Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Kusa Katsuyuki


__ADS_3

Api yang terlihat diputaran Shuriken tersebut sebenarnya berasal dari benturan sesama Shuriken yang beradu saat berputar. Hasilnya percikan api yang banyak terlihat seperti cahaya bara api yang menyala-nyala.


"Ini saatnya bagi ku!"


Katashi mengeluarkan sebuah botol kecil yang isinya adalah minyak, dia segera menuangkan minyak tersebut kedalam mulutnya kemudian melompat kearah Tian Feng yang terlihat masih terjebak di dalam Formasi Garis Api.


Setelah Katashi agak dekat dengan Tian Feng, dia menyemburkan minyak di dalam mulutnya kearah Tian Feng sehingga memicu percikan api itu menyala dan membakar Tubuh Tian Feng.


"Hahaha..! Sekarang dia pasti akan mati, rasakanlah panasnya api itu! Hahahaha..!"


Katashi tertawa puas melihat tubuh Tian Feng yang terbakar, dia yakin Tian Feng pasti tidak akan selamat karena kali ini api yang membakar nya bukan lagi api ilusi, melainkan api yang asli.


Ke-delapan belas Shinobi segera menarik kembali Shuriken mereka, semua tidak menduga jika Tian Feng yang sebelumnya seperti tidak bisa dikalahkan, ternyata sangat mudah sekali untuk dihabisi.


Semua sama-sama tertawa senang hingga akhirnya tawa mereka terhenti karena ada yang salah dengan Api yang membakar tubuh Tian Feng.


Dimana-mana orang jika dibakar hidup-hidup pasti akan berteriak karena kepanasan dan juga kesakitan hingga akhirnya diam dan mati, bahkan api pun akan mengecil setelah membakar orang itu hingga hangus.


Namun mereka sama sekali tidak mendengar rintihan kesakitan dari Tian Feng, bahkan api yang membakar tubuhnya bukannya semakin mengecil malah justru semakin membesar.


Semua Shinobi saling berpandangan termasuk Katashi yang kebingungan melihat kejadian tersebut.


"Aneh sekali! Apakah dia sudah mati atau belum?" gumam Katashi yang masih memperhatikan Api tersebut yang semakin membesar.


Jelas mereka tidak akan percaya jika Tian Feng sebenarnya masih baik-baik saja, karena ilmu yang ia gunakan adalah salah satu Ilmu Iblis Neraka.


Sebenarnya Api itu tidak akan bisa membakar kulit Tian Feng, namun tidak dengan bajunya. Hanya saja karena Mata Tombak yang berada di dalam baju Tian Feng, api tersebut tidak bisa membakar bajunya karena Zanxi sudah memberikan pelindung agar Tian Feng nanti tidak telanjang bulat.


Pelindung tersebut adalah energi Elemen angin dimana ketika api bertemu dengan angin, maka yang akan terjadi api akan semakin membesar dan terus menyala hingga Pelindung tersebut di tarik lagi oleh Zanxi.


"Hei Tian, Cepat selesaikan urusan ini! Mau sampai kapan kamu mau bermain-main dengan mereka? Bukanlah malam ini kamu masih ingin belajar cara untuk bisa terbang?" suara Zanxi kembali terdengar oleh Tian Feng yang masih tertutup oleh Api.


"Aku hanya ingin membuat mereka frustasi sebelum menemui ajal mereka! Jadi biarkan aku menikmati rasa ketakutan dan keputusasaan mereka dulu, setelah itu baru aku akan menghabisi mereka semuanya!" jawab Tian Feng melalui pikirannya.


"Kamu ini sepertinya sangat menikmati keputusasaan mereka! Apakah kamu sama sekali tidak merasa berdosa saat melakukan ini?" tanya Zanxi.


"Dosa? Bagiku Dosa itu adalah masalalu, sekarang Dosa masalalu itu akan aku gunakan untuk melenyapkan dosa-dosa yang lainnya," jawab Tian Feng.


Pedang kecil yang Tian Feng pegang kini mulai di selimuti Aura berwarna merah, "Kwalitas pedang ini terlalu buruk, sepertinya aku hanya bisa menggunakan ilmu itu satu kali saja!" gumam Tian Feng kemudian dia mengangkat pedangnya keatas.


"Pedang Iblis - Aura Neraka."


Api yang masih menyelimuti tubuh Tian Feng tiba-tiba saja diserap kedalam pedang hingga pedang pendek tersebut berubah merah seperti bara api.


Katashi dan ke-delapan belas Shinobi terkejut saat melihat api tersebut tidak membakar Tian Feng, bahkan bajunya saja sama sekali tidak terbakar.


"Anak muda ini sudah mencapai tingkat tertinggi di usia muda! Jika begini anak muda ini bukanlah lawanku!"


Keraguan mulai menyelimuti perasaan Katashi, dia merasa kekuatan Tian Feng terlalu tinggi untuk dia lawan, terlebih lagi Tian Feng sanggup menyerap Api yang seharusnya membakar tubuhnya.


Mungkin bagi orang awam itu terlihat aneh dan hebat, namun bagi seorang pendekar itu sudah biasa, apalagi bagi seorang pendekar cahaya Tahap 3.


Semua Pendekar yang berada di Tingkat atas hingga Cahaya akan mampu melakukannya, apalagi Pendekar Cahaya Tahap 3 akan mampu melakukan perubahan energi menjadi elemen tertentu.

__ADS_1


"Semuanya segera menjauh darinya!" seru Katashi saat merasa jika Tian Feng bukanlah orang yang mudah untuk ditangkap apalagi di bunuh.


"Apa kalian bercanda? Kalian datang untuk membalas dendam bukan? Ayo mana semangat kata-kata kalian tadi?" kata Tian Feng dengan pedang merah menyala.


"Tidak usah pedulikan dia, ayo kita kabur?" kata salah satu dari mereka.


Tian Feng hanya tersenyum tipis kemudian pedang ditangannya berkobar bagai pedang api yang siap untuk membakar apa saja.


"Sudah terlambat!" kata Tian Feng kemudian dia menebaskan pedangnya kearah para Shinobi yang berniat lari.


Energi pedang dari Api segera melesat dengan kecepatan tinggi kearah para Shinobi yang berusaha lari.


Tiga orang Shinobi berhasil melompat menghindari energi pedang tersebut, namun sisanya tidak berhasil dan tubuh mereka terbakar oleh api dari tebasan Tian Feng.


Jerit teriakan kesakitan segera terdengar sejauh ratusan meter, dan cahaya api yang membakar tubuh mereka menerangi gelapnya malam sehingga terlihat dari kejauhan.


Katashi melihat itu hanya bisa berdecak kesal, dia tidak pernah menduga jika orang yang ia cari adalah seorang pendekar tingkat Tinggi.


Sekarang Katashi hanya bisa menyesali keputusannya datang ke Kerajaan Wu, sama saja dia datang jauh-jauh hanya untuk mengantarkan nyawa saja pada pemuda tersebut.


Pedang di tangan Tian Feng hancur saat nyala api di pedang tersebut hilang, walau sudah tidak memiliki pedang lagi, namun Tian Feng masih bisa membunuh mereka semua dengan tangan kosong.


"Tapak Raja Iblis Penghisap Jiwa."


Tian Feng bergerak cepat menyusul tiga Orang Shinobi yang berhasil selamat, dan satu persatu ke-tiga Shinobi tersebut mati dengan kepala meledak, dan kini hanya tersisa Katashi seorang diri yang masih hidup.


"Ampun, aku mengaku kalah! Maafkan aku karena tidak melihat kebesaran mu Kesatria!" kata Katashi yang memohon ampun kepada Tian Feng.


Katashi adalah seorang Ke-satria yang berada di tingkat Pendekar Atas, dan ilmunya sedikit lebih tinggi dari pada Ginjiro.


"Ampun? Setelah kamu berniat ingin mencelakai keluargaku, sekarang dengan mudahnya kamu ingin meminta pengampunan ku?" Tian Feng sudah mengarahkan tangannya dan siap untuk meledakkan kepala Katashi.


"Aku tahu aku sudah membuat kesalahan, akan tetapi sebagai seorang Kesatria hebat aliran Suci, tidak bisakah kamu mengampuni ku?" tanya Katashi walau dia sudah melihat sendiri cara Tian Feng yang sama sekali tidak terlihat sebagai seorang Pendekar dari aliran Suci.


"Apakah sebelumnya aku pernah mengatakan jika diriku ini dari aliran Suci? Sudahlah sebaiknya kamu bersiap-siap untuk menerima ajalmu!" kata Tian Feng kemudian tangan bergerak untuk mencengkram kepala Katashi.


Saat tangan Tian Feng hampir memegang kepala Katashi, tiba-tiba saja sebuah energi angin yang tidak terlalu kuat melesat dan menepis telapak tangannya.


"Tidak akan aku biarkan kamu membunuhnya!" suara seorang wanita terdengar dari arah yang tidak jauh dari tempat mereka berdua berada.


"Katsuyuki! Kenapa kamu datang kesini?"


Katashi mengenali suara tersebut dan kemudian sesosok wanita paruh baya berambut panjang memegang pedang pendek muncul dan menghampiri Katashi yang masih berdiri di hadapan Tian Feng.


"Katashi, bukankah aku sudah memperingatkan mu agar jangan lagi menuruti perintah Tuan Mori Tankuro! Lihat sekarang apa yang terjadi saat kamu tidak mau mendengarkan ku!" kata Wanita tersebut yang memiliki nama Katsuyuki.


"Apakah kamu bagian dari dia? Jika bukan maka sebaiknya kami tidak perlu ikut campur!" kata Tian Feng.


"Kesatria muda, aku tahu Katashi sudah membuatmu marah, namun biar aku jelaskan semuanya padamu agar tidak lagi salah paham pada Katashi!" kata Katsuyuki.


"Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi padaku, dia sudah berniat untuk mencelakai keluargaku dan aku tidak akan membiarkannya tetap hidup, karena suatu saat nanti dia akan kembali dan benar-benar mencelakai Keluarga ku!"


Tian Feng sudah tidak mau mendengarkan penjelasan apa-apa lagi, sejauh ini Katashi sudah ia anggap sebagai musuh yang pantas untuk dihabisi.

__ADS_1


"Sebagai sesama kesatria, seharusnya kamu bisa mendengarkan sedikit penjelasan agar nanti tidak ada penyesalan atas keputusan yang akan kamu ambil setelah mengetahui kebenarannya!" kata Katsuyuki.


Telapak tangan Tian Feng yang sudah memerah perlahan-lahan meredup, dia menatap Katashi sesaat sebelum melemparkan pandangan kearah Katsuyuki.


"Apa yang ingin kamu jelaskan padaku?" tanya Tian Feng.


"Terima kasih karena masih mau mendengarkan ku!" Katsuyuki menyarungkan kembali pedangnya kemudian dia mulai menjelaskan alasan Katashi bertindak demikian.


Katashi adalah salah satu Jounin yang di miliki oleh Suku Mori, dia adalah teman seperguruan dengan Ginjiro.


Suatu hari Katashi dan Ginjiro sempat bermusuhan karena sama-sama bersaing untuk menjadi Shinobi terbaik.


Ginjiro yang sudah susah payah berlatih dengan keras ternyata masih tidak bisa menyusul Katashi, padahal perbedaan kekuatan mereka hanya sedikit saja.


Ginjiro semakin membenci Katashi saat Pemimpin utama Suku Mori yaitu Mori Tankuro memuji keahlian Katashi.


Rasa iri yang semakin meledak membuat Ginjiro melakukan hal kotor agar Mori Tankuro membencinya, dan cara tersebut berhasil.


Katashi di kucilkan oleh Tankuro dan dia sama sekali tidak dihiraukan, semua itu karena Ginjiro yang sudah menjebak Katashi agar dia bertemu dengan wanita dari Suku Kusa yaitu Kusa Katsuyuki.


Suku Mori dan Suku Kusa adalah dua suku yang saling bermusuhan, bahkan ke-dua suku tersebut sama-sama memberikan aturan jika Suku Mori dan Kusa tidak boleh menjalin hubungan apapun.


Memang tidak bisa dipungkiri jika sebenarnya Katashi dan Katsuyuki sama-sama saling suka, namun karena aturan lah yang membuat mereka saling menjaga jarak mereka.


Setelah bertahun-tahun berlalu, hubungan Katashi dan Katsuyuki masih terhalang oleh aturan, mereka hanya melakukan pertemuan secara diam-diam.


Suatu hari Tankuro mendapatkan surat dari Denji untuk mengirim beberapa Shinobi, tugas yang harus dikerjakan adalah untuk membunuh Hiroshi dan putrinya.


Katashi sama sekali tidak dilirik oleh Tankuro sehingga yang mendapatkan tugas itu adalah Ginjiro.


Katashi yang merasa kecewa akhirnya pergi ke sungai untuk ketemuan dengan Katsuyuki, dia menceritakan semuanya terhadap Katsuyuki, mendengar cerita Katashi, Katsuyuki meminta pada kekasihnya untuk keluar dari Suku Mori dan jangan lagi mau terikat dengan Suku Mori.


Sebenarnya Katashi ingin keluar dari Suku Mori, namun semua itu tidak sesederhana yang dipikirkan.


Katashi masih berusaha mencari cara agar keluar dari Suku Mori dan hidup sederhana dengan menikahi Katsuyuki, namun saat masih bingung Katashi mendapatkan kabar jika Ginjiro sudah tewas terbunuh oleh seorang anak kecil di wilayah Kerajaan Wu.


Walau dia masih sakit hati terhadap Ginjiro, namun dia tidak bisa mengingkari jika Ginjiro dulu adalah teman masa kecilnya.


Tankuro yang masih tidak terima akan kematian Ginjiro akhirnya mengutus Katashi untuk pergi ke Kerajaan Wu dan mencari pembunuh Ginjiro.


Katashi hanya bisa patuh karena dia masih anggota Suku Mori, jadi sudah menjadi kewajibannya untuk memenuhi perintah Tankuro.


Di sisi lain Katsuyuki juga mendengar hal itu, dia mencoba mencari informasi akan rencana Tankuro yang sebenarnya dan akhirnya dia dapat informasi jika sebenarnya Tankuro sengaja mengirimkan Katashi kesana.


Jika Katashi berhasil menemukan dan membunuh orang yang sudah membunuh Ginjiro, maka itu adalah keberuntungan Katashi, namun jika Katashi gagal dan mati, Tankuro juga tidak peduli.


Katsuyuki segera menyusul Katashi untuk menyampaikan hal itu, namun belum selesai Katsuyuki memberikan penjelasan, Katashi lebih dulu pergi karena dia termakan janji Tankuro.


Tankuro berjanji padanya jika dia berhasil maka Tankuro akan mengangkat Katashi sebagai salah satu Ketua yang akan memimpin satu kelompok dari Suku Mori.


Katashi mengira jika Tankuro itu benar-benar akan menepati janjinya sehingga peringatan Katsuyuki tidak dia hiraukan.


"Sebagai seorang Shinobi, kesetiaan mungkin adalah sebuah kebanggaan bagimu, namun jika kesetiaan itu hanya dijadikan sebagai tumbal, lebih baik kamu berpikir lagi, apakah Suku Mori adalah tempat yang pantas untuk mu, atau lebih baik keluar dan menikah dengan Nona ini?" kata Tian Feng kepada Katashi kemudian dia berbalik.

__ADS_1


"Seharusnya kamu berterima kasih padanya, karena dia aku mengurungkan niatku untuk membunuhmu, dan aku akan memberikan kesempatan ke-dua bagimu! Keluarlah dari Suku Mori dan hiduplah dengan bahagia bersama Nona ini!" kata Tian Feng yang berniat pergi.


__ADS_2