Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Pertandingan (2)


__ADS_3

Mo Zhian mulai mengalirkan energi ke jari telunjuknya, dia sudah siap kapan saja untuk membunuh Zien Hee yang masih berusaha mengatur nafasnya.


Mo Zhian yang masih ragu mulai menggerakkan jarinya dan jantung Zien Hee sudah akan dia tusuk sekali lagi, namun di saat yang sama, Zien Hee sudah berhasil mengatur nafasnya.


"A..aku menyerah!" kata Zien Hee yang nafasnya belum sepenuhnya stabil.


Mo Zhian langsung bernafas lega karena akhirnya Zien Hee lebih dulu bilang menyerah, itu artinya dia tidak perlu membunuhnya.


"Kalau kamu ingin menggantikan ku, naiklah, namun jika tidak katakan saja jika kamu ingin menyerah!" kata Zien Hee kepada rekannya, kemudian dia memberikan tanda penghormatan kepada Mo Zhian.


Pengganti Zien Hee segera naik ke arena, dia memberikan hormat terlebih dahulu sebelum mengenalkan dirinya.


"Namaku Yo Fang dari Pilar Langit," kata pendekar tersebut kemudian dia mulai memasang kuda-kuda nya.


Mo Zhian sendiri juga mulai memasang kuda-kuda dan kemudian mereka berdua mulai bertukar serangan.


Mo Zhian menyerang Yo Fang dari arah bawah, namun Yo Fang berhasil menahan serangan tersebut kemudian dia memberi serangan balasan.


"Jurus Tapak Langit."


Yo Fang memberikan serangan tapak dan menahan serangan jari Mo Zhian kemudian dia mengarahkan satu serangan tapak lagi ke perut Mo Zhian.


Mo Zhian berhasil menghindari nya dengan cara melompat mundur kebelakang, namun ternyata tapak Yo Fang bukan tapak yang bisa di hindari dengan mudah.


Walau tapak Yo Fang tidak mengenai perut Mo Zhian, namun ada energi yang keluar dari tapak Yo Fang dan mengenai perut Mo Zhian hingga Mo Zhian terpental dua meter kebelakang.


"Uhuk-uhuk! Serangannya le-lebih cepat dariku!" gumam Mo Zhian sambil terbatuk-batuk.


"Jurus Tapak Langit."


Yo Fang kembali menyerang Mo Zhian yang masih menahan rasa sakit di perutnya sehingga Mo Zhian hanya bisa bertahan dari serangan Yo Fang yang sangat kuat.


Semua orang mulai bersorak-sorai mendukung Yo Fang yang menyerang dengan tapaknya, semuanya yakin jika Yo Fang pasti akan memenangkan pertarungan tersebut.


Di kursi peserta, Tian Feng sama sekali tidak memperdulikan pertarungan Yo Fang Melawan Mo Zhian yang sangat sengit, dia lebih memilih untuk mengamati serbuk putih yang ada di cangkir Zang Yang.


"Tidak berbau dan juga mudah larut dengan air, ini pasti obat penghilang Chi!" batin Tian Feng sambil mengusap debu yang sudah ada di jarinya untuk menelitinya.


Walau Tian Feng tidak terlalu memahami racun dan obat lainnya, namun setidaknya dia pernah di ajari oleh Sue Yue, karena itu dia sedikit mengetahui nya.


Zang Yang sendiri yang sejak tadi merasa pusing melihat kearah Tian Feng, "Ada apa Tian?" tanya Zang Yang sambil memijat keningnya.


"Sepertinya ada yang ingin mencelakaimu guru!" jawab Tian Feng.


"Kenapa kamu bisa berkata seperti itu? Apakah kamu menemukan sesuatu?" tanya Zang Yang.


Tian Feng mengangguk kemudian dia menunjukkan sisa serbuk yang masih menempel di cangkirnya.


"Ada yang mencampurkan obat di air minum mu, lihatlah masih ada serbuk yang menempel di cangkir mu!" kata Tian Feng.


Zang Yang mengangkat cangkirnya kemudian melihatnya secara teliti, setelah cukup lama baru dia percaya jika memang ada yang mencampurkan obat di minumannya.


"Sepertinya itu adalah obat yang bisa melemahkan Chi seorang pendekar, Namum guru tidak perlu khawatir karena obat itu tidak akan membahayakan guru, mungkin efeknya hanya satu hari saja dan besok guru pasti akan pulih lagi!" kata Tian Feng.


"Hemm.. Pantas saja aku merasa lemas seperti habis bertarung, bahkan kepalaku terasa pusing! Tapi siapa yang mencampur obat ini, dan apa tujuannya?" tanya Zang Yang.


"Entahlah guru, aku juga tidak tahu siapa orang yang telah memberi minum ini dengan obat! Aku yakin jika orang itu memiliki tujuan, pertama agar Guru kalah dalam pertandingan dan bisa saja guru akan mati karena sudah tidak memiliki Chi, dan yang ke-dua agar ayahku kalah dalam pertandingan perebutan Jabatan ini!" kata Tian Feng.


"Kamu benar juga, akan tetapi aku tidak mungkin duduk diam saja melihatmu bertarung sendirian, bagiamana kalau kamu sampai berhadapan dengan Tiga Pendekar Cahaya itu?"

__ADS_1


Zang Yang menatap kearah tiga Pendekar dari perwakilan keluarga Wong. Ke-tiganya sama-sama mengenakan penutup wajah, namun Zang Yang yakin jika ke-tiga-tiga nya adalah Pendekar wanita.


"Guru tidak perlu khawatir, aku akan berhati-hati jika memang mendapat musuh yang kuat, jadi guru duduk saja dan dukung aku dari sini!" kata Tian Feng sambil tersenyum lebar.


"Bisa-bisanya kamu bercanda di saat situsnya seperti ini!" gumam Zang Yang.


Di Arena pertandingan, Mo Zhian berada di situasi yang tidak di untungkan, dia mendapatkan banyak serangan tapak dari Yo Fang sehingga sesekali dia muntah darah.


Walau Mo Zhian tidak bisa memberikan serangan balasan, namun sebenarnya dia sedang menunggu peluang dengan mencari celah agar bisa menyerang balik Yo Fang.


"Pendekar dari Pilar Langit ini sungguh sangat merepotkan, jika begini bisa-bisa aku kalah!"


"Saudara Han, terima saja nasibmu, kali ini kamu akan segera tersingkir kan karena pendekar yang menjadi perwakilan ku pasti akan menang!"


"Maaf Saudara Yi, namun aku tidak yakin karena pertandingan masih belum selesai!"


"Kalian berdua apa tidak bisa diam!"


Telinga Yuan Xia serasa penuh karena perdebatan Yi Baobao dan Han Yun Wei, karena itu dia menegur ke-dua nya agar diam.


Semua orang sekarang menjadi tegang saat melihat Mo Zhian yang jatuh tergeletak di atas arena, sedang Yo Fang sudah melompat tinggi ke udara untuk melepaskan jurus terakhir nya.


"Jurus Tapak Langit Hitam."


Anergi Chi terkumpul di telapak tangan To Fang, energi tersebut berubah menjadi hitam pekat dan kemudian Yo Fang melesat turun dengan tapaknya yang mengarah ke Mo Zhian.


"Ini baru seru! Ayo habisi dia..!" kata Zhi Yu Zhuan yang terlihat antusias.


Mo Zhian yang masih terbaring membuka matanya kemudian dia juga mengumpulkan Chi ke jarinya.


"Haaaa...!"


Yo Fang berteriak sekaligus meluncur dengan sangat cepat, dia yakin jika Mo Zhian pasti kalah.


Mo Zhian langsung bangkit dan kemudian dia melompat ke samping, sedangkan Yo Fang yang sudah terlanjur meluncur kebawah tidak bisa menahan gerakannya sehingga tapak nya menghantam lantai arena hingga retak.


Mo Zhian segera melompat kemudian dia menyerang Yo Fang dengan jurus Belalang sembahnya.


Yo Fang jelas tidak bisa menghindari serangan Mo Zhian yang mendadak sehingga tusukan jari Mo Zhian mengenai lengannya.


Yo Fang berniat membalas serangan Mo Zhian dengan serangan tapak, namun tangan kanan tidak bisa di gerakkan.


"Ini bukan jurus Belalang Sembah melainkan jurus totok! Kau menipuku!" kata Yo Fang saat sadar jika Mo Zhian menotok pergerakannya sehingga dia diam seperti patung.


"Maaf Pendekar Yo, sepertinya pertarungan kita sudahi sampai disini saja!" kata Mo Zhian kemudian dia menendang tubuh Yo Fang yang tidak bisa bergerak itu hingga terlempar keluar dari arena.


"Panglima Ying, jika peserta sampai keluar dari arena apakah akan di anggap kalah?" tanya Mo Zhian namun dengan nafas yang memburu karena lelah.


"Tentu saja! Ini adalah pertandingan arena, jadi jika sampai ada yang keluar dari arena akan di anggap gugur!" kata Ying Lo kemudian dia naik ke atas arena.


Yo Fang sendiri kini sudah berhasil di bebaskan dari totokan Mo Zhian kemudian dia kembali ke tempat duduk nya.


"Karena para peserta dari Tuan Yi sudah kalah, maka pemenangnya adalah perwakilan dari keluarga Han!" kata Ying Lo.


Semua orang memberikan tepuk hangat meriah untuk Mo Zhian kecuali hanya satu Zhi Yu Zhuan, "Sangat mengecewakan, kenapa tidak ada satupun yang mati dalam pertandingan tadi?" gerutu Zhi Yu Zhuan.


"Baiklah kita tidak perlu menunggu lama-lama lagi! Berikutnya adalah perwakilan dari keluarga Jin melawan perwakilan dari keluarga Yuan!" kata Ying Lo.


"Guru, aku kesana dulu!" kata Tian Feng.

__ADS_1


Zang Yang menahan tangan Tian Feng yang mau pergi, saat Tian Feng menoleh dan ingin bertanya, ternyata Zang Yang lebih dulu berbicara, "Hati-hati Tian!" kata Zang Yang dan di jawab dengan anggukan oleh Tian Feng.


"Em? Kenapa peserta dari perwakilan Tuan Yuan cuma ada satu? Kenapa guru Zang tidak ikut naik?" tanya Ying Lo kepada Tian Feng yang kini sudah berdiri di atas arena.


"Guruku tidak perlu ikut turun tangan, biar aku sendiri saja mewakili Guru ku!" kata Tian Feng.


"Terserah kamu saja, namun jika terjadi sesuatu padamu, kamu harus bisa menerima kekalahan itu!" kata Ying Lo kemudian dia menoleh kearah seorang pria yang akan menjadi lawan Tian Feng .


"Ada apa dengan guru Zang, kenapa dia tidak ikut naik?" batin Yuan Xia.


Semua orang kini tertuju kepada wajah Tian Feng yang di tutup sebagian dengan Topeng Hitam yang hanya sebelah saja.


Mereka yakin jika Tian Feng sebenarnya masih sangat muda sehingga sebagian orang meminta Tian Feng untuk turun sebelum terlambat.


"Baiklah semuanya, mari kita saksikan pertandingan ke-dua ini yaitu Perwakilan Tuan Yuan melawan Perwakilan dari Tuan Jin, selamat menyaksikan!" kata Ying Lo kemudian gong langsung berbunyi.


"Hai anak muda, apa kamu pikir ini pertandingan untuk anak-anak? Cepat keluar sebelum aku mematahkan tulang mu dengan jurus Bangao ku ini!" kata pendekar tersebut.


Semua orang kini berteriak meminta Tian Feng untuk turun, mereka tidak tega jika harus melihat Tian Feng yang masih muda harus patah tulang dan yang paling buruk mati.


"Apakah tuan sudah selesai bicaranya?" tanya Tian Feng dengan tatapan dingin.


Pendekar tersebut semakin tertawa lebar, dia yakin Tian Feng masih seorang Pendekar Tengah sehingga pendekar paruh baya yang berada di Tingkat Pendekar Atas itu yakin bisa mengalahkan Tian Feng dengan satu jurus saja.


"Baiklah anak muda, jangan salahkan aku jika terjadi apa-apa padamu," kata Pendekar tersebut kemudian dia menyerang Tian Feng dengan jurus Bangao nya.


"Jurus Bangao Putih."


Pendekar tersebut bergerak kearah Tian Feng dengan gerakan siksak dan telapak tangan di bengkokkan kedepan dengan tiga jari menyatu di atas dan ibu jari serta kelingking berada di bawah, telapak tangan menyerupai Bangao.


Semua orang menjadi tegang, apalagi Tian Feng sama sekali tidak berusaha menghindari serangan tersebut.


Saat serangan pendekar tersebut sudah sangat dekat, tiba-tiba saja Tian Feng menangkap tangan Pendekar tersebut kemudian dia memutar tangan pendekar tersebut.


Krakkk!!!


"Arghh!!'


Suara patahan tulang terdengar oleh sebagian orang, sedangkan Pendekar paruh baya itu berteriak dengan sangat keras sambil memegangi lengannya.


Tukang-tulang lengannya hancur di dalam, sehingga lengannya langsung lentur, bahkan tidak bisa di gerakkan sama sekali.


Kini orang-orang yang sebelumnya berteriak meminta Tian Feng untuk turun hanya bisa terperangah dengan tatapan tidak percaya.


Begitu juga dengan Zhi Yu Zhuan, Yuan Xia dan juga Zang Yang. Tidak satupun dari mereka yang akan mengira jika Tian Feng akan mematahkan lengan Pendekar tersebut dengan sangat mudah.


"Itu akibatnya jika tuan meremehkan orang lain!" kata Tian Feng kepada pendekar tersebut.


Pendekar paruh baya itu yang menahan air matanya hanya bisa merapatkan gigi saja, dia sadar jika dirinya sudah membuat kesalahan besar.


Melihat Pendekar tersebut yang belum mau bilang menyerah, Tian Feng berniat memberikan tendangan kepada pendekar tersebut agar pendekar itu keluar dari arena.


Andai tidak ada Yuan Xia dan orang-orang disana, mungkin Tian Feng dengan senang hati akan membunuh pendekar paruh baya tersebut, hitung-hitung untuk menambah Aura Pembunuh nya.


Tapi sayang karena pendekar itu bukanlah pendekar aliran sesat, Tian Feng sendiri lebih tertarik untuk membunuh Pria yang duduk di kursi tamu kehormatan, dia adalah Yama Denji kepala Klan dari Klan Yama sekaligus orang yang dulu pernah mengirim Shinobi untuk membunuh Lie Yie dan juga Chie Xie.


"Aku menyerah!" kata Pendekar tersebut saat menyadari kaki Tian Feng yang sudah berancang-ancang untuk menendangnya.


Suasana hening untuk beberapa lama sebelum akhirnya salah satu penonton bertepuk tangan dan kemudian di susul oleh semua orang.

__ADS_1


Mereka merasa takjub karena Tian Feng berhasil mengalahkan Pendekar paruh baya tersebut hanya dengan satu gerakan saja.


"Pemuda ini bukan pendekar biasa, aku bisa merasakan aura aneh terpancar dari tubuhnya, siapa sebenarnya pemuda ini?" gumam Biksu Bai Ming.


__ADS_2