
Mendengar itu membuat tubuh Bivia merosot, ia tidak kuat menopang tubuhnya lagi dengan susah payah memasuki perusahaan menggunakan seluruh kemampuannya.
"Pergi dari perusahaan ini sekarang juga" ucap Xeno mengusir Bivia
Bivia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, ia langsung bangkit dari duduknya sambil berjalan lalu memutar tubuhnya menatap Quirin dengan tajam "Lihat saja, aku akan membuatmu membayar atas semua perjuanganku yang sia-sia" batin Bivia
Ia melangkah keluar ruangan dengan langkah cepat sambil menerobos kerumunan, bisikan-bisikan pedas terdengar ditelinga Bivia.
"Aku akan membalas penghinaan ini" gumam Bivia menatap benci seperti ingin mengeluarkan bola matanya serta diselingi air mata
"Semuanya dipersilahkan bubar" ucap Xeno menurunkan volume suaranya
Para karyawan bubar dengan cepat, mereka tidak ingin asisten tuan mudanya menunjukkan tanduk lagi.
"Aku sudah mengatakan untuk tidak berbuat kekacauan" ucap Zee datar memasuki ruangan.
"Aku tidak membuat kekacauan dia sendiri yang datang dan membawa semua karyawan, apa kau tidak melihatnya?" ucap Quirin datar
"lalu, untuk apa kau duduk disitu?" tanya Zee mengernyitkan dahinya
"Hanya ingin saja, kursi ini terlihat sangat nyaman, kerena pemiliknya sudah kembali, lebih baik aku pindah" ucap Quirin bangkit dari kursi itu dan pindah kesofa
Zee sedikit curiga melihat Quirin duduk di kursinya, ia duduk dan sedikit memeriksa komputernya, namun tidak menemukan apapun
"Untung saja aku sempat menghapus jejak itu" batin Quirin merasa lega
"Aku lapar, apa sudah jam makan siang?" tanya Quirin pada Zee
"Kita pergi ke restoran" ucap Zee bangkit dari duduknya
Xeno memesan restoran yang sangat mahal, disana tempat berkumpulnya orang kaya serta para konglomerat.
Berita saat di lantai atas tersebar pada seluruh karyawan, hingga saat Zee dan Quirin turun sambil bergandengan tangan para karyawan tidak ada yang berbisik-bisik, mereka hanya membungkukkan badan lalu melanjutkan pekerjaannya.
"Zee menggunakan keadakan untuk mengumumkan Quirin sebagai miliknya, sangat kekanak-kanakan" batin Xeno tersenyum tipis sambil melihat punggung Zee dari belakang
Setelah sampai di restoran mereka menuju lantai atas, seluruh mata memandang kearah Zee, Quirin berjalan seperti biasa, ia sama sekali tidak risih dengan tatapan mata yang seperti ingin menerkamnya.
"Siapa dia?, aku tidak pernah melihatnya dimajalah apapun, bagaimana dia bisa berjalan beriringan dengan tuan muda seperti itu?"
"Beruntung sekali wanita itu bisa mendapatkan tuan muda"
"Pasti dia mendekati tuan muda dengan cara yang murahan"
"Tidak mungkin, coba lihat tangan tuan muda?, bahkan tuan muda sendiri menggenggam tangan wanita itu dengan sangat erat"
"Sudahlah, aku sangat sedih jika tuan muda sudah mempunyai wanita di sisinya"
Ucapan-ucapan para pengunjung terdengar oleh keluarga Alister yang kebetulan juga berada disana. Lura yang penasaran menoleh kearah samping, ia begitu terkejut melihat pemandangan itu.
"Kamu kenapa Lura?" tanya Calis mengernyitkan dahinya melihat gelagat Lura
"I...ibu, lihatlah kesamping" ucap Lura dengan menatap shock
Grizo hanya diam melihat kelakuan ibu dan anak itu, segera Grizo dan Calis melihat kesamping dan betapa terkejutnya mereka.
__ADS_1
"Quirin" ucap Calis dan Grizo bersamaan
Quirin seperti mendengar ada yang memanggilnya tapi terdengar samar-samar, ia menoleh kekanan dan kekiri mencari asal suara.
Pandangan mata Quirin tertuju pada tiga orang yang sedang memperhatikannya dengan intens,
tubuh Quirin masih belum terbiasa menghadapi wajah ketiga orang itu.
Tubuhnya mulai bergetar seperti merasakan takut, serta dadanya terasa sakit seperti saat berada di rumah sakit.
Zee yang memegang tangan Quirin juga ikut merasakan getaran tubuhnya, merasa ada yang tidak beres Zee melihat arah pandangan Quirin "Jangan menoleh kesana, mereka tidak ada hubungannya denganmu" bisik Zee
"Aku akan selalu ada di sampingmu" bisik Zee sambil menggenggam tangan Quirin dengan erat
Quirin mendengarkan perkataan Zee, ia mengalihkan pandangannya segala arah tanpa memperdulikan ketiga orang itu.
"Tubuh ini sangat membuatku sengsara, jika bertemu mereka tubuh ini selalu bergetar hebat, aku harus terbiasa menghadapi mereka" batin Quirin
Lura dan Calis saling memandang "Bagaimana caranya dia hidup kembali?, bahkan sekarang dia berdampingan dengan tuan muda" ucap Calis dengan keterkejutannya
"Aku juga tidak tau, sudah biarkan saja" ucap Grizo mengalihkan pandangan lalu melanjutkan makannya
Setelah putrinya diusir keluar rumah, Grizo tidak mengizinkan Quirin membawa sepeserpun harta dari keluarga alister, dia juga mengetahui hidup putrinya bergelantungan, namun itulah cara Grizo menghukum putrinya, ia sedikit senang melihat putri sulungnya sudah mendapatkan kemewahan dari orang lain.
Zee membawa Quirin menuju meja pesanan mereka, meja itu sudah tertata rapi dan di atasnya terdapat taburan kelopak mawar.
"Apa tuan muda es ini yang melakukannya?" batin Quirin binggung
Zee menarik kursi Quirin hingga membuatnya terkejut "dia sengaja melakukan ini agar aku bisa diterkam oleh fansnya?, sungguh menggelikan" batin Quirin sambil melipat tangannya
Pemandangan diluar restoran terlihat sangat cantik, membuat siapapun ingin mendapatkan kursi yang di dekat jendela tembus pandang itu, namun mereka tidak diperbolehkan oleh manager restoran, karena hanya tamu penting yang bisa duduk disana.
Suasana romantis serta bisa melihat langit malam ditemani taburan bintang di langit tampak terlihat jelas dari restoran.
Meja itu terlihat sangat privasi, disana terdapat dua meja dengan sepasang kursi, disekeliling mereka tampak kosong berjarak 10 meter dari para tamu VIP yang lain.
Semua mata menatap iri kearah Quirin, Terlihat Lura sudah menggepalkan kedua tangannya karena sangat iri melihat Quirin bisa berdampingan dengan tuan muda yang selalu menjadi incaran gadis kalangan atas serta duduk dikursi yang sangat ia inginkan.
"Seharusnya aku yang berada di posisi itu bu" ucap Lura dengan marah
"Jangan bermimpi!, kau masih kecil jadi lanjutkan saja makanmu" ucap Grizo sambil menyuruh Lura
"Bagaimana dia bisa hidup kembali?" tanya Calis lagi heran dan masih cukup terkejut melihat Quirin muncul dihadapannya
Calis melihat Grizo yang memasang wajah biasa saja "Setiap hari dia terlihat sangat ingin bertemu dengan anaknya, saat sudah didepan mata dia seolah-olah seperti tidak perduli, ada apa dengannya?" batin Calis aneh
"Tidak perlu menatapku, lanjutkan makanmu dan kita segera pergi dari sini" ucap Grizo sambil memakan makanannya dengan cepat
Lura menggebrak meja sambil berdiri "Tidak mau, aku ingin menghampirinya, tuan muda itu milikku" ucap Lura Lantang
Para pengunjung sangat terkejut mendengar gebrakan meja, mereka melihat kearah lura yang bersuara lantang, Lura berjalan mendekati meja Quirin.
Grizo dan Calis terkejut dengan tindakan Lura yang begitu tergesa-gesa, mereka berdua juga menyusul Lura.
Lura berdiri disamping Zee "Tuan muda, dia tidak pantas bersanding dengan tuan muda" ucap Lura dengan bersuara lembut
__ADS_1
Mendengar ucapan lura, Grizo langsung melihat kearah Calis yang ada disampingnya "Apa ini yang kau ajarkan pada anakmu?" tanya Grizo dengan datar, baru kali ini ia melihat ucapan kasar putri bungsunya kepada putri sulungnya
"Lura, jaga bicaramu, dia juga masih kakakmu" ucap Calis sedikit marah
"Tidak ibu, dia bahkan merebut tuan muda dariku" ucap Lura sedikit menggeretakkan giginya
Mendengar ucapan lura, semua para pengunjung melihat kearahnya dan mencibir Lura "sepertinya dia masih kecil, berani sekali dia mengatakan jika tuan muda itu miliknya" ucap pengunjung sedikit tertawa
"Apa dia tidak punya malu mengatakan wanita itu tidak pantas?, bahkan dia tidak ada apa-apanya jika dibanding dengan wanita itu" ucap para pengunjung memandang jijik
Zee yang sedari tadi diam kini membuka suaranya "Tidak pantas?, lalu siapa yang pantas bersanding denganku?" tanya Zee datar sambil melipat sebelah kakinya dan menyesap wine tanpa menoleh kearah Lura
Lira terkejut saat Zee menjawab ucapannya "Aku, Allura Lytica Alister" ucap Lura lembut sambil tersenyum
"Ternyata dari keluarga alister, bukankah perusahaan mereka termasuk perusahaan yang sedang berkembang juga?" tanya pengunjung lain
"Perlakuan putri keluarga alister benar-benar sangat memalukan"
Grizo menatap Calis dengan tajam "Peringatkan untuk menjaga sikap, jika dia berbuat seperti ini citra perusahaanku akan hancur, bahkan kerja sama kita bisa putus kapan saja dengan tuan muda " ucap Grizo dengan menekan suaranya, perusahaan yang sudah susah payah ia bangun kini hancur akibat kelakuan putri bungsunya
"Lura, jaga sikapmu" ucap Calis yang sedikit takut dengan tatapan Grizo
"Tidak, aku ingin bersama dengan tuan muda, bukan wanita ini" ucap Lura dengan keras sambil menunjuk Quirin yang seberang meja
Para pengunjung mencibir sikap keluarga alister pada tuan muda yang sangat disegani itu. namun Lura bahkan tidak memperdulikan cibiran mengenai dirinya.
"Alister, Hm... bukankah itu juga nama belakangmu ?" tanya Zee tersenyum tipis sambil menatap Quirin
Quirin yang sedang makan tiba-tiba tersedak "dia ingin aku kembali masuk kedalam keluarga alister?, sangat pintar memanfaatkan keadaan" batin Quirin kesal
Quirin melirik Grizo dan Calis yang berada di belakang Lura "Tidak lagi, aku tidak mempunyai nama belakang seperti itu, namaku hanya Quirin Zeline" ucap Quirin datar mengubah arah matanya melihat makanan dan melanjutkan makannya
Ia bahkan berusaha untuk tidak memperlihatkan jika tubuhnya kembali bergetar.
Grizo yang mendapat lirikan itu membuat hatinya berdetak tidak karuan dan sekarang ia mendengar ucapan yang bisa membuat hatinya seperti tertancap ribuan jarum.
"Quirin jangan seperti itu, kami ingin kamu pulang, kita bisa berkumpul kembali" ucap Calis dengan mengubah wajahnya menjadi sedih, ia harus bisa mengambil simpati Grizo dan Zee
"Aneh, dulu dia mengusirku keluar, sekarang menyuruhku kembali, dia gagal menjadi ayah yang baik untuk anak sulungnya tapi dia menjadi ayah yang seperti malaikat untuk anak bungsunya" ucap Quirin datar tanpa menoleh
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
__ADS_1
Author sangat berterimakasih 🙏