
Grizo kini telah membawa Calis masuk kedalam rumah, dan saat itu juga, kehidupan bagai neraka itu pun di mulai.
Calis memperlakukan Quirin dengan sangat kasar, ia bahkan tidak pernah menyayangi Quirin kecil.
Beymi selalu kepala pelayan terang terangan menyuruh Quirin kecil memakan makanan basi. Jean bahkan turut ikut andil dalam penyiksaan itu, ia bahkan memukul tubuh Quirin kecil dengan rotan.
Tit -
Rekaman itu terhenti begitu saja. semua orang langsung menoleh kearah Quirin, mereka mengira jika itu adalah perbuatan Quirin lagi.
Namun nyatanya, Quirin bahkan tidak mengetahui sama sekali "jangan melihatku seperti itu, rekaman ini memang cukup sampai di sini, aku bahkan tidak menekan apapun" jelas Quirin datar.
Mereka yang mendengar itu kini menoleh kearah Lura, tatapan menjijikkan terpancar jelas di wajah mereka semua, termasuk Rea.
Lura yang mendapat tatapan itu merasa takut "kenapa kalian melihatku seperti itu?" tanya Lura dengan tubuh bergetar ketakutan.
Rea yang mendengar perkataan Lura bahkan merasa sangat marah, "dasar wanita ja*lang!, untuk apa kau berada disini?, bukankah dia sudah mengusir mu keluar?!, seharusnya kau sadar diri karena ini bukan rumahmu!" teriak Rea dengan amarah yang mengebu-ngebu.
"Brengsek!" teriak seseorang yang baru saja datang.
Semua orang mengalihkan pandangannya kearah sumber suara, di tangannya ia menyeret kasar seseorang yang tak lain adalah Beymi.
"Arrghhh"
"Lepaskan aku tuan!"
Teriak Beymi yang sedang berusaha melepaskan diri dari orang tersebut.
Orang itu bahkan semakin menarik tubuh Beymi dengan kasar "kalian!, akan membayar segala perbuatan kalian!" teriak orang itu dengan air mata yang sudah mengalir dengan deras.
__ADS_1
Ia bahkan menghempas tubuh Beymi dengan kasar lalu menendang tubuh wanita itu terus menerus.
Semua orang yang ada di sana bahkan hanya menonton saja. tidak yang mau menyalurkan bantuannya pad Beymi setelah melihat perlakuan Beymi di dalam rekaman itu.
Beymi menoleh kearah orang-orang itu, ia terlihat pasrah di tendang terus menerus oleh orang itu.
Orang itu bahkan tidak lagi memperhatikan reputasinya, baginya reputasi tidaklah penting dari pada sang kakak.
Semua orang yang ada disana tidak menyangka, orang yang terkenal dengan kelembutannya dan tidak suka dengan kekerasan, justru kini mengamuk bagaikan singa. ia bahkan tidak memandang siapapun saat ini.
Mereka bahkan tidak mengerti dengan perkataan orang itu, tapi yang jelas, mereka tetap membiarkan orang itu mengamuk tanpa ada yang menghentikannya.
"Beymi!" teriak Lura yang terkejut melihat keadaan Beymi yang sangat mengenaskan.
Mata orang itu kini beralih pada Lura, ia berhenti dan berjalan mendekati Lura "pergi!" apa yang kau lakukan?," teriak Lura dengan ketakutan.
Orang itu diam dan menyeret Lura dengan sangat kasar, ia bahkan menatap Grizo dengan tajam dan menghiraukannya.
Walau ia sudah tau dirinya bukanlah anak dari Grizo, ia masih berpikir bahwa dirinya masih di sayangi oleh Grizo.
Nyatanya, Grizo menoleh namun ia sudah tidak mempunyai tenaga lagi untuk memikirkan hal lainnya. Ia bahkan hanya mendengarkan perkataan Lura lagi, namun dimatanya seperti tidak berniat untuk membantunya. Di dalam hatinya sekarang ini anak itu bahkan tidak berarti apa-apa lagi.
Orang itu kembali mengamuk dan terus menendang tubuh Lura, ia menendang Lura bahkan lebih kuat daripada Beymi.
"Sakit!"
"Lepaskan aku!"
"Siapa kau!"
__ADS_1
Lura terus berteriak dengan sangat kuat, karena seluruh tubuhnya terasa sangag sakit. Tapi orang itu justru menambah kekuatannya karena amarah yang sudah memuncak.
"Jay Vermilion, adik dari Farcy Vermilion yang sudah kalian bunuh!" teriak Jay dengan sangat kuat sehingga orang-orang yang ada didalam ruangan itu terkejut bukan main.
Bahkan Quirin sendiri lebih terkejut dari yang lainnya.
Lura dan Beymi bahkan ikut terkejut mendengar itu, mereka bahkan tidak menyangka bahwa Arcy adalah bagian dari Keluarga Vermilion yang sangat terkenal itu.
Grizo yang mendengar itu juga ikut melototkan matanya, karena ia hanya tau bahwa Arcy adalah anak yatim piatu dan tidak mempunyai kerabat, dan sekarang kenyataan apalagi yang baru saja di dengarnya?.
"Mati saja kalian berdua brengsek?!" teriak Jay dengan amarah mengebu-ngebu.
Semua orang mulai menatap kearah Rea, sedangkan Rea sendiri terus menatap benci kearah Lura yang sedang di bawah kaki ayahnya.
"Pantas saja Rea bereaksi seperti itu" batin Zee yang ikut melirik kearah Rea.
"Jika di gabungkan seluruh kekayaan nona dengan kekayaan Vermilion maka dia bahkan bisa mengalahkan Zee sebagai Zephyr Faresta, lalu aku mengatakan orang seperti itu miskin?" batin Xeno sambil memegang kepalanya.
"Takdir benar-benar bercanda, kehidupannya begitu mengerikan, tapi di balik itu semua justru kekayaannya melebihi kami bertiga, beruntung dia tidak melampaui Zephyr Faresta Ophelia" batin Al.
"Kejutan apalagi yang akan kau berikan pada kami nona, aku sudah lelah terkejut terus menerus" batin Vano yang sempat menganga mendengar perkataan Jay.
"Dia memang cocok dengan tuan muda Zee" batin Staren
"Nona, dengan latar belakang mu, kau bisa menjauhi wanita parasit itu dari tuan muda. Kami akan selalu mendukungmu" batin Arnius.
"Statusnya benar-benar tidak bisa dianggap remeh, lalu bagaimana bisa aku berpikir jelek tentangnya tadi?" batin Max.
"Kau tidak memberiku penjelasan Rea?" tanya Quirin dengan nada datar dan sambil melirik tajam kearah Rea yang berada disampingnya.
__ADS_1
"Aku tidak bisa berkomentar apapun kakak, karena aku sendiri baru mengetahuinya. Aku kesini karena ingin memastikan sesuatu tapi kau sudah bergerak memutar rekaman itu. Yang jelas saat ini hanya papa yang bisa memberimu penjelasan" jelas Rea tanpa menoleh kearah Quirin.
Bersambung ...