Another Person Life

Another Person Life
Amarah disertai Kekecewaan


__ADS_3

Quirin tidak berani menoleh, ia hanya tertunduk dengan rasa bersalah yang sedang menumpuk di hatinya.


Pikirannya kini mulai tertuju pada rahasia Arcy, jika Feryun mengetahui rahasia itu, maka entah apa yang kan terjadi.


Sedangkan Cassi bahkan tidak percaya dengan omongan Quirin, ia pun tertawa keras sambil menitikkan air mata "Haha ... itu tidak mungkin, Kakak sudah tidak ada di dunia ini lagi, aku sangat yakin itu" ucap Cassi di sela tawanya.


Sedangkan Kai terus menatap Quirin dengan air mata yang sudah membanjiri pipi nya. selama ini ia terus mencari keberadaan mantan kekasihnya itu, tapi ia tidak pernah menemukan petunjuk yang lain.


Quirin yang mendengar tawa itu seketika berubah menjadi dingin "kau tidak percaya?, bagaimana dengan kematian papa?, kau yakin tidak tau mengenai hal itu?, bukan kah di saat-saat kematianku kau mengatakan telah membunuh papa?," ucap Quirin sambil tersenyum smirk.


Quirin mulai menitikkan air mata nya ketika mengingat sang papa.


Cassi dan Kai mulai mempercayai perkataan Quirin, mereka tidak menyangka bahwa orang yang mereka bunuh kini ada di hadapan keduanya.


"Kau tau?, aku sudah lama menunggu saat-saat seperti ini, aku bahkan belum puas untuk menghancurkan mu!" ucap Quirin dengan menggeretakkan giginya.


Kebenaran itu hanya Cassi, Kai dan Xura saja yang tau "Ta-tapi bagaimana mungkin kakak masih hidup?, padahal saat itu aku sudah memastikan kau sudah tidak bernafas lagi" ucap Cassi yang terbata-bata.


Quirin yang mendengar perkataan Cassi merasa ingin memuntahkan seluruh isi perutnya "Sekarang aku adalah Quiran dan di tubuh ini aku hanya mempunyai satu kakak dan satu adik, jadi aku harap kau tidak memanggilku dengan sebutan kakak, itu terdengar sangat menjijikkan" ucap Quirin dengan guratan-guratan yng sudah terlihat jelas di lehernya.


Walau di wajah Feryun terlihat raut wajah tidak senang, namun ia tidak bisa membantah apa yang di katakan Quirin, karena tubuh yang di tempati Quirin saat ini tetaplah milik sang adik.


Quirin mengatakannya tanpa sadar, ia teringat bahwa Feryun tengah marah padanya, lalu saat itu Quirin langsung menoleh kebelakang, ia bisa melihat Feryun terus memperhatikannya.


Namun ketika mata mereka bertemu, Feryun mengalihkan pandangannya ke sembarang arah, ia seperti tidak ingin melihat wajah Quirin.


Quirin yang melihat itu menghela nafas dengan kasar "aku berharap dia tidak marah padaku, tapi sepertinya semuanya ini tidak berjalan sesuai dengan rencana ku" gumam Quirin sambil menutup matanya perlahan lalu menoleh kembali kearah Cassi dan Kai.


Kai menatap Quirin dengan dalam, ia pun mulai menyeru "Xu-xura!" panggil Kai yang sudah tidak bisa membendung perasaannya lagi.


Mata Quirin kini melirik kearah Kai, "Apa telingamu sudah tidak berfungsi lagi?, aku tekankan sekali lagi untuk tidak memanggilku Xura dengan mulut kotor mu itu!" teriak Quirin dengan amarah yang menggebu-gebu.


"Xu-ra dengarkan penjelasan ku" ucap Kai dengan membuat raut wajah memohon.

__ADS_1


Sedangkan Quirin terlihat sangat marah, Quirin langsung melangkah kan kakinya dengan cepat lalu melayangkan kaki nya ke wajah Kai.


Brakkk


Arrgghhhh


"Aku sudah katakan ... "


Brakkk


Arghhh


"Untuk tidak memanggil namaku lagi ... "


Brakkk


Arrgghhh


"Karena, Xura yang kau maksud itu sudah tiada!"


Kai terpelanting ke dinding, tiga tendangan terkena di tempat yang berbeda.


Rasa kecewa dan sakit hati Quirin luapkan melalui tendangan itu, Feryun yang sedang memalingkan wajahnya penasaran dengan apa yang di lakukan Quirin, ketika ia menoleh, Feryun melihat Kai sudah terkulai lemas, ia bahkan tidak menyangka bahwa tendangan Quirin begitu sangat dahsyat.


Kai yang mendapat tendangan itu merasa tidak percaya, karena saat mereka masih bersama, Xura tidak pernah memperlakukannya dengan kasar, bahkan ketika Kai melakukan kesalahan yang sangat merugikan perusahaan, Xura dengan tersenyum sambil menyemangatinya dan membantunya memperbaiki kesalahan itu.


Uhukkk


Kai terbatuk dengan darah yang keluar dari mulutnya, Kai tidak menyangka dirinya mendapat tendangan yang luar biasa keras.


"Kenapa kau berubah?, aku ingat bahwa kau tidak pernah bertindak kasar pada siapapun, tapi sekarang kau menendang ku seperti sampah" ucap Kai dengan memegang dada nya yang terasa sakit akibat tendangan Quirin.


"Ya!, kau memang manusia sampah!, aku berubah juga karena perbuatan kalian!. Aku menyayanginya seperti adik kandungku sendiri, dan juga aku dulu sangat menyayangimu, tapi apa balasan yang ku dapatkan dari itu?, kalian justru membunuhku dengan sangat kejam!" teriak Quirin dengan suara yang menggelegar.

__ADS_1


"Aku sangat berterimakasih pada orang yang membawaku kembali ke dunia ini, karena dirinya aku bisa membalaskan perbuatan kalian padaku!, jadi jangan katakan aku berubah, sebelum mulut kotor mu itu bergerak lebih baik kau pikirkan saat dimana kalian membunuhku!"


Quirin berteriak meluap kan segala emosi nya, lalu nafasnya terlihat sangat terengah-engah, bola mata Quirin memerah seakan ingin keluar dari tempatnya.


Kai yang mendengar itu seketika mematung, ia terus memandangi mantan kekasih nya dengan tatapan merasa bersalah.


"Aku ... aku tidak bermaksud membunuhmu, semenjak kau tidak di sampingku, aku selalu berusaha mencari tubuhmu, tapi aku tidak menemukan apapun di tempat itu" ucap Kai yang berusaha menjelaskan perasaan nya pada Quirin.


Cassi yang mendengar itu terlihat sangat syok, ia tidak menyangka bahwa Kai terus mencari keberadaan kakaknya, selama ini ia hanya tau bahwa Kai masih belum melupakan kakak nya saja.


"Dasar manusia tidak tau diri!, setelah apa yang sudah kau lakukan padaku, kau bahkan berani berkata seperti itu padaku!" teriak Quirin dengan menoleh ke kanan dan kekiri dengan amarah yang menggebu-gebu.


"Mohon mengertilah, semua ini karena perbuatan Cassi, sebenarnya aku tidak ingin melakukan apapun padamu, tapi Cassi terus memprovokasi ku dengan bayaran dia akan memberiku jabatan yang tinggi, karena itulah aku terpaksa membunuhmu" ucap Kai dengan menjelaskan terburu-buru dan keringat yang sudah membanjiri tubuhnya.


Quirin yang mendengar itu merasa sangat jengah, ia pun mendekati Kai lalu memegang wajah Kai dengan sangat kuat dan memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya.


Kai terkejut dan ia mencoba melepaskan cengkraman tangan Quirin dari rahang nya, namun semua terasa sangat sia-sia, karena tenaga Quirin jauh lebih besar daripada dirinya.


Kai bahkan sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk melepaskan tangan Quirin.


Uugghhh


"Kau harus menelan semua nya, karena sangat di sayangkan jika kau mati terlalu cepat!" ucap Quirin dengan wajah yang terlihat sangat sangar.


Setelah semuanya masuk kedalam mulut Kai, Quirin pun dengan cepat menutup mulut Kai agar semua bubuk itu tertelan habis.


Karena Kai selalu menolak, akhirnya Quirin menutup hidung Kai dengan satu tangan lalu menekan wajahnya agar terus mendongak kan keatas, lalu Quirin juga tetap terus menutup mulut Kai.


"Kau harus menelan semuanya!" teriak Quirin dengan marah.


Ugghhh


Paksaan yang di lakukan Quirin berhasil, Kai pun menelan semua bubuk itu dengan sangat terpaksa karena dirinya tidak bisa bernafas menggunakan hidung dan harus menggunakan mulut.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2