Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Pertandingan Kuburan Seribu Pedang (4)


__ADS_3

***


"Tian, siapa yang kamu cari?"


Zang Yang baru saja duduk kebingungan saat melihat Tian Feng seperti sedang mencari seseorang.


"Guru, sejak tadi aku tidak melihat keberadaan Taiyan Zin, apakah dia tidak datang?" tanya Tian Feng.


"Entahlah! Mungkin nanti dia akan datang, tunggulah!" jawab Zang Yang kemudian dia duduk beristirahat.


"Apakah kakek baik-baik saja?" Lin Ling datang menanyakan keadaan kakeknya kepada Tian Feng.


Tian Feng hanya mengangguk saja kemudian dia kembali mencari keberadaan Taiyan Zin yang belum terlihat batang hidungnya.


"Amithafa! Tuan Muda Tidak kusangka akan bertemu denganmu disini!" Biksu Bai Ming datang dan menyapa Tian Feng dengan sopan.


"Owh Biksu Bai, maaf saya tidak menyadari keberadaan biksu!" jawab Tian Feng sekaligus memberi hormat kepada Bai Ming.


"Jangan seperti itu Tuan Muda, sebaiknya bersikaplah seperti biasa!" pinta Bai Ming.


"Biksu, apakah senior yang waktu itu bersama Biksu juga ada disini?" yang Tian Feng tanya adalah Li Xiang Fai.


"Dia sejak tadi sudah ada disini! Itu dia sedang berada disana!" jawab Bai Ming sambil menunjuk kearah Li Xiang Fai yang melambaikan tangan padanya.


Tian Feng membalas dengan anggukan pelan kemudian dia kembali berbicara kepada Bai Ming.


Lin Ling yang merasa tidak dihiraukan oleh Tian Feng menatap Tian Feng dengan tatapan marah, sebagai seorang wanita yang memiliki perasaan sensitif, maka wajar jika Lin Ling merasa kesal saat lawan jenisnya sama sekali tidak memperhatikan nya.


"Biksu! Apakah Pendekar dari Tiga Bunga belum ada yang datang?" tanya lagi Tian kepada Bai Ming, siapa tahu Bai Ming melihatnya.


"Sejak tadi aku sudah berkeliling, namun aku tidak melihat satu orangpun dari anggota Tiga Bunga!" jawab Bai Ming.


"Tuan Muda Tian, aku yakin kamu mengikuti kompetisi ini hanya demi bertemu dengan Taiyan Zin, apa aku benar?" tanya Bai Ming.


"Benar sekali Biksu, andai tidak demi dia, mana mungkin aku akan mau ikut!" jawab Tian Feng.


"Sesungguhnya sifat dendam itu adalah sebuah kelemahan, jika kamu hanya ingin bertemu dengannya karena ingin membalas dendam, maka sebaiknya kamu urungkan saja niat mu itu!" Bai Ming mulai menceramahi Tian Feng.


"Aku bukan ingin membalas dendam, melainkan ingin membersihkan orang-orang jahat yang berkeliaran di wilayah Kerajaan ini!" jawab Tian Feng namun setelah itu dia menatap kearah selatan dan melihat awan hitam tebal sedang bergerak ke-arahnya.


"Seingatku ini belum waktunya musim hujan! Tapi kenapa ada awan hitam yang mengarah kesini?" kata Tian Feng.


"Entahlah, kita tidak pernah tahu karena musim itu selalu berganti!" jawab Bai Ming.


"Mungkin saja!" jawab Tian Feng.


"Aku merasa ada sesuatu dibalik awan hitam itu Tian!" Zanxi ikut bersuara.


"Apakah maksud perkataan mu? Apakah awan itu seperti sebuah pertanda?" tanya Tian Feng.

__ADS_1


"Kamu dan semua orang-orang yang ada di dunia ini mungkin tidak akan bisa merasakan hawa Kegelapan, namun aku sangat bisa merasakan hawa ini! Mungkin mereka adalah para pengikut Kaisar Kegelapan!" kata Zanxi.


"Mereka muncul secepat ini? Apakah kamu bisa merasakan akan keberadaan Kaisar Kegelapan dibalik awan itu?" tanya Tian Feng.


Menurut Tian Feng terlalu awal rasanya jika Kaisar Kegelapan harus muncul di saat dirinya belum mempelajari ilmu Tombak, ditambah lagi dirinya masih belum menemukan atau mengetahui dua pusaka Nirwana lainnya.


"Kamu tidak perlu sepanik itu, sebab Kaisar Kegelapan tidak akan muncul begitu saja bahkan salah satu dari Dua Puluh Pengawal Kaisar Kegelapan pun juga tidak ada disana! Akan tetapi aku dapat merasakan jika ada satu manusia yang memiliki kemampuan dan juga energi yang lebih tinggi darimu, jadi waspadalah!" kata Zanxi.


Tian Feng mengerutkan dahinya, jika yang dikatakan oleh Zanxi itu memang benar, maka masalah yang besar akan segera datang, masalah yang mungkin tidak ada satupun orang yang sanggup mengatasinya termasuk dirinya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"


"Tidak ada! Kamu hanya perlu menunggu serta melihat dulu, jangan dulu bertindak gegabah sebelum kamu mengetahui maksud kedatangan mereka, dan juga sebelum kamu mengetahui kemampuan manusia yang aku maksud tadi, kamu jangan dulu bertindak!" kata Zanxi.


Tian Feng yang awalnya ingin bertemu dengan Taiyan Zin, kini harus merubah rencananya karena bencana yang akan datang kemungkinan lebih menyusahkan dari pada Taiyan Zin.


"Para Pendekar yang hadir pada pertandingan hari ini, sekarang sudah tiba waktunya lanjut ke babak Ke-dua yang itu tantangan! Para peserta yang sudah masuk daftar boleh menantang salah satu dari sepuluh pendekar terkuat, atau juga bisa menantang peserta baru!" kata Huan Bao kemudian dia melihat kearah Wei Fang dan Bai Ling Ling.


Dari Lima Pendekar terkuat hanya Wei Fang dan Bai Ling Ling saja yang datang, sedangkan Mao Lao, Taiyan Zin tidak datang.


Huan Bao sudah mendengar kabar jika She Ying sudah mati sehingga hanya ada empat Pendekar terkuat yang tersisa.


Selain Tian Feng, tidak ada yang mengetahui akan kabar Mao Lao yang sebenarnya juga sudah tiada, karena itu mereka masih menganggap jika Pendekar terkuat masih tersisa empat orang.


"Berikutnya saya minta kepada Ketua Chang Shan untuk masuk lebih dulu, karena anda adalah peserta pertama yang menang!" kata Huan Bao.


Chang Shan segera maju dan masuk kedalam arena kemudian berdiri disamping Huan Bao.


Chang Shan menatap kearah beberapa pendekar yang menjadi sepuluh Pendekar terkuat, hanya ada beberapa saja yang hadir, dan sisanya tidak diketahui atau lebih tepatnya tidak terlalu diketahui nama serta wajahnya.


"Saudara Huan, aku ingin menantang salah satu peserta saja!" kata Chang Shan.


"Kalau begitu sebutkan saja siapa yang ingin kamu hadapi," Huan Bao mempersilahkan Chang Shan untuk memilih lawannya.


"Kamu yang ingin aku lawan!" kata Chang Shan menunjuk kearah Tian Feng.


Tian Feng mengangkat sebelah alisnya saat Chang Shan ingin melawannya, bukannya Tian Feng tidak mau, hanya saja dia merasa aneh.


"Dari sekian banyaknya orang kenapa harus aku yang ingin dia lawan?" batin Tian Feng.


"Bagiamana, apakah kamu menerima tantangan Ketua Chang Shan?" tanya Huan Bao.


Tian Feng menoleh kearah Zang Yang, dia hanya mengangkat ke-dua bahunya yang artinya dia menyerahkan semua keputusan itu kepada Tian Feng sendiri.


Merasa tidak memiliki pilihan lain, akhirnya Tian Feng memasuki arena dan menerima tantangan dari Chang Shan.


"Ketua! Maaf kenapa Ketua Chang ingin melawanku?" tanya Tian Feng.


"Apa kamu ini benar-benar adalah anak Yuan Xia yang dulu pernah tinggal di perguruanku?" tanya Chang Shan.

__ADS_1


"Benar sekali ketua!" jawab Tian Feng.


"Aku sempat mendengar sedikit kabar akan kehebatan mu, jadi sekarang aku ingin merasakan sendiri, jadi ayo tunjukkan semua kemampuan yang kamu miliki!" kata Chang Shan kemudian dia mulai memasang kuda-kudanya dengan ke-dua tangannya yang membentuk cakar Singa.


Tian Feng masih terlihat tenang, namun pikiran tidak bisa tenang dan sesekali melihat ke arah awan hitam.


"Kuku Singa Emas."


Chang Shan segera maju menyerang Tian Feng dengan serangan cakar yang sangat kuat, serangan Chang Shan kebanyakan mengarah ke dada Tian Feng, namun Tian Feng hanya berusaha menghindari serangan tersebut dengan jurus mabuk.


"Bukankah itu jurus mabuk milik Pendekar Dewa Mabuk? Kenapa dia bisa menguasainya?" beberapa pendekar terkejut saat melihat Tian Feng yang menggunakan gerakan jurus Dewa Mabuk.


Sebagian orang melihat itu teringat kepada Mao Lao, seolah-olah saat ini yang berhadapan dengan Chang Shan bukan Tian Feng melainkan Mao Lao.


Walau gerakan Tian Feng tidak sesempurna gerakan Mao Lao, namun gerakan Tian Feng sangat lentur dan juga sangat sulit untuk di sentuh.


Chang Shan merasa sangat dipermainkan dan dipermalukan oleh Tian Feng, dia menambah energinya disetiap serangan cakar nya sehingga tercipta energi yang mampu menggores batu bahkan membelahnya.


"Kau ini tidak mabuk, tapi kenapa kamu bisa menggunakan jurus ini tanpa minum alkohol?" tanya Chang Shan yang masih menyerang Tian Feng.


Tian Feng tidak menjawab, dia sadar puncak kesempurnaan dari jurus Dewa Mabuk adalah dengan minum arak atau tuak, namun dia tidak memiliki itu sehingga hanya mengandalkan gerakan dasar saja.


"Cakar Singa Emas Merobek Mangsa."


Chang Shan melepaskan energi cakarnya berbentuk silang, dan energi tersebut langsung menyerang Tian Feng.


Tian Feng menjatuhkan tubuhnya sehingga cakaran tersebut hanya melewatinya saja, sedangkan Chang Shan kembali memberikan serangan yang lain.


"Kuku Singa Emas Mencakar Angin."


"Taring Kematian."


"Singa Emas Mengejar Mangsa."


Beberapa Jurus andalan Chang Shan sudah digunakan, bahkan setiap serangan disetiap jurus sangat mematikan.


Namum tidak satupun dari setiap serangannya yang berhasil melukai Tian Feng, "Aku tidak bisa menggunakan Ilmu Tahap Akhir Dewa Singa seperti Zang Yang, andai bisa sudah aku gunakan ilmu itu untuk mengalahkan anak ini!" batin Chang Shan karena dia sudah tidak memiliki jurus lain yang bisa dia gunakan lagi.


Chang Shan berhenti menyerang, dia merasa mustahil bisa menyentuh Tian Feng yang menggunakan jurus Mabuk.


"Yuan Tian! Sebenarnya apa hubungan mu dengan Mao Lao? Apakah kamu sudah menjadi muridnya?" tanya Chang Shan.


Melihat Chang Shan sudah tidak menyerangnya lagi, Tian Feng kembali kegerakan normalnya, "Benar Ketua! Guru Mao Lao sudah mewariskan semua jurus mabuknya padaku, dan guru juga pernah bercerita pertemuannya dengan ketua!" jawab Tian Feng.


"Maaf atas sikap ku tadi yang tidak sopan padamu! Dari dulu hingga sekarang, aku masih sangat menghormati Senior Mao Lao! Maafkan juga atas sikapku yang tidak baik padamu!" kata Chang Shan yang menyadari jika selama ini dia sudah dibutakan oleh rasa iri.


Dulu Chang Shan tidak suka terhadap Tian Feng karena Zang Yang mengatakan jika Tian Feng akan menjadi Pendekar paling hebat yang akan membuat nama Perguruan Singa Emas menjadi terkenal.


Chang Shan tidak terima akan ucapan Zang Yang, namun dia tidak mengutarakannya. Chang Shan tidak mau ada murid lain yang lebih hebat dari muridnya sendiri yaitu Cao Zhuan.

__ADS_1


Kini dia menyesal karena tidak mendengarkan perkataan Zang Yang agar mau melindungi Tian Feng, nyatanya sekarang Tian Feng sudah memiliki kemampuan yang sama dengan dirinya, bahkan Cao Zhuan saja baru mencapai tingkat Pendekar Tengah.


__ADS_2