
"Ibu aku mau diam diluar saja!" kata Chie Xie.
"Kenapa mau diam diluar?" tanya Lie Yie.
"Yang ada disini semuanya orang tua! Lebih baik aku diluar saja," jawab Chie Xie.
"Baiklah, tapi jangan pergi terlalu jauh," Lie Yie mengijinkannya.
Chie Xie segera bangkit dan melangkah keluar, sedangkan Lie Yie hanya tersenyum lembut kearah Chie Xie tanpa mengetahui jika sebenarnya ada maksud tersembunyi dari niat Chie Xie.
"Xie'er mau kemana?" tanya Yuan Xia.
"Dia merasa canggung karena yang ada disini kebanyakan orang tua, karena itu dia lebih memilih diam dan menunggu kita di luar!" jawab Lie Yie.
Yuan Xia mengangguk karena dia juga mengerti jika semua ini membuat Chie Xie tidak nyaman.
Mereka tidak ada yang tahu jika sebenarnya Chie Xie berniat pergi menyusul Tian Feng ke Kerajaan Wu, sejak dia mengetahui dari Yuan Jiu jika Tian Feng sudah pergi ke Kerajaan Jiu, Chie Xie jadi pendiam.
Saat melihat ke-dua orang tuanya yang tidak mengetahui rencananya, Chie Xie segera pergi kerumahnya untuk mengambil beberapa barang yang di perlukan dalam perjalanan.
Sebelum pergi Chie Xie sempat meninggalkan pesan tertulis dan di letakan di atas meja di samping tempat tidurnya.
Saat akan pergi, Katashi dan Katsuyuki sempat menahan Chie Xie. Katashi dan Katsuyuki merasa curiga karena Chie Xie membawa buntilan kain seolah-olah akan pergi ke suatu tempat.
Dengan tenangnya Chie Xie menjawab jika dirinya akan pergi ke rumah Zang Yang untuk berlatih sekaligus menginap disana.
"Nona Muda! Apa tidak sebaiknya menunggu ayah dan ibu Nona pulang dulu?" tanya Katsuyuki.
"Tidak usah, lagi pula jika mereka mau bertemu dengan ku mereka tinggal datang saja kesana!" jawab Chie Xie.
"Kalau begitu biar saya mengantar Nona Muda kesana!" Katsuyuki menawarkan diri.
Katsuyuki khawatir jika Chie Xie pergi sendirian takutnya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap Chie Xie, jika hal itu terjadi, bisa-bisa Tian Feng akan sangat marah besar kepada mereka.
"Aku bisa pergi sendiri! Apa yang perlu di khawatirkan, jalan menuju kerumah Guru Zang juga tidak sepi, jadi tidak akan terjadi sesuatu padaku!" kata Chie Xie.
"Tapi Nona..!" Katashi ingin membantah namun Chie Xie lebih dulu memotong perkataan Katashi.
"Sudahlah, sebaiknya kalian masuk kedalam saja!"
Chie Xie melangkah pergi meninggalkan Katashi dan Katsuyuki, awalnya dia berjalan menuju kejalan yang mengarah ke rumah Zang Yang, saat Chie Xie melihat kebelakang, dia melihat Katashi dan Katsuyuki sudah masuk kedalam, barulah Chie Xie mengambil jalur yang berbeda.
Yuan Xia dan Hiroshi serta Wei Fang saling mengobrol saat sudah keluar dari rumah Ying Lo, di saja Hiroshi menjelaskan jika Tian Feng sudah berangkat pagi-pagi sekali menuju ke Kerajaan Jiu, namun Hiroshi tidak memberitahukan jika Tian Feng pergi sekaligus mengejar Naomi ke Toakai.
__ADS_1
"Tuan Yuan, sebelum Tian pergi, dia memintaku untuk menyampaikan pesan ini padamu serta seluruh anggota keluarga bahwa kalian diminta untuk jangan terlalu menghawatirkan dirinya, dia juga memintaku untuk menjaga kalian selama dirinya tidak ada disini!" kata Hiroshi.
"Tian! Walau dia tidak sempat berpamitan kepada keluarganya, namun dia tetap berusaha melindungi keluarganya dengan cara-cara yang tidak biasa!" batin Yuan Xia.
"Xia..! Xie'er tidak ada disini!" Lie Yie menghampiri Yuan Xia dan menyampaikan jika Chie Xie tidak ada, sejak dia keluar, dia sudah mencari keberadaan Chie Xie di sekitar rumah Ying Lo, namun dia tidak bisa menemukannya.
"Kemana dia, apakah dia pulang kerumah?" gumam Yuan Xia.
"Prajurit! Apakah kamu melihat Putri Penasehat Yuan tadi?" Wei Fang bertanya kepada salah satu penjaga pintu gerbang.
"Saya melihatnya Panglima, tadi Nona muda itu melangkah pergi menuju kesana, sepertinya pulang lebih dulu!" jawab prajurit tersebut.
"Baik terima kasih!" ucap Wei Fang.
Lie Yie dan Yuan Xia bernafas lega setelah mendengar kesaksian prajurit tersebut, mereka berjalan bernama menuju ke rumah Yuan Xia sambil mengobrol.
"Panglima, Tuan Hiroshi, mari singgahlah dulu di rumah saya!"
Wei Fang dan Hiroshi mengangguk, mereka tidak menolak karena mereka sama-sama memiliki janji kepada Tian Feng untuk melindungi keluarganya.
"Tuan Yuan, aku akan menaruh Lima ronin serta tiga Shinobi disini untuk menjaga rumah mu," kata Hiroshi kemudian menunjukkan tujuh Pengawalnya.
"Tuan Hiroshi tidak perlu melakukan ini, disini kami juga memiliki Dua orang Shinobi dari Toakai," kata Yuan Xia kemudian dia mempersilahkan Hiroshi dan Wei Fang untuk duduk.
"Tuan Hiroshi, hingga saat ini aku belum tahu kabar pertarungan Tian Feng dengan Jia Tai Yan, apakah Jia Tai Yan sudah mati?" tanya Wei Fang.
"Belum Panglima! Tian Feng memang tidak sempat membunuhnya karena dia terkena pukulan Toya Emas Tian hingga lawannya terhempas jauh bagai seekor serangga yang di pukul, namun Tian sudah memastikan jika orang itu tidak akan bisa pulih walau hidup, setidaknya selama dua atau tiga tahun kedepan!" jawab Hiroshi.
"Toya Emas? Toya Emas yang mana maksud Tuan?" tanya Wei Fang karena setahu Wei Fang, Tian Feng tidak memiliki senjata apapun.
Hiroshi menjelaskan kejadian munculnya sebuah cahaya emas yang menyilaukan turun dari langit, dan cahaya tersebut ternyata adalah sebuah Toya Emas yang saat ini sudah dibawa oleh Tian Feng.
"Jadi cahaya emas terang semalam itu adalah cahaya dari sebuah Pusaka?" Wei Fang jelas terkejut karena dia juga melihat cahaya tersebut dari jauh.
"Aku juga melihatnya, bahkan aku juga mendengar suara ledakan besar sebelum cahaya itu menghilang!" Yuan Xia juga ikut berkomentar.
Sebenarnya hampir seluruh separuh wilayah Kerajaan Wu melihat cahaya Toya Emas tersebut, sebab sebelum munculnya cahaya tersebut, semua orang sudah keluar dari rumah karena terjadi getaran hebat.
"Sungguh beruntung sekali Tian memiliki sebuah pusaka misterius yang muncul dari langit!' gumam Wei Fang.
Seumur hidup Wei Fang, dia belum pernah melihat ada pusaka yang terbuat dari emas, dimana-mana emas hanya akan dijadikan perhiasan serta uang mulai dari kepingan serta batangan, bahkan hingga Tail emas.
Jika Pusaka Tian Feng itu benar-benar terbuat dari emas, Wei Fang tidak bisa membayangkan seperti apa rasanya menggunakan pusaka yang seharusnya menjadi perhiasan itu untuk di jadikan sebuah alat sebagai senjata.
__ADS_1
"Xia..! Xia..!" Lie Yie berteriak sambil berlari kearah Yuan dengan wajah panik.
"Ada apa Yie'er, kenapa kamu terlihat panik?" tanya Yuan Xia.
"Xie'er! Xie'er pergi dari rumah! Dia meninggal pesan ini dan mengatakan jika dia akan pergi menyusul kakaknya ke Kerajaan Jiu!" jawab Lie Yie yang sangat panik.
"Apaa..!" Yuan Xia segera bangkit dan mengambil secarik kertas yang ada di tangan Lie Yie.
Tubuh Yuan Xia gemetar saat membaca isi pesan tersebut, dia segera berteriak memanggil para penjaga.
"Kenapa kalian membiarkan Xie'er pergi keluar?" tanya Yuan Xia.
"Tuan Yuan, Nona muda bilang dia akan pergi kerumah gurunya untuk berlatih dan menginap disana!" jawab Katashi.
"Lalu kamu membiarkannya pergi begitu saja tanpa berusaha untuk mencegahnya?"
"Maaf Tuan, kami sudah berusaha, namun Nona muda tetap memaksa! Kami tidak tahu jika sebenarnya dia akan pergi mengejar Tuan Muda Tian," Katsuyuki juga ikut menjawab.
"Tenang Tuan Yuan, kita masih bisa mengejar putrimu! Dia pergi kepelabuhan setelah siang, sedangkan kapal sudah berangkat sebelum siang, jadi dia tidak akan mungkin bisa mengejar Tian!" kata Hiroshi.
"Bagaimana jika ada kapal lain yang akan berlayar kesana?" tanya Yuan Xia.
Di pelabuhan tidak hanya ada satu kapal yang sering berlayar ke Kerajaan Jiu. Memang ini kapal penumpang hanya ada Lima yang sering datang bergantian, namun masih ada kapal pemuat barang, kapal pribadi milik Pedagang yang akan berlalu lalang.
"Katashi, kalian berdua segera kejar Xie'er, ambil uang untuk perbekalan kalian, jika ternyata Xie'er sudah pergi, susul dia hingga ke Toakai!" kata Yuan Xia.
Katashi dan Katsuyuki segera membungkukkan badan kemudahan salah satu pengurus Yuan Xia yang berada di bagian penjaga harta keluarga Yuan mengajak Katashi untuk memberikan Katashi dan Katsuyuki Uang sebagai persiapan dalam perjalanan.
Hiroshi juga memanggil empat Shinobi yang memiliki kemampuan hampir setara dengan Katashi dan Katsuyuki.
Hiroshi segera meminta ke-empat Shinobi tersebut untuk ikut menemani Katashi dan Katsuyuki, jika benar Chie Xie sudah mendapatkan tumpangan kapal, maka mereka harus bisa mendapatkan tumpangan lain.
Cara agar bisa menemukan Chie Xie nantinya adalah menghubungi Saichi, yang jelas Tian Feng pasti akan berada disana, karena itu Ke-empat Shinobi itu harus menyampaikan kabar keberadaan Chie Xie di Toakai kepada Saichi agar Saichi bisa menyampaikannya kepada Tian Feng.
Wei Fang memiliki pemikiran lain, dia tahu Chie Xie adalah adik Tian Feng, namun bukan adik kandung, Wei Fang curiga kepada Chie Xie, dia merasa Chie Xie sepertinya menganggap Tian Feng lebih dari sebuah kakak.
Wei Fang merasa sepertinya Chie Xie menyadari jika dirinya dan Tian Feng tidak ada hubungan darah apapun sebagai saudara, sehingga tidak ada pagar pembatas bagi Chie Xie untuk memiliki Tian Feng.
Namun itu hanya pemikiran Wei Fang saja, karena belum tentu yang ia pikirkan itu benar.
Enam orang Shinobi bergegas pergi mengejar Chie Xie yang nekad pergi menyusul Tian Feng seorang diri, sedangkan Yuan Xia dan Lie Yie hanya bisa berharap Chie Xie bisa di susul sebelum menyebrangi lautan.
***
__ADS_1
Agak malam karena tadi sempat ketiduran karena sangat lelah.