Another Person Life

Another Person Life
Rumah Yvon


__ADS_3

"Satu masalah sudah terselesaikan, sekarang harus menyelesaikan masalah berikut nya" gumam Quirin sambil melangkahkan kaki nya keluar.


Setelah mereka keluar, kini ketiga nya pun langsung masuk kedalam mobil. Suasana di dalam mobil tampak hening.


"Aku mendengar Vini mengatakan wajah Xura mirip dengan mantan mu yang telah tiada. jadi, apa kau sengaja merubah wajah ku mirip seperti dia?" tanya Quirin sambil melirik kaca.


Alpha yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas "Maafkan aku nona" ucap Alpha sambil menunduk.


Quirin melihat ketidakberdayaan Alpha, ia pun menutup matanya lalu menjawab "kau tidak perlu merasa khawatir, karena aku merasa takdir kita telah di di kendalikan oleh seseorang, maka itu aku yakin semua ini pasti baik-baik saja, dan aku juga tidak menuntut mu atas operasi yang kau lakukan di seluruh tubuhku" ucap Quirin memberikan pengertian pada Alpha.


Zee yang mendengar itu bahkan terkejut "apa maksud mu?" tanya Zee sambil melihat kearah Quirin.


"Kau akan tau segalanya ketika kita semua berkumpul" ucap Quirin sambil melihat kearah Zee.


Zee yang mendengar itu hanya bisa mengangguk, karena Zee juga membenarkan perkataan Quirin, bahwa takdir mereka telah di kendalikan oleh seseorang.


Jika tidak?, bagaimana mungkin mereka semua bertemu dengan cara yang tidak masuk akal?, semua itu terus berputar di kepala Zee.


"Benar, jika di pikirkan, maka semua yang sedang kami jalani sungguh sangat tidak mungkin" batin Zee


"Sekarang waktunya kita menemui Yvon" ucap Quirin sambil melirik kearah Alpha melalui kaca.


Alpha tersentak kaget, ia yang duduk di belakang langsung menatap ke depan "Apa nona yakin?, kau sendiri mengetahui bahwa kami tidak menceritakan apapun pada Yvon" ucap Alpha.


"Mau tidak mau kita harus menceritakannya, lagipula, aku sangat ingin mengakhiri semua ini dan mencari tau tentang jiwa kami yang tertukar" ucap Quirin dengan yakin.


"Baiklah, aku akan mengikuti arahan dari nona" ucap Alpha lalu menyandarkan kepalanya pada mobil.


Quirin menunjukkan jalan pada Zee, dan alpha yang berada di belakang melihat ke serasian mereka "semoga kau lekas pulih dan kita akan berjalan bersama, aku sungguh sangat merindukan mu" batin Alpha sambil tersenyum tipis dan langsung menutup matanya.


Setelah sampai di depan gerbang rumah Yvon, keduanya membangunkan Alpha dan keluar dari mobil.


Seni yang di tampilkan cukup elegan, rumah dengan tampilan tak biasa itu pun membuat mata Zee dan Alpha terpana.

__ADS_1


Alpha tak pernah sekalipun melihat rumah Yvon, mereka selalu bertemu di rumah nya atau pun di kantor saja.


"Menakjubkan" ucap Alpha.


Penjaga gerbang menghampiri mereka, "tuan dan nona ingin mencari siapa?" tanya penjaga itu.


"Bisakah kami bertemu dengan nona Yvon?, kami memiliki urusan penting dengannya" ucap Quirin walau dirinya sudah sangat mengenal penjaga itu, tapi ia sadar bahwa dirinya bukanlah Xura yang dulu.


"Mohon maaf nona, bisakah nona menunjukkan tanda pengenal?," tanya penjaga itu dengan sopan.


Quirin meminta tanda pengenal Zee, wawasan para penjaga itu sangatlah luas, merek mengetahui segala sesuatu tentang kalangan atas. Ibu Yvon melatih mereka agar para penjaga itu lebih berhati-hati, karena musuh bisa datang kapan saja dan dengan kesempatan sekecil apapun.


Zee memberikannya pada Quirin, lalu Quirin memperlihatkan pada penjaga itu, Disana tertera nama Zephyr Faresta, CEO Aquatic Corp.


Para penjaga yang melihat itu langsung melototkan matanya, ia tersenyum dan langsung mempersilahkan ketiganya untuk masuk kedalam.


Mereka pun langsung memasuki mobil dan masuk ke pekarangan rumah Yvon.


Pintu terbuka secara otomatis, Quirin langsung masuk dan duduk di sofa yang tidak terlalu jauh dari pintu masuk.


Sedangkan Alpha masih setia berdiri di samping Quirin, Quirin mengerutkan dahi nya sambil melihat Alpha yang masih berdiri.


"Duduk lah, semua ini sangat canggih, ibu nya sang arsitektur dengan bayaran tinggi, jadi tidak perlu sungkan, lakukan sesuka mu disini" ucap Quirin sambil duduk menyilang kan kaki.


Alpha yang mendengar itu merasa perkataan Quirin sangat tidak wajar, bagaimana mungkin mereka orang baru melakukan hal sesuka hati di rumah orang lain. Lantas apa yang akan di katakan tuan rumah tentang attitude mereka?.


"Apa dia ingin menjerumuskan ku?, dia mengatakan itu dengan sangat mudah karena telah mengenal Yvon dan ibu nya walau dengan wajah yang berbeda, sedangkan aku tidak" batin Alpha kesal.


Alpha langsung duduk di sofa tepat di depan Quirin, tiba-tiba saja seorang wanita yang terlihat masih muda turun dengan wajah yang masih cantik turun dengan anggun.


"Kalian siapa?" tanya wanita itu dengan suara rendah.


"Hai, nenek tua" sapa Quirin dengan tersenyum smirk tanpa menoleh ke belakang.

__ADS_1


Zee dan Alpha terkejut melihat Quirin menatap tuan rumah dengan tidak sopan. Namun mereka tidak ingin mengatakannya.


Spontan wanita itu terkejut dengan sapaan yang begitu familiar, tapi ia mengingat bahwa orang yang sangat menyebalkan itu tengah terbaring di rumah sakit, dan hal itu membuat wanita itu marah.


Wanita itu mengerutkan dahi nya "Siapa kau?, beraninya kau menyapa ku dengan tidak sopan padaku" ucap wanita itu dengan tetap melangkahkan kaki nya dengan pelan.


"Oh aku sangat sedih, kau benar-benar telah melupakan ku" ucap Quirin dengan tertawa kecil .


"Aku tidak mengenalmu, jadi berhentilah bersikap akrab dengan ku" ujar wanita itu sambil melangkah dan duduk di sofa single dan menyandarkan tubuhnya.


"Kau yakin tidak mengenal penolong anakmu?, jika tidak aku, maka aku sangat yakin jika anak mu saat itu juga akan mati di tangan para berandalan itu" ucap Quirin dengan tersenyum smirk.


"Apa!?" ucap wanita itu dengan terkejut.


Pasalnya, yang tau kejadian itu hanyalah Xura seorang, karena dirinyalah yang telah menolong Yvon pada saat itu.


"Bagaimana kau tau?" tanya Wanita itu dengan memajukan tubuh nya.


"Tentu saja, karena aku yang telah menolong anakmu, apa kau tidak mendengar perkataan ku tadi orang tua?" ucap Quirin tersenyum smirk.


"Tapi ... " perkataan wanita itu langsung di potong oleh Quirin.


Wajah Quirin berubah menjadi tampak serius "Hei nenek tua yang cerewet, aku tidak ingin menjelaskan sebelum kau menjawab dengan dengan jujur. Apa kau yang telah mendesain taman yang ada di balik dinding besar di mansion keluarga Alister?" tanya Quirin dengan nada datar.


Lagi dan lagi, wanita itu terkejut. "Sebenarnya kau siapa?, bagaimana kau tau mengenai semua itu?" ucap wanita itu sambil berdiri dengan menatap Quirin dengan tajam.


"Tubuh dari anak Farcy Vermilion yaitu Quirin Zeline Alister dengan jiwa Vixura Auristella Xavier" ucap Quirin dengan datar.


Wanita kini terduduk sambil memegang kepalanya, ia bahkan sangat syok mendengar perkataan Quirin.


"Tidak mungkin" ucap wanita itu dengan menunduk.


"Aku tidak ingin berlama-lama, aku sudah memperkenalkan diriku, sekarang waktunya untuk mendengarkan penjelasan mu, bibi Arniva" ucap Quirin dengan wajah serius.

__ADS_1


Mendengar itu Arniva langsung mendongakkan wajahnya, ia menatap Quirin dengan serius. Arniva yakin jika wanita yang ada di depannya adalah Xura, karena dulu Xura memanggilnya bibi Arniva, maka dia pasti dalam mode serius.


Bersambung ...


__ADS_2