
Gilma terkejut mendengar suara teriakan, ia pun membuka matanya dan menoleh kesamping. Dan ketika ia melihat Zee, Gilma melototkan. matanya dengan sempurna.
"Tidak!, tidak!, aku tidak membunuh kak!, tujuan ku hanya untuk membunuh Zee saja!" teriak Gilma sambil menangis dan berteriak keras.
Zee dan lebar terkejut mendengar perkataan Gilma, keduanya bahkan tampak mematung, Zee bahkan terpaku mendengar perkataan Gilma, jantung Zee mulai berdetak cepat dan terasa sangat menyakitkan, seolah dirinya di tusuk oleh ribuan jarum.
"Pergi kalian semua!, Aku sengaja merusak aliran listrik mobil itu agar bisa membuat Zee mati, dan aku juga tidak sengaja melepas oksigen kakak!, aku tidak pernah melakukan itu dengan sengaja kepada kakak!" teriak Gilma dengan sangat kuat.
Leva pun mulai mendongakkan wajahnya, ia melihat Zee berdiri seperti patung dan live juga dapat mendengar suara detak jantung Zee yang berdetak sangat cepat.
"Sialan!, jadi selama ini kau ingin membunuh anakku!" teriak Leva dengan keras.
Lalu Leva pun melepas pelukannya dari Zee dan langsung melepas selang infus yang ada di tangan Gilma dengan sangat kasar dan juga Leva tidak lupa menarik alat bantu pernafasan Gilma.
"Dasar manusia tidak waras!," teriak Leva menggebu-gebu sambil menampar pipi Gilma berulang kali.
Gilma langsung tersadar dan berteriak kesakitan.
"Sakit!, hentikan!" teriak Gilma dengan sangat kuat.
__ADS_1
Xura bahkan terkejut melihat aksi Leva, ia mengira bahwa Leva adalah orang tua yang lembut, tapi ternyata dugaannya salah, Leva bahkan jauh dari kata lembut.
"Bibi ini benar-benar luar biasa" batin Xura yang tengah menonton pertunjukan itu.
Al, Staren, Arnius, Gavin dan Xeno baru saja tiba, mereka juga bahkan ikut terkejut melihat sikap Leva yang sangat brutal.
Gilma merasakan sakit di pipi kanan dan kiri, ketika ia membuka matanya, ia justru di kejutkan dengan wajah Leva yang sedang menatapnya dengan tajam.
"Selama ini Zee bahkan sudah menuruti keinginan mu, tapi ternyata kau justru ingin membunuhnya!" teriak Leva sambil samb memegang pisau dan merusak infus yang tengah bertengger di depannya.
Kini air infus itu tumpah tepat di tangan Gilma, spontan saja hal itu membuat Gilma kembali berteriak keras.
Aarrgghhh
Tapi Gilma justru melihat mereka tampak tidak ada yang merasa kasihan padanya, kali ini Gilma benar-benar merasa terintimidasi.
Karena Gilma melihat semua orang tengah menatapnya dengan tajam, ia tidak menyangka bahwa semua orang kini sudah mengetahui rahasianya.
Dengan menahan rasa sakit itu, Gilma tetap berusaha membuat mereka semua berpihak padanya. "Percaya padaku, aku tidak melakukan apapun" ucap Gilma sambil menangis agar bisa meyakinkan orang-orang itu.
__ADS_1
Saat Gilma menggerakkan sedikit tangannya, ia merasakan sakit yang luar biasa, "Kenapa rasanya sangat menyakitkan" batin Gilma sambil melirik ke tangannya.
Gilma melihat tangannya tengah terbalut dengan rapi, tapi ia justru melihat darah yang sudah kering di tempat tidur dan juga di pakaiannya.
Kini Gilma teringat akan sesuatu, mata itu pun mulai tertuju pada satu wanita, "Kau!, kau yang telah melakukan semua ini padaku!" teriak Gilma yang tidak terima dengan kenyataan itu.
Leva yang sudah tidak tahan dengan ocehan itu, langsung menggoreskan tangan Gilma dengan pisau.
Aarrgghhh
Mata semua orang kini mengarah pada tangan Leva, semua mata itu bahkan melotot dengan sempurna.
Mereka bisa melihat balutan itu ikut terbelah serta dengan bungkusan di dalamnya. Kini mereka melihat tangan Gilma telah memiliki lima lubang.
Lalu semua mata mulai tertuju pada satu orang, siapa lagi kalau bukan Xura, sedangkan Leva tidak tau menahu dengan hal itu, tapi ia terlihat tampak tidak terjadi apapun.
Ia justru terkejut karena hanya mendengar suara tangisan Gilma, dan tidak begitu riuh, lalu ketika mata Leva menoleh ke belakang, ia melihat semua orang tengah menatap kearah Xura.
Leva merasa sangat binggung dan mulai bertanya "Ada apa?" tanya Leva
__ADS_1
Bersambung ..