Another Person Life

Another Person Life
Pertemuan Pertama Triangle


__ADS_3

Xeno yang berada di belakang Nayla mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, ia bisa melihat tangan Nayla juga menggenggam kuat sama seperti dirinya.


Xeno menatap kedua orang itu dengan tajam, ia sudah bersabar sejak dirinya berumur 4 tahun, anak yang seharusnya di sayangi dan di perlakukan dengan lembut justru malah mendapat perlakuan kasar dari keluarganya sendiri.


Dari kecil dirinya hanya dirawat oleh sang nenek, karena hal itulah ia benar-benar sangat menyayangi sang nenek, baginya sang nenek adalah harta yang paling berharga di bandingkan orang tua kandungnya sendirinya.


Saat siang hari, Xeno membuka pintu rumah, ia ingin keluar tapi ia justru terhalang oleh kayu. melihat kayu itu masih tergeletak di tempat semula, Xeno dengan sabar mengangkat kayu itu dan menyingkirkannya kesamping rumah.


Jika di pikir-pikir ayah, mama dan kakaknya sudah keluar dari rumah sedaritadi, tapi salah satu dari mereka bahkan tidak ada yang sudi untuk menyingkirkan kayu itu.


Xeno berpamitan pada sang nenek, ia keluar untuk mencari pekerjaan. Menjual kayu bahkan belum bisa memenuhi keuangan keluarganya.


Saat berjalan dipinggir jalan, Xeno menoleh kekanan dan kekiri, tiba-tiba saja ia menabrak seseorang hingga membuat Xeno tidak seimbang terjatuh terduduk.


Melihat Seorang gembel menabraknya, wanita itu terlihat kesal "hei anak miskin!, apa kau buta sehingga tidak melihatku sedang berjalan?!" teriak orang itu dengan marah.


"Ma-maafkan saya Tante" ucap Xeno tertunduk takut.


"Maaf?, kau hanya bisa mengucapkan itu?, lihatlah bajuku ini menjadi bau karena ulahmu itu" ucap orang itu dengan marah.


"Ak-aku benar-benar tidak sengaja" ucap Xeno dengan takut.


Wanita itu benar-benar terlihat kesal "wajah memelas itu tidak akan bisa mengganti bajuku yang kotor karena ulahmu!"


Wanita itu membawa beberapa pengawal, ia menyuruh para pengawalnya untuk menghajar Xeno.


"Hiks, Sakit!,"


"Maafkan aku" dengan Isak tangis, Xeno mengucapkan kata maaf berulang kali, tapi wanita itu justru masih belum puas dengan apa yang telah dia perintahkan.


Tiba-tiba para pengawal itu dilumpuhkan oleh orang berbaju hitam yang sama seperti mereka.


Wanita itu terkejut melihat para pengawalnya di jatuhkan begitu saja "apa kau tidak punya malu?, kalian orang dewasa malah memukuli anak kecil!" ucap seorang yang sebaya dengan Xeno.


Wanita itu menoleh dan melihat dua bocah sedang menghampirinya "siapa kau?, aku tidak memiliki urusan denganmu, dia sudah mengotori pakaianku, jadi dia harus menerima hukumannya" ucap wanita itu dengan sombong sambil melipat kedua tangannya.

__ADS_1


Bocah itu menatap wanita tua itu dengan tatapan menyelidik "kau pikir siapa dirimu?" tanya bocah itu dengan mengerutkan dahinya.


Wanita itu menatap pakaian bocah itu, ia yakin jika kalau kedua bocah itu sama seperti orang miskin yang sudah mengotori pakaiannya.


Pakaian yang di gunakan salah satu bocah itu terlihat sangat biasa saja, ia mengenakan kaos merah, celana jeans hitam, serta mengenakan sepatu kets.


Sedangkan yang satunya, menggunakan kaos biru, celana jeans putih dan sepatu kets putih.


Wanita itu menganggap remeh kedua bocah di depannya "aku bekerja di perusahaan ternama jadi dengan keuanganku, aku bisa menuntut kalian dan memasukkan kalian kedalam penjara agar kalian tidak mengganggu sembarang orang di jalanan" ucap wanita itu dengan sombong.


Xeno terkejut mendengar perkataan wanita itu, ia tidak ingin melibatkan orang lain karena kesalahannya "ja-jangan libatkan mereka, aku yang salah karena mengotori pakaianmu" ucap Xeno yang sudah terkapar ditanah.


Semua adalah perbuatannya jadi ia harus menanggungnya sendiri tanpa melibatkan orang lain.


Kedua bocah yang baru saja datang itu saling memandang satu sama lain "apa yang kau maksud perusahaan kavindra?"


"Ya benar ... A-apa bagaimana kau tau?" tanya wanita itu secara spontan dengan mata melotot


"Alvey Kavindra" ucap Alvey sambil tersenyum smirk.


Alvey mengerutkan dahinya, ia tidak menjawab pertanyaan wanita itu "mulai sekarang kau di pecat dan aku akan membuat namamu di blacklist dari perusahaan ku sehingga kau tidak akan pernah bisa mendapat pekerjaan di perusahaan manapun.


Mendengar tidak mendapatkan pekerjaan dimana pun, mata Xeno terbelalak, ia berusaha berdiri dan berjalan kearah Alvey dan temannya.


"Maaf, kau tidak perlu memecatnya, memang akulah yng bersalah" ucap Xeno dengan menunduk.


"Tidak apa-apa, itu semua karena kesombongannya, kau tidak perlu merasa bersalah" ucap Alvey sambil menatap para bodyguardnya.


"Kalian!, tolong beresin kekacauan ini" perintah Alvey.


"Tuan, tolong jangan lakukan itu, aku minta maaf" teriak wanita itu dengan berderai air mata, tapi anak sang pemilik perusahaan seolah tidak mendengar jeritan itu.


"Kau ikutlah dengan kami, aku kan membawamu ke rumah sakit" ucap Alvey sambil memegang tangan Xeno dan membantunya berjalan.


Sedangkan temennya, hanya memasukkan kedua tangannya ke saku dan berjalan mengikuti Alvey.

__ADS_1


"Zee, apa kau ingin ikut dengan ku?" tanya Alvey sambil menoleh kebelakang.


"Ya" jawab Zee singkat.


Setelah mereka mengantar kerumah sakit, Alvey membayar biasa pengobatan Xeno, lalu mengantar Xeno sampai kedepan rumahnya.


Namun siapa sangka, saat itu seluruh keluarga sudah berada dirumah, mereka menyaksikan Xeno keluar dari mobil mewah, keenam mata itu seolah berbinar, mereka sangat tergiur melihat mobil yang terlihat sangat berkilat itu.


Keesokan harinya, Bianca memiliki rencana untuk membuat Xeno memanggil temannya, ia mengunakan Nayla untuk membuat Xeno meminta uang pada Zee dan Alvey.


Xeno merasa kalut, ia tidak tau harus berbuat apa, sedangkan dirinya tidak tau cara menghubungi Zee dan Alvey, ia melihat Bianca menyiksa Nayla, dengan tatapan marah, Xeno tampa berpikir panjang berjalan mencari sebuah benda, ketika mendapat benda yang diinginkannya, Xeno langsung menyayat wajah Bianca.


Bianca berteriak kesakitan, tapi Xeno bahkan tidak perduli dengan teriakan itu, saat itu juga Kelly baru masuk kedalam, ia melihat Xeno bagaikan orang yang dirasuki setan. Kelly benar-benar sangat ketakutan, tapi dengan cepat Xeno menggoreskan pisau yang ada di tangannya ke tangan Kelly dan menggoreskan pisau itu ditangan kakaknya berkali-kali.


Mowin yang juga baru saja sampai dirumah, tubuhnya terbujur kaku, ia bahkan bergetar ketakutan melihat istri dan anak perempuannya sudah berlumuran darah, dengan air mata dan amarah yang memuncak, Mowin mengambil kursi dan melemparnya kearah Xeno.


Xeno terjatuh dan keningnya mengeluarkan darah, tapi dirinya masih bisa berdiri sambil memegang pisau. Dengan cepat Xeno menancapkan pisaunya di perut Mowin lalu dia memutar pisau itu dan menariknya sehingga membuat siapapun bisa melihat isi perut Mowin.


Percikan darah mengenai wajah Xeno, tapi ia tidak memperdulikannya, setelah itu, Xeno berjalan menghampiri sang nenek dan ia pun terjatuh karena terlalu lelah mengamuk dan juga dikarenakan sakit yang luar biasa di bagian kepalanya.


#Flashback Off


Begitulah pertemuan ketiganya, Al dan Zee berasal dari keluarga kaya, tidak seperti Xeno yang berasal dari kalangan bawah.


Tapi setelah Xeno menceritakan kisahnya, mereka tidak pernah mengatakan apapun, justru mereka merangkul Xeno untuk berteman dengan mereka dan membantu seluruh biaya Xeno dan neneknya.


Karena hal itulah Al yang pertama kali membela Xeno merasa terkejut dengan kata-kata yang di lontarkan oleh Xeno pada Quirin. Ia merasa tidak terima dengan perkataan itu, karena menurutnya Quirin juga memiliki hak untuk membalas orang-orang yang telah menyakitinya.


"Kau sudah mengingatnya?, aku bahkan menyaksikan sendiri bagaimana kau membunuh mereka, dan kami yang baru saja mengenalmu bahkan tidak pernah menghakimi mu. Tapi ketika kau melihat dia menghabisi anggota keluarganya kau justru mengatakan dia wanita keji, lucu sekali" ucap Al sambil tersenyum mengejek, ia beranjak dari tempat duduknya dan langsung meninggalkan ruangan itu.


Vano yang masih berada disana hanya menghela nafas pelan "tuan, nona bukan seperti yang tuan pikirkan" ucap Vano dengan mengikuti langkah Alvey dan meninggalkan ruangan itu.


Merek meninggalkan Xeno yang terduduk sambil menundukkan kepalanya.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2