Another Person Life

Another Person Life
Ketakutan Lura


__ADS_3

"Bagaimana sekarang?, apa aku harus membicarakan ini pada ibu atau tidak?, jika aku katakan maka ibu akan marah padaku" gumam Lura sambil menitikkan air mata dan melangkahkan kakinya dengan pelan


"Aku tidak seharusnya menerima tawaran dia, sekarang semuanya sudah hancur" gumam Lura


Setelah sampai di dalam kamar, Lura menjatuhkan tubuhnya dibalik pintu sambil terduduk "Bodoh!, bodoh!, bodoh!" gumam Lura sambil menangis dengan kuat


"Semua sudah hancur!, kesempatanku bersama dengan tuan muda sudah hilang!" gumam Lura dalam tangisannya


Lura menarik rambutnya dengan kuat karena ia tidak tau harus mengatakan pada siapa, ia takut dan takut untuk membicarakan semua yang telah terjadi pada siapapun.


#Flashback on


Saat itu, Lura dan teman-temannya sedang asik berbelanja, tiba-tiba seseorang menghampiri mereka.


"Hai" ucap pemuda itu sambil tersenyum ramah


Kedua teman Lura berbalik, mereka melihat pemuda tampan sedang menyapa "wah dia sangat tampan" bisik sang teman


Sedangkan Lura sangat fokus memilih baju, ia mendengar sapaan pria itu, namun Lura menghiraukannya, tapi setelah temannya berbisik Lura langsung ikut menoleh kebelakang, ia terpana melihat ketampanan pemuda itu "dia memang tampan, tapi tidak ada yang bisa menandingi ketampanan tuan muda" batin Lura, tapi ia tetap tak berkedip melihat pemuda itu


Pemuda itu melihat kearah Lura "Hei, kenapa kau termenung?" ucap pemuda itu sambil tersenyum


Lura tersentak kaget, ia lngsung menetralkan wajahnya "Ah ... tidak apa-apa" ucap Lura sambik menggelengkan kepala dengan pelan


Pemuda itu tetap tersenyum, ia menanggapi ketiganya dengan ramah "Apa aku bisa berkenalan denganmu?" tanya pemuda itu pada Lura


Lura mengangguk sambil memperkenalkan diri "Allura Lytica Alister" ucap Lura tersenyum bangga


"Alister?, sepertinya aku tidak asing dengan nama itu" gumam pemuda itu sambil berfikir


Teman Lura merasa tidak percaya "Apa dia baru saja keluar dari goa sampai-sampai dia tidak tau keluarga Alister?" tanya teman Lura sambil menaikkan satu alisnya


Lura hanya diam, ia mulai melihat pemuda itu dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Ia melihat pemuda itu memakai pakaian kaos berwarna putih dengan perpaduan celana jeans pendek berwarna hitam serta memakai sepatu putih polos "Sepertinya dia hanya orang miskin yang mengandalkan wajah tampan, pasti karena terlalu miskin hingga dirinya tidak mengetahui tentang keluarga Alister" batin Lura sambil memicingkan matanya


Karena tidak mungkin ada orang yang tidak tau mengenai keluarga Alister "Apa kau tidak tau?, dia adalah putri kedua dari keluarga Alister, nama keluarganya muncul disemua jaringan sosial dan juga di semua majalah, jadi sangat wajar jika kau sangat familiar dengan nama itu" ucap sang teman sambil memperkenalkan identitas Lura secara rinci

__ADS_1


"Wow, aku sangat beruntung bisa berkenalan dengan putri keluarga Alister" ucap pemuda itu dengan berbinar


Lura yang mendengar itu langsung tersenyum bangga "Lihatlah, hanya mengucapkan nama keluargaku, mereka sudah merasa bangga bisa berkenalan denganku" batin Lura


"Tapi aku tidak mungkin mau dengan pemuda miskin seperti dia" batin Lura


"Bisakah aku melanjutkan perkenalan kita?" tanya pemuda itu


"Tidak perlu!, karena setelah aku melihat penampilanmu, kau bukanlah berasal dari keluarga kaya" ucap Lura dengan sombong sambil melipat kedua tangannya


Pemuda tidak terkejut dengan ucapan Lura, ia tentu tau karena penampilannya itu membuat semua orang mencibirnya, bukannya marah, tetapi pemuda itu tetap gigih ingin berkenalan dengan Lura "Em .. bisakah kau membiarkanku mengenalkan diri terlebih dahulu?" ucap pemuda itu dengan sopan


"Apa kau tidak bisa mengerti ucapanku?, aku katakan sekali lagi, kau tidak perlu memperkenalkan diri!" ucap Lura dengan sedikit menaikkan volume suaranya


"Sudahlah Lura, biarkan saja dia memperkenalkan diri, dan setelah itu kita akan pergi" ucap sang teman


"Cepatlah, sekarang aku tidak mempunyai banyak waktu!" ucap Lura sambil menatap malas pemuda itu


Setelah mendapat penolakan pemuda itu hanya diam, ia mendengar semua perkataan Lura dan juga teman-temannya, ia pun tersenyum setelah mendapatkan persetujuan dari Lura "Kau bisa memanggilku Max Lamont" ucap Max tersenyum


Max tetap masih bersikap sopan di hadapan Lura meskipun Lura menghinanya "Aku ingin lebih dekat denganmu jadi menawarkan untuk mentraktirmu" ucap Max sambil tersenyum


Lura yang mendengar itu menatap tidak percaya "Kau hanya pria miskin, tentu saja tidak mampu mentraktirku" ucap Lura dengan sombong


Sedangkan sang teman yang berada disampingnya Lura membelalakkan mata dengan lebar "Lamont?, bukankah itu nama perusahaan terkenal di luar negeri?" batin sang teman


Karena sudah tidak kuat bertanya, sang teman mulai berani bertanya "Bukankah nama belakangmu sama dengan nama perusahaan besar yang berada di luar negeri?, apa kau anak pemilik perusahaan itu?" tanya sang teman


Setelah mendengar penolakan, wajah max terlihat murung "Benar" ucap Max sambil mengangguk


Lura yang mendengar itu tersentak kaget "Sial, jika itu benar, berarti aku telah menghinanya" batin Lura


"Em ... baiklah, jika kalian tidak mau, maka aku akan pergi sekarang" ucap Max sambil berbalik dan mulai melangkah pergi


"Lura, apa kau tidak merasa ini adalah hari keberuntunganmu?, setelah mendapat penolakan darimu, wajahnya yang tersenyum berubah menjadi murung, dari yang aku lihat, pemuda itu sangat menyukaimu, jika kau bisa mendekatinya maka kau bisa membuat perusahaannya menjadi rekan kerja perusahaan ayahmu, dan pasti ayahmu akan bangga padamu" bisik sang teman pada Lura


"Tapi aku sudah mempermalukannya, tidak mungkin dia akan menerima itu" ucap Lura sambil melihat kedua temannya

__ADS_1


"Tidak usah dipikirkan, percaya padaku, terima saja tawarannya" bisik sang teman lagi


"Tunggu!" ucap Lura sambil menghentikan langkah kaki Max


Max yang mendengar itu pun langsung berbalik, ia melihat Lura tersenyum padanya "Aku menerima tawaranmu" ucap Lura sambil berjalan mendekati Max


Wajah max yang murung kembali terlihat cerah "Ayo ikuti aku, aku mengenal restoran yang sangat enak disekitar sini" ucap Max sambil menggenggam tangan Lura


Mereka keluar dari mall bersama-sama, saat diparkiraan Lura ingin menaiki mobilnya sendiri, namun Max langsung menghentikannya "bisakah kau naik bersamaku?" ajak Max


Lura melihat kearah kedua temannya, mereka mengangguk setuju, dan lura langsung memberikan kunci mobilnya pada kedua temannya


Tidak di sangka, mobil keduanya tidak cukup jauh dan hanya berjarak dengan melangkahi dua mobil.


Lura melihat mobil Max merasa terkejut, ia melihat mobil yang sangat langka di dunia "dia benar-benar sangat kaya" batin Lura


"Masuklah" ucap Max sambil membukakan pintu mobil untuk Lura


Lura mengangguk dan langsung masuk kedalam mobil.


Bersambung ...


Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇


✓ Favorite


✓ Like


✓ Vote


✓ Gift


✓ Comment


✓ Rate


Author sangat berterimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2