
***
"Hahaha...! Akhirnya aku berhasil mencapai puncak Rana Agung sejati."
An Huang Yi tertawa lepas dengan suara tawa yang mengandung tekanan kuat yang mampu menghancurkan batu jika terkena imbas dari tekanan tawanya.
Sebelumnya An Huang Yi sudah membuat pelindung sendiri di seluruh Galaxi Hitam sehingga energinya yang sudah mencapai tahap puncak Rana Agung sejati tidak bisa keluar dari dalam Galaxi Hitam.
Tubuh An Huang Yi sama sekali tidak berubah setelah dirinya berhasil mencapai puncak Rana Agung sejati, selama ini dia sudah sangat ingin segera mencapai tahap ini, dengan penuh kesabaran dan melewati banyak tahun, akhirnya keinginannya itu bisa terwujud.
"Selamat Yang Mulia, akhirnya Yang Mulia berhasil memiliki kekuatan puncak Rana Agung sejati!" kata Dewa Hitam.
"Hem.. Aku memang sangat senang sekali Dewa Hitam, namun jika di bandingkan dengan kekuatanku dulu, sepertinya ini tidak ada apa-apanya, hanya saja aku lupa saat itu aku memiliki kekuatan di Tingkat Apa!" kata An Huang Yi.
An Huang Yi samar-samar mengingat betapa berat kekuatan yang pernah ia miliki saat dirinya masih berasa di Nirwana, namun ingatannya hanya samar-samar saja sehingga dia lupa apakah dulu kekuatannya berada di puncak Rana Agung sejati atau bukan.
"Menurut Hamba inilah puncak kekuatan yang sebenarnya Yang Mulia, tidak ada lagi kekuatan yang lebih besar dari ini!" salah satu Panglima berpendapat.
"Sudahlah jangan lagi membahas hal yang tidak penting, aku ingin tahu apakah Energi Hitam berhasil mengeluarkan Chinmi dari Nirwana?"
An Huang Yi ingat saat dirinya belum melakukan penyerapan energi galaxi, energi hitam berencana akan pergi ke nirwana untuk menculik Chinmi.
"Ayah Mertua, aku ada disini!"
Baru saja An Huang Yi bertanya, tiba-tiba saja Chinmi menyapanya. An Huang Yi segera menoleh dan melihat kearah Chinmi yang sedang mengambang tidak jauh darinya.
__ADS_1
"Owh ternyata kamu sudah berada disini! Tapi kemana Energi Hitam, kenapa dia tidak muncul?" tanya An Huang Yi.
An Huang Yi baru seja bertanya akan keberadaan Energi Hitam, tiba-tiba saja sebuah kabut hitam muncul dari ruang hampa dan kemudian dia melayang di samping Chinmi.
"Akhirnya kamu berhasil An Huang Yi, ternyata aku tidak salah memilihmu!" kata Energi Hitam yang masih berbentuk kabut.
"Kamu tidak perlu memujiku, aku hanya ingin tahu saja, bagaimana bisa kamu menyusup ke Nirwana tanpa di ketahui oleh para Buddha serta bisa membawa Chinmi kesini?"
"Itu adalah masalah mudah, lagi pula saat itu para Buddha sedang tidak ada di tempat, jadi aku bisa menggunakan Jubah Emas Penutup Jiwa dan menyusup ke tempat Menantumu itu kemudian melepaskan dia dari belenggu segel!" jawab Energi Hitam.
"Pangeran Muda, selamat datang kembali!" sambut Dewa Hitam.
Chinmi mengangguk kemudian dia melihat semua para Pengawal yang ada. "Aku sudah lama di segel oleh Buddha Rulay, selama ini Dewa Pelindung Alam Semesta sudah membuat beberapa para Pengawal gugur, kita harus secepatnya membalas semua ini!" kata Chinmi.
"Kalau begitu baiklah, tapi sebelum itu aku ingin mempersiapkan diri dulu di dalam istana sebelum menyerap energi kehidupan murni, sebab saat ini aku masih belum sepenuhnya pulih!" kata Chinmi.
An Huang Yi mengangguk kemudian dia dan semuanya segera kembali ke istana hitam, begitu tiba di dalam, Chinmi segera masuk ke tempat yang dulu pernah menjadi tempatnya.
Chinmi menutup pintu besar itu kemudian dia memperhatikan ke sekitar ruangan dengan Mata Dewa nya. "Sepertinya aman!" gumam Chinmi kemudian dia mengeluarkan sebuah cincin perak dari dalam jubahnya lalu berbicara dengan Cincin itu.
"Yin'er, sudah sangat lama sekali aku pergi meninggalkanmu, aku sungguh tidak bisa kembali saat ini untuk menebus semua kesalahanku yang sudah menyerap semua energi hitam mu, namun jika rencana ini berhasil aku pasti akan pulang dan akan menerima semua hukuman yang akan kamu berikan padaku!" kata Chinmi dengan suara kecil dan tanpa terasa matanya mulai berair.
Chinmi memang tidak tahu akan apa yang sebenarnya terjadi, sejak jiwanya tersegel dan tubuhnya di ambil alih oleh sosok lain, dia hanya bisa mendengar saja dari tempat nya tersegel jika sosok yang mengendalikan tubuhnya telah menyerap energi hitam Qie Yin yaitu istrinya hingga istrinya menjadi sangat lemah.
Sekarang Chinmi sudah berhasil mendapatkan kembali tubuhnya berkat pertolongan Buddha Rulay, namun demi membantu Ho Chen dan Tian Feng nantinya, kali ini Chinmi akan berpura-pura menjadi sosok yang dulu pernah mengambil alih tubuhnya.
__ADS_1
Mengingat sumber kekuatan Chinmi berasal dari Energi Hitam, jadi tidak yang akan mencurigainya. Sebelumnya Buddha Rulay sudah mengatakan jika nantinya akan ada sosok hitam yang akan menolongnya dan akan membawanya kembali ketempat An Huang Yi, karena itu Chinmi tetap meminta kepada Buddha Rulay untuk dirantai dan dia akan mengikuti permainan An Huang Yi sekaligus akan memantaunya, namun Chinmi meminta kepada Buddha Rulay agar tidak memberitahukan hal ini kepada siapapun termasuk kepada Ho Chen, dan semua itu sudah di rencanakan dan Buddha Rulay serta Buddha lainnya pergi agar sosok yang nanti akan menjemput dirinya tidak curiga jika semua ini sudah ada dalam rencana.
"Senior Ho Chen maafkan aku, nanti jika sudah tiba waktunya, aku pasti akan menjelaskannya kepadamu jika sebenarnya aku sudah kembali!" Chinmi menyimpan kembali cincinnya kemudian dia mengganti pakaiannya dengan jubah hitam lalu pergi melangkah ke luar ke Aula Istana.
Chinmi menatap dingin kearah kabut hitam yang berada di samping An Huang Yi, Chinmi yakin jika yang sudah menyegel jiwanya sebenarnya adalah kabut hitam itu, dan kabut hitam itu juga yang sudah memasukkan sosok lain untuk mengendalikan tubuhnya.
"Kabut Hitam ini! Sepertinya dia memiliki suatu rencana tersendiri, tapi apa? Aku harus menyelidikinya!" batin Chinmi.
"Menantuku, apakah kamu sudah siap?" tanya An Huang Yi saat melihat Chinmi yang hanya berdiri di depan pintu menatap kearah kabut hitam yaitu perwujudan dari energi hitam.
Chinmi mengubah tatapan dinginnya menjadi tatapan penuh antusias agar An Huang Yi dan kabut hitam tidak mencurigainya seraya menjawab, "Sudah ayah mertua!" jawab Chinmi.
"Bagus kalau begitu, sekarang kamu bisa terbang keluar kemudian bersiap-siap karena aku akan menarik Energi Kehidupan Murni dan akan memasukkannya kedalam tubuh mu, sedangkan kalian cepat cari tahu ke dunia bawah mengenai keberadaan Azura, jika dia ternyata ada dan masih hidup, segera kembali melapor padaku, aku sangat ingin membinasakan Azura dengan tanganku sendiri!" kata An Huang Yi.
Chinmi mengerutkan dahinya mendengar hal itu, kini dia sudah mengetahui rencana baru An Huang Yi yang ingin menyerang Azura.
Chinmi sudah pernah bertemu dengan Azura saat di Nirwana. Setahu Chinmi saat itu, kekuatan terakhir Azura berada di Awal Rana Agung, jika sampai An Huang Yi datang kesana dan bertarung dengan Azura, jelas Azura pasti akan kalah.
Chinmi memasukan sebelah telapak tangannya ke dalam jubahnya kemudian dia mengirim sesuatu ke suatu benda yang ia sembunyikan.
"Buddha, sampaikan kabar kepada Senior Ho Chen jika Dunia bawah akan kedatangan lima Pengawal An Huang Yi, mereka adalah Empat Panglima Gerbang Hitam dan Dewa Hitam!" kata Chinmi lewat telepati yang di salurkan lewat sebuah benda yang ia sembunyikan.
Setelah selesai menyampaikan pesan telepati, dia segera bergegas keluar menuruti An Huang Yi agar dia tidak curigai, rencana Chinmi yang sudah dia rencanakan selama dia berada di Nirwana akan di lakukan secara hati-hati.
"Tunggulah hingga saat mu tiba Ayah Mertua!" batin Chinmi kemudian dia melihat An Huang Yi yang mulai membuat segel tangan untuk menyerap Energi Kehidupan Murni dari beberapa Galaxi lain dengan menggunakan lubang dimensi.
__ADS_1