
Mendengar kata tidak membuat Xia menatap Quirin dengan tajam "bilang saja jika kau iri, lihat ia artis papan atas yang sangat cantik" ucap Xia bangga
"Iri?, apa wajahku terlihat sangat iri dengannya?, Aku cantik, putih, tinggi satu meter kotor, lalu apa yang harus aku iri kan dalam dirinya itu?" ucap Quirin datar sambil masih melihat TV
Xia menatap Quirin dalam diam setelah mendengar ucapannya, namun setelah mencerna ucapan Quirin, membuatnya Xia tertawa "pfftt, haha....satu meter kotor?, bilang saja jika kau pendek" ucap Xia sambil tertawa terbahak-bahak
Xeno juga sama seperti Xia, ia yang mendengar ucapan Quirin juga ikut tertawa "Haha....nona kau sangat lucu, tidak perlu memakai bahasa halus jika bisa berkata fakta" ucap Xeno ikut tertawa dengan Xia
Zee yang berada di taman sedang memikirkan banyak hal, kini membuat lamunannya buyar setelah mendengar suara tawa yang menggelegar dari ruang tengah.
"Mereka sangat berisik" ucap Zee beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri mereka yang berada di ruang tengah
Setelah sampai diruang tengah, Zee langsung menghentikan mereka "Diam" ucap Zee datar sambil ikut duduk di samping Quirin, ia juga melihat TV yang sedang menyala
Seketika membuat Xeno dan Xia menjadi diam, mereka melihat Zee duduk dengan menampilkan ekspresi dingin menatap lurus kedepan
"Apa yang difikiran tuan muda sekarang?" batin Xeno melihat Zee hanya diam menatap layar
Quirin menatap Zee yang berada disebelahnya dengan aneh "Tidak biasanya dia seperti itu, sepertinya aku sedikit paham akan situasi ini" batin Quirin
***
__ADS_1
"Sebentar, sepertinya aku melupakan sesuatu?" gumam Xura sambil berfikir, setelah sudah lama berfikir ia baru mengingat beberapa hal yang telah terlupakan
"Aku melupakan perusahaan Xura, bagaimana aku bisa sampai lupa" ucapnya lagi sambil menepuk dahinya sedikit keras dan langsung bangkit dari kursi
Dalam beberapa hari terakhir, Xura sudah sangat memikirkan bagaimana cara memasuki perusahaan, ia sudah meyakinkan dirinya sendiri untuk bersikap sebagai Xura dalam perusahaan itu
"Sekarang aku sudah sembuh total, jadi aku harus mengurus perusahaan Xura sebelum aku berangkat ke inggris, jika aku tidak pergi memantau perusahaan itu. aku takut usaha yang selama ini dia bangun dengan susah payah, kini akan berakhir menjadi sia-sia" ucap Xura bersemangat dam meyakinkan diri sendiri
Awalnya ia sangat takut untuk memasuki perusahaan, kini semua sangat berbeda, sekarang mau tidak mau ia harus memimpin sebuah perusahan ternama, tubuh yang dimasuki olehnya adalah seorang pengusaha, selama masih berada didalam tubuh itu ia harus mempersiapkan diri untuk menggantikan sang pemilik tubuh
Xura pergi kekamarnya untuk mempersiapkan diri, ia sudah berdandan layaknya seorang Xura yang asli, dalam ingatannya Xura tampil sangat elegan dan suka memakai pakaian yang formal kemanapun dia pergi
"Sudahlah, aku harus pergi sekarang, tidak ada waktu memikirkan pakaian" ucap Xura sambil melangkah keluar kamar dan segera mencari Alpha
Xura melihat Alpha yang masih berada di ruang tengah, Xura sambil mendekati Alpha dengan langkah pelan
"Alpha, apa aku boleh pergi keluar sebentar?" tanya Xura hati-hati
"Boleh, tapi kamu harus ditemani pengawalku" ucap Alpha cepat sambil menyesap kopinya
Xura terdiam seperti sedang berfikir "Jika aku menolaknya, Alpha tidak akan memberiku izin" batin Xura
__ADS_1
Alpha melihat Xura berfikir membuatnya sedikit mengeryitkan dahi "Jangan menolak, ini demi keselamatanmu" ucap Alpha tersenyum
"Baiklah" ucap Xura pasrah
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏
__ADS_1