
Quirin berbalik dan melihat Zee berdiri di depan lift, ia mulai berjalan dengan menampilkan wajah yang tidak bersahabat, bahkan ia tidak memperdulikan Zee yang menatapnya
Saat Quirin ingin melewatinya, Zee memegang tangan Quirin hingga membuat Quirin menghentikan langkahnya "apa kau akan turun dengan wajah berantakan seperti itu?" tanya Zee tanpa menoleh
"Bukan urusanmu!, lindungi saja teman bodohmu itu!, aku yakin kau mendengar ucapan kami, jadi aku tidak perlu menjelaskan cerita keseluruhannya, intinya jika kecelakaan ini meninggalkan bekas luka cacat untuk Xia, maka aku tidak akan segan membunuhnya" jawab Quirin dengan dingin tanpa menoleh kebelakang
Quirin menghempaskan tangan Zee dengan kasar "Jika aku tidak bisa membunuhnya, maka aku bisa meminta bantuan Quiran, kau juga tau betapa ganasnya dia, jadi saranku lebih baik kau berdoa untuk temanmu itu!" ucap Quirin lalu berjalan memasuki lift
Zee berbalik dan melihat kearah Quirin, sebelum pintu lift tertutup Quirin berbalik hingga pandangan keduanya bertemu dan mereka berdua saling menatap tanpa berkedip sampai pintu lift tertutup rapat lalu menghilang
Zee menghembuskan nafas dengan kasar "mau sampai kapan dia emosional seperti itu?, saat menjadi Xura dia terlihat sangat elegan, tegas dan berwibawa, berbanding terbalik dengan dirinya yang sekarang" gumam Zee sambil berjalan mendekati Al
"Apa benar Clamy yang menyebabkan Xia seperti itu?" tanya Zee dengan datar
"Aku benar-benar tidak tau, saat turun dari mobil aku melihatnya tubuhnya sudah bersimbah darah, begitu sampai rumah sakit aku langsung menangani Xia, bahkan aku tidak memiliki waktu untuk mengganti pakaian" ucap Al langsung menduduki bokongnya dikursi lalu meremas rambutnya dengan kuat
Zee melihat Al sangat berantakan, baju yang terkena noda darah bahkan rambut acak-acakan
"Siapa yang melakukan ini?, trik yang sangat menjijikkan, aku harus menangkapnya" ucap Al sambil mengepal tangannya
"Tidak perlu" ucap Zee dengan datar
Al langsung menoleh kearah Zee "Apa maksudmu?, aku harus mencari tau siapa dalang dibalik kecelakaan ini" ucap Al dengan mengerti heran
"Dia sudah mulai bergerak, tugasmu sekarang adalah tidak meninggalkan luka cacat ditubuh Xia" ucap Zee dengan datar
"Bergerak?, siapa?" tanya Al dengan heran
"Quirin sudah mulai bergerak mencari pelakunya" ucap Zee sambil menyandarkan tubuhnya didinding
Vano baru tiba, ia melihat Zee sudah bersama dengan dokter Al "Bagaimana keadaan Xia dokter?" tanya Vano dengan datar
Biarpun Vano kesal melihat Al namun dirinya juga tidak bisa membenci Al
__ADS_1
Al melihat kearah Vano, ia sangat merasa bersalah, karena demi membuat Vano cemburu dan juga melarikan dari masa lalu, sehingga bisa membuat orang terdekatnya terluka, biarpun hanya menduga-duga siapa pelakunya, Al tetap aja merasa bersalah dengan itu
"Apa kau sudah makan?, wajah mu sangat pucat, setelah mendonorkan darahmu, kau harus menambah nutrisi untuk tubuh" ucap Al sambil melihat kearah Vano
"Tidak perlu menghawatirkan ku, aku bisa menjaga tubuhku sendiri dan akan menunggunya disini, dokter sudah bisa membersihkan diri" ucap Vano langsung duduk disamping Al sambil menutup matanya
#Flashback off
Vano dengan cepat mencari lokasi mobil Al, setelah mendapatkan itu, ia langsung memasuki mobil dan membawanya kerumah sakit
Vano langsung mencari Al di ruangannya, namun ia tidak melihat siapapun diruangan itu "dimana dokter Al?" gumam Vano
Ia berjalan ke resepsionis dan menanyakan keberadaan Al, dan resepsionis itu memberikan informasi Al
Vano memasuki lift menuju lantai atas untuk mencari Al, setelah sampai dilantai atas, ia melihat dokter Al sedang termenung didepan pintu
Dari kejauhan bau amis menutupi seluruh lorong lantai atas, saat berjalan mendekati Al aroma itu semakin terasa menyengat, mata Vano mengarah pada pakaian Al "Ada apa dengan bajumu dokter?" ucap Vano sambil menutup hidungnya, karena baju Al sudah terkena noda darah yang sangat banyak hingga darah itu mengering
"O minus" ucap Vano sambil mengernyitkan dahinya
Mata dokter Al berbinar "Apa kau bisa mendonorkan darahmu?" tanya dokter Al dengan tatapan memohon
"Kami kekurangan stok darah O minus di rumah sakit, sangat kebetulan kau mempunyai golongan darah yang sama" ucap Al panjang lebar
"Baiklah, tapi untuk siapa?" tanya Vano dengan penasaran
Sebelum berbicara Al mengambil nafas dalam-dalam "untuk Xia" ucap Al pelan
Vano mengangguk seperti mengerti tapi nyatanya dia tidak tau untuk siapa dia mendonorkan darahnya
Dokter Al mengernyit heran "untuk udang kecilmu!" ucap Al lagi
Vano membelalakkan matanya "Apa!" teriak Vano
__ADS_1
"Kenapa dia membutuhkan darah?, ada apa dengannya?" tanya Vano sambil menggoyangkan tubuh Al
"Hei!, tenanglah, aku tidak bisa menceritakan dengan detail sekarang, dia kekurangan banyak darah, dan harus menerima transfusi darah, sedangkan stok rumah sakit hanya tersisa satu kantong saja" ucap Al dengan pela
"Bagaimana bisa kau tidak memberitahuku dokter, segera ambil darahku, dan dokter berhutang penjelasan padaku" ucap Vano dengan mata yang sudah membulat dengan sempurna
"Tunggu, apa kau sudah minum?, makan?" tanya Al dengan serius
"Tidak perlu menghawatirkan itu, aku tidak mempunyai penyakit apapun, cepatlah dokter, ambil saja darahku" ucap Vano dengan mendesak Al
Saat melakukan transfusi darah, Al menceritakan semua kejadiannya pada Vano, hingga membuat Vano mengeluarkan aura kekejamannya
#Flashback Off
Sejak saat itu Vano berbicara sangat cuek pada Al, ia benar-benar tidak terima melihat Xia terbaring lemah diatas tempat tidur rumah sakit
Bersambung ...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏
__ADS_1