Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
kesempatan


__ADS_3

***


Tombak adalah senjata yang jarang sekali digunakan kecuali oleh orang-orang tertentu saja, namun yang sering menggunakan senjata Tombak kebanyakan adalah para prajurit.


Mempelajari jurus tombak tidak semudah mempelajari jurus pedang, walau hampir sama, namun gaya jurus Tombak lebih sulit untuk di peragakan.


Jika yang menggunakan jurus Tombak adalah seorang kesatria hebat seperti para Panglima yang memang menguasai jurus Tombak tingkat tinggi, maka hasilnya akan sangat dahsyat.


Tidak seperti pedang, Tombak lebih akurat dalam menyerang, baik dari jarak dekat, maupun jauh, dan lagi akan lebih aman saat mendapatkan serangan dari jarak dekat karena Tombak memiliki pertahanan yang sangat kuat.


Walau terdengar sangat sempurna, namun Jurus Tombak juga memiliki kelemahan, yaitu bagian tengah-tengah pegangan.


Pada dasarnya Tombak sama saja seperti Toya, mulai cara memegangnya serta menyerang, dan kelemahannya juga sama, jadi yang harus di perhatikan dan diwaspadai adalah bagian tengah itu sendiri.


Xe Wong menjelaskan dasar-dasar dari jurus Tombak sebelum Tian Feng mempelajari jurus tersebut karena itu sangat penting.


"Jika kamu benar-benar ingin mendalami jurus Tombak, maka kamu harus bisa menjadikan dirimu sendiri seperti Tombak!"


"Maksud Guru menjadi seperti Tombak bagiamana?" tanya Tian Feng.


"Jika kamu mempelajari sebuah ilmu, kamu pasti pernah melakukan penyatuan dengan ilmu tersebut bukan? Jadi tidak ada bedanya dengan jurus Tombak!" kata Xe Wong.


Tian Feng langsung memahaminya, seperti dirinya yang pernah menggunakan dua ilmu dari Kitab Singa Suci dan Kitab Iblis Neraka, Tian Feng pernah berubah menjadi ke-dua dalam wujud manusia.


Seperti Tubuh Raja Iblis dan Tahap Akhir Dewa Singa Suci serta Roh Singa, dua ilmu itu mampu mengubah Tian Feng memiliki tubuh empat kali lebih kuat serta lebih cepat dari normalnya.


"Ambillah kayu itu dan serang aku semua keahlian yang kamu miliki!" kata Xe Wong.


Tian Feng mengambil kayu panjang berukuran dua meter kemudian dia mulai menyerang Xe Wong dengan serangan tusukan serta pukulan yang sering dia gunakan sewaktu menggunakan Toyanya.


"Pegangan mu kurang kokoh dan sangat mudah sekali bagi lawanmu untuk menjatuhkan senjatamu dari genggamanmu!" kata Xe Wong yang memberikan nasehat sekaligus menghindari serangan Tian Feng dengan mudah.


Tian Feng merasa dia sudah memegang kayu itu dengan sangat kokoh, bahkan lebih kokoh saat menggunakan Toya nya.


Plakkk!!"

__ADS_1


Xe Wong memukul tangan Tian Feng dengan ranting kayu sehingga Tian Feng melepaskan genggamannya karena tangan terasa sakit dan kayunya pun terlepas dari tangannya.


"Itu kelemahan pertama dalam jurus Toya dan Tombak yaitu pegangannya! Jangan terlalu kaku dan jangan terlalu lemas!" kata Xe Wong.


Tian Feng memang tidak menggunakan Chi saat menyerah karena ini adalah latihan murni cara mempelajari jurus Tombak.


"Ambillah lagi kayumu dan kembali serang aku, tapi ingat jangan terlalu kuat saat menggenggam agar tidak terasa kaku!" kata Xe Wong.


Tian Feng kembali meraih kayunya dan kemudian menyerang Xe Wong lagi dengan sedikit melonggarkan pegangannya agar tidak kaku.


Namun karena pada dasarnya Tian Feng tidak pernah mempelajari jurus Toya maupun Tombak, jadi jurus yang ia gunakan bagi Xe Wong terasa cacat.


Xe Wong kembali memberikan pukulan yang sama kepunggung tangan Tian Feng sehingga Tian Feng terpaksa melepaskan kayunya kembali.


"Selama ini bagaimana caramu menggunakan Toya mu itu?" tanya Xe Wong.


Tian Feng melihat punggung tangannya yang merah dan terasa panas akibat terkena pukulan ranting dari Xe Wong, andai dia menggunakan Chi untuk melindungi kulit dari serangan pukulan itu, mungkin dia tidak akan merasakan sakit, sambil mengelus-elus tangannya Tian Feng menjawab pertanyaan Xe Wong.


"Hanya menggunakan asal-asalan saja yang penting bisa menyerang dan bertahan, selebihnya akan dibantu oleh Roh Penjaga pusaka!" jawab Tian Feng.


"Jika memegang Toya, ukur bagian tengah dan bagi masing-masing dua jengkal dari ukuran tengah, dan peganglah dengan tenang, tidak terlalu kuat dan tidak terlalu lemas, ini adalah cara menyerang dengan serangan biasa dua arah!"


Serangan dua arah yang dimaksud adalah mengandalkan dua ujung Toya yang bisa menyerang secara bergantian dengan posisi pegangan masih sama, namun kebanyakan cara ini lebih condong ke posisi bertahan dari pada serangan.


Dan kelemahannya adalah pegangan serta bagian tengah-tengah, jika musuh menggunakan cambuk dan Tian Feng tidak waspada saat bagian tengah Toyanya terkait oleh tali ditambah dengan pegangan yang kurang kuat atau juga kaku, bisa-bisa Tian Feng akan kehilangan Toyanya.


Hal ini ternyata juga berlaku bagi Tombak, hanya saja pegangan sedikit lebih ke ujung mata tombak dengan jarak dua hingga tiga jengkal.


Jika Tian Feng sudah bisa membiasakan diri dengan gaya biasa itu, maka Xe Wong akan melanjutkan latihan ketahap berikutnya, yaitu tahap serangan serta cara memegangnya.


Masalahnya tidak semudah itu bagi Tian Feng untuk bisa mempelajari Jurus tersebut walau yang ia latih baru latihan dasar dari pertahanan Toya dan Tombak.


Di Kuil yang sama, Alice hanya bisa duduk melihat Tian Feng yang berlatih di kejauhan, dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Aura aneh yang mampu menekan energinya.


Sebenarnya Alice ingin pergi dari Kuil itu, namun dia tidak mau kehilangan Tian Feng, jika sampai kehilangan Tian Feng, akan sangat sulit lagi bagi dirinya untuk bisa bertemu lagi serta rencananya pun pasti akan gagal.

__ADS_1


Hal yang tidak habis pikir bagi Alice adalah alasan Tian Feng yang ingin pergi menemui kenalannya di Kuil itu, dan ternyata Tian Feng berbohong padanya karena ternyata dia datang ke Kuil Sengshan adalah untuk berlatih.


"Sebenarnya dia mau berlatih jurus apa?"


Alice benar-benar tidak mengerti kenapa Tian Feng berlatih jurus Toya, padahal dia sendiri sudah memiliki Toya.


Ingin rasanya Alice mengganggu latihan Tian Feng, namun dia tidak berani karena saat ini Energi benar-benar tidak bisa digunakan di dalam kuil sehingga Alice hanya bisa diam dan pada akhirnya memilih untuk melihat hal lain karena bosan.


"Akhirnya dia pergi juga!" gumam Xe Wong membuat Tian Feng juga melihat kearah yang Biksu Xe Wong lihat.


"Sebenarnya siapa dia itu Guru Biksu? Apakah Guru mengenalnya?" Tanya Tian Feng.


"Aku juga tidak tahu siapa dia, hanya saja mata batinku merasa hatinya sangat gelap! Aku tidak bisa menyimpulkan apakah dia itu jahat atau tidak karena ini sangat sulit!" jawab Biksu Xe Wong.


Sejak awal berlatih gerakan serta jurus, Xe Wong sengaja melatih Jurus Toya yang bisa dikombinasikan dengan jurus Tombak, namun karena ada Alice yang mengamatinya, Xe Wong lebih memilih untuk memberikan latihan dasar Toya dulu karena ada Alice.


"Kami juga merasakan hal yang sama!" kata Xanzi.


Kini Xanzi tahu Aura apa yang begitu panas yang samar-samar keluar dari tubuh Alice saat mereka berada di dekatnya.


"Sebaiknya nanti kamu langsung habisi Gadis itu Tian dari pada nanti dia menyebabkan banyak masalah!" ucap lagi Xanzi.


"Kamu benar Xanzi, setelah ini aku mengurusnya," jawab Tian Feng.


"Amithafa Buddha Welas Asih! Tidak ada hal baik atau jahat di dunia ini! Semua mahluk hidup masih memiliki kesempatan untuk berubah dan bertobat, begitu juga sebaliknya!"


Semua orang memiliki sifat yang bisa berubah-ubah, Orang yang jahat masih memiliki kesempatan untuk berubah menjadi baik, dan orang yang awalnya memiliki Sifat baik juga bisa berubah menjadi jahat.


Karena Biksu Xe Wong adalah pengikut ajaran Buddha dan menjunjung tinggi nilai-nilai Dharma serta mengikuti sifat welas asih dari Sang Buddha, dia tidak setuju dengan saran Xanzi.


Andai dia mau, Xe Wong bisa saja membunuh Alice kapanpun selama Alice masih berada di dalam kuil, namun itu bertentangan dengan ajaran Buddha sehingga Xe Wong menyarankan agar nanti Tian Feng berusaha merubah Sifat Alice seperti Tian Feng yang bisa merubah sifatnya dan mau bertobat.


"Guru Biksu juga tahu sifatku sebelumnya?" batin Tian Feng yang tidak menyangka jika Xe Wong mengetahui sifat jahat masa lalunya.


Jika Xe Wong mengetahui itu, dia juga pasti sudah tahu akan berapa usia Tian Feng yang sesungguhnya.

__ADS_1


__ADS_2