
"Senior, nama tidaklah penting, jika senior ingin tahu aku berasal dari mana? Aku akan mengatakannya! Aku berasal dari Xanhuo," kata Tian Feng.
"Jadi kamu tidak memiliki perguruan? Kamu masih terlalu muda untuk mengikuti pertandingan ini! Sebelum terlambat sebaiknya kamu keluar dan biarkan senior yang lebih tua menggantikan mu!" kata Zuan Dong sekali melihat kesekelilingnya.
"Apakah ada pendekar yang lebih Senior dari pemuda ini? Kalau ada ayo masuk dan lawan aku!" seru Zuan Dong.
Tian Feng hanya menghela nafas panjang, andai saja bukan karena pertandingan, dia ingin sekali menyumpal mulut Zuan Dong.
"Saudara Zuan! Kamu lawan dulu anak muda itu, jika kamu berhasil menang, maka kamu bisa menantang yang lainnya!" seru Wei Fang.
Zuan Dong tidak menjawab atau membantah Wei Fang, karena bagaimanapun Wei Fang bukan orang yang mudah untuk dilawan.
"Baik! Anak muda, jangan salahkan aku jika nanti ada satu atau dua tulangmu yang patah," ucap Zuan Dong kemudian dia melebarkan kakinya.
"Silahkan jika senior sanggup melakukannya!" jawab Tian Feng yang masih tetap tenang.
"Percaya diri sekali kamu? Tapi aku menyukai orang yang tidak mengetahui batas kemampuannya sendiri! Baik aku akan memberikanmu kesempatan untuk menyerangku dengan satu serangan, dan aku tidak akan melawan!" Zuan Dong berdiri normal kembali, dia sangat yakin jika kemampuan Tian Feng berada di tingkat Pendekar Tengah atau paling tinggi Atas.
"Apa senior yakin?" tanya Tian Feng untuk memastikannya.
"Tentu saja! Ayo cepat serang aku?" jawab Zuan Dong kemudian dia melapisi tubuh nya dengan energi Chi.
"Baik jika senior yang meminta, maaf senior!" kata Tian Feng kemudian dia mengepalkan tangan kanannya dan bergerak kedapan dengan kecepatan angin.
Mata Zuan Dong melebar saat melihat gerakan Tian Feng yang sangat cepat, bahkan dia belum sempat mengedipkan matanya saat Tian Feng sudah berada setengah meter darinya dan kemudian Tian Feng memberikan satu pukulan telak yang mendarat mulus diperutnya.
Tian sama sekali tidak menggunakan satu jurus yang di kuasainya, dia justru menyerang dengan serangan biasa saja.
Pukulan telak Tian Feng membuat mata Zuan Dong hampir keluar dan tubuhnya langsung terlempar mundur keluar dari garis pembatas.
Semua orang jadi terdiam melihat Zuan Dong yang terlempar dan jatuh terjungkal, kebanyakan dari mereka sudah yakin jika Zuan Dong pasti akan menang.
Namun harapan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan, "Satu orang lagi harus kalah dan menanggung malu karena kecerobohannya sendiri!" kata Bai Ling Ling
"Mentang-mentang sebagai yang paling senior dari lawannya lalu meremehkan lawan adalah sebuah kesalahan besar!" kata Wei Fang.
Zuan Dong tidak bisa bangkit karena seluruh organ perutnya seperti hancur, dia batuk-batuk sambil mengeluarkan darah dari mulut.
"Kenapa anak muda itu memiliki kekuatan sebesar ini? Siapa sebenarnya anak itu?" batin Zuan Dong.
Kini dia menyesal karena telah meremehkan Tian Feng, dia merasa telah tertipu oleh usia Tian Feng, karena itu dia menganggap Tian Feng hanyalah seorang pendekar yang masih berada ditingkat Menengah atau Atas.
Huan Bao yang masih bengong akhirnya tersadar dan kemudian dia masuk ke-arena dan mengumumkan jika Tian Feng sudah masuk sebagai peserta.
"Apakah senior baik-baik saja?"
Tian Feng menghampiri Zuan Dong dan membantunya untuk bangun, "Terima kasih! Aku baik-baik saja dan aku juga minta maaf karena telah meremehkan dirimu!" kata Zuan Dong.
"Saudara Zuan! Aku tahu jika sebenarnya kamu sempat mengira jika pemuda ini adalah seorang pendekar atas bukan?" tanya Wei Fang yang datang bersama Zang Yang dan juga Bai Ling Ling.
Zuan Dong mengakui jika dugaan Wei Fang tidak salah, "Benar sekali Panglima," jawabannya.
"Kenapa kamu tidak berpikir dulu! Ini adalah pertandingan para pendekar hebat yang rata-rata pesertanya harus berada ditingkat Cahaya, jadi mana mungkin akan ada pendekar Menengah atau Atas yang berani mengikuti pertandingan ini?" kata Wei Fang mengingatkan.
"Saya memang salah dan juga ceroboh, ini juga akan menjadi sebuah pelajaran berharga bagi diriku dan juga semua murid di Gunung Timur! Jadi terima kasih karena sudah membuatku mendapatkan pelajaran yang sangat berharga!" kata Zuan Dong sambil membungkuk memberi hormat kepada Wei Fang dan Tian Feng.
__ADS_1
"Tuan muda Yuan Tian memiliki kemampuan yang bisa mengimbangi seorang Pendekar Cahaya! Dari mana dia mendapatkannya?" gumam Zian Wen.
Lin Ling juga sama terkejutnya dengan yang lainnya, awalnya dia meragukan kemampuan Tian Feng karena dia adalah murid kakeknya, namun saat ini keraguannya mulai hampir terpatahkan.
"Apa benar dia itu anak kecil yang waktu saudara Zang bawa ke perguruan ku?" batin Chang Shan yang bertanya dalam hatinya sambil menatap Tian Feng dengan tidak yakin.
Yang dia ketahui, Tian Feng sudah lama menghilang, walau dia sempat mendengar desas-desus kabar akan pemuda bertopeng yang bisa menggunakan jurus Singa, namun Chang Shan tidak pernah menganggap Tian Feng adalah pemuda bertopeng tersebut.
"Untuk pertandingan berikutnya siapa yang akan masuk kedalam arena? Waktu masih sangat banyak jadi bagi yang masih mau ikut menjadi peserta silahkan masuk!" kata Huan Bao
Seorang laki-laki tua segera masuk kedalam arena dan kemudian segera memperkenalkan dirinya, "Aku Gu Yuao dari Mata Elang!" kata Gu Yuao.
"Baik saya persilahkan penantangnya untuk masuk!" Huan Bao keluar dari arena meninggal Gu Yuao.
"Guru Zang, kenapa kamu tidak masuk?" tanya Wei Fang.
Zang Yang menggelengkan kepalanya, dia bukan tidak berani, namun karena Zian Wen dan Lin Ling saat ini berada dibawah perlindungan Gu Yuao.
"Aku tidak bisa Panglima! Dia tidak hanya ketua dari Perguruan Mata Elang, namun dia adalah kakek serta orang tau bagi cucu dan putri ku!" jawab Zang Yang.
"Owh.. Jadi karena masalah keluarga! Kalau begitu aku mengerti dan setuju atas keputusanmu, membangun hubungan keluarga lebih penting dari pada sebuah gelar!" kata Wei Fang.
Tidak ada satu orangpun yang mau masuk kedalam arena untuk menantang Gu Yuao, semua orang sudah mengetahui akan siapa Gu Yuao, dia tidak hanya seorang ketua perguruan besar aliran lurus, melainkan dia adalah pendekar yang memiliki kekuatan tidak kalah dengan salah satu dari sepuluh pendekar terkuat walau Gu Yuao sendiri tidak pernah ikut bertanding.
"Panglima! Awan hitam dari arah selatan itu terlihat aneh! Sepertinya itu bukan awan biasa!" kata Zang Yang.
Zang Yang tidak sengaja melihat kearah selatan dan melihat ada awan hitam tebal yang masih sangat jauh, seolah-olah akan ada hujan badai.
"Mungkin hanya badai!" jawab Wei Fang.
"Ketua Mei terlalu berlebihan, sebenarnya sayalah yang harus menerima bimbingan dari mu!" kata Gu Yuao.
Mei Xui Lin adalah ketua perguruan Bintang Putih, salah satu perguruan besar aliran bebas dan kekuatan utama dari Mei Xui Lin yang paling di segani adalah ilmu Seruling Langit.
Gu Yuao mencabut pedangnya kemudian dia mengalirkan energinya ke pedang panjangnya. Pedang tersebut memancarkan cahaya terang berwarna ke-emasan.
Mei Xui Lin juga mengeluarkan seruling putihnya dan kemudian meletakkan ujung serulingnya ke bibirnya dan kemudian mulai meniup serulingnya.
"Ini Ilmu Seruling Pemutar Langit! Panglima aku harus melindungi Ling'er dan Wen'er, mereka tidak akan mungkin mampu menahan suara seruling ini!" kata Zang Yang.
"Aku ikut guru!" kata Tian Feng.
"Sebaiknya begitu Tian, kamu lindungi Ling'er!" kata Zang Yang.
"Pedang Sayap Elang."
Gu Yuao yang sudah melindungi ke-dua telinganya dengan Chi mulai melepaskan serangan tebasan pedang yang mampu menciptakan energi pedang dan melesat lurus kearah Mei Xui Lin.
Mei Xui Lin ternyata juga mampu melepaskan gelombang energi yang diciptakan dari suara serulingnya. Gelombang energi seruling itu mampu menahan energi pedang milik Gu Yuao sehingga tercipta ledakan beruntun di sekitar mereka berdua.
Seperti yang di khawatirkan oleh Zang Yang, Zian Wen dan Lin Ling ternyata tidak mampu menahan suara seruling milik Mei Xui Lin.
Zian Wen dan Lin Ling sama-sama berteriak, namin Zian Wen tidak menutupi telinganya, dia Justru berusaha menutupi telinganya Lin Ling tanpa peduli dirinya sendiri yang tidak mampu menahan suara alunan seruling Mei Xui Lin.
"Wen'er bertahanlah! Tian cepat lindungi Ling'er," kata Zang Yang.
__ADS_1
Zang Yang segera mengalirkan Chi nya untuk melindungi Zian Wen, begitu juga dengan Tian Feng yang juga mengalirkan Chi nya melindungi Lin Ling.
Zian Wen dan Lin Ling baru bisa tenang setelah Zang Yang dan Tian Feng menolong mereka berdua.
"Kalian jangan bergerak, tetaplah diam hingga pertarungan mereka selesai!" kata Zang Yang.
Ke-duanya sama-sama menurut, tidak ada cara lain selain menuruti mereka, karena tanpa Zang Yang dan Tian Feng, mereka pasti tidak akan mampu bertahan lebih lama.
Ledakan-ledakan kecil terus tercipta akibat benturan dua energi yang saling serang, sedangkan Gu Yuao mulai kehilangan konsentrasi karena dia harus membagi Chi nya menjadi dua, yaitu bertahan dari suara seruling Mei Xui Lin dan juga menyerang.
"Ternyata Ketua Mei memang sangat ahli dalam serangan jarak jauh dan membuat lawan kesulitan! Apakah Ketua Gu bisa bertahan lebih lama dari suara seruling itu?" kata Chang Shan.
"Pedang Sayap Elang - Tebasan Bulu Elang."
Gu Yuao melempar pedangnya ke langit kemudian cahaya emas dari pedang tersebut membesar, setelah besarnya sudah mencapai batas, serpihan-serpihan cahaya emas keluar dan membentuk bayangan pedang emas yang jumlahnya sangat mencapai ribuan.
Gu Yuao mengerakkan ribuan serpihan cahaya berbentuk Pedang itu dengan menggerakkan tangannya, secara bersamaan serpihan cahaya tersebut melesat kearah Mei Xui Lin.
Semua penonton merasa takjub melihat ribuan cahaya pedang tersebut yang jumlah sangat banyak, "Memang ilmu itu yang sangat sulit untuk dihadapi, selama ini aku hanya mendengar cerita tentang jurus itu, sekarang aku menyaksikannya secara langsung!" kata salah satu Pendekar.
Mei Xui Lin mengubah alunan nada seruling dengan ritme yang lebih cepat sehingga tercipta perisai pelindung mengurung tubuhnya.
Ribuan serpihan cahaya pedang segera membentur dinding perisai Mei Xui Lin dengan benturan beruntun.
Suara benturan menciptakan gelombang kejut kecil yang membuat pasir-pasir beterbangan kesegala penjuru, sedangkan perisai Mei Xui Lin ternyata tidak mampu menahan benturan sebanyak itu sehingga terlihat cahaya retakan sedikit demi sedikit.
"Elang Menerkam Mangsa."
Setelah serpihan cahaya pedang habis, Gu Yuao menebaskan pedangnya yang masih besar ke arah perisai pelindung Mei Xui Lin.
Pedang tersebut segera turun kemudian suara ledakan besar langsung tercipta dan menghamburkan banyak pasir kearah para penonton.
Tian Feng segera mengarahkan sebelah telapak tangan kearah pasir yang menuju kearahnya.
Hembusan angin yang lumayan besar keluar dari telapak tangan Tian Feng dan angin tersebut meniup pasir tersebut menjauh dari tempat itu.
Saat semua pasir sudah hampir hilang, ternyata Mei Xui Lin masih baik-baik saja, hanya saja perisai pelindungnya sudah tidak ada.
"Ketua Gu! Aku mengaku kalah," kata Mei Xui Lin dengan nafas terengah-engah karena kehabisan Chi.
Gu Yuao sebenarnya juga kehabisan Chi, hanya saja dia masih masih memiliki stamina yang lebih banyak dari pada Mei Xui Lin.
Semua penonton segera bersorak gembira karena merasa takjub dengan pertarungan mereka.
Huan Bao segera masuk kedalam arena setelah mendengar pengakuan Mei Xui Lin yang sudah menyerah.
"Dengan ini Ketua Gu sudah masuk daftar peserta, sekarang kita akan melanjutkan lagi dan mungkin ini yang terakhir karena waktu sudah siang, setelah itu akan masuk ketahap berikutnya, yaitu para peserta akan melawan para Sepuluh Pendekar yang hadir, jadi silahkan jika masih ada peserta yang lain!" kata Huan Bao.
"Aku yang akan menerima tantangan ini, namaku Sao Zan dari Lembah Sesat!"
"Apakah guru mau maju!" tanya Tian Feng.
"Tentu saja, sekaranglah giliranku!" kata Zang Yang kemudian dia melangkah memasuki arena.
***
__ADS_1
Besok saya tidak yakin apakah bisa ngasih bonus atau tidak, karena besok adalah hari setahun matinya almarhum bapak saya, jadi saya akan sibuk seharian, namun akan tetap saya usahakan walau hanya satu bab.