Another Person Life

Another Person Life
Ejekan Quiran


__ADS_3

Uhukkk


Tiba-tiba Kai memuntahkan banyak darah "A-apa ini?" gumam Kai sambil melihat darah itu di datangannya.


Kai juga merasa tubuhnya seperti digerogoti oleh ribuan serangga, dan itu sangatlah menyakitkan


Quirin yang mendengar itu seakan sangat senang "Tentu saja kau menelan racun, kau menelan semua racun itu hingga habis, dan aku bahkan tidak pernah membuat penawarnya" teriak Quirin sambil tersenyum smirk.


Feryun seakan terkena serangan jantung, ia tidak menyangka bahwa jiwa yang ada di dalam tubuh adiknya itu bisa mengetahui racun serta membuat penawarnya.


"Ini terasa sangat familiar" batin Feryun


Kai melototkan matanya, ia menatap Quirin dengan tatapan sendu "Ta-tapi kenapa?" tanya Kai yang sudah tak bisa menahan rasa sakit di tubuhnya.


Dalam sekejap, seluruh tubuh Kai mengeluarkan darah hitam dari sela-sela lubang yang terkena jarum dan paku, lalu seluruh ruangan mulai tercium aroma yang sangat tidak sedap yang di keluarkan oleh Kai.


Cassi yang melihat perlakuan kakaknya pada Kai mulai merasa gelisah dan ketakutan, ia tidak menyangka bahwa kakaknya bisa berlaku kejam pada Kai.


"Apa kau gila kakak!, dia adalah orang yang sangat kau sayangi kenapa kau bisa memperlakukannya seperti itu!" teriak Cassi dengan air mata yang sudah mengalir.


"Terserah kau mengatakan apa, tapi yang jelas aku bahkan menyesal sudah pernah mencintai pria menjijikkan seperti dia!" teriak Quirin dengan menatap Cassi dengan tajam.


Cassi mematung ketika melihat tatapan yang di tunjukkan Quirin padanya "Bagaimana aku bisa lolos dari genggamannya, kakak yang sekarang sungguh sangat menakutkan, aku bahkan tidak pernah melihat sisi nya yang seperti ini" batin Cassi.


Cassi mencoba memikirkan cara agar dirinya lolos, ia tidak ingin mati konyol di tangan Quirin "Kak-kakak, lepaskan aku!, kenapa kau benar-benar kejam padaku?, bukankah kau sudah hidup kembali?, lalu apa gunanya kau membalaskan dendam mu padaku?" ucap Cassi dengan terbata-bata.


Cassi mencoba menarik simpati sang kakak, ia ingat bahwa dulu sang kakak sangatlah menyayangi nya, bahkan ketika Cassi dimarahi oleh kedua orang tuanya, Xura terus memasang badan untuk Cassi dan pada akhirnya kemarahan itu justru di limpahkan pada Xura.


Dan sejak saat itu, Kejadian yang serupa terus berulang, dan akhirnya Xura tampak lelah untuk melindungi Cassi, dan ia mulai berpikir untuk memilih tidak tinggal di rumah dan membeli sebuah apartemen.


Tapi Xura tidak pernah mengutarakan isi hatinya, pada saat itu ia benar-benar sangat menyayangi Cassi hingga membuatnya menutup mata dengan kesalahan yang adiknya perbuat.


Ketika Xura pulang kerumah, ia mendapati Cassi memilih belajar di luar negeri, dan beberapa tahun terlewati, akhir nya Cassi kembali dan mendengar bahwa sang kakak memegang kendali penuh atas perusahaan Xavier.


Cassi mulai terang-terangan menunjukkan rasa tidak sukanya pada sang kakak, ia ingin memegang kendali perusahan Xavier, Raven saat itu mulai mempertimbangkan perkataan Cassi, lalu ia pun mencoba membiarkan Cassi memegang perusahaan hanya dalam waktu 1 Minggu.


Setelah Cassi masuk ke dalam perusahaan, para karyawan selalu di tindas dan Cassi pun memperlakukan mereka dengan semena-mena, dan Raven pun mendengar segala keluhan dari para karyawan nya.


Raven terlihat sangat marah, ia pun langsung mengeluarkan Cassi dari perusahaan dan memarahi putri nya ketika mereka sudah berada di dalam rumah.


Cassi tidak terima dengan perkataan sang papa, ia terus meminta memegang kendali perusahaan namun Raven menolak dan tetap memilih Xura untuk memegang perusahaan.

__ADS_1


Victoria yang melihat anaknya tidak mendapatkan apapun merasa sedikit kesal pada Raven, ia juga mulai meminta Xura untuk mengalah pada sang adik.


Quirin yang mendengar perkataan Cassi mulai merasa jengah, ia mengingat semua masa lalu itu dengan sangat jelas.


"Melepaskan mu?, Aku tidak akan pernah melakukan itu. Lalu kau mengatakan aku kejam?, bukankah kau mengatakan dirimu sendiri? Ha!?, Setelah semua yang kau lakukan padaku, kau ingin aku melupakannya begitu saja?, tentu saja tidak!"


"Jika di pikir-pikir, kau masih saja seperti dulu, aku bahkan tidak menyadari bahwa pada saat itu kau sengaja membuat masalah agar aku menolong mu, lalu pada akhirnya akulah yang di marahi oleh papa dan mama"


"Lalu, padahal saat itu kau meminta izin pada papa untuk masuk ke universitas di luar negeri, tanpa pikir panjang papa pun menuruti keinginan mu, pada saat itu juga papa terlihat senang karena kau ingin masuk universitas. Aku terkejut mengetahui fakta bahwa ternyata kau bahkan tidak pernah masuk ke universitas manapun dan memilih bersenang-senang di luar sana"


"Ketika kau pulang, kau justru menyalahkan papa atas ketidakmampuan mu yang tidak bisa mengelola perusahaan. Aku melihat papa sangat tertekan dengan sikap mu itu!, beberapa hari kemudian, aku terkejut mendengar papa mengalami kecelakaan lalu lintas. Saat itu kau bahkan menangis atas kematian papa dan kau mencoba melimpahkannya padaku!, bodohnya aku bahkan tidak pernah berfikir bahwa semua ini adalah perbuatan mu!" teriak Quirin dengan mata melotot, terlihat jelas di sana bahwa Quirin tengah mengeluarkan seluruh perasaan yang sudah di pendamnya selama ini.


Quirin dengan cepat mengambil sebuah kursi dan mulai memukul tubuh Cassi dengan keras.


Brakkk


Arghhh


"Hentikan kakak!" teriak Cassi dengan air mata yang sudah mengalir dengan deras.


"Aku bahkan tidak pernah berpikir bahwa orang yang sangat kami sayangi bisa membunuh anggota keluarga yang sangat menyayanginya"


Brakkk


"Aku mohon kakak, hentikan!" teriak Cassi lagi.


Suara Cassi bagai angin berlalu bagi Quirin, ketika tangan itu terangkat lagi, tiba-tiba saja Kai mengeluarkan suaranya hingga membuat tangan Quirin terhenti.


Kai yang sudah meringkuk kesakitan justru masih bisa menghawatirkan orang lain, ia merasa tidak tega melihat Cassi di siksa dengan sangat brutal oleh kakak nya sendiri.


"Hen-hentikan!" teriak Kai di sisa-sisa tenaganya.


Quirin menurunkan kursi itu dan ia menatap Cassi dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.


"Aku bahkan terkejut setelah mengetahui fakta bahwa ketika aku mati kau menyayat seluruh tubuh ku, karena itu tuan Alpha memberikan operasi plastik di seluruh tubuhku yang sekarang sudah di tempati oleh Quirin asli!" teriak Quirin dengan air mata yang terus mengalir dengan deras.


Cassi yang sudah tidak mendapat pukulan lagi justru mencoba melihat kearah Quirin.


Brakkk


Arghhh

__ADS_1


Tanpa belas kasih, Quirin menghantam kursi itu kembali ke wajah Quirin "Dan kau justru mengatakan bahwa aku bertindak sangat kejam padamu?, Ha!" teriak Quirin dengan sangat kuat.


Cassi yang mendapat serangan brutal itu mulai memikirkan seluruh perkataan Quirin, ia menangis tanpa menjawab perkataan Quirin.


Feryun dan Kiryu mulai memegang kepala mereka, dari perkataan yang keluar dari mulut Quirin, mereka berdua bisa menilai bahwa Quirin tidaklah salah, karena disini dia juga korban dari sang adik.


Seketika saja, Quirin seakan tidak bisa melihat apapun, pandangannya terlihat sangat gelap.


Zee yang berada cukup jauh langsung berlari dan menangkap tubuh Quirin.


Feryun yang berada di sana terkejut ketika Zee berlari, ke sigapan Zee mampu membuat Feryun tersenyum.


"Dia pria yang sangat cocok untuk Quirin, walau di dalam tubuh itu terdapat jiwa yang berbeda, tapi aku akan tetap menganggap mu sebagai adikku" batin Feryun


Cassi seakan sudah tidak bisa menahan rasa sakit itu lagi, mata nya bahkan sudah tidak bisa melihat dengan benar.


"Aku cemburu padamu, papa terlihat lebih menyayangi mu daripada aku. Tatapan mata yang papa berikan padaku terlihat begitu jelas, aku bisa melihat bahwa papa benar-benar tidak menyukai ku. Aku sudah mencoba menarik perhatian papa dengan semua perbuatan baikku, tapi semua itu terlihat sia-sia di mata papa"


"Ketika aku membuat kesalahan, papa bereaksi secara berlebihan, lalu saat itu kau memilih untuk membantuku. Aku melihat papa memarahi habis-habisan, dan aku sangat menikmati itu. Aku terus mengulang hal yang sama agar kau terus di marahi oleh papa, tapi semua itu tidak berlangsung lama ... "


"Ketika kita tumbuh dewasa, aku berpikir untuk kuliah di luar negeri, awalnya aku belajar bersungguh-sungguh, lalu aku menghubungi papa untuk mengatakan bahwa aku bisa bersanding dengan mu, namun jawaban yang papa berikan justru membuat ku berpikir untuk tidak melanjutkan kuliah lagi"


"Hanya dalam beberapa tahun, aku kembali ke Singapura, lalu aku mendengar bahwa kau yang mendapatkan seluruh harta keluarga kita, papa bahkan tidak membagi kan sedikit hartanya padaku, bukankah papa sungguh tidak adil?"


"Dia memperlakukan mu selayaknya putri raja, tapi berbanding terbalik ketika papa memperlakukanku, aku bahkan merasa bahwa papa seperti orang asing" ucap Cassi dengan air mata mengalir.


"Apa kau sudah selesai wanita tidak waras?" tanya Quirin dengan aura yang berbeda.


Cassi bahkan terkejut mendengar suara yang sangat berbeda itu.


"Kau bahkan dengan mudah mengatakan semua itu, tapi kau lupa bahwa kakak dan papa mu sudah bertahan sampai sejauh ini demi melindungi mu, kau terlalu berambisi untuk memiliki seluruh harta keluarga Xavier. Aku memberi tahu mu sebuah rahasia bahwa kakakmu Vixura Auristella Xavier adalah pemilik perusahaan Sterfolia yang mendapat pengakuan bahwa dirinya adalah orang terkaya se-Asia, jadi harta keluarga Xavier tidak ada apa-apanya bagi Xura" ejek Quiran dengan tersenyum menyeramkan.


Cassi yang mendengar itu merasa sangat terkejut, Feryun dan Kiryu juga sama seperti Cassi, sedangkan Kai yang sedang meringkuk mendengar semua penuturan Quirin, lalu ia menatap Quirin dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Quiran!" tegas Zee yang sedang memegangi tubuh nya.


Zee terkejut mendengar Quiran membuka identitas yang sangat di sembunyikan oleh Xura, ia langsung mengenali bahwa mereka sudah bertukar.


Kali ini Zee mulai melirik kearah Feryun dan Kiryu, ia melihat keduanya tengah menatap Quirin dengan sangat intens.


"Tidak perlu di sembunyikan lagi, wanita tidak tau malu ini harus mendengar semuanya, aku juga ingin menggantikan Xura untuk membalaskan dendam nya, dan juga aku ingin dia mati dengan membawa rasa penyesalan yang tidak berarti itu" ucap Quiran dengan melepaskan tangan Zee dari tangan nya.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2