Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Kuasa Rana


__ADS_3

Dewi Penghisap Arwah, Tangan Naga Hitam dan Siluman Kabut segera membuat pengalihan dari lawan masing-masing kemudian meninggalkan lawan mereka untuk bersatu melawan Tian Feng.


"Kurang ajar, berani-beraninya kamu meremehkan ku!"


Dewa Cai Ling sangat murka ketika Tangan Naga Hitam membuat pengalihan dan pergi meninggalkannya, hanya saja Dewa Cai Ling tidak bisa mengejar Tangan Naga Hitam karena pengalihan dari pasukan Kegelapan yang jumlahnya sangat banyak itu terus berdatangan menyerangnya.


Melihat arah terbang mereka yang menuju ketempat Tian Feng berada, Dewa Cai Ling berusaha sebisa mungkin menyelesaikan para Pasukan Kegelapan yang terlihat sengaja mengorbankan diri untuk mati, hanya saja mustahil rasanya bagi Dewa Cai Ling untuk bisa menyelamatkan semua itu dengan cepat.


Melihat ketiga Pengawal yang tersisa datang ke arahnya secara bersamaan, Tian Feng tersenyum tipis melihat semua itu.


"Jadi kalian akan bergandengan tangan untuk melawanku? Ini akan mempermudah diriku untuk membunuh kalian semuanya sekaligus!" gumam Tian Feng.


Ketiga Pengawal Kaisar Kegelapan itu kini sudah berkumpul dan mereka bertiga berhadapan dengan Tian Feng secara langsung.


"Kau harus merasakan pembalasan kami atas kematian Elang Sayap Merah!" ucap Dewi Penghisap Arwah dengan tatapan merah.


"Kalian ingin membalas dendam? Kalau begitu lakukanlah jika kalian memiliki kemampuan itu!" jawab Tian Feng.


Karena sebelumnya mereka bertiga tidak mendengar obrolan Tian Feng dengan Elang Sayap Merah, jadi mereka bertiga tidak ada yang tahu jika Tian Feng sudah mencapai tahap Setengah langkah Rana Agung.


"Sangat sombong sekali kamu, apakah kamu pikir dengan kemampuan mu bisa melawan kami bertiga sekaligus?" Tangan Naga Hitam mencibir Tian Feng.


"Kalian tidak perlu banyak bicara! Kalau mau menyerang, serang saja, jika tidak maka aku yang akan menyerang duluan!" ucap Tian Feng.


"Baik jika itu yang kamu mau, ayo kita serang secara bersamaan!" seru Dewi Penghisap Arwah sekaligus mengajak dua rekannya.


Ketiganya langsung membuat segel sihir masing-masing sekaligus melepaskan energi mereka secara bersamaan, sedangkan Tian Feng tanpa terlihat rasa takut sedikitpun hanya menatap mereka bertiga dengan tenang sebelum akhirnya tangan kanannya mulia dia angkat.


"Sihir Logam Hitam."


"Sihir Kabut Neraka."


"Sihir Angin Angkasa."


Ketiganya segera melancarkan sihir mereka yang di gabung menjadi satu bola yang sangat besar, tiupan angin dahsyat dari gabungan sihir itu membuat banyak kehancuran di beberapa tempat, bahkan petir yang sangat banyak mampu menghancurkan salah satu daratan yang mengambang di udara, belum lagi bola raksasa yang seperti logam membesar dan semakin lama semakin membesar.


"Matilah..!" seru Dewi Penghisap Arwah kemudian dia dan dua rekannya langsung mengarahkannya kepada Tian Feng yang terlihat seperti debu bagi Bola raksasa itu.


Pertempuran langsung terhenti ketika melihat Bola hitam raksasa yang terbuat dari tiga sihir itu mulai bergerak kearah Tian Feng.


Getaran besar segera mengguncang seluruh Kahyangan akibat pergerakan Bola raksasa, sedangkan Tian Feng dengan tenangnya masih berdiri tanpa bergeser sedikitpun dari tempatnya dan tangan kanannya masih terarah ke bola sihir raksasa itu.


"Ini gawat, jika sampai bola sihir itu meledak, bisa-bisa Kahyangan ini akan hancur!" kata salah satu Dewa dengan penuh kekhawatiran.

__ADS_1


"Ayo cepat kita satukan kekuatan untuk menghalaunya!" ajak Dewa Cai Ling.


Naomi dan Qiao Lin tidak bisa berbuat apa-apa melihat Bola sihir raksasa itu, sedangkan Naomi sendiri semakin merasa cemas setelah mengetahui jika Bola sihir raksasa itu menuju kearah Tian Feng.


"Tian-Kun!"


Naomi hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dengan erat tanpa bisa berbuat apa-apa, yang ada di pikirannya saat ini hanyalah keselamatan Tian Feng.


"Xu Lian, kembalilah jadi kecil dan masuk dulu ke lengan ku untuk sementara saja!" kata Tian Feng.


Naga Api Emas memiringkan kepalanya karena dia tidak mengerti maksud Tian Feng, namun dia juga tidak membantah dan kemudian tubuhnya kembali mengecil lalu masuk kembali menjadi tato di lengan Tian Feng.


Tian Feng menarik nafas sesaat kemudian menghembuskannya kembali, tangan kanannya yang sejak awal sudah di arahkan ke arah Bola sihir raksasa itu segera mengeluarkan petir emas.


"Seharusnya aku sudah bisa menggunakan kekuatan Rana," gumam Tian Feng.


Kekuatan yang sudah mencapai tahap Rana Agung akan mampu mengendalikan energi alam serta memiliki kekuatan tingkat Rana yang sangat tinggi, bisa di bilang kekuatan yang mencapai Tahap Rana akan mampu menciptakan sihir apapun tanpa perlu membuat mantra segel, dan semua informasi itu sudah ia dapatkan dari bola energi pemberian Kembaran jiwanya.


"Kuasa Rana - Petir Penyucian."


Telapak tangan Tian Feng yang sudah memunculkan petir emas yang menyambar kesegala arah segera melesat dan membentur Bola sihir raksasa itu.


Suara gemuruh yang sangat keras serasa seperti memecahkan gendang telinga semua yang ada di tempat itu, andai mereka adalah para manusia biasa serta hewan biasa lainnya, mereka pasti tidak akan sanggup mendengar suara gemuruh itu dan pada akhirnya akan mati.


"Apa yang akan dia lakukan, apakah dia pikir bisa menahan sihir kita dengan petir anehnya itu?" Siluman Kabut bertanya.


Tidak ada yang menjawab pertanyaan Siluman Kabut karena mereka berdua juga sama-sama tidak tahu apa yang ingin Tian Feng lakukan, namun keduanya yakin jika Tian Feng tidak akan bisa menahan sihir mereka dengan hanya menggunakan petir aneh itu.


Gerak laju Bola sihir raksasa itu mulai melambat dan hembusan angin kencang juga mulai berkurang. Setalah beberapa saat, Bola sihir raksasa itu sepenuhnya tidak bergerak, dan petir emas yang membungkusnya semakin banyak dan cahaya emas menyilaukan terlihat di seluruh Kahyangan.


"Petir Suci Emas ya! Ini adalah kekuatan Kuasa Rana, jadi Tian Feng sudah bisa menggunakan Kuasa Rana!"


Kaisar Langit yang memantau pertempuran itu kini ikut bersuara, namun dia berada di dalam istana, dan goncangan besar yang menghancurkan segala tempat itu ternyata tidak bisa merusak Istana walau itu hanya setitik debu.


Istana Langit sendiri sebenarnya di lindungi oleh seekor Naga emas Raksasa yang besarnya berkali-kali lipat dari Naga Api Emas jika membesar, belum lagi Kaisar Langit yang ternyata mampu membuat perisai pelindung hanya dengan satu ketukan jari saja.


Sejak awal Kaisar Langit tidak menghawatirkan semua itu karena dia yakin jika kekacauan ini bisa diatasi walau tanpa dirinya.


"An Huang Yi pasti akan menerima kerugian besar kali ini!" gumam Kaisar Langit.


Tian Feng yang sudah berhasil mengehentikan pergerakan Bola sihir raksasa itu dengan satu kekuatan Kuasa Rana nya kini berjalan menginjak udara dan berhenti di dekat Bola sihir raksasa yang sudah di lilit oleh Petir Emasnya, dia mengetuk Bola tersebut dengan jarinya dan kemudian petir emas itu terbuka lalu kembali masuk kedalam tubuh Tian Feng.


Bola sihir raksasa itu ternyata lenyap ketika petir emas itu melepaskan lilitannya, hal itu membuat Dewi Penghisap Arwah dan dua lainnya langsung memuntahkan seteguk darah dari mulutnya setelah sihir mereka dengan mudahnya diblokir oleh Tian Feng.

__ADS_1


"Benar-benar kekuatan yang sangat aneh, apakah kekuatan Rana Agung memang seperti ini?" Cai Ling bertanya kepada dirinya sendiri.


Nafas ketiga pengawal Kaisar Kegelapan mulai tidak stabil, disamping mereka sudah banyak kehilangan energi, pemblokiran yang dilakukan oleh Tian Feng membuat luka dalam dari ledakan syaraf akibat gagalnya sihir mereka untuk meledak di dalam tubuh mereka.


"Dewa Sesat ini sudah mencapai tahap yang sama dengan Yang Mulia Kaisar Kegelapan, melawannya saat ini sama saja dengan bunuh diri!" kata Tangan Naga Hitam.


Sebelumnya Iblis Tanpa Wajah menyampaikan jika Tian Feng sudah mencapai puncak Dewa Agung, karena itu Kaisar Kegelapan hanya mengirim lima Pengawal yang tersisa serta ribuan pasukannya untuk melawan Tian Feng, namun siapa sangka jika informasi Iblis Tanpa Wajah ternyata salah.


"Sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini!" Ajak Siluman Kabut.


"Em.. kau benar, sebaiknya kita mundur dulu sekaligus melaporkan hal ini kepada Kaisar, sekalian kita menunggu rekan-rekan kita menyelesaikan misi mereka untuk membunuh Dewa Pelindung Alam Semesta!' kata Dewi Penghisap Arwah.


Ketiganya langsung mengangguk dan sepakat untuk mundur, masalahnya Tian Feng sudah mengetahui rencana mereka.


"Kalian sudah datang dan memporak porandakan tempat ini, kenapa kalian justru ingin pergi?" tanya Tian Feng namun dengan tatapan yang bercahaya merah terang.


"Dewa Sesat, kami ini hanyalah suruhan Kaisar Kegelapan, jadi biarkan kami pergi!" kata Dewi Penghisap Arwah.


"Pergi? Siapa yang mengijinkan kalian untuk pergi? Sebaiknya kalian semua segera menyusul rekan kalian saja, untuk Kaisar kalian, biar aku sendiri yang akan mengirim berita ini padanya nanti!" ucap Tian Feng membuat wajah ketiga Pengawal Kaisar Kegelapan itu semakin memburuk.


"Kau bisa sombong saat ini Dewa Sesat, namun perlu kamu tahu jika tidak akan lama lagi, Dewa Pelindung Alam Semesta juga akan mati di Dunia bawah, aku tahu Dewa Pelindung Alam Semesta adalah gurumu, jika kamu mati, maka gurumu dan Dewa lainnya juga akan mati di tangan Kaisar Iblis!" kata Tangan Naga Hitam yang menjadikan nama Ho Chen sebagai sandera.


Qiao Lin dan yang lainnya jelas terkejut mendengar ucapan Tangan Naga Hitam, sedangkan Tian Feng sendiri kini mulai mengeluarkan aura putih bercampur kemerahan.


Seluruh Kahyangan mendadak menjadi panas kemudian kobaran Api Emas muncul dari tubuh Tian Feng. Tidak hanya itu saja, bahkan petir merah dan emas juga muncul dari tubuh Tian Feng lalu menyambar ke segala arah.


Getaran hebat segera mengguncang seluruh Alam semesta, bahkan di dunia neraka langsung kacau dan banyak arwah yang berteriak ketika energi yang entah dari mana asalnya mengguncang arwah disana.


Semua itu terjadi karena Tian Feng melepaskan amarahnya setelah mengetahui jika Ho Chen sedang dalam bahaya, dan semua itu ternyata adalah rencana Kaisar Kegelapan yang bekerja sama untuk membunuh Ho Chen di dunia bawah.


"Kalian tidak pantas untuk tetap di biarkan hidup..!"


Serua Tian Feng yang sangat keras bagai suara guntur yang menekan semua para prajurit dan para Dewa serta ketiga pengawal Kaisar Kegelapan itu, tekanan Aura dari suara itu membuat semuanya tidak bisa menggerakkan tubuh mereka.


Tian Feng mengeluarkan Tombak Nirwana nya dan petir merah yang lebih dahsyat kekuatannya langsung dirasakan oleh semuanya.


"Kuasa Rana - Tombak Nirwana."


Tubuh Tian Feng yang sepenuhnya sudah tertutupi oleh bermacam elemen melesat dengan kecepatan yang sangat sulit untuk dilihat, bahkan waktu pun juga tidak bisa mengikuti gerak kecepatan Tian Feng yang sedang marah.


Ketiga Pengawal Kaisar Kegelapan yang tidak bisa menggerakkan tubuh mereka sama sekali tidak bisa melihat gerakan Tian Feng yang melebihi kecepatan kilat itu, hanya dalam satu kedipan mata saja, tubuh Tangan Naga Hitam tiba-tiba saja hancur menjadi debu tanpa diketahui akan penyebabnya.


Namun saat melihat Tian Feng yang sudah berdiri di belakang mereka dengan tombak nya yang terlihat seperti sudah menyerang, mereka berdua baru sadar jika Tangan Naga Hitam telah lenyap jadi debu hanya dalam sekali gerak.

__ADS_1


__ADS_2