Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Permohonan


__ADS_3

***


"Apakah kamu bisa mengendalikan elemen udara?" Zanxi bertanya kepada Tian Feng yang duduk sendirian di dalam kamarnya.


"Tidak bisa! Aku hanya bisa melakukan perubahan energi dari api!" jawab Tian Feng.


"Emm.. jika kamu ingin bisa terbang, maka kamu harus bisa mengendalikan udara, baik itu udara yang berasal murni dari Alam, maupun udara yang ada di dalam dirimu."


Zanxi menambah jika ingin bisa terbang secara sempurna, Tian Feng harus bisa menjadikan udara sebagai pijakan, salah satu contoh jika seseorang sedang berenang di seperempat kedalam air, maka dia harus menstabilkan pernafasan agar tubuh tidak mengembung dan tubuh pasti akan terangkat.


Air diibaratkan sebagai udara, jika tangan mengayun saat sedang menyelam, maka tubuh akan bergerak maju seperti sedang terbang.


Begitu juga dengan di dataran, Tian Feng harus bisa merasakan kepadatan angin sekaligus membayangkan jika udara itu adalah air.


Walau terdengar sepele, Tian Feng yakin pasti akan sangat sulit untuk mempelajarinya, belum lagi Zanxi mengatakan jika energi Chi yang dimiliki oleh Tian Feng sangat sedikit.


Itu menurut Zanxi, namun bagi Tian Feng, jumlah Chi yang dimilikinya sangatlah banyak jika dibandingkan dengan semua pendekar di seluruh wilayah Kerajaan Wu.


"Apakah ada cara yang lebih sederhana lagi?" tanya Tian Feng.


"Andai aku memiliki fisik, ingin rasanya aku menjitak kepalamu! Yang aku jelaskan itu adalah yang paling sederhana, jika kamu ingin yang paling sulit, baik aku akan menjelaskannya padamu, namun aku tidak akan menjamin tubuh mu akan baik-baik saja! Apa kamu masih mau mendengarkannya?"


"Jelaskan saja semuanya, yang penting aku sudah tahu dan nanti aku akan mencoba dari yang sederhana hingga yang terberat!" jawab Tian Feng tanpa ada keraguan.


"Baik, kalau begitu dengarkan baik-baik! Cara yang berikutnya adalah, kamu harus mencari Gunung yang memiliki tebing yang sangat tinggi, duduklah disana dan rasakan energi murni, setelah kamu dapat merasakannya, kumpulkan semua energi alam itu hingga seluruh energi mu serasa penuh, jika sudah cobalah kamu melompati tebing, usahakan kamu harus berhasil jika tidak resikonya pasti sudah kamu ketahui sendiri!" kata Zanxi.


"Kamu mau menyuruh ku untuk bunuh diri atau apa?" Tian Feng merasa itu bukan sebuah latihan terbang, melainkan latihan bunuh diri.


Gunung tertinggi di Kerajaan Wu hanyalah Gunung Seribu Bunga, di sana ada tebing yang sangat dalam dan juga dasarnya sangat curam.


Andai Tian Feng melompat di sana, jika dia bisa langsung terbang gak masalah, namun jika gagal? Pastinya antara terluka parah, dan juga bisa kehilangan nyawa.


"Bukankah aku sudah bilang jika yang terberat ada resikonya? Sekarang kamu putuskan sendiri mau mencoba yang mana!" kata Zanxi.


"Aku akan coba yang sederhana dulu!" jawab Tian Feng dengan memilih yang paling sederhana.


"Kalau begitu kapan kamu akan melakukannya?"


"Mungkin saat hampir siang, karena besok aku harus mengurus Katashi dan kekasihnya itu agar mereka bisa sembunyi di Hutan Iblis," jawab Tian Feng setelah itu dia menatap kearah senja yang mulai terlihat.


"Bagaimana kabar Pejabat Ma Xia Li saat ini? Apakah dia masih hidup atau sudah mati?" Tian Feng teringat kepada Ma Xia Li yang sudah ia buat meminum racunnya sendiri.


Setelah cahaya senja di ufuk timur mulai bertambah terang, Tian Feng keluar dan melihat beberapa penjaga yang baru kembali karena sudah selesai mengubur para jasad Shinobi yang sudah ia bunuh di tempat yang agak jauh.


"Tidak sabar rasanya ingin segera pergi ke Kerajaan Jiu, tapi urusanku disini masih belum selesai juga, jika Ma Xia Li dan Yong Shing masih tetap ada. Sebaiknya aku harus mengerjai mereka hingga mereka tidak berani lagi macam-macam kepada Keluarga Yuan," batin Tian Feng.


Sebenarnya jika Tian Feng mau, bisa saja dia menghabisi dua pejabat yang memusuhi Yuan Xia, namun Tian Feng ingin membalas kelicikan dengan kelicikan yang sama.


Tian Feng ingin tahu siapa yang paling licik di antara mereka, bagi Tian Feng yang sudah pernah berjalan di jalan Kegelapan, bersiasat adalah keahliannya.

__ADS_1


Karena itu Tian Feng ingin bertarung siasat melawan siasat, dengan begitu semuanya akan lebih mudah tanpa harus membuang-buang tenaga.


***


Pagi harinya Yong Shing datang menjenguk Ma Xia Li kerumahnya, dia ingin melihat apakah obat penawar racun pemberian Yama Denji.


"Bagaimana kondisimu saudara Ma? Apakah obatnya berhasil?" tanya Yong Shing.


"Jika aku masih hidup hingga pagi ini, berarti obatnya berhasil menawarkan racunnya, akan tetapi tubuhku masih terasa lemas, mungkin karena efek racunnya masih belum hilang!" kata Ma Xia Li.


"Mungkin saja!" Yong Shing membenarkan kemudian dia kembali berbicara.


"Saudara Ma! Semalam ada beberapa Shinobi yang mati di sebrang jalan sana! Menurut laporan prajurit, mereka semua mati dengan cara yang mengenaskan."


"Siapa pelakunya? Apakah para Shinobi itu adalah para penjaga Tuan Yama Denji?" tanya Ma Xia Li.


"Pelakunya belum di ketahui, namun saat aku meminta obat penawar ini, Tuan Yama Denji sempat memberitahuku jika ada Shinobi dari sebuah Suku pedalaman yang akan menyerang kediaman Yuan Xia untuk balas dendam! Aku yakin yang membantai mereka adalah anak angkat Yuan Xia itu!"


"Itu sudah pasti, kita sudah melihatnya sendiri ilmu anak muda itu yang sangat tinggi, jadi jika hanya Shinobi biasa yang menyerangnya, itu akan sia-sia! Tapi kenapa para Shinobi dari Suku pedalaman ingin balas dendam pada Keluarga Yuan, apakah Yuan Xia pernah memiliki masalah dengan mereka?"


"Aku juga tidak tahu saudara Ma, tuan Yama Denji saja juga tidak menjelaskan secara rinci akan masalah mereka!" jawab Yong Shing.


Mereka terdiam sejenak setelah seorang pelayan datang membawakan air hangat untuk Yong Shing, dan setelah pelayan itu pergi, mereka kembali melanjutkan obrolan mereka.


"Jujur saja, menurutku ancaman terbesar kita sebenarnya bukan Panglima Wei, melainkan anak angkat Yuan Xia itu! Setelah kedatangan nya kembali ke rumah Yuan Xia, dia sudah mulai ikut campur urusan kita, bahkan dia sudah membuatku meminum racun yang seharusnya diminum oleh Panglima Wei!" kata Ma Xia Li.


"Kamu benar, sepertinya ancaman kita bertambah satu lagi, jika ini tetap dibiarkan, maka kita tidak akan bisa mencapai tujuan kita!" Yong Shing merasa jalan kedepan nya akan semakin sulit jika Tian Feng masih ikut campur urusan istana.


Yong Shing langsung menoleh kearah Ma Xia Li yang bangkit dari ranjang tidurnya, "Apa rencanamu?" tanya Yong Shing.


"Kamu ingat kepada para Kelompok Lingkaran Pisau Darah?" tanya Ma Xia Li.


"Em.. Iya tentu saja! Memangnya kenapa?" tanya Yong Shing.


"Ketua kelompok tersebut adalah seorang Pendekar yang sangat hebat, dia adalah Pisau Langit mantan seorang Shinobi yang pernah menjadi buron di Toakai!"


"Iya aku juga tahu itu! Lalu apa rencana mu yang sebenarnya?"


Ma Xia Li mulai menjelaskan jika Yong Shing harus ke markas mereka, dia harus meminta bantuan Pisau Langit untuk ikut turun membantu jika dia masih ingin tetap bisa beroperasi di Wilayah Kerajaan Wu.


Tentu saja bantuan yang di minta akan ada imbalan yang akan membuat Pisau Langit tidak akan menolaknya.


Ma Xia Li menjelaskan akan tugas yang harus para Pendekar Lingkaran Pisau Darah lalukan, yaitu mengamati putri Yuan Xia yang tidak lain adalah Chie Xie.


Jika Chie Xie sedang tidak bersama dengan Zang Yang dan juga Tian Feng, para Pendekar Lingkaran Pisau Darah harus menculiknya.


Dengan demikian Tian Feng tidak mungkin bisa berbuat apa-apa jika Chie Xie dijadikan sandera oleh mereka, terlebih lagi ilmu beladiri Pisau Langit sangat tinggi, belum lagi masih ada Pisau Api, Pisau Angin, Pisau Bumi, dan kabarnya ada lagi satu yang tidak pernah terlihat, yaitu Pisau Air.


"Kamu sungguh sangat pintar sekali Saudara Ma! Aku saja tidak pernah memikirkan hal itu sebelumnya, jadi tidak sia-sia aku memiliki rekan secerdas dirimu!" puji Yong Shing.

__ADS_1


Ma Xia Li tertawa pelan, dia merasa bangga karena pujian dari Yong Shing. Ma Xia Li beranggapan jika dirinya memang lebih cerdas dari pada Yong Shing, itu menurut dia sedangkan Yong Shing sendiri tidak sepenuhnya mengakui jika Ma Xia Li itu cerdas.


Bukti dari kecerobohan Ma Xia Li ialah, dia bisa terjebak oleh Tian Feng untuk meminum racun mereka sendiri.


"Baiklah aku akan pergi ke markas Lingkaran Pisau Darah dulu sekaligus menyampaikan idemu yang brilian ini kepada Yang Mulia, aku yakin Yang Mulia pasti akan sangat senang!"


Yong Shing segera bangkit kemudian dia segera melangkah keluar, sedangkan Ma Xia Li sendiri kembali membaringkan badannya karena dia sendiri masih belum pulih sepenuhnya.


"Sekarang aku hanya bisa menunggu hasilnya saja! Aku yakin rencanaku kali ini pasti akan berhasil!" gumam Ma Xia Li kemudian dia menghela nafas panjang.


***


"Kesatria! Tidak bisakah kami tinggal disini? Kami mohon biarkan kami membalas jasa kebaikan Kesatria dengan cara melindungi keselamatan keluarga Yuan!" Katashi memohon tidak ingin pergi dan ingin membalas Budi kebaikan Tian Feng yang tidak jadi membunuhnya.


Katashi juga merasa memiliki hutang Budi terhadap Tian Feng karena Tian Feng telah percaya padanya untuk bisa berubah dan juga bisa hidup bersama dengan Katsuyuki.


"Maaf bukannya aku menolak atau tidak menghargai niat baik kalian, namun kalian sendiri juga masih belum aman!" kata Tian Feng.


"Kami tahu itu dan kami sudah sadar jika sebenarnya tidak ada tempat yang aman bagi kami, lagipula cepat atau lambat kami pasti akan menghadapi masalah itu, selama Yama Denji masih ada disini dan masih hidup, dia pasti akan mengerahkan semua Kesatria yang ia miliki untuk mencari keberadaan kami!" kata Katsuyuki.


Tian Feng terdiam sejenak, kini dia ingat jika Yama Denji juga memilki koneksi dengan Taiyan Zin, sedangkan Taiyan Zin sangat mengetahui Hutan Iblis.


"Jadi kenapa kalian memilih ingin tetap berada di rumahku?" Tian Feng ingin memastikan apakah niat baik mereka tulus atau tidak.


"Sebenarnya kami berdua sudah membicarakan ini tadi pagi, kami yakin Yama Denji dan semuanya yang bekerjasama dengan dia pasti tidak akan tinggal diam! Kami yakin mereka akan kembali mengirim kesatria yang lain untuk mencelakai keluarga ini lagi!" kata Katashi.


Sebagai sesama orang dari Negara Toakai, Katashi sangat mengetahui sifat dan watak Yama Denji.


Klan Yama adalah salah satu Klan terbesar dari ke-empat Klan yang lain, Klan yang memiliki sifat ramah dan baik adalah Klan Tsuki dan Klan Mizu, sedangkan Klan yang sangat angkuh dan sombong adalah Klan Yama dan Klan Kaze.


"Tolong biarkan kami disini untuk membantu melindungi keluarga ini, kalian tidak perlu membayar kami, yang paling penting bagi kami adalah ijin dari mu kesatria!" kata Katsuyuki.


"Baiklah jika kalian memaksa, kebetulan nanti aku juga mau pergi keluar, jadi aku percayakan kemananan keluarga ku kepada kalian saat aku tidak ada di rumah!" kata Tian Feng.


"Terima kasih Kesatria, kami berjanji akan melindungi keluarga mu dengan nyawa kami!" Katashi membungkukkan badannya dan diikuti oleh Katsuyuki sebagai tanda terima kasih karena permohonan mereka diterima oleh Tian Feng.


"Jangan berlebihan seperti itu, dan jangan lagi memanggil ku dengan Kesatria, panggil saja Tian, itu sudah cukup bagiku!"


"Ba.. Baik Kesat..! Eh.. maksud ku Tuan Muda Tian!" kata Katsuyuki.


Katsuyuki sebenarnya sangat penasaran, seperti apa wajah Tian Feng yang sesungguhnya, sejak semalam Tian Feng masih saja mengenakan topeng, padahal dia sudah berada di dalam rumahnya.


"Kalau begitu sebentar lagi kalian segera berkumpul ke Ruang Tamu, aku akan pergi menemui Guru Zang lebih dulu sekaligus ingin meyakinkan dia agar tidak lagi curiga pada kalian!" kata Tian Feng yang di tanggapi dengan anggukan oleh mereka.


Tian Feng segera pergi untuk menemui Zang Yang, dia juga berencana meminta Zang Yang untuk tidak kemana-mana setelah dia pergi untuk berlatih.


Dengan penjagaan dari Takashi dan Katsuyuki saja itu sudah cukup aman bagi keluarga Yuan Xia, belum lagi dengan ditambah Zang Yang, Tian Feng akan semakin tenang pergi latihan agar bisa terbang.


***

__ADS_1


Pengennya update dua bab, eh ternyata tidak mampu 🙏


__ADS_2