Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
tipuan Kaisar Iblis dan Tian Feng


__ADS_3

Burung raksasa yang tercipta dari awan hitam mengepakkan sayapnya sekaligus menyerang sosok raksasa yang tercipta dari tanah, namun baru saja dia turun, tubuh burung hitam terkena sabetan ekor Xu Lian.


Tubuh burung hitam langsung terhempas jauh hingga membentur gunung, sedang Xu Lian langsung di serang oleh sosok Iblis Raksasa yang tercipta dari sihir tanah.


Iblis raksasa itu melompat dan mendarat tepat di punggung Xu Lian lalu memegangi lehernya dengan kuat, manusia raksasa itu berencana mematahkan leher Xu Lian, namun Xu Lian buru-buru mengeluarkan Api Emasnya lalu memutar tubuhnya di udara, cara tersebut berhasil membuat Iblis raksasa melepaskan diri dan jatuh dalam posisi berdiri.


Saat kaki sang Iblis raksasa itu jatuh menginjak tanah, tanah langsung terguncang serta batu-batu banyak yang berhamburan, hal itu membuat para pasukan kedua Kaisar terpaksa terbang, begitu juga dengan Ho Chen dan yang lainnya.


Burung hitam raksasa itu kembali lagi, kali ini dia menargetkan Xu Lian, dan dengan ganasnya dia menyerang Xu Lian dengan cakar serta paruh nya.


Namun dari aspek manapun ras Naga tetap yang terkuat, tidak mudah bagi burung hitam raksasa serta iblis raksasa untuk bisa mengalahkannya.


dibawah sendiri pemilik mahluk raksasa itu juga saling beradu sihir elemen, namun sihir yang di gunakan adalah sihir tingkat Kuasa Rana sehingga efeknya lebih besar dari sihir elemen biasa.


"Kuasa Rana - Tanah Kematian."


"Kuasa Rana - Air Kegelapan."


"Kuasa Rana - Api Teratai Emas."


Azura memainkan kedua telapak tangannya dan tanah di bawah juga ikut bergerak kemudian bongkahan tanah berbentuk runcing yang tak terhitung jumlah melesat kearah An Huang Yi dan Tian Feng.


An Huang juga membuat segel tangan kemudian dia menarik banyak air dari awan di langit setelah itu dengan isyarat tangannya, dia mengarahkan air itu ke arah bongkahan tanah.


Air tersebut memecah menjadi gumpalan air kemudian membentuk runcing, dan gumpalan air yang tak terhitung jumlahnya kini melesat kearah bongkahan tanah untuk melawannya.


Tian Feng juga melakukan sihir Api Emas nya, namun api yang ia gunakan tidak di jadikan serpihan kecil, melainkan menyemburkan apinya, semburan api yang ia lepas diperluas sehingga hampir menutupi kedua serangan sihir dari kedua Kaisar.


Ketiga sihir yang terlihat sederhana itu namun memiliki daya energi besar saling membentur di udara, setelah berselang beberapa saat, sihir An Huang Yi menghilang menjadi uap sehingga membuat An Huang Yi terkena efeknya, walau tidak terluka, namun energinya mulai berkurang.


Setelah beberapa saat, bongkahan tanah milik Azura berhasil menembus Api Emas milik Tian Feng, bongkahan tanah yang runcing itu berubah menjadi bongkahan bara api yang runcing, hal itu di sebabkan oleh pembakaran Api yang dilepaskan oleh Tian Feng.


Serpihan bongkahan tanah yang kini panas membara itu langsung menghujami An Huang Yi serta Tian Feng dan ledakan demi ledakan mulai tercipta di langit.


Malam yang gelap menjadi terang akibat Api Emas kemudian di susul oleh ledakan beruntun di udara, bahkan hawa panas terbawa oleh angin, dan hawa panas mampu melelehkan benda apapun.


Sayangnya serangan itu berhasil di tahan oleh An Huang Yi dan Tian Feng dengan menggunakan sihir elemen Es.


"Ternyata dia lebih kuat dari yang aku banyangkan!" gumam Tian Feng.

__ADS_1


Azura memang lebih unggul dari segi kekuatan serta kemampuan, namun berbeda dengan tiga mahluk raksasa yang bertarung agak jauh, justru yang lebih unggul adalah Xu Lian si Naga Suci Kuno.


An Huang Yi juga menyadari bertapa kuatnya Azura segera mengeluarkan Pedang Hitam dan cukup besar seperti sebuah penggaris berukuran hampir dua jengkal dengan panjang lebih dari satu meter, dari yang terlihat pedang itu sangatlah berat, namun An Huang Yi terlihat tidak kesulitan memegang pedang itu seolah-olah sangat ringan.


"Jadi kali ini kita akan menggunakan senjata? Baik aku akan mengeluarkan senjataku juga!" kata Azura kemudian dia mengarahkan tangannya kesamping dan secara tiba-tiba muncul Pedang panjang berwarna putih pucat.


Pedang panjang itu sekilas seperti terbuat dari tulang, namun sebenarnya itu adalah salah satu logam dari dunia lain yang sangat kuat dan di tempa menjadi pedang oleh para leluhur Azura, dan pedang itu diberi nama " Pedang Tulang Leluhur" begitulah cara Azura menyebutnya.


Tian Feng dapat merasakan energi yang besar dari kedua pedang yang berada di tangan kedua Kaisar itu. "Apakah Xian dan dua roh lainnya masih belum bisa aku hubungi?" batin Tian Feng.


Tian Feng menghela nafas panjang kemudian dia mengulurkan tangan kanannya ke samping dan kemudian Tombak Nirwana pun muncul di tangannya.


"Xian, Xanzi, Lianli! Apakah kalian bisa mendengar suaraku?" tanya Tian Feng lewat pikirannya, namun tidak ada respon jawaban sama sekali dari ketiga Roh Penjaga Pusaka itu.


"Baiklah jika kalian tidak ada yang mau menemaniku, aku terpaksa akan menggunakan kekuatan penuh dari Tombak ini!" kata Tian Feng lewat pikirannya.


Tian Feng melepaskan petir merah dari tombaknya sehingga gravitasi di sekitar semakin lebih berat akibat tekanan energi dari Tombak Nirwana.


Buku kuduk An Huang Yi mendadak berdiri setelah melihat tombak emas di tangan Tian Feng, entah mengapa dia merasa tidak nyaman saat merasakan aura yang terpancar dari tombak emas itu.


"Itukah Tombak Nirwana itu? Kenapa aku merasa seperti memiliki ikatan batin aneh dengan tombak itu, atau ini hanya perasaanku saja?" batin An Huang Yi.


Andai saja An Huang Yi tahu jika sebenarnya Tombak Nirwana itu adalah tiga pecahan energinya, mungkin dia akan langsung pergi, jika cuma satu saja, mungkin masih bisa dia atasi, dan kini sudah ada tiga, pastinya Tombak itu akan membuatnya menjadi lemah karena energi yang dimiliki oleh tombak itu berasal dari energi dua sifatnya yang terdahulu.


"Pusakamu cukup menarik dan kuat, namun apakah pusakamu itu bisa menandingi pusakaku ini?" kata Azura.


"Aku tidak bilang jika pusakaku ini sebenarnya lebih kuat dari pusakamu, namun aku sangat yakin jika pusakaku ini lebih dari sanggup untuk mematahkan pedang pucatmu itu!" jawab Tian Feng sedangkan An Huang Yi hanya diam karena masih memikirkan akan rasa tidak nyamannya terhadap tombak milik Tian Feng.


"Ayo buktikanlah!" kata Azura kemudian dia lebih dulu menyerang Tian Feng dengan pedangnya yang mengeluarkan energi merah dan hijau serta putih.


Tian Feng segera melepas energi petir merah sang tombak dan kemudian dia juga menggabungkannya dengan petir emas sekaligus energi putih dari Bunga Teratai Batu Mustika, belum lagi ditambah dengan Aura Kematian yang menambah tekanan yang lebih besar.


Seluruh area pertarungan mengeluarkan suara gemuruh serta bising dan getaran dari kedua pusaka yang mulai sama-sama diadu, belum lagi gravitasi yang sangat berat membuat dewa sekalipun tidak akan mampu bertahan.


Ho Chen yang sejak awal sudah tahu jika Tian Feng akan menggunakan kekuatan penuh dari tombaknya segera mengajak semua dewa pergi menjauh karena tempat mereka tidak akan aman lagi.


Setelah Ho Chen pergi sangat jauh, tempatnya segera tertutup oleh aura merah yang bergetar, bahkan batu sekalipun mulai terbenam kedalam tanah.


An Huang Yi baru tersadar saat merasakan tekanan gravitasi yang sangat berat itu, dia segera melepaskan Aura hitamnya untuk menetralkan tekanan kuat itu.

__ADS_1


An Huang Yi jelas terlambat karena kini Azura dan Tian Feng sudah sama-sama saling beradu pusaka.


Tepat saat kedua pusaka itu saling beradu, tercipta sebuah bola energi yang memiliki tekanan luar biasa dari kedua pusaka itu.


Bola energi itu meluas dan di setiap pinggirannya mengeluarkan sambaran petir merah yang menghancurkan apapun yang di sambarnya.


Tubuh Azura dan Tian Feng sama sekali tidak terlihat karena tertutup oleh bola energi itu, sedangkan An Huang Yi terbang sejauh mungkin karena dia yakin akan ada ledakan besar jika sampai bola energi itu hancur.


Namun yang di khawatirkan oleh An Huang Yi serta semuanya sangat berbeda, sebab setelah bola energi itu meluas, kini malah kembali menyusut kembali.


An Huang Yi hanya bisa mengumpat kesal di dalam hati, dia menoleh ke kiri dan kanan berharap para Pengawal serta pasukannya tidak melihat dirinya yang lari, dan dia akhirnya bisa bernafas lega setelah tidak menemukan keberadaan pasukannya di sekitarnya, jika tidak dia akan sangat malu karena mencoba lari karena takut.


Bola energi yang menyusut itu kini kembali ke kedua pusaka yang beradu, terlihat jelas keduanya masih belum melakukan apa-apa selain beradu pusaka mereka saja.


Melihat Azura dan Tian Feng yang belum melakukan gerakan seperti patung, An Huang Yi segera melesat sekaligus mengayunkan pedang besarnya yang memiliki energi besar itu kearah Azura dan Tian Feng.


"Lenyaplah kalian..!" seru An Huang Yi yang di sertai dengan tebasan kuat.


Azura dan Tian Feng nyatanya tidak bergeming sedikitpun membuat An Huang Yi tersenyum lebar karena akan segera membunuh mereka berdua, namun ketika pedangnya berhasil menebas tubuh keduanya, tubuh keduanya langsung jatuh menjadi debu halus.


!!?


"Apa yang terjadi? Apakah mereka berdua mati karena tebasan pedangku?" kata An Huang Yi yang merasa kebingungan sebab dia merasa seperti menebas tanah saja hingga hancur.


Ho Chen dan yang lainnya juga terkejut, mereka semua sudah melihat semuanya dengan Mata Dewa mereka dan menyaksikan Azura dan Tian Feng yang hancur menjadi debu setelah terkena tebasan pedang An Huang Yi, bahkan kedua pusaka mereka juga menjadi debu.


"Apa-apaan..!?" seru Dewa Mata Tiga.


"Mustahil, Tian dan Kaisar Iblis tidak akan mungkin mati semudah itu!" kata Ho Chen.


Walau mata dewa mereka sebelumnya tidak berhasil menembus bola energi dari benturan pusaka, namun Ho Chen sangat yakin jika Azura dan Tian Feng masih hidup.


"Tapi Dewa Ho Chen, mereka berdua nyatanya sudah hancur hingga menjadi debu! Itu artinya Dewa Sesat dan Kaisar Iblis sudah benar-benar kalah!" kata salah satu dewa.


"Mungkinkah semua itu karena bola energi itu yang membuat mereka berdua menjadi debu lalu hancur karena tebasan Kaisar Kegelapan?" Dewa Mata Tiga berasumsi.


Ho Chen terdiam sesaat berusaha mencermati semuanya dengan tenang sebelum akhirnya dia merasakan sesuatu di luar angkasa.


"Mereka tidak mati, namun mereka berpindah tempat, mungkin yang tadi itu hanyalah tubuh pengganti! Jadi kedua tubuh itu kemungkinan hanya tipuan Kaisar Iblis dan Tian Feng kepada An Huang Yi" kata Ho Chen yang menatap ke langit yang jauh, dan Ho Chen samar-samar merasakan energi Tian Feng, namun untuk energi Azura, Ho Chen belum merasakannya, hanya saja Ho Chen yakin jika keduanya mungkin masih sama-sama hidup.

__ADS_1


An Huang Yi sendiri belum merasakan akan apa yang Ho Chen rasakan, dia terlalu larut dalam kesenangan karena sudah berhasil menghancurkan Azura sekaligus Tian Feng yang akan menjadi ancamannya di masa depan.


__ADS_2