perlakuannya yang seperti ini tidak berlaku untukmu, padahal dulu kau selalu berada ujung kematian tapi dia bahkan tidak berusaha untuk mencari keberadaan mu. lalu sebutan apa yang cocok untukmu?, fatamorgana ... mirip seperti itu sebutan itulah yang cocok denganmu karena kau ada tapi tidak pernah dianggap ada olehnya" gumam Quirin tersenyum sinis sambil menggelengkan kepalanya pelan


Saat berada diujung tangga, Quirin melihat Clamy sudah terduduk lemas di atas rerumputan "ada apa denganmu?" tanya Quirin sambil menatap Clamy


"Aku tidak bisa melihat banyak darah nona, itu membuat perutku teraduk, bahkan sekarang aku merasa sangat lemas" ucap Clamy sambil memegang perutnya.


"Tidak perlu dipikirkan, beberapa hari ini kau tidak bisa berada disini karena aku harus mengurus keluargaku, jadi sementara kau pergilah, panggil manangermu untuk menjemputmu disini" ucap Quirin sambil meninggalkan Clamy sendirian disana.


Clamy mengangguk setuju, baginya rumah keluarga Alister sangatlah menyeramkan, ia memang berfikir untuk tidak berada dirumah ini lagi.

__ADS_1


Dalam langkahnya Quirin tertawa kecil "ini pelajaran untukmu agar tidak terlalu menikmati kemewahan yang aku berikan begitu saja" gumam Quirin lalu mengubah wajahnya menjadi senyuman menyeramkan.


Clamy berjalan masuk kedalam rumah dengan langkah sempoyongan, ia kembali ke kamarnya dan mengemas semua barang yang di berikan oleh Quirin, termasuk ponsel yang ada diatas tempat tidurnya, ia langsung menekan sebuah nomor dan setelah panggilan itu tersambung, tanpa basa basi Clamy langsung meminta mereka untuk datang "jemput aku di kediaman Alister" ucap Clamy sambil melangkah keluar kamar disertai paperbag yang ada di tangannya.


Lura yang baru saja keluar kamar tidak sengaja melihat Clamy keluar dari kamar dengan terburu-buru "kau mau kemana?" tanya Lura yang tiba-tiba berada di belakang Clamy


Clamy sedikit terkejut dengan keberadaan Lura, tapi ia langsung menjawab pertanyaan itu "menjauh dari rumah ini" jawab Clamy sambil mempercepat langkahnya


Mendengar nada bicara tidak mengenakkan, Lura mengernyitkan dahinya "apa maksudmu?" tanya Lura sedikit kesal


Clamy menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang "keluargamu ini mempunyai banyak musuh, aku tidak ingin berada dirumah yang menyeramkan ini, kau bisa lihat sendiri dari kondisi tubuh nenekmu, aku tidak ingin mati seperti itu jadi lebih baik aku keluar dari rumah ini" ucap Clamy dan melanjutkan langkahnya.


Saat sudah berada di pintu gerbang, Clamy melihat sekelompok polisi sedang berbicara dengan Quirin "nona, kami mendapat sebuah panggilan tapi panggilan itu meminta kami datang kekediaman Alister untuk menyelidiki kasus kematian nyonya besar Alister" ucap salah satu polisi untuk memberitahukan maksud dan tujuannya


"Benar, aku yang memberitahu kalian dan aku juga sudah menceritakan segalanya, tapi sekarang kita tidak punya banyak waktu, saat ini aku benar-benar sangat membutuhkan bantuan kalian" ucap Quirin sambil bersiap-siap untuk pergi keruang bawah tanah.


Saat Quirin berbalik, ia melihat Clamy sudah berada diantara mereka dengan membawa paperbag, salah satu polisi yang melihat itu langsung menghentikan Clamy "maaf nona, sekarang waktunya kami melakukan investigasi, selagi kami menjalankan prosedur tidak ada yang boleh seorangpun keluar dari rumah ini, tolong kerjasama dengan kami nona" ucap salah satu polisi


Clamy terkejut mendengar penuturan sang polisi "a-apa?, tolong biarkan aku pergi, aku harus keluar sekarang karena memiliki pekerjaan penting" ucap Clamy sedikit memohon

__ADS_1


"Tolong kerjasamanya nona" ucap polisi tetap menghadang jalan Clamy


Clamy menoleh kearah Quirin "nona, aku tidak ingin berada disini" ucap Clamy memeohon


"Aku tidak bisa berbuat apa-apa, kau tinggallah disini sebentar lagi, biarkan mereka memeriksa mu, semakin cepat mereka memeriksa mu maka semakin cepat juga kau pergi" ucap Quirin sambil mengajak kembali para polisi itu untuk menuju keruang bawah tanah.


Semua anggota polisi mengangguk dan beberapa orang mengikuti langkah Quirin sisanya berjaga di depan kediaman alister.


"Baik nona" ucap Clamy dengan nada pelan sambil menggeretakkan giginya


"Sial, aku terjebak dikeluarga yang mengerikan ini, jika aku tau keadaannya seperti ini maka aku pasti langsung menolak ajakannya untuk tinggal di kediaman ini" gumam Clamy sambil duduk di dekat gerbang kediaman Alister.


***


Alpha sudah mengetahui tentang siapa-siapa saja yang mengincar sterfolia group, sebagian dari mereka tidak memiliki data apapun.


"Mereka bukan lawan yang mudah, pantas saja kau berhati dingin dan tak ingin orang lain mengetahui wajah pemilik perusahaan itu, karena sebagian dari mereka telah menutupi identitas sehingga tidak bisa didapatkan begitu saja" gumam Alpha sambil membolak balikkan sebuah kertas yang ada di tangannya.


Bersambung ...

__ADS_1


Jika author memiliki kesalahan dalam menulis, kalian jangan ragu-ragu memberi kritikan, terimakasih 🙏


__ADS_2