Another Person Life

Another Person Life
Menjual Informasi Pemilik Perusahaan Sterfolia


__ADS_3

Setelah mendengar suara dingin nan menusuk di telinganya, Lea berdiri seperti patung.


Quirin melirik dan tidak melihat adanya pergerakan dari Lea, lalu ia mulai menjauhkan wajahnya "kau takut?" tanya Quirin sambil tersenyum smirk melihat wajah pias Lea


"Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku" ucap Quirin sambil tersenyum mengejek, ia berbalik dan hendak pergi, namun saat Quirin ingin melangkah, Lea mengucapkan beberapa kalimat yang membuat Quirin terlihat sangat senang.


Karena sudah tidak bisa membendung rasa amarahnya, bahkan Lea sudah membulatkan matanya menatap Quirin dengan penuh kebencian "aku tidak takut dengan ancamanmu!" teriak Lea dengan keras


Sedangkan Quirin sangat suka dengan ucapan Lea, ia pun tersenyum lebar, Quirin menjawab tanpa berniat berbalik badan "kita lihat saja nanti, aku sangat menantikan seperti apa pembalasan darimu, dan saat itu juga aku memberikan ucapan selamat padamu" ucap Quirin santai sambil mengangkat kedua tangan hingga berada diatas kepala dan menepuk tangannya tiga kali


Sambil memegang lehernya, Lea mengeram marah bahkan urat-urat yang ada di lehernya tampak ingin keluar "dia mengejekku!" geram Lea sambil mengepalkan satu tangannya.


Lea bahkan lupa dengan rasa sakit yang ada di lehernya, ia benar-benar membenci Quirin hingga mendarah daging


"Akan aku ingat ini!, Lihat saja!, apa yang bisa aku lakukan padamu nanti!" geram Lea sambil memegangi lehernya yang sudah mengeluarkan banyak darah


"Kau sudah melihatnya?" tanya Zee pada Max sambil melihat punggung Quirin yang berjalan menjauh


Ternyata dari lantai atas keduanya melihat adegan demi adegan yang telah Quirin lakukan "tunggu, apa dia benar seorang wanita?, dia bahkan tidak takut melukai orang" ucap Max yang masih dalam keterkejutannya


Zee yang mendengar ucapan Max tersenyum tipis, ia mulai melangkah masuk kedalam kamar, Max juga mengikuti langkah Zee


***


Alpha dan Theo duduk berhadapan, mereka berdua berada diruang tengah sambil menikmati segelas kopi


Theo seperti mendengar suara langkah kaki, ia menoleh kebelakang dan mendapati Carlos sedang berjalan menghampiri mereka

__ADS_1


"Tuan muda" panggil Theo dengan pelan


Alpha melihat kearah Theo, sedangkan Theo menunjuk dengan sebuah lirikan, Alpha spontan mengikuti arah gerakan mata Theo, setelah melihatnya Alpha langsung mengerti


"Apa kau sudah melakukannya?" tanya Alpha pada Theo sambil menyesap kopinya


"Sudah tuan muda, aku sudah menyelesaikan tugas yang telah tuan berikan" ucap Theo dengan keras


"Baiklah, sekarang kita harus membereskan hama itu terlebih dahulu, jika tidak, kita pasti akan mendapatkan masalah yang lebih besar lagi" ucap Alpha sambil menyesap kopi


Dari sudut sana terlihat Carlos berjalan menghampiri keduanya, ia mendekat dan berdiri disamping Alpha "tuan, apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Carlos pada Alpha


Sudah beberapa menit berlalu, Alpha tidak berniat menjawab pertanyaan Carlos, ia hanya diam sambil menyesap kopi.


Karena merasa perubahan tuan mudanya terlalu drastis, Theo sedikit takut jika rencana mereka gagal, ia pun mewakili Alpha untuk menjawab pertanyaan dari Carlos "bukankah sudah aku katakan, kami berencana membasmi hama" ucap Theo sambil menaikkan alisnya


"Tidak bisa, tuan muda sudah memberikan tugas ini padaku, jadi tidak boleh ada yang ikut campur dalam rencana ini, dan juga hama ini sangatlah besar serta licik, kau tentu tidak mampu menangkapnya" ucap Theo sambil menggelengkan kepalanya kekiri dan kekanan


Carlos tidak mengerti arti pembicaraan Theo, ia hanya bisa mengernyitkan dahinya karena binggung, tapi ia baru menyadari kalimat terakhir yang baru saja dilontarkan oleh Theo


"Kau mengejekku?" tanya Carlos dengan nada kesal


"Tidak, aku hanya mengatakan kau tidak mampu, karena pekerjaan kita sangat lah berbeda, kau sendiri juga tau itu" ucap Theo sambil mengingatkan tugas mereka masing-masing


"dia benar, tugas kami sangatlah berbeda" batin Carlos sambil memikirkan perkataan Theo


Sedangkan Alpha tidak memperdulikan perdebatan keduanya, ia hanya menyesap kopi dengan santai

__ADS_1


"Sudahlah Theo, aku tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan, lebih baik aku mengerjakan pekerjaanku saja" ucap Carlos pada Theo, lalu ia menoleh kearah Alpha "saya permisi tuan muda" ucap Carlos lagi sambil membungkuk


Alpha tidak bergeming dan tidak memberikan reaksi apapun, Carlos yang melihat itu pun sedikit binggung


Theo sangat mengerti tuan mudanya, jika dia tidak menyukai seseorang maka dia tidak akan memperdulikan orang itu.


"Tenang saja, karena sebentar lagi kau akan mengerti" ucap Theo tersenyum jahil, serta memecah keheningan


Carlos yang terlihat binggung menjadi kesal karena mendengar ucapan dan melihat senyum jahil yang di tampilkan oleh Theo, tapi ia sedikit heran dengan perubahan sikap Alpha "kenapa tuan muda tidak berbicara sepatah katapun padaku?, ada apa dengannya?" batin Carlos sambil berjalan kearah taman


Biasanya, setiap Carlos menghampirinya, Alpha selalu bercerita tapi sekarang sangat berbeda, Carlos sangat merasakan perubahan sikap Alpha, tapi dirinya tidak berani membahasnya pada Alpha


"Sudahlah, tidak usah dipikirkan, sepertinya tuan muda memiliki masalah" batin Carlos


Setelah berjalan keluar dan berdiri di taman, Carlos seperti mengingat sesuatu "Ah ... aku ingat pernah mendengar tuan muda membicarakan tentang nona Xura, aku tidak menyangka nona yang ditolong oleh tuan muda adalah pemilik perusahan sterfolia bahkan wanita itu juga putri dari perusahaan Xavier, aku benar-benar sangat beruntung, informasi pemilik perusahaan sterfolia sangatlah di tutup dengan rapat, tapi aku dengan mudah mendapatkan informasinya, aku harus menjual informasi ini agar bisa menjadi kaya" ucap Carlos sambil tersenyum lebar


Diam-diam Theo mengikuti Carlos, ia mendengar semua apa yang telah dilontarkan oleh Carlos "haha ... kau akan melihat seperti apa kemarahan tuan muda" gumam Theo tersenyum tipis


"Dasar tidak tau diri!" cibir Theo, ia pun kembali keruangan tempat tuan mudanya berada


"Tuan, aku mendengar dia akan segera menjual informasi nona Xura" bisik Theo


Mendengar itu, Alpha benar-benar terlihat sangat kesal "aku tidak bisa membiarkan dia berbuat sesuka hatinya lagi, kita harus bertindak lebih cepat sebelum dia membongkar identitas Xura, selama ini aku sudah memeliharanya, ternyata dalang dari semua masalah di rumahku adalah dia" ucap Alpha dengan keras


"Tuan muda, pelankan sedikit, jangan sampai semua rencana yang sudah kita susun di dengar olehnya, maka semua bisa hancur begitu saja" bisik Theo


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2