
"Kenapa kau berteriak?, bukankah kau melakukan hal yang sama pada Xura?" tanya Quiran dengan wajah polos.
Awalnya Cassi ingin berteriak keras, tapi ketika mendengarkan perkataan Quiran, ia teringat ketika dirinya sedang menyayat tubuh sang kakak.
Cassi sangat kaget ketika dirinya mengingat kenangan itu, ia pun mulai menggelengkan kepalanya dengan pelan "Tidak!, tidak!, dimana kakak?, jangan lakukan ini padaku!" teriak Cassi yang terus menangis dan menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya.
Quiran yang mendengar itu mengerutkan dahinya "Apa kau mencarinya untuk meminta maaf?, berhentilah bermimpi, dia sendiri bahkan ingin membunuh mu" ucap Quiran dengan santai.
Cassi bahkan tidak yakin dengan perkataan Quiran "Tidak!, kakak tidak seperti itu, semua itu pasti ulahmu, kakak sangat menyayangiku, jadi dia tidak akan melakukan hal itu padaku, katakan padaku di mana kakak!" teriak Cassi dengan mencoba membuka matanya perlahan-lahan.
Quiran yang mendapat tuduhan itu merasa sangat jengah, "Cih, dasar manusia tidak tau malu, di saat seperti ini kau mengingat bahwa Xura sangat menyayangimu, tapi ketika kau membunuhnya kau bahkan lupa bahwa keluarga Xura sangat tulus menyayangimu, aku benar-benar membenci tipe orang seperti mu" ucap Quiran sambil berdecih dan memutar bola matanya dengan malas.
Cassi sontak terkejut, ia mulai membenarkan perkataan Quiran, sejak awal yang membawanya ketempat ini adalah Xura, bahkan kakak nya tertawa keras ketika melihat Kai melewati rintangan yang di berikannya, wajah Cassi mulai menunjukkan raut wajah bersalah, jika bukan dirinya yang membunuh sang kakak, semua ini pasti tidak akan terjadi pada dirinya dan Kai.
"Dimana kakak?, aku ingin meminta maaf padamu kak, sekarang mari kita lupakan dendam ini dan kita memulai hidup dengan damai" ucap Cassi dengan air mata mengalir.
__ADS_1
Cassi mulai menyadari kesalahannya, sekarang ia bahkan meminta maaf dan mencoba menarik Quiran untuk memaafkannya agar dirinya bisa hidup dengan sang kakak.
"Di saat seperti ini kau bahkan bisa membuat lelucon, jika aku menjadi Xura, aku akan memilih untuk melempar mu ke kandang singa, karena aku tidak ingin mengurus adik cacat sepertimu, kau bahkan tidak mempunyai dua tangan dan satu kaki, juga jika aku jadi kau, aku lebih memilih untuk mati saja haha .... " ucap Quiran dengan tawa yang menggelegar.
Cassi yang mendengar ejekan itu tampak menggigit bibirnya dengan sangat kuat, ia benar-benar kesal karena Quiran terus mengejeknya sambil tertawa dengan keras.
Cassi ingin sekali berbicara dengan Xura, tapi Quiran terus memberikannya ucapan omong kosong yang bisa membuat Cassi merasa menyesal dan meminta maaf.
"Sudahlah, waktu ku tidak banyak, jadi aku akan membereskan mu terlebih dahulu" ucap Quiran sambil mengayunkan pisau yang ada di tangan nya.
Arrgghh
Arrgghhh
Quiran menyayat tubuh Cassi terus menerus, bisa di lihat bahwa sayatan itu sudah mencapai tulang Cassi, keempat pria itu bahkan terlihat menutup mulut mereka dengan rapat karena mereka bisa membayangkan seberapa sakit sayatan itu.
__ADS_1
Darah mulai keluar dari tubuh Cassi, pakaian yang di kenakan nya bahkan sudah tersayat habis, hanya menyisakan tubuh polos Cassi yang sudah tersayat.
"Ugh, aku sangat jijik melihat tubuh mu itu" gumam Quiran sambil melempar pisau yang ada di tangannya ke sembarang arah.
Quiran berdiri dan tetap memandang wajah Cassi, "Pergilah dengan rasa penyesalan mu itu, Kau yang sangat terobsesi dengan harta tidak cocok di lahiran ke dunia ini lagi. Jadi jika ada reinkarnasi, aku berharap kau tidak pernah menjalankan proses itu dan tetap berada di alam baka" ucap Quiran dengan tersenyum sumringah.
Cassi melirik kearah Quiran, ia bisa mendengar seluruh perkataan Quiran, Cassi bahkan tidak mampu untuk membuka suaranya karena Quiran memotong tenggorokan Cassi dengan sangat dalam sehingga bisa mempengaruhi suara Cassi.
Quiran melihat Cassi hanya meliriknya, ia tau bahwa Cassi ingin berbicara padanya, tapi Quiran justru tersenyum mengejek "suaramu sangat jelek, aku tidak suka mendengarnya, jadi kau bisa menyimpan suaramu itu" ucap Quiran sambil tersenyum manis dengan hawa di sekeliling nya yang begitu sangat menyeramkan.
Cassi menahan sakit yang luar biasa, ia bahkan menitikkan air mata dengan sangat deras "Kakak maafkan aku yang sudah merebut semua milikmu, saat itu aku di butakan oleh kemarahan, aku bahkan membunuh papa yang begitu menyayangi ku, dan merebut pacar yang sangat kau cintai, padahal kau berniat untuk tidak membuatku kesusahan dalam mengelola perusahaan agar membiarkanku hidup dengan harta yang kau hasilkan saja, tapi aku justru salah paham padamu dan gelap mata karena itu. Sekarang aku sungguh menyesal telah melakukan semua itu pada mu kak, jika ada ada reinkarnasi, aku berharap kau mendapatkan adik yang lebih baik dari ku. Dan aku juga berharap kau bisa hidup dengan keluarga baru mu yang sekarang. Maaf karena sudah menyusahkan mu dan menjadi adik yang tidak berguna ... " batin Cassi yang perlahan-lahan menutup mata nya.
"Jika aku membiarkanmu berbicara, kau hanya akan mengatakan permintaan maaf, jika itu terjadi, aku yakin tangan ini akan menghalangiku untuk membunuhmu, jadi lebih baik kau menghilang dari dunia ini dengan membawa penyesalan itu" batin Quiran sambil melirik Cassi yang sudah tak bernyawa.
Bersambung ...
__ADS_1