
***
Kota Zaiping adalah sebuah kota yang baru berkembang, pembangunan di kota tersebut juga mulai di tingkatkan dengan banyak donatur yang datang dari para saudagar yang berasal dari luar kota.
Tentu saja mereka memiliki maksud yang besar seperti menarik para orang-orang asing agar bisnis mereka bisa berjalan dengan lancar, terlebih lagi di kota Zaiping juga terlihat beberapa pedagang dari berbagai negara.
Melihat perkembangan pembangunan yang mulai kerjakan, kemungkinan besar dalam waktu kurang dari dua puluh tahun, kota Zaiping pasti akan menjadi kota besar berikutnya yang bisa menyaingi besarnya ibu Kota Xanhuo dan kota Tang.
"Ini sangat aneh! Apakah para Anggota Organisasi Bintang Hitam belum mendatangi tempat ini?" batin Tian Feng.
Para penduduk kota Zaiping terlihat sangat riang dan tenang seolah-olah kota mereka tidak pernah mendapatkan masalah, bahkan tawa dan canda di setiap sudut kota juga terlihat seperti kota yang damai.
"Tian, aku juga tidak merasakan keberadaan kekuatan energi Kegelapan di sekitar kota ini!" kata Xian.
"Ini belum bisa di ketahui Xian, lagi pula semuanya bisa saja berbeda, contohnya dulu seperti Alice yang bisa menekan energinya hingga kamu tidak bisa merasakan keberadaan energi hitam dari dalam diri Alice, ini juga bisa terjadi di kota ini!" kata Tian Feng.
"Kamu memang benar Tian, sebaiknya kamu perlu menyelidiki lebih dalam lagi!" ucap Xanzi.
Tian Feng mengangguk kemudian dia mulai berjalan menelusuri setiap jalan besar serta mengamati setiap gerak-gerik orang yang ia lihat. Tentu saja semua orang mulai memperhatikan Tian Feng, terutama para wanita yang mulai menatap Tian Feng dengan mata bersinar terang saat menatap wajah tampan Tian Feng.
"Hai Tuan muda, apakah anda sedang mencari sesuatu?"
"Tuan muda, mampirlah dulu kesini!"
"Pria tampan, apakah kamu sedang tersesat?"
Banyak suara para wanita yang menyapa dan memanggil-manggil Tian Feng, namun Tian Feng sama sekali tidak memperdulikan mereka semua. Masalah berikutnya Tian Feng mulia diikuti oleh para wanita, kemana dia berjalan dan berbelok, maka para wanita itu juga akan tetap mengikutinya dari belakang.
Semakin lama para wanita yang mengikuti Tian Feng semakin banyak, seolah-olah mereka sedang mengikuti seorang sastrawan yang sangat terkenal.
"Kenapa kamu tidak menutupi wajahmu saja Tian?" tanya Xanzi.
"Aku memang sudah tidak berniat mengenakan topeng lagi karena sekarang aku sudah memiliki istri!" jawab Tian Feng.
"Walau kamu sudah memiliki istri bukan berarti kamu harus melepas penutup wajahmu, biar saja istrimu yang melihat wajahmu, namun jika kamu berada di luar rumah, alangkah baiknya kamu menutup wajahmu agar tidak menimbulkan masalah!" kata Xian.
"Benar juga, baiklah aku akan mengenakan penutup wajah lagi!" kata Tian Feng kemudian dia menghilang di hadapan semua para wanita yang masih mengikutinya.
__ADS_1
"Hah? Kemana perginya pria tampan itu?"
"Iya, kenapa pria tampan itu tiba-tiba saja menghilang?"
"Jangan-jangan yang tadi itu bukan manusia?"
"Mungkin, bisa saja dia itu adalah dewa yang sengaja turun ke dunia ini!"
Semua para wanita tidak ada yang merasa takut sama sekali setelah melihat Tian Feng yang menghilang seperti hantu, justru mereka beranggapan jika pria tampan yang mereka lihat itu adalah dewa yang turun ke dunia dan menjelma menjadi manusia.
Semua wanita kembali membubarkan diri dengan pikiran yang masih mengingat wajah Tian Feng, semuanya memasang wajah cerah walau sudah tidak lagi melihat Tian Feng.
***
Tian Feng muncul di sebuah atap bangunan yang sangat tinggi, letaknya tidak jauh dari tempat para wanita yang mengikuti dirinya tadi yang masih berkumpul membicarakan dirinya.
"Begini pasti akan lebih aman!" gumam Tian Feng yang menutupi sebagian wajahnya dengan kain hitam.
Merasa sudah aman, Tian Feng langsung turun dan kembali melanjutkan perjalanan, namun baru beberapa langkah dia berjalan, dia melihat kearah sebuah bangunan yang memiliki tiga lantai, bukan masalah bangunan tiga lantainya yang menarik perhatian Tian Feng, melainkan papan nama yang menggantung di atas pintu bertuliskan Sayap Langit.
Memang tulisan itu terlihat sederhana, namun bagi orang yang mengamati makna dari tulisan tersebut, maka orang itu pasti akan langsung menjauh atau setidaknya berkeringat dingin.
Tian Feng mengetuk pintu tersebut dengan besi bulat sehingga suara dentingan besi yang berbenturan terdengar dan ada sebuah lubang kotak yang tiba-tiba saja terbuka. Sesosok wajah dengan kulit keriput terlihat di lubang kotak itu, lalu sosok kakek itu mulia berbicara lewat lubang itu kepada Tian Feng.
"Sayap membentang kaki terputus!" ucap kakek tua yang seluruh kulitnya sudah keriput kepada Tian Feng.
Tian Feng menatap setengah wajah dengan kulit keriput itu lalu kemudian dia tersenyum dibalik penutup wajahnya dan berkata, "Langit berteriak hujan darah merubah lautan!" kata Tian Feng.
Suara ketukan tiga kali dari dalam pintu terdengar kemudian pintu besi itu bergeser ke samping dan terbuka, si kakek tua itu membungkuk lalu mempersilahkan Tian Feng untuk masuk kedalam.
Sebenarnya perkataan kakek tadi kepada Tian Feng adalah sebuah kata kunci atau kode untuk bisa memasuki tempat yang memiliki pintu besi itu, dulu Tian Feng pernah mendapat sebuah tugas dari seseorang yang berasal dari Sayap Langit, tugasnya adalah untuk membunuh seseorang, karena itu Tian Feng tahu kode kunci rahasia untuk bisa masuk ke dalam tempat itu.
Sayap Langit adalah sebuah perkumpulan para pembunuh bayaran, di dalam tempat itu baik itu tempat biasa maupun tempat rahasia akan berkumpul banyak pendekar dari berbagai daerah.
Yang membedakan antara ruang biasa dengan ruangan yang memiliki pintu besi adalah perkumpulan Pendekar nya itu sendiri, di ruangan biasa dari tingkat satu hingga dua dulunya adalah tempat para pendekar yang masih belum berpengalaman, anggap saja sebagai pemula yang akan mendapatkan beberapa tugas ringan seperti membunuh orang-orang yang tidak terlalu kuat, namun sekarang bangunan itu memiliki tiga lantai, jadi Tian Feng tidak tahu apakah di lantai tiga juga sama saja atau tidak.
Namun di ruangan yang memiliki Pintu besi tebal, semua yang ada disana adalah para pendekar berpengalaman serta memiliki kemampuan yang cukup tinggi, setidak paling tinggi adalah para Pendekar kelas Atas serta Cahaya.
__ADS_1
Baik para petinggi atau para pembisnis ilegal juga akan menawarkan pekerjaan kepada para pembunuh bayaran, semakin besar tugas yang akan di peroleh, maka akan semakin besar juga upah yang akan mereka dapatkan, tentu saja bagi orang yang mengetahui makna dari tulisan Sayap Langit akan takut karena karena makna itu mengandung arti kematian.
Makna Sayap itu adalah senjata baik itu berupa pedang, panah, golok, dan lain sebagainya. sedangkan makna Langit adalah nyawa atau kematian, maksudnya jika seseorang mati, maka jiwanya akan naik langit.
Hal lain yang sangat menakutkan bagi orang biasa adalah, jika sampai terjadi perdebatan besar, baik itu di ruang biasa, maupun ruangan rahasia, maka perdebatan itu pasti akan berakhir menjadi kekacauan dan pertumpahan darah.
Tian Feng berjalan kearah tirai merah lalu segera masuk kedalam, disana sudah banyak Pendekar yang sedang mengobrol dengan rekan-rekan bisnis mereka masing-masing untuk mendapatkan tugas.
Tian Feng segera duduk di kursi yang sudah ada meja bundar dengan dua kursi lainnya yan masih kosong, setelah beberapa saat, seorang wanita bercadar datang menghampiri Tian Feng lalu menyapanya.
"Tuan, apakah kedatangan tuan kesini mau memesan minuman atau makanan, atau justru ingin menjual makanan?" tanya wanita bercadar dengan gaya anggun dan gaun di bagian bawahnya terbuka hingga ke bagian pangkal paha dan menunjukkan kulit putih dan halus.
"Aku ingin memesan makanan terbaik dan termahal!" jawab Tian Feng.
Semua orang segera menoleh kearah Tian Feng setelah mendengar perkataan Tian Feng, wanita bercadar itu tersenyum lalu bicara, "Kalau begitu mari ikut saya ke meja khusus!" kata wanita tersebut kemudian dia melangkah pergi dan diikuti oleh Tian Feng.
Semua orang yang ada disana masih mengamati Tian Feng, rasa penasaran yang tinggi membuat mereka semua ingin tahu makanan mahal apa yang ingin Tian Feng beli.
"Silahkan duduk disini tuan, sebentar lagi dua pelayan akan datang menemui Tuan!"
Tian Feng mengangguk kemudian wanita itu pergi ke arah pintu lain. Setelah beberapa saat dua orang pria paruh baya keluar dan duduk di berhadap-hadapan dengan Tian Feng.
"Maaf jika membuat Tuan menunggu, ini adalah menu pesanan termahal yang kami miliki, silahkan di lihat dan pilih menu apa yang Tuan inginkan," kata salah seorang berkumis tebal.
Pria satunya memberikan lima lembar kertas besar lalu menyerahkannya kepada Tian Feng, tentu saja semua orang terdiam dan suasana menjadi hening, mereka semua ingin mendengar menu seperti apa yang ingin Tian Feng pesan.
Tian Feng memeriksa semua daftar menu yang ada, menu di daftar itu sebenarnya bukan menu makanan, melainkan menu daftar informasi apa yang ingin Tian Feng dapatkan, informasi tersebutlah yang di maksud dengan makanan.
Kelima kertas sudah selesai Tian Feng baca kemudian dia meletakkan keempat kertas di atas meja lalu menyerahkan satu kertas kepada pria berkumis tebal, "Aku ingin membeli menu ini!' kata Tian Feng sekaligus menunjuk kearah daftar pesanannya.
"Menu Bintang Hitam? Baiklah Tuan kami akan segera mengantarkan pesanan Tuan, jadi tunggulah sebentar!" ucapnya kemudian dia dan rekannya segera bangkit.
Semua orang yang hadir jelas terkejut mendengar nama menu Bintang Hitam yang Tian Feng pesan, mereka semua jelas sudah tahu jika Tian Feng menginginkan informasi akan Organisasi Bintang Hitam yang belakangan ini sudah menjadi momok yang menakutkan bagi semua orang.
"Apa yang ada di pikiran orang itu? Kenapa dia ingin mengetahui akan Organisasi menakutkan itu?"
"Sudahlah kita tidak perlu ikut campur urusan dia, sebaiknya kita lanjutkan saja lagi bisnis kita tadi, bagaimana?"
__ADS_1
Semua orang yang secara keseluruhan adalah para pendekar dan beberapa juga saudagar kembali berbincang-bincang sehingga ruangan menjadi ramai kembali, sedangkan Tian Feng masih menunggu dengan mengetuk-ngetuk jarinya ke meja.