Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Louis


__ADS_3

***


"Tuan Amun! Seorang pembawa pesan datang dan memberikan surat ini untuk Tuan!" seorang pria berpakaian lusuh dan tubuhnya sangat kurus menyerahkan surat kepada Amun.


Amun mengambil surat tersebut kemudian dia menendang pria kurus tersebut hingga terjungkal ke belakang, "Enyahlah dari hadapanku!" bentak Amun.


Pria kurus tersebut adalah salah satu budak yang ia beli dari orang Foiberia, sedangkan Amun sendiri saat ini masih berada di Kerajaan Wu.


"Ayah apakah itu surat dari Raja Mosis?" seorang pemuda berbadan kekar keluar dan bertanya kepada Amun.


"Iya! Raja meminta kita untuk kembali ke Yamuru! Katanya ada hal penting yang ingin dia bahas!" jawab Amun.


"Lalu bagaimana dengan rencana kita disini ayah? Apakah kita tidak akan mencari pemuda yang dulu pernah membunuh para pengawal kita?"


Amun terdiam mendengar pertanyaan putranya, dia juga masih ingin mencari anak kecil yang sudah membunuh beberapa pengawalnya saat mau menculik Naomi.


Namun hingga saat ini dia tidak menemukan informasi apapun terkait akan identitas anak laki-laki itu.


"Begini saja Ramos! Aku akan kembali ke Yamuru, sedangkan kamu pergi mencari keberadaan ketua Taiyan Zin! Jika berhasil menemukan markas baru Tiga Bunga, segera kamu minta bantuannya untuk mencari tahu indentitas anak kecil itu! Tapi kemungkinan besar anak kecil itu saat ini sudah besar."


Amun memang mengenal Taiyan Zin, walau mereka sudah saling kenal dan juga sering bekerja sama melakukan prostitusi perdagangan manusia, namun Amun masih belum tahu dimana markas Tiga Bunga itu sendiri berada.


Karena letak tempat mereka sangat jauh dengan Kota Xanhuo, mereka sampai tidak mendengar kabar akan penyebab Foiberia yang dibantu oleh Taiyan Zin dan ke-dua ketua lainnya.


"Ramos! Saat ini di Kerajaan Wu ini memiliki seorang pendekar terkuat, jadi kamu harus hati-hati jangan sampai kamu bertemu dengan pendekar itu!"


Ramos mengangguk kemudian dia pergi keluar sedangkan Amun masih berdiri di dekat mejanya.


Setelah berselang beberapa saat Omari dan Shakir datang menemui Amun, "Tuanku sepertinya Raja Mosis mulai mencurigai pergerakan kita disini!" kata Shakir.


"Entahlah, namun aku memang merasa Raja Mosis telah mengutus mata-mata untuk mengintai kegiatan kita disini, mungkin saja mata-mata itu adalah salah satu Kesatria Anubis yang sangat terlatih!" jawab Amun.


"Lalu bagaimana selanjutnya? Apakah kita tetap akan kembali ke Yamuru?" tanya Omari.

__ADS_1


Amun menoleh kearah surat dari Raja Mosis itu kemudian dia menghela nafas panjang, "Heh....! Ini terlalu rumit untuk dipikirkan, namun kita tidak punya cara lain selain kembali ke Yamuru, jika tidak bisa-bisa kita akan dicap sebagai pembangkang! Ini rumit sungguh rumit," kata Amun


"Semua ini gara-gara anak kecil itu! Andai waktu itu aku berhasil menangkap dan membunuhnya, mungkin hingga saat ini kegiatan kita disini tidak akan tercium oleh Raja Mosis!" gerutu Shakir.


"Shakir! Sebaiknya kamu disini saja menemani Ramos mencari keberadaan markas Tiga Bunga, hanya Organisasi itu yang bisa membantu kita untuk mencari informasi anak itu!" kata Amun.


"Tapi Tuanku..!?"


"Kenapa lagi? Apa kamu merasa keberatan menemani putraku?" tanya Amun.


"Bukan begitu Tuanku! Sebenarnya Tuan muda Ramos adalah satu-satunya ahli waris keluarga Tuanku, jika sampai terjadi sesuatu padanya bukankah nanti penerus Tuanku akan hilang?"


"Kamu tetap saja menganggap Ramos itu masih lemah, ingat dia itu sudah dewasa dan memiliki banyak keahlian, bahkan anak kecil itu saja tidak akan mampu mengalahkan Ramos, yang ada justru anak itu akan mati ditangan Ramos," kata Amun yang merasa yakin jika putranya pasti akan mampu mengalahkan Tian Feng.


"Baiklah jika itu yang Tuanku inginkan!" kata Shakir kemudian dia keluar sendirian.


"Omari! Cepat beritahu yang lain, kita akan bersiap berangkat sore ini juga!" kata Amun.


***


Sudah setahun Alice mempelajari bahasa Wutong, demi bisa menggait hati Tian Feng, Alice rela meluangkan waktunya agar bisa memahami bahasa Tian Feng nantinya.


"Pimpinan sungguh sangat hebat bisa memahami serta berbicara bahasa Wutong hanya dalam waktu setahun saja! Biasanya dibutuhkan hingga Tiga sampai Lima tahun untuk menguasai semuanya!" kata Cio Tang sambil tersenyum lebar.


Cio Tang adalah salah satu Pengawal Organisasi Bintang Kegelapan yang berada ke 15, sedangkan dia sendiri berasal dari Kerajaan Jiu yang memiliki nama lengkap Kerajaan Jiuxi, dan Xio Tang lah yang mengajari Alice bicara bahasa Wutong.


"Tentu saja! Bagiku menguasai bahasa suatu daerah bukanlah hal yang sulit! Lagi pula bahasa Wutong hampir sama dengan bahasa Jiuxi" kata Alice.


"Setelah ini apa yang akan Pimpinan lakukan?" tanya Xio Tang.


Alice bangkit dari kursinya dan kemudian dia menatap keluar, "Aku akan memulai mencari keberadaan Pendekar Dewa Sesat itu, mungkin saat ini Kakek ku sudah mendapatkan informasi akan keberadaannya," jawab Alice.


Xio Tang mengangguk karena dia sendiri saat ini tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Alice agar bisa menemukan keberadaan si Pendekar Dewa Sesat.

__ADS_1


Alice melangkah keluar dan mengarahkan telunjuknya kearah sekumpulan burung yang sedang terbang.


Alice melepaskan semburan api kecil lurus bagai garis tipis dari telunjuknya dan api tersebut mengenai burung yang sedang terbang diudara.


Tiga burung langsung jatuh sedangkan yang tersisa terbang berhamburan keberbagai arah karena takut.


Ke-tiga burung yang jatuh ternyata sudah hangus menjadi arang, dan Alice hanya memandang burung tersebut tanpa merasa kasihan sedikitpun.


"Aku sungguh sangat penasaran, sebenarnya sekuat apa Pendekar Dewa Sesat itu sehingga Dewa Kegelapan yang agung jadi begitu khawatir?" gumam Alice.


Cio Tang hanya menelan ludahnya melihat tiga ekor burung kecil yang menjadi korban Alice, walau dia juga bisa melakukannya namun energi api yang dilepaskan oleh Alice jauh lebih besar sehingga mampu menghanguskan burung tersebut hanya dalam satu kedipan mata saja.


Saat Alice masih dipenuhi rasa penasarannya, tiba-tiba saja Kakeknya muncul di hadapannya.


"Alice! Aku kira kamu sudah pergi melaksanakan rencana itu! Ternyata kamu masih berada disini," kata Kakek Alice.


Melihat kemunculan Kakeknya Alice yang saat ini berada dihadapannya, Xio Tang langsung berlutut dan tidak berani menatap wajahnya.


Louis adalah nama singkat Kakeknya Alice, dia adalah seorang yang paling disegani sejak dahulu oleh semua anggota Organisasi Bintang Hitam.


"Aku masih mempelajari Bahasa Wutong sebelum bertemu dengan Pendekar Dewa Sesat Kek! Owh iya, apakah kakek sudah mendapatkan informasi tentang keberadaannya?" tanya Alice.


"Tentu saja aku berhasil mendapatkannya! Aku mendapatkan kabar jika dia terakhir kali berada di Toakai! Sepertinya dia memiliki teman atau kenalan disana, dan kabarnya dia sempat melenyapkan satu Suku disana!" jawab Louis.


"Di Toakai? Kenapa dia sudah berada disana? Lalu sekarang dia sudah berada dimana?" tanya lagi Alice.


"Aku tidak tahu! Namun menurut perkiraanku dia pasti akan menuju kesini dan aku yakin itu," kata Louis.


"Benarkah? Kalau begitu aku akan menunggunya saja disini serta akan menyebarkan semua anggota Organisasi agar dengan mudah menemukan keberadaannya!" kata Alice.


Alice merasa tidak perlu lagi pergi jauh-jauh ke Wutong lagi jika Pendekar Dewa Sesat itu memang datang sendiri ke Kerajaan Jiuxi.


__ADS_1


__ADS_2