Another Person Life

Another Person Life
Kenangan Masa Lalu


__ADS_3

Quirin masih menatap Zee "mengapa dia berkata seperti itu?, seolah-olah perkataannya itu seperti mengetahui tentang semua dendam ku yang disingapura " batin Quirin


Quirin sedikit takut, jika rahasianya diketahui orang, maka ia akan di anggap gila dan semua orang juga akan marah besar padanya.


"Dia tidak mungkin tau, karena aku tidak pernah membicarakan apa yang telah terjadi padaku" batin Quirin dengan sedikit gugup


Zee melirik Quirin sekilas, ia melihat Quirin masih menatapnya "aku tidak akan memberitahumu secara langsung, tapi aku perlahan akan membuatmu sadar, kalau aku sudah mengetahui semua identitas mu yang tidak masuk akal itu" batin Zee lalu menatap kembali berkas yang ada didepannya


"Kenapa aku sangat yakin jika dia telah mengetahui sesuatu" batin Quirin yang masih menatap Zee


Quirin menatap Zee dengan curiga, sudah berkali-kali ia mendengar Zee menunjukkan tanda-tanda seperti mengetahui sesuatu.


Quirin masih menatap Zee dengan lekat, sekarang ia benar-benar curiga "Kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Quirin lagi


"Aku hanya khawatir karena musuh mu juga berada di luar inggris, apa kau tidak mengetahui jika orang-orang yang sudah kau usir secara tidak langsung salah satunya adalah pengusaha diluar Inggris?, mereka pasti akan mendatangimu dan membalaskan dendamnya" ucap Zee santai


Quirin menatap diam sambil mencerna semua perkataan Zee "Semua perkataannya benar, jika saja aku tidak cepat membereskan keluarga Alister maka nantinya aku akan sangat kerepotan, ternyata dia bisa berfikir seperti itu, sepertinya, aku benar-benar berpikir berlebihan" batin Quirin bernafas lega


"Baiklah, aku akan segera membereskan keluarga Alister" ucap Quirin sambil menyimpan buku kembali pada tempatnya.


Ia berjalan menuju pintu "Zee, aku akan pergi sekarang" ucap Quirin sambil menoleh kebelakang


Zee mengangkat kepalanya dan melihat kearah Quirin "Jika kau butuh bantuan, maka aku siap membantumu" ucap Zee tersenyum


Quirin sedikit terpana dengan senyum itu, tapi karena Zee sudah berkali-kali membuatnya kesal, maka ia berfikir untuk membalasnya "Tolong jangan perlihatkan senyum jelek mu itu, aku akan pergi sekarang" ucap Quirin santai sambil berjalan keluar ruangan, ia mengucapkan itu tanpa ada rasa bersalah sedikitpun


Setelah mendengar perkataan Quirin, senyum Zee langsung memudar, ia sedikit kesal mendengar ucapan Quirin.


"Lihat saja, aku akan membuat hutangmu lebih banyak lagi hingga kau tidak bisa kabur dariku" gumam Zee tersenyum tipis


Quirin berjalan santai dan menaiki lift khusus, saat pintu lift terbuka, ia berhadapan dengan Xeno yang ingin memasuki lift, Quirin melangkah keluar dan Xeno melangkah kedalam, saat berdampingan Quirin membisikkan sesuatu "Dia wanita yang baik, percaya padaku, jangan sampai kau menyesal telah melepaskannya" gumam Quirin tersenyum tipis dan melangkah tanpa menoleh kebelakang


Xeno hanya diam dan membalikkan badannya, pintu lift itu perlahan-lahan mulai tertutup "Apa aku harus mempercayai perkataanmu?, aku sangat membenci wanita" gumam Xeno yang masih melihat punggung Quirin sampai pintu lift tertutup rapat.


Saat di perjalanan pulang, Quirin melihat sebuah mall yang sangat besar, ia masuk kedalam mall dengan santai sambil melihat toko-toko yang dilewatinya.


Terlihat disana seorang wanita berjalan sendiri sambil berbelanja dan ia tidak sengaja melihat kearah Quirin.


"Sangat kebetulan sekali, aku membalaskan dendam yang kemarin dan dendam yang tadi padanya" ucap wanita itu sambil tersenyum


Ia sangat tidak terima karena telah dipermalukan berkali-kali "Aku akan membuatmu membayarnya kali ini" gumam wanita itu


Ia memanggil beberapa orang suruhan dengan orang yang berbeda, setelah mereka datang, wanita itu menunjuk kearah Quirin dan ketiga orang itu menuruti perintah sang wanita.


Ketiganya berjalan pelan mengikuti langkah kaki Quirin, sedangkan Quirin merasa ada yang tidak beres dengan ketiga orang yang ada di belakangnya, ia melihat ketiganya melalui pantulan kaca toko dan melihat mereka selalu mengikuti langkahnya.


Quirin mengeluarkan ponselnya dan mengirim sebuah pesan pada Zee serta tidak lupa menghidupkan GPS.


"Disini terlalu ramai, mereka tidak mungkin menjalankan aksinya, lebih baik aku berpindah ketempat yang lebih sepi, aku ingin lihat siapa dalang dibalik semua ini" batin Quirin


Quirin mulai melangkah kearah, disana adalah tempat yang sepi, ia sengaja berpura-pura tidak tau untuk memancing orang-orang itu, melihat peluang yang besar ketiganya langsung melancarkan aksi dengan membekap mulut Quirin serta menutup matanya dengan kain, mereka juga tidak lupa untuk mengikat tangan Quirin.


Quirin sedikit melawan agar mereka tidak merasa curiga, setelah beberapa lama Quirin tidak memberontak lagi, ia seolah-olah kehabisan tenaga dan mulai melemah.


"Kita bawa dia," ucap orang ke satu


Ketiganya membawa Quirin memasukkannya kedalam koper, mereka menarik koper itu dengan santai agar tidak ada yang curiga.


Quirin yang berada didalam koper merasa sangat kesal "Sialan, aku tidak bisa bernafas, jika seperti ini aku benar-benar bisa mati" batin Quirin

__ADS_1


Ketiganya mendatangi wanita itu "Bagaimana?, apa kalian sudah menangkap dia?" tanya wanita itu


"Suara itu?, huh, kau tidak sayang dengan nyawamu, aku sudah mengatakan jangan biarkan aku melihat wajahmu lagi, kau sendiri yang tidak mendengarkan ucapan ku, jadi jangan salahkan aku membunuhmu dengan cara menyakitkan" batin Quirin tersenyum menyeringai


"Sudah nona, di berada didalam sini" ucap orang ke dua sambil menunjuk kearah koper


"Ikuti aku" ucap wanita itu sambil berjalan keluar mall dan masuk kedalam mobilnya, koper itu ditaruh di bagasi dan dibiarkan begitu saja, saat ada tanjakan wanita itu dengan sengaja melajukan mobilnya dengan kencang agar Quirin yang ada di dalam koper menderita


"Sial!, wanita ini benar-benar tidak sabar ingin ku bunuh, lihat saja!, jika aku sudah keluar maka aku akan membunuhmu dengan cara yang lebih menyakitkan!" batin Quirin kesal


Wanita memberhentikan mobilnya di pinggiran hutan, setelah semuanya keluar, mereka berjalan masuk kedalam hutan, mereka membuka koper dan mengeluarkan Quirin dan mendudukkan tubuh Quirin bersandar pada pohon.


Mereka membuka penutup mata Quirin serta membuka penutup mulut, sedangkan Quirin masih memejamkan matanya.


Kebetulan wanita membawa satu botol minuman, ia menuangkan satu botol minuman itu diatas kepala Quirin.


Quirin langsung membuka matanya dan menatap wanita dihadapannya dengan tajam, ia sedikit berpura-pura terkejut "Kau lagi?!, baru beberapa jam kita tidak bertemu dan sekarang kau malah menunjukkan dirimu lagi?, kau sangat berani!" ucap Quirin sedikit berteriak


"Benar ini aku!, aku ingin membalaskan dendam ku padamu" ucap Bivia sombong


Quirin tersenyum smirk "Apa kau tidak mendengarkan peringatan ku?" tanya Quirin santai


"Untuk apa aku mendengarkan omong kosong mu itu?, sekarang keadaan telah berbalik, lihatlah siapa yang duduk di bawah dan siapa yang berdiri tegak?" ucap Bivia dengan sombong


"Hahaha.... kau benar-benar lucu, aku ingin melihat apa yang akan kau perbuat padaku?" tanya Quirin meremehkan


Bivia berjongkok dihadapan Quirin dan tersenyum smirk, ia mengambil pisau di dalam tasnya dan menunjukkan benda itu dihadapan Quirin.


Quirin melihat kearah pisau yang ada di tangan Bivia "Apa kau ingin bermain dengan pisau mainan itu?" tanya Quirin meremehkan


Quirin yang mempunyai kemampuan bela diri sama sekali tidak takut untuk menghadapi benda tajam apapun, ia bahkan membuat wajah meremehkan agar lawannya bisa semakin marah.


Quirin tertawa keras, ia tidak menyangka bertemu dengan wanita gila yang masih saja berangan-angan menjadi nona muda.


"Haha... jangan membuatku menertawai mu, apa kau sedang membuat lelucon?, kau tidak sadar?, tubuhmu sudah tidak berharga lagi karena sudah di jamah dengan beberapa pria tua, jadi bagaimana kau bisa menjadi pasangan tuan muda?, kau terlalu memandang tinggi dirimu!, buanglah jauh-jauh pikiran menjijikkan mu itu" ucap Quirin disela-sela tawanya


"Kau!" teriak Bivia dengan membulatkan matanya dengan sempurna seolah-olah mata itu akan keluar dari cangkangnya.


Setelah mendengar itu telinga Bivia terasa sangat panas, bahkan hatinya juga ikut terasa panas, kata-kata Quirin sangat mengenai hatinya, ia tidak menyangkal apa yang dia katakan Quirin tetapi ia tidak terima jika itu keluar dari mulut Quirin.


"Ini semua karena kau wanita sialan!, jika saja kau tidak ada maka hidupku tidak akan hancur!," teriak Bivia dihadapan Quirin


Quirin tersenyum smirk "Apa otakmu sudah rusak?, bukan kah saat di perusahaan kau duluan yang menggangguku?" tanya Quirin sambil memiringkan kepalanya untuk berfikir


Bivia hanya diam, itu memang kesalahannya, tapi sekarang bukan waktunya untuk menyesali itu, ia masih tetap berfikir jika semua terjadi padanya adalah ulah Quirin.


"Jika saja kau tidak muncul, maka aku tidak akan memulainya" teriak Bivia dengan amarah yang mengebu-ngebu


#Flashback On


Setelah Bivia dimasukkan dalam daftar hitam, biarpun ia tau resikonya, tetapi ia mencoba berusaha mencari pekerjaan diperusahaan lain.


Semua perusahaan menolak lamaran kerja dari Bivia, karena perusahaan-perusahaan itu tidak mau berurusan dengan orang-orang yang sudah masuk kedalam daftar hitam Aquatic Corp.


Mereka tidak akan mau mengambil resiko yang sangat besar hanya untuk melindungi hama yang sudah dibuang oleh Aquatic Corp.


Bivia merasa lelah dan putus asa, ia sudah tidak tau harus berbuat apa, hidupnya benar-benar hancur karena semua perusahaan menolaknya.


Di pinggiran jalan, ia berjalan dengan langkah pelan, sebuah mobil mewah berhenti disamping Bivia.

__ADS_1


Seseorang membuka kaca mobil dan menawarkan Bivia pekerjaan dengan bayaran yng sangat mahal.


Mata yang terlihat putus asa itu kini mulai berbinar, ia langsung mengikuti orang itu hingga sampai di bar.


Orang itu memaksa Bivia untuk menemani beberapa pria tua yang butuh belaian.


"Aku tidak mau" tolak Bivia


"Jika kau tidak mau, maka kau tidak akan mendapatkan uang" ucap seseorang itu dengan santai


Bivia berfikir dengan matang "Aku sudah masuk dalam daftar hitam perusahaan, mencari pekerjaan juga percuma, sepertinya ini jalan satu-satunya untuk bertahan hidup" batin Bivia


Bivia terpaksa memberanikan diri untuk menemani para lelaki tua itu. Bivia diseret masuk kedalam kamar, ia melihat tiga pria tua yang sudah tidak memakai sehelai benangpun.


Bivia terkejut, ia ingin berlari keluar namun dicegat oleh ketiga pria tua itu.


Mereka merobek semua baju Bivia dan mengungkung Bivia di bawah tubuh salah satu pria tua itu.


Bivia menjerit serta meronta-ronta, namun ketiganya tidak memperdulikan teriakan Bivia. Mereka malah melancarkan aksinya


Salah satu pria memasukkan bendanya kedalam mulut Bivia sedangkan pria satunya memainkan benda kenyal itu, pria yang satunya lagi sudah bersiap-siap memasukkan bendanya ketubuh Bivia.


Saat benda itu tertancap di tubuh Bivia, ia membulatkan matanya sert ingin menjerit namun mulutnya terisi penuh.


Itu adalah pertama kalinya untuk Bivia, sakit luar biasa dirasakan oleh bivia, air matanya mengalir dengan sangat deras, tapi ketiga pria tua itu tetap tidak memperdulikan Bivia, Ia bagaikan piala bergilir.


Para lelaki tua itu tidak membiarkan Bivia beristirahat, mereka ingin Bivia memuaskan ha-srat mereka.


"Tidak ada istirahat, kau harus menemani kami semua" ucap pria tua itu, ia sudah bersiap-siap memasukkan bendanya lagi kedalam tubuh Bivia


Erangan demi erangan keluar dari mulut Bivia, ia menangis sambil mengeluarkan suara yang merdu mernurut para lelaki itu.


Bivia benar-benar tidak habis pikir jika nasibnya sudah mencapai titik terendah "Aku harus membalas dendam pada wanita sialan itu!" batin Bivia dengan mata yang sudah hampir keluar dari tempatnya.


Permainan keempatnya berlalu dengan sangat lama, setelah ketiganya selesai mereka menaruh uang chas diatas tempat tidur.


Bivia hanya melihat uang itu tanpa bisa menggerakkan tubuhnya, jika bergerak sedikit ia merasakan seluruh tulang yang ada di tubuhnya seakan bisa hancur dengan mudah.


Sejak saat itu ketika membutuhkan uang Bivia selalu menjual tubuhnya.


#Flashback Off


Kenangan itu begitu menyakitkan untuk Bivia, ia sangat ingin melupakannya tapi ketika melihat Quirin kenangan itu muncul dengan sendirinya dan membuatnya ingin membalaskan dendam itu.


Bersambung....


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate

__ADS_1


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2