Another Person Life

Another Person Life
Pertemuan Dua Jiwa


__ADS_3

Note :


Quirin asli \= jiwa Quirin yang ada ditubuh Xura


Xura asli \= jiwa Xura yang ada ditubuh Quirin


###################################


"Bukan seperti itu kak" ucap Lura sedikit kebingungan, ia sedikit takut jika Grizo kembali marah


"Ahh... apa yang ada di tangan kakak?" dalih Lura sambil berjalan mendekati Quirin


"Sial, dia mendekat, aku akan mendapat masalah jika dia menyentuhnya, semua tanaman ini jika disentuh dapat merusak kulit" batin Quirin kesal menatap tajam kearah lura


Calis seperti mendapatkan peluang untuk menjatuhkan Quirin "Apa kamu membeli tanaman itu?, bukankah kamu tidak mempunyai uang?, darimana kamu mendapatkan uang untuk membeli tanaman itu?" tanya Calis dengan mencerca berbagai pertanyaan pada Quirin


"Sangat bagus, kau membuka topengmu sendiri" batin Quirin tersenyum tipis


"Ah benar, aku tidak mendapatkan uang selama ibu membesarkan ku, tapi kemarin ayah baru saja memberiku kartu ini" ucap Quirin sambil mengeluarkan kartu gold pemberian Grizo, lalu memasukkan lagi kartu itu kedalam sakunya


Grizo melebarkan kedua bola matanya "Coba ulangi perkataanmu" ucap Grizo beranjak dari duduknya dan mendekati Quirin


"Aku ulangi sekali lagi ayah, ibu tidak pernah memberiku uang selama dia membesarkan ku, tapi aku sangat bersyukur, dengan begitu aku bisa mandiri, dan menjalani hidup yang sangat keras ini ayah" ucap Quirin dengan tersenyum tulus pada sang ayah


"Satu lagi, aku tidak menggunakan uang ayah demi tanaman-tanaman ini, semuanya adalah pemberian dari tuan muda" ucap Quirin sambil berjalan kearah kamarnya dan meninggalkan Grizo yang mematung


"Kak, tanamannya sangat cantik, boleh aku melihatnya?" tanya Lura berpura-pura sangat antusias


Lura mengikuti Quirin dari belakang "Ingat, jangan ada yang menyentuh tanaman itu, tidak terkecuali oleh Lura dan Ayah" ucap Quirin sambil berbalik dan menatap tajam kearah Lura yang ada dibelakangnya.


Calis sangat terkejut, rahasia yang selalu ditutupinya dengan rapat kini terbongkar begitu saja.

__ADS_1


Grizo berbalik menatap Calis dengan tajam, ia mendekati Calis yang sudah mengeluarkan sedikit keringat "apa benar selama ini kau tidak memberinya uang?!" tanya Grizo dengan meninggikan suaranya


"Aku tidak bisa menyangkalnya lagi" batin Calis takut


"Be...benar, tapi aku mendidiknya agar tidak menghambur-hadirkan uang kita" ucap Calis dengan menatap Grizo


"Bagus sekali Calis, kau selalu memberikan Lura uang yang sangat banyak, kau sangat memanjakan Lura, tapi kau berlaku beda pada Quirin, apa ini yang selalu kau lakukan padanya?" ucap Grizo yang sedang menggeretakkan giginya


"Ti...tidak, aku tidak bermaksud begitu" ucap Calis sambil menangis


Grizo menghela nafas pelan, ia tidak tahan melihat sebuah tangisan, ia akan cepat luluh jika melihat seorang wanita menangis "Aku akan memotong uang bulananmu" ucap Grizo sambil meninggalkan Calis diruangan itu sendiri


"Sial kau Quirin, semua ini terjadi karenamu" ucap Calis


Lura merasa kasihan melihat ibunya dimarahi oleh Grizo "Quirin, wanita murahan itu, lihat saja apa yang akan ku lakukan padamu" gumam Lura dengan amarah yang mengebu-ngebu


Setelah Quirin memasuki kamarnya, ia dengan cepat meracik semua tanaman itu "Hogweed, getahnya sangat mematikan, aku harus mengambil semua getahnya, sangat cocok untuk..... hahaha" ucap Quirin menggantung sambil tersenyum lebar disertai tawa mengerikan


Quirin mengambil getah hogweed, untuk Aconitum sendiri yang di ambil hanya bunganya, Brugmansia diambil hanya daunnya, dan untuk Laurel Hedge diambil batang, daun serta bunga.


Setelah beberapa jam berkutat dengan tanaman itu, akhirnya semuanya selesai, Quirin dengan cepat membuang sisa-sia tumbuhan itu dan membakarnya.


Quirin menatap beberapa botol yang sudah diisi dengan racun "Sangat bagus, kali ini aku harus menghampiri wanita sialan itu" ucap Quirin sambil menyeringai


Quirin mengganti baju berwarna hitam dan keluar dari kamarnya, ia segera turun dan melihat Lura menenangkan Calis "Aku lihat diFilm, monster tidak pernah menangis, tapi setelah aku melihat monster dirumahku ini, mereka gampang sekali menangis, sungguh drama monster yang menguras air mata" gumam Quirin dengan melanjutkan langkah kalinya


Lura dan Calis menoleh mereka benar-benar marah, begitu Quirin kembali, rumah ini seakan dikendalikan olehnya.


"Kita lihat saja siapa pemenangnya" batin Calis menatap tajam punggung Quirin hingga yang ditatap hilang dari pandangan


Xura asli melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, ia sangat tidak sabar berjumpa dengan pemilik tubuh asli dan membalaskan dendamnya.

__ADS_1


Sesampai di hotel, Xura asli berjalan dengan anggun hingga semua pihak tidak menyadari jika dibalik baju hitam itu terdapat beberapa botol racun yang diraciknya sendiri.


Xura asli telah sampai didepan kamar Quirin asli, ia memecahkan kata sandi pintu dengan sangat mudah.


Xura asli mengedarkan pandangannya dan terlihat Quirin asli sangat tertidur pulas diatas ranjang.


"Bangun" teriak Xura asli dengan sorot mata yang tajam, lalu ia berjalan kearah sofa dan mendaratkan tubuhnya disana.


Quirin asli terkejut mendengar suara teriakan seseorang didalam kamarnya, ia membuka kedua matanya dan melihat siapa yang berteriak didalam kamarnya.


Quirin asli bangkit perlahan lalu duduk di ranjangnya, ia melihat mengindahkan pandangannya dan melihat seseorang duduk di sofanya "Ka..kamu" ucap Quirin asli terkejut sambil menutup mulut dengan kedua tangannya


"Terkejut?" tanya Xura asli dengan sorot mata yang tajam


Quirin asli ketakutan melihat sorot mata tajam yang diperlihatkan oleh Xura asli "Bagaimana bisa kamu disini?, seharusnya kamu tidak mengenali tubuhmu..." ucap Quirin asli sedikit ketakutan


Xura asli langsung memotong ucapan Quirin asli "Karena kamu telah melakukan operasi plastik pada tubuhku!" teriak Xura asli dengan keras, ia sangat membenci jiwa yang ada didalam tubuhnya


Bersambung...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment

__ADS_1


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏


__ADS_2