
***
Seluruh Kahyangan mendadak bergetar tanpa sebab, tidak ada yang tahu apa penyebabnya, semakin lama getaran itu semakin kuat dan sebuah tekanan aura mendadak membuat tubuh semua yang ada di Kahyangan serasa tertimpa gunung.
Namun dari semua para Dewa, hanya satu saja yang sama sekali tidak terpengaruh oleh tekanan itu, dia adalah Kaisar Langit, bahkan Kaisar Langit tersenyum saat Kahyangan bergetar hebat.
"Sudah setahun lamanya kamu berada disana, apakah kali ini kamu akan keluar dengan kekuatan baru yang sudah meningkat?" gumam Kaisar Langit sembari menatap ke ujung Pilar yang cukup jauh jaraknya, dan di puncak pilar itu melepaskan aura emas yang begitu kuat.
Menara itu adalah Menara Dewa yang di dalamnya ada Ho Chen yang sedang bermeditasi. Sudah satu tahun Ho Chen berada di dalam Menara Dewa itu, dan kini sebuah energi langsung menggetarkan seluruh Nirwana.
Seharusnya kekuatan besar tidak akan bisa tembus keluar, namun kali ini kekuatan besar Ho Chen mampu menembus keluar Pilar, ini menandakan jika Ho Chen sudah berhasil melakukan terobosan dan jelas kekuatan yang menggetarkan Kahyangan itu adalah kekuatan Rana Agung.
Kini semua para Dewa mengetahui dari mana asal sumber kekuatan besar yang membuat seluruh Kahyangan tiba-tiba bergetar, mereka semua bergegas pergi ke dekat menara karena sekarang mereka sudah ingat jika Ho Chen berada di dalam Menara itu.
"Benar-benar sangat beruntung Dewa Ho Chen bisa mencapai tahap ini!" kata salah satu Dewa.
Mereka semua mengangguk setuju, karena tidak semua para Dewa akan mampu menembus tahap Rana Agung, bukan berarti tidak ada dewa yang memiliki kekuatan sebesar Rana Agung, selain Ho Chen sebenarnya masih ada beberapa Dewa lagi yang sudah lebih dulu mencapai tahap Rana Agung.
Namun para Dewa yang sudah mencapai tahap Rana Agung justru memilih bermeditasi kembali sehingga tidak pernah keluar dari meditasinya.
Untuk lokasi dimana para Dewa itu bermeditasi tidak ada yang tahu, namun semua yakin jika sebenarnya Kaisar Langit mengetahui keberadaan mereka.
Masalahnya jika Kaisar Langit itu tahu, kenapa Kaisar Langit tidak memanggil mereka saat dulu Azura menyerang Kahyangan.
Semua para Dewa menjadi sangat tidak sabar dan ingin segera melihat Ho Chen keluar dari dalam menara itu, dan setelah berselang beberapa saat, sebuah tembakan pilar energi keluar Melesat kelangit, pilar energi itu berwarna emas bercampur putih.
Pilar Energi itu kembali turun dan kemudian lenyap, namun setelah itu muncul sesosok pria dari dalam menara itu, dan sosok tersebut adalah Ho Chen.
Semua Dewa merasa takjub melihat tubuh Ho Chen yang bercahaya emas, namun wujud Ho Chen tidak berubah.
Biasanya Ho Chen akan merubah wujudnya ke wujud Dewa ketika menggunakan kekuatan Dewa nya, namun kali ini tidak ada perubahan apapun terhadap diri Ho Chen, padahal sangat jelas jika kekuatan Ho Chen berada di Awal Rana Agung.
Qiao Lin melihat suaminya yang sudah keluar dari meditasinya segera menghampiri Ho Chen, sedangkan Ho Chen memasang senyum kepada Qiao Lin yang menuju kearahnya.
"Akhirnya kamu berhasil mencapai tahap ini suamiku!" kata Qiao Lin kemudian dia memeluk Ho Chen.
"Ini semua berkat kesabaran serta dukungan mu!" jawab Ho Chen sembari memeluk Qiao Lin.
__ADS_1
Setelah beberapa saat mereka berdua pergi bersama menuju ke arah Dewa Mata Tiga yang juga berada disana. "Selamat atas pencapaian mu Dewa Ho Chen!" kata Dewa Mata Tiga sembari menangkupkan kedua tangannya.
"Dewa terlalu memuji, ini hanyalah keberuntungan ku saja!" jawab Ho Chen.
"Ayo kita ke Istana menemui Kaisar Langit!" ajak Dewa Mata Tiga.
Ho Chen mengangguk kemudian Ho Chen meminta Qiao Lin untuk kembali dulu karena dia masih ingin menemui Kaisar Langit, setelah menyuruh Qiao Lin kembali, Ho Chen dan Dewa Mata Tiga Er Lang segera pergi ke istana.
Sepanjang perjalanan Ho Chen secara terus menerus mendapatkan ucapan selamat dari Dewa-dewa lainnya, dan Ho Chen membalas ucapan terima kasih kepada mereka semua.
Ho Chen dan Dewa Er Lang tiba di istana dan langsung menemui Kaisar Langit, dan disana sudah ada banyak Dewa kuat yang berkumpul, belum lagi para pejabat-pejabat istana yang semua juga berkumpul disana.
"Selamat atas pencapaianmu Ho Chen, akhirnya kamu berhasil naik ke tahap Rana Agung!" kata Kaisar Langit.
"Yang mulia terlalu memuji, hamba hanya sedang beruntung saja!" jawab Ho Chen sekaligus memberi hormat kepada Kaisar Langit.
Ho Chen masih merasa keheranan, sejak dirinya berada di Kahyangan, Ho Chen sama sekali tidak bisa mengukur kemampuan Kaisar Langit, bahkan hingga saat ini dirinya yang sudah mencapai tahap awal Rana Agung saja tetap tidak bisa merasakan seberapa besar tingkat kekuatan Kaisar Langit, hanya saja Ho Chen tidak mau bertanya.
"Yang Mulia, apakah ada kabar tentang Tian Feng?" Ho Chen lebih dulu menanyakan kabar muridnya kepada Kaisar Langit.
"Belum ada Ho Chen, sepertinya dia masih membutuhkan waktu lama di Nirwana!" jawab Kaisar Langit.
"Kamu jangan lagi memanggil Azura dengan sebutan Kaisar Iblis lagi, karena dia dan sukunya saat ini sudah berubah!"
Kaisar Langit menceritakan akan perubahan yang terjadi kepada Azura semenjak dia mendapatkan bimbingan dari Buddha, tidak hanya sifatnya yang berubah, bahkan perilakunya juga berubah drastis.
Wujud Azura sudah tidak seburuk dulu lagi, wajah serta tubuhnya kini sudah kembali normal, sedangkan untuk kemampuannya, dia masih berada di tahap yang sama.
Ketika Kaisar Langit mengutus beberapa Dewa untuk melakukan perdamaian ke Dunia bawah, Azura dan sukunya menyambut para Dewa itu dengan sangat ramah, seolah-olah tidak pernah ada permusuhan sebelumnya.
Ho Chen mengangguk-anggukan kepalanya, walau terdengar sangat aneh, namun Ho Chen yakin jika perubahan Azura karena dapat bimbingan dari Buddha.
"Lalu bagaimana dengan Kaisar Kegelapan, apakah ada kabar baru selama setahun ini?" tanya lagi Ho Chen.
"Eee... Untuk saat ini masih belum ada informasi terkait dengan An Huang Yi, seolah-olah dia lenyap entah kemana, namun beberapa Dewa ada yang melapor jika ada beberapa galaxi yang menghilang dari Alam Semesta, mungkin ini ada hubungannya dengan An Huang Yi!" jawab Kaisar Langit.
"Tidak salah lagi ini pasti adalah ulahnya, dia telah gagal merebut Bunga Teratai Batu Mustika Putih, sekarang dia melakukan terobosan dengan mengorbankan galaxi lain, ini sangat berbahaya jika di biarkan!" gumam Ho Chen.
__ADS_1
Walau merasa geram, namun Ho Chen juga tidak tahu bagaiamana cara menemukan keberadaan An Huang Yi, sebab menurut cerita penjelasan Kaisar Langit, keberadaan An Huang Yi tidak bisa di lacak.
"Ada kabar yang lebih buruk lagi dari itu!" kata Dewa Cai Ling.
Ho Chen segera menoleh dan bertanya, "Kabar buruk apa itu Dewa Pagoda?"
"Ini mengenai temanmu yang disegel di Nirwana!"
Ho Chen menaikkan alisnya karena dia yakin yang di maksud oleh Dewa Pagoda adalah Chinmi. "Ada apa dengan Chinmi?" tanya Ho Chen.
"Tiga bulan yang lalu, temanmu yang sedang disegel itu tiba-tiba saja menghilang, para Buddha saat itu sedang melakukan tugas yang jauh kecuali Buddha Rulay, saat kejadian hilangnya temanmu itu, Buddha Rulay sedang berada di Dunia Taman Bunga Nirwana melatih Dewa Sesat, namun saat kembali ternyata temanmu itu sudah tidak ada disana, setelah di lihat dengan lingkaran waktu, ternyata yang sudah membawa pergi adalah Pangeran Naga Laut Utara atau Dewa Hitam!" kata Cai Ling.
"Dewa Hitam..! Sejak kapan Dewa Hitam bisa melakukan itu? Setahuku Dewa Hitam tidak pandai menyusup!" kata Ho Chen.
"Semua bisa saja berubah Ho Chen, An Huang Yi bisa memberikan sebuah pusaka yang tidak bisa dilacak oleh siapapun, termasuk oleh ku dan juga oleh sang Buddha!" kata Kaisar Langit.
"Apakah ada pusaka seperti itu?" tanya Ho Chen.
"Tentu saja ada karena sebelumnya An Huang Yi adalah Bodhisattva, pasti dia memiliki salah satu pusaka Nirwana, jika tidak salah nama pusaka itu adalah Jubah Emas Penutup Jiwa, walau hanya sebuah jubah, namun jubah itu termasuk salah satu pusaka Nirwana!" kata Kaisar Langit.
"Yang Mulia, ijinkan hamba pergi menemui Raja Naga Laut Utara, hamba ingin membicarakan ini terkait akan Pangeran Naga Laut Utara ini kepada ayahnya!" kata Ho Chen.
"Apa yang kamu rencanakan?" tanya Dewa Er Lang.
"Dewa Hitam itu adalah putra Raja Naga Laut Utara, jadi aku ingin meminta bantuan Raja Naga Laut Utara untuk menemui Dewa Hitam!"
Walau Pangeran Naga Laut Utara sudah menjadi pengikut An Huang Yi, namun Dewa Hitam itu tidak berani melawan ayahnya sendiri, dia akan selalu menghindar jika tahu ayahnya berada ditempat yang sama dengan dirinya.
Ho Chen sangat yakin jika Raja Naga Laut Utara pasti bisa kembali membawa Pangeran Naga Laut Utara itu kembali ke Istana Naga, dengan bantuan Ho Chen, Dewa Hitam pasti tidak akan bisa menghindar lagi dari ayahnya.
"Aku mengijinkanmu Ho Chen! Kalau begitu bawalah giok ini dan tunjukkan kepada Raja Naga Laut Utara jika kamu memang datang atas perintah dariku!" kata Kaisar Langit kemudian dia memberikan sebuah lempengan giok yang memiliki ukiran gambar Naga berwarna emas melingkar serta ada simbol Kaisar Langit di tengah-tengah lingkaran lempengan Giok tersebut.
"Kalau begitu hamba pamit, lusa hamba akan segera pergi ke Istana Naga Laut untuk menemui Raja Naga!" kata Ho Chen kemudian dia segera undur diri.
"Sepertinya Ho Chen tidak ingin membunuh Dewa Hitam, dia berusaha agar Dewa Hitam tidak mati dan bisa kembali ke Istana Naga Laut Utara, mungkin ini serasa mustahil, namun sepertinya Ho Chen sangat yakin jika cara ini pasti akan berhasil!" kata Cai Ling.
"Semoga saja!" jawab salah satu Dewa di sampingnya.
__ADS_1
Jika Ho Chen berhasil membuat Dewa Hitam kembali ke Istana Naga Laut Utara, itu artinya salah satu kekuatan pengawal terkuat An Huang Yi sudah berkurang, belum lagi Dewa Hitam adalah yang terkuat dari yang lainnya sehingga dengan kembalinya Pangeran Naga Laut Utara, maka kekuatan pelindung Kaisar Kegelapan akan melemah.