Another Person Life

Another Person Life
Kau Ingin Kabur?


__ADS_3

Sedangkan Al yang sudah masuk kedalam baru menyadari jika Vano telah memerintah dirinya, ia bergegas keluar dengan wajah memerah marah "Hei, bos disini itu aku, Xeno atau kau?, berani sekali kau memerintahkan kami!" ucap Al dengan kesal


Sedangkan Arnius, Staren dan Gavin yang mendengar itu sedang menahan tawa mereka


Vano tetap melanjutkan makan, suap demi suap telah masuk kedalam mulutnya, ia seperti tidak menanggapi ucapan Al


"Aku sedang bertanya padamu Vano!" ucap Al dengan kesal


Vano hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban tidak perduli "benar-benar menyebalkan sama seperti Xeno, tapi aku yakin jika Xeno menyadarinya, maka kau akan dihukum oleh Xeno, lihat saja!" ucap Al sambil menutup pintu dengan kasar


Ketiga sejoli yang menahan tawa kini mengeluarkan tawa yang begitu menggelegar


Hahahaha ....


"Haha ... setelah beberapa menit berlalu dokter Al baru menyadarinya, bagaimana dengan bos Xeno ya?" ucap Arnius sambil tertawa keras


"Sangat lucu melihat reaksi dokter Al" ucap Gavin sambil tertawa


"Perutku sampai kram karena dokter Al" ucap Staren sambil memegangi perutnya


***


Quirin berlari mengejar Clamy, ia melihat dari kejauhan bahwa Clamy memasuki sebuah mobil


"Setelah berbuat sampai sejauh ini kau ingin kabur?, tidak akan ku biarkan!" ucap Quirin tersenyum smirk


Quirin berlari mencari mobilnya, ia memasuki mobilnya dan membawanya dengan kecepatan penuh.


Kedua mobil itu berada di jalanan yang sangat sepi, setelah melihat tidak dalam keramaian, Quirin langsung menyamai kecepatan mobilnya dengan Clamy.


Kaca mobil Clamy yang terang membuat orang yang berada diluar dapat melihat sang pemilik mobil sedang tertawa bahagia.


Namun Clamy tidak menyadari jika mobil yang ada disampingnya akan membawa dirinya ke sebuah penderitaan yang sangat menyakitkan.


Quirin menoleh, ia melihat Clamy tersenyum langsung membuat ekspresi datar, dengan cepat Quirin membanting stir untuk menabrak mobil Clamy.


Hingga membuat mobil Clamy menghantam pembatas jalan, Clamy yang berada didalam tersentak kaget dan berusaha mengendalikan mobilnya.

__ADS_1


Kepala Clamy membentur pintu mobil hingga darah mengalir dengan sangat deras, namun ia tidak menyadari itu.


Clamy menurunkan kaca mobilnya, ia melihat mobil yang menabraknya terlihat sangat mewah, tapi ia tidak bisa melihat siapa orang yang didalamnya karena mobil itu memiliki kaca yang sangat gelap, hingga orang luar tidak dapat melihat apapun.


Karena tidak dapat melihat siapa orangnya, Clamy berteriak dengan sangat kuat "siapa kau?!,


apa kau tidak bisa melihat?!" teriak Clamy dengan kesal sambil menurunkan kaca mobilnya


Sedangkan Quirin didalam mobil tersenyum mengerikan, ia tetap tidak memperdulikan ucapan Clamy dan kembali menabrak mobil Clamy


Clamy membelalakkan matanya ketika melihat mobil itu kembali mendekati mobilnya, ia tidak tinggal diam dan bergegas menaikkan kecepatan untuk menghindari mobil itu


Didalam mobil Clamy gemetar ketakutan, ia yang tadinya tertawa lebar kini sudah berkeringat dingin, Ia merasa tidak pernah menyinggung orang kaya, tapi bagaimana bisa mereka mencari masalah padanya "Siapa dia dan apa tujuannya?" tanya Clamy


Clamy melihat kesamping dan tidak melihat mobil siapapun, seketika ia merasa lega, namun tiba-tiba sebuah mobil menghantamnya dari belakang dengan sangat kuat


Clamy sangat terkejut, ia benar-benar tidak menyangka jika orang yang didalam mobil itu benar-benar mengejarnya


"Sial!, sepertinya dia tidak akan berhenti menabrakku" gumam Clamy sambil menyetir dengan menambah kecepatan mobilnya lagi.


"Kau sangat senang menabrak orang, sekarang aku akan melakukan hal yang sama padamu!" ucap Quirin sambil menabraknya kembali


Clamy benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa, ia sangat putus asa dikejar oleh orang yang tidak di kenal. Ia hanya bisa kabur dari kejaran mobil mewah itu


Saat melihat didepannya ada sebuah pohon dan juga tikungan, Quirin seperti memiliki ide, ia menempelkan mobilnya dibelakang mobil Clamy, lalu menyeret paksa agar mobil Clamy menabrak pohon yang ada didepannya.


Clamy meras terkejut saat mobilnya dipaksa untuk menabrak pohon "Ti-dak!, Tidak!, apa yang kau lakukan!" teriak Clamy yang berusaha mengendalikan mobilnya agar bisa menghindar, namun usaha Clamy sangat sia-sia.


Dengan kecepatan penuh Quirin mengiring mobil itu menghantam pohon hingga menimbulkan suara yang sangat besar.


Setelah melihat mobil didepannya menabrak pohon, Quirin tersenyum puas, ia tidak berniat turun apalagi menolongnya.


"Aku ingin lihat, apa kau masih bisa keluar dari mobil itu!" gumam Quirin dengan senyuman mengerikan dengan melipat kedua tangannya


Mobil Clamy tampak hancur, sedangkan mobil Quirin tidak mengalami kerusakan parah


Keadaan Clamy tampak sangat kacau, kaca mobil depan mengenai pipi dan tubuhnya, untungnya ia melindungi matanya.

__ADS_1


Ia juga merasakan tulang punggungnya terasa hancur, kerena mobi belakang menghantam kursi Clamy hingga membuat Clamy terjepit


Clamy berusaha sekuat tenaga keluar dari mobilnya, setelah keluar dengan keadaan luka-luka disekujur tubuhnya, ia melihat mobil itu masih melekat dengan mobilnya


Clamy benar-benar sudah tidak tahan, dengan keadaan darah bercucuran, ia mendekati mobil itu


"Wow, dia masih bisa bergerak, apa aku harus memberikan ucapan selamat padanya?, sangat tidak seru melihatnya masih bisa berjalan sedangkan Xia terbaring dirumah sakit" gumam Quirin melihat Clamy menghampirinya dengan jalan tertatih-tatih


"Kau siapa?, apa aku pernah menyinggungmu?" teriak Clamy dengan kesal sambil mengetuk kaca itu berulang kali


Namun Quirin bukan membuka kaca mobil itu, ia justru memundurkan mobilnya sangat jauh, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Clamy yang sedang berdiri kini membelalakkan matanya, mobil Quirin menuju kearahnya dengan kecepatan penuh, ia ingin berlari tapi sekujur tubuhnya sangat sakit hingga membuatnya hanya bisa berdiri dengan gemetar serta keringat bercucuran


"Apa kau sudah gila?" teriak Clamy disisa-sisa tenaganya


Sedikit lagi mobil Quirin mendekati Clamy, namun Quirin langsung berbelok tajam dan berlalu pergi


"Si-sial, aku akan mati jika dia benar-benar menabrakku" ucap Clamy yang mulai terduduk di jalanan


Bersambung ...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2